
Tetapi entah mengapa ketika melihat Laura yang begitu lemah ia merasa tidak tega dan berniat membantunya.
"Maaf jika kamu tidak sanggup untuk berdiri jangan dipaksakan ucap David sembari berniat menggendong tubuh Laura masuk kembali ke dalam kamar.
"Kamu kenapa lebih baik kamu terus terang kepadaku." ujar David kepada Laura.
"Maaf ini urusanku dengan dokter cantik itu tidak perlu ada orang yang mengetahuinya apalagi kaum laki-laki. Karena laki-laki semuanya Sama saja. Lebih baik anda tinggalkan saya daripada Anda menghabiskan waktu di sini tanpa ada artinya. ucap Laura seolah mengusir David dari kamarnya padahal David sudah membantunya keluar dari kamar mandi.
David menghela napas panjang. Ia pun meraih ponselnya yang ada di saku celananya Berniat untuk menghubungi dokter Avena.
Kring
Kring
Kring
Suara deringan ponsel milik Dokter Avena terdengar jelas di meja kerjanya. Ia menatap di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya adalah David.
"Tumben amat ini orang menghubungiku? gumam dokter Avena di dalam hati sambil menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan David.
"Hello assalamualaikum Kak sapa dokter Avena.
"Waalaikumsalam dokter cantik!"sahut David ramah membuat dokter Avena sedikit kebingungan dengan sikap Manis dari kakaknya. Padahal selama David jarang sekali bersikap manis kepada dokter Avena justru selalu membuat dokter Avena kesal.
"Ada apa kak Kok tumben menghubungiku? Tanya Dokter Avena kepada David
__ADS_1
"Kau membawa seorang wanita ke rumah ini kau tahu sekarang dia bagaimana? dia sudah hampir pingsan karena udah sedari tadi muntah muntah di kamar mandi kasihan dia. aku tidak sanggup melihatnya di rumah ini merasa kesakitan seperti ini." ucap David kepada dokter Avena.
"Sudah masuk dalam perangkap ku!"gumam dokter Avena di dalam hati sambil tersenyum.
"Kamu tenang saja Kak. Sebentar lagi Avena akan sampai ke rumah. Karena memang ada jadwal pemeriksaan kepada Laura.
"Memangnya kamu sudah tahu dia sakit?
"Ya tahu lah Kak!" Dia itu kan pasien Avena.
"loh kok dia pasien kamu? bukannya kamu seorang dokter kandungan?
"Emang iya !" Siapa yang mengatakan kalau Dokter Avena seorang dokter ahli jantung? ucap dokter Avena balik bertanya kepada David.
"Berarti kamu hamil dong? tanya David kepada Laura
"Sudah saya katakan jangan hiraukan saya? Saya hanya memiliki urusan kepada dokter cantik. Lebih baik anda keluar saja dari sini mungkin dengan saya istirahat rasa pusing dan mual saya berkurang.
Tapi kamu perlu makan. Karena kamu sudah mengeluarkan semua isi dalam perut. lebih baik kamu makan dulu sebelum kamu istirahat." ujar David kepada Laura tetapi sambungan telepon selulernya kepada dokter Avena belum terputus. Ia tidak menyadari kalau sambungan telepon seluler itu masih tersambung.
Di rumah sakit terlihat dokter Avena tersenyum sendiri mendengar sikap Manis dari kakaknya kepada Laura. Mungkin dengan hadirnya Laura di tengah-tengah kehidupan David. David akan bisa berubah dan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh wanita-wanita yang selama ini dia nodai. bahkan setelah ia nodai dicampakkan begitu saja tanpa bertanggungjawab sedikitpun Sama halnya seperti yang dirasakan Aira.
Sepertinya rencana ku sudah berjalan dengan lancar. Mungkin Laura bisa melunakkan hati kak David gumam dokter Avena didalam hati karena dokter Avena sudah merasa sangat kesal kepada kakaknya karena sering mempermainkan wanita.
Hingga dirinya mendapatkan akibat perbuatannya. Penyakit yang dialami oleh mantan istri David menular kepada David sehingga David tidak dapat dapat memiliki anak laki. Padahal dokter Avena sudah membawa David berobat kemana mana. penyakit yang dialami David dapat disembuhkan. Tetapi untuk mereproduksi keturunan sudah tidak bisa lagi. Bisa dikatakan mandul.
__ADS_1
David berlalu dari kamar dan meminta kepada asisten rumah tangga untuk menyiapkan makanan kepada Laura.
"Bi.... tolong buatkan makanan yang cocok untuk wanita yang ada di kamar tamu. Sepertinya dia membutuhkan makanan karena barusan wanita itu sudah mengeluarkan semua isi perutnya Karena rasa mual yang dia alami.
"Baik Tuan kami akan membuatkan makanan kepada Neng Laura
"Apa kalian sudah mengenalnya?
"Sudah Tuan tadi malam nyonya dan Nona dokter Avena yang mengenalkannya kepada kami.
"Oh begitu?'Mami ke mana Bi?
"Nyonya sedang pergi arisan sedangkan Tuan pergi ke kantor. Kenapa Tuan tidak pergi ke kantor? Apa Tuan sakit? tanya salah satu asisten yang bekerja di rumah keluarga David.
David menggelengkan kepalanya sambil menyeruput kopi yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga itu untuknya.
David membawa kopi itu ke ruang tamu. David menghidupkan layar televisi berniat untuk mencari siaran yang Asyik untuk ditonton. Tetapi pikiran David tetap tidak fokus ke layar televisi. Malah pikirannya beralih kepada Laura yang ia lihat begitu lemah dan terlihat pucat.
David kembali mematikan layar televisi nya kemudian ia berlalu kekamar tamu yang ditempati oleh Laura. David sudah melihat Bibi menghantarkan makanan yang dipesan oleh David untuk Laura.
"Kamu makan saja dulu, agar tenaga kamu kembali pulih." ujar David yang tiba-tiba sudah masuk ke kamar.
"Terimakasih atas perhatiannya kak David, tapi sepertinya Anda tidak perlu terlalu kwatir dengan kondisiku. Aku baik-baik saja kok ini sudah biasa aku alami tidak perlu ada kwatir." ucap Laura kepada David.
Bersambung...
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏