Mama Muda

Mama Muda
YULI MENANGIS HISTERIS


__ADS_3

Lima menit setelah berlalu dari rumah milik Zidan, Naas menghampiri Zidan dan kecelakaan pun terjadi. Setelah Zidan gagal menyelip mobil yang ada di depannya. kecelakaan itu tidak dapat dihindari karena Zidan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kejadian naas yang menimpa Zidan membuat kemacetan terjadi di lokasi kejadian. Banyak yang kebetulan melintas di lokasi langsung berhenti berniat untuk menolong Zidan. Seseorang menghubungi pihak kepolisian agar segera menangani kasus lakalantas yang terjadi kepada Zidan.


Salah satu diantara orang yang berada di sana memberanikan diri berusaha membuka mobil milik Zidan. Berniat untuk melihat kondisi Zidan saat itu. Agar segera dibawa ke rumah sakit. Setelah memastikan kalau Zidan masih dalam keadaan bernyawa, beberapa orang yang berada di lokasi kejadian, langsung melarikan Zidan ke rumah sakit terdekat.


Ketika Zidan sudah dilarikan ke rumah sakit, pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian. Dan memeriksa kondisi mobil milik Zidan dan bertanya kepada saksi mata, kronologis kejadian lakalantas yang menimpa Zidan.


Sementara di tempat lain tepatnya di kantor Dirgantara group terlihat Yuli sangat gelisah. Entah apa yang membuat dirinya gelisah. Pikirannya berpusat kepada Zidan yang ia tinggalkan sendiri di rumah tanpa berpamitan dari Zidan. Yuli sama sekali belum mengetahui kejadian yang menimpa Zidan saat ini.


Karena pihak kepolisian masih memeriksa lokasi kejadian dan Zidan sekarang sudah berada di rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Dokter datang menghampiri seseorang yang membawa Zidan ke rumah sakit agar segera menghubungi keluarga korban.


Tetapi tak ada seorangpun yang yang mengenal Zidan, sehingga mereka sedikit kewalahan untuk menghubungi keluarga Zidan. Setelah memeriksa lokasi kejadian dan pihak kepolisian sudah mengevakuasi mobil milik Zidan, pihak kepolisian berlalu ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban saat ini. Tentunya setelah mendapatkan identitas korban yang ada di dalam mobil milik Zidan.


Pihak kepolisian tidak dapat menghubungi nomor ponsel yang ada di layar ponsel memilik Zidan saat ini. Karena kebetulan ponsel memilik Zidan berpola yang agak rumit. Tetapi pihak kepolisian sudah mengetahui identitas Zidan sehingga pihak kepolisian langsung menghubungi kantor Dirgantara Group.


Karena di dalam dompet Zidan, terdapat kartu nama Zidan bahwa dirinya adalah salah satu petinggi perusahaan Dirgantara Group. Setelah menghubungi pihak Dirgantara Group bagian resepsionis pun memberikan informasi kepada Yuli yang sedang gelisah di ruang kerjanya. Bahwa saat ini Zidan sedang mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit.


Ketika Yuli mendengar kabar dari salah satu resepsionis, kalau Zidan saat ini mengalami kecelakaan, Yuli seolah tidak percaya. Karena Yuli merasa kalau Zidan masih berada di rumah.

__ADS_1


"Tidak mungkin suami saya mengalami kecelakaan.Suami saya saja saya tinggalkan masih tertidur di rumah." ucap Yuli tidak percaya.


"Maaf bu!" tapi ini yang menghubungi dari pihak kepolisian dan juga pihak rumah sakit. Lebih Baik Ibu langsung cek sendiri daripada penasaran."ucap resepsionis itu kepada Yuli. Tiba-tiba nomor ponsel Yuli pun kembali berdering, ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya adalah Maya Wulandari. Istri dari Surya dirgantara yang merupakan sahabat Yuli sendiri.


Yuli langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya setelah melihat yang menghubungi dirinya adalah Maya Wulandari.


"Assalamualaikum..... Sapa Yuli ramah kepada Maya. Maya Langsung menangis histeris ketika Yuli menjawab telepon selulernya. Membuat Yuli sedikit bingung dengan sikap Maya yang langsung menangis terus, ketika dirinya menghubungi Yuli.


"Ada apa may Mengapa kamu menangis? tanya Yuli.


"Apa kamu belum mengetahui kabar Kalau Zidan saat ini sedang berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan? tanya Maya membuat Yuli langsung terdiam. Itu berarti informasi yang dikatakan oleh resepsionis yang bertugas di kantor Dirgantara group benar adanya.


"Kenapa kamu belum mengetahui kalau Zidan saat ini kecelakaan? apa kalian tidak sama berangkat ke kantor?tanya Maya penasaran. Yuli tidak bisa menjawab pertanyaan Maya lagi. Ia hanya menangis sambil berjalan dari ruang kerjanya berniat ingin langsung pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Zidan saat ini.


Yuli langsung meninggalkan ruangan itu seolah dirinya tidak tahu harus berbuat apa. Ia pun menyesali segala apa yang ia lakukan malam itu hingga dirinya berangkat ke kantor tanpa berpamitan kepada suaminya.


Washington yang sudah mengetahui kabar itu pun langsung menghampiri Yuli, agar mereka segera berangkat ke rumah sakit untuk melihat kondisi Zidan saat ini.


Sementara di rumah sakit, Dokter dan suster yang bertugas dirumah sakit, sudah membersihkan luka-luka Zidan dan memeriksa kondisi Zidan saat ini. Yang ternyata Zidan mengalami patah tulang di bagian tangan kirinya.

__ADS_1


Sehingga tangan kiri Zidan saat ini tidak dapat digerakkan sama sekali. Zidan sedikit kewalahan bergerak. Kepala Zidan saat ini Sudah diperban karena luka yang dialami akibat benturan kecelakaan itu mengenai kepala Zidan. Untungnya tidak ada luka yang serius di bagian kepala Zidan.


Zidan sempat tidak sadarkan diri, akibat benturan yang ia alami.Tetapi dokter sudah dapat memastikan kalau bagian kepala zidan tidak ada luka yang serius. Hanya tangan kiri Zidan yang mengalami latah tulang, dan kaki Zidan mengalami retak. Membuat Zidan saat ini tidak dapat menggerakkan kakinya dengan leluasa.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dari kantor Dirgantara menuju Rumah Sakit tempat Zidan saat ini dirawat, Yuli dan Washington pun tiba di rumah sakit. mereka Langsung menuju ruang informasi untuk bertanya perihal Zidan kepada bagian informasi.


Setelah Yuli dan Zidan mengetahui, kalau saat ini Zidan, masih berada di ruang operasi karena dokter ingin mengeluarkan beberapa pecahan kaca yang ada di tubuh Zidan saat ini. Terlihat Yuli terus menangis seolah dirinya ingin langsung masuk ke ruang operasi untuk melihat kondisi Zidan saat ini. Tetapi suster yang bertugas di sana tidak memperbolehkan Yuli masuk ke ruang operasi.


"Mas maafkan Yuli, Yuli sudah durhaka kepada Mas. Bertahanlah sayang, Yuli tidak tahu harus bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu. Ayo Sayang kamu harus kuat dan mampu melawan segalanya. Maafkan Yuli mas sudah membuat kamu seperti ini." tangis Yuli tepatnya berada di pintu ruang operasi.


Sementara Maya dan surya yang sedang mengurus lakalantas yang menimpa Zidane saat ini di dinas Kepolisian. Maya dan Surya kembali menghampiri Zidan di rumah sakit. Mereka ingin langsung melihat kondisi Zidan saat ini. Yuli merasa kalau pekerjaan dokter saat ini sangat lambat. Padahal dokter sudah berusaha menangani dengan secepat mungkin.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


yuk mampir ke karya emak yang lain juga


__ADS_1


__ADS_2