Mama Muda

Mama Muda
ISTRI IDAMAN


__ADS_3

Washington pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur tepatnya di samping Aira. Washington memberikan pelukan hangat kepada istrinya. Berharap Washington dapat tertidur pulas sambil memeluk istrinya. Sama halnya yang dilakukan Aira selama ini. Washington selalu tertidur pulas jika Washington memeluk Aira di dalam tidurnya.


Aira juga merasa nyaman jika Washington memeluk Aira saat mereka tidur bersama. Entah karena faktor kecapean membuat keduanya pun Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga membuat tidur pasangan suami istri yang malam itu melakukan ritual layaknya suami istri yang seutuhnya. Merasa terganggu karena matahari sudah menyinari netra wanita cantik dan anggun itu tanpa dibaluti busana bergeliat


Huyammmmm....


Maya Wulandari menggeliatkan, tubuhnya sudah terasa remuk. Setelah melakukan permainan panas malam itu bersama suaminya, ia benar-benar merasa puas dapat mengimbangi permainan yang dilakukan suaminya malam itu. Walaupun pagi ini tubuhnya terasa remuk.


Maya berniat bangkit dari pembaringannya. Berniat untuk membersihkan diri ke kamar mandi. Apalagi ia belum mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Mereka tertidur hanya dibaluti selimut tebal yang menemani mereka malam itu.


Ketika Maya bangkit dari pembaringannya, Ia pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya di sana. Setelah sekitar 15 menit di dalam kamar mandi, Maya menyelesaikan ritual mandinya. Lalu ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.


Dengan cepat-cepat Maya, langsung menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan di rumah. Dia takut jika suaminya terbangun suaminya akan melahapnya kembali membuat dirinya pasti kelelahan.


Setelah Maya melihat pantulan tubuhnya di cermin yang ada di dalam kamarnya, melihat dirinya sudah rapi dan cantik. Ia pun berlalu meninggalkan Surya di sana. Maya tidak ingin mengganggu tidur suaminya pagi itu.

__ADS_1


Sebelum Maya menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Walaupun Maya memiliki asisten rumah tangga dan baby sister. Maya ingin sekali suaminya selalu mencicipi hasil karyanya sendiri. Maya selalu memberikan waktu memasak sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya.


Sekalipun asisten rumah tangga dan baby sister melarang Maya melakukan itu. Tetapi Maya tidak ingin selalu hanya mengandalkan asisten rumah tangga dan baby sister dalam mengurus rumah tangganya. Kalau masalah keuangan sudah tidak mungkin Maya kekurangan. Maya memiliki suami yang sangat kaya raya dan juga memiliki orang tua yang kaya juga.


Sudah sepatutnya Maya, Hanya duduk berdiam diri dan memerintah para asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman mereka. Tetapi itu tidak dilakukan Maya, untuk dirinya sendiri. Maya selalu melayani suaminya layaknya istri. Istri salehah yang selalu melayani suaminya dengan segenap hati.


Hal itulah yang membuat Surya Dirgantara semakin sayang dan cinta kepada Maya. Ia selalu mendapat perhatian penuh dari Maya. Apalagi masakan Maya dapat memanjakan lidah suaminya. Ketika Maya sudah selesai memasak sarapan pagi untuk mereka, Maya menata masakan itu di atas meja. Dibantu oleh asisten rumah tangga yang bekerja di sana.


Maya berharap ketika dirinya sudah menyelesaikan masakannya dan menatanya di atas meja, baru Maya akan membangunkan suaminya untuk mencicipi menu sarapan pagi yang sudah ia hidangkan.


Tanpa Maya sadari, ternyata Surya Dirgantara sudah terbangun dari tidurnya dan melakukan ritual mandinya. Setelah terlihat rapi Surya Dirgantara menghampiri Maya Wulandari sedang sibuk menata makanan di atas meja makan.


Pemandangan itu pemandangan yang indah bagi seorang Surya. istri yang begitu telaten menghidangkan menu sarapan pagi untuk keluarga mereka.


Maya mengembangkan senyumnya dan menatap suaminya dengan tatapan penuh arti. " Mas sudah bangun? Maya bertanya kepada suaminya karena ketika Maya meninggalkan surya di dalam kamar, Surya masih tertidur pulas. Sehingga Maya tidak ingin mengganggu tidur suaminya.


"Iya sayang," mas sudah bangun dan sudah mandi apa kamu tidak melihat dan merasakan kalau suami kamu yang tampan ini sudah terlihat rapi dan tampan?" ucap Surya Dirgantara sembari meraih tubuh istrinya ke pelukannya. Maya mengembangkan senyumnya dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya.


****

__ADS_1


Laura dan Avena selalu setia menemani David di ruang rawat inap yang ada di rumah sakit Dirgantara. Mereka berharap jika David kembali terbangun dari tidur panjangnya Laura yang pertama sekali dilihat oleh David di sana, adalah Laura. Itulah pertanda cinta dan kasih sayang Laura kepada David selama ini.


"Ya Allah sembuhkan lah Mas David. Laura sangat mencintai Mas David Ya Allah. Bagaimana nasib Laura nantinya jika terjadi sesuatu kepadanya kabulkan lah permohonan hamba Mu ini ya Allah. Hamba Mu yakin dan percaya kalau engkau dapat menyembuhkan segala penyakit apapun." doa Laura di dalam hati sambil tetap menatap wajah pucat David saat itu.


Avena datang menghampiri Laura dan David ia merasa tidak tega melihat Laura yang terus berjaga di sana. Avena memohon kepada Laura, agar menjaga kesehatannya juga bayi yang ada di dalam kandungannya. karena Avena tidak ingin terjadi sesuatu kepada laura dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


" Kak," lebih baik kakak langsung Istirahat deh. Pasti Kakak lelah," Jangan dipikirkan kita bisa ganti menjaga kak David saat ini. Kalau kakak tidak ingin kembali ke rumah, kakak setidaknya bisa membaringkan tubuh kakak di atas sofa itu." ujar Avena sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di ruang VVIP itu.


Tetapi Laura menolak. Ia memilih untuk tidur di atas kursi dan menundukkan kepalanya ke atas branker tempat David berbaring. "Kalau kakak begini terus, kakak bisa sakit. Apa kakak mau kak David sedih melihat kondisi Kakak, jika Kakak juga sakit? tanya Avena kepada Laura.


Berharap Laura mau istirahat dan membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang rawat inap David. Laura menatap dokter Avena dengan tatapan mendalam. Karena bagaimanapun apa yang dikatakan oleh dokter Avena memang benar adanya. pasti di David akan sedih jika Laura sakit. Akhirnya Laura pun membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang rawat inap David.


Mereka bergantian berjaga di sana, menemani David. Mereka khawatir jika David akan membutuhkan sesuatu untuknya. Jika dirinya sudah terbangun dari tidur panjangnya. Avena berharap David segera sadar dan dapat kembali beraktivitas seperti semula.


Avena sudah merasa tidak tega melihat Laura yang sangat mengkawatirkan kondisi David saat ini. Sehingga Avena memilih tidak kembali kerumah dan memilih menemani Laura menjaga David dirumah sakit.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya baru emak.



__ADS_2