Mama Muda

Mama Muda
SATU LIANG DI PERUT


__ADS_3

Surya Dirgantara dengan Maya sengaja menginap di rumah utama keluarga Pak Alberto Karna Keesokan paginya Pak Alberto dan ibu Nurhayati akan segera tiba di Indonesia. Setelah pengobatan yang dilakukan oleh dokter Benhard di rumah sakit Changi berhasil.


Ibu Nurhayati begitu bahagia ketika Dokter Benhard mengijinkan pak Alberto kembali ke Indonesia dan dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa. Tetapi pak Alberto harus rajin kontrol kesehatan dan selalu mengkonsumsi obat yang di resep langsung oleh dokter Benhard.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga membuat tidur Ibu muda itu merasa terganggu. Karena sinar matahari sudah masuk melalui celah-celah gorden yang ada di kamar. Maya bergeliat ia menatap suaminya yang ada di sampingnya. Maya mengembangkan senyumnya melihat wajah polos suaminya yang masih tertidur pulas walaupun pagi hari sudah cerah.


Biasanya Surya selalu bangun lebih awal. Tetapi untuk kali ini Surya sepertinya masih terlelap tidur pulas di atas ranjang milik Maya saat Maya masih tinggal di rumah keluarga Pak Alberto.


Maya bangkit dari tidurnya berniat untuk langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Tetapi tanpa ia sadari Surya langsung menarik tangan Maya hingga Maya terjatuh tepat ke tubuh Surya.


Maya terhentak ia sedikit terkejut ketika Surya menarik tangannya tiba-tiba. Dan membuat Maya jatuh tepat di tubuh Surya. Hal itu langsung dimanfaatkan Surya untuk segera melahap istri cantiknya. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan membuat Surya langsung mengecup bibir manis Maya hingga Maya benar-benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa.


Hubungan Maya dengan Surya selama ini memang sangat harmonis. Tetapi kesibukan Surya menangani beberapa perusahaan miliknya dan juga milik Pak Alberto membuat waktu Surya banyak tersita bekerja dan bekerja.


Tetapi Surya tidak pernah lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan juga sebagai kepala rumah tangga. Ia tidak ingin Maya kekurangan kasih sayang darinya. Begitu juga dengan Bintang dan Jupiter. Surya berusaha ingin melakukan yang terbaik untuk keluarga kecilnya. Agar keluarga kecilnya tidak merasa kekurangan kasih sayang darinya.


Maya begitu bahagia memiliki suami yang sangat pengertian dan juga bertanggung jawab dalam keluarganya.


"Mas ini sudah pagi Mungkin Bintang akan mencari Maya dan juga mas di bawah." ucap Maya kepada Surya tetapi Surya sama sekali tidak peduli dengan ocehan istrinya.


Ia Malah membawa Maya ke dalam pelukannya hingga Maya tidak dapat berkutik lagi. Maya hanya pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya terhadapnya. Apalagi itu menjadi tugas dan tanggung jawabnya melayani suaminya.

__ADS_1


Maya juga tidak ingin membuat suaminya kecewa terhadapnya, walaupun Maya pada saat itu tidak menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan Surya. Tetapi ia berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk suaminya.


Pagi itu surya dan Maya benar-benar melupakan segala sesuatu yang harus mereka kerjakan saat itu. Karena memang benar-benar mereka memadu kasih di pagi hari yang indah. Membuat Maya dan Surya benar-benar menikmati indahnya surga dunia.


Satu jam bergulat di atas ranjang membuat Surya merasa kelelahan, setelah Surya mencapai klimaksnya,


"Thanks my wife I love you my wife." ucap Surya sambil mengecup kening Maya setelah Surya benar-benar mengalami pelepasan.


"I love you too my husband." sahut Maya sambil mengembangkan senyumnya hingga Surya pun langsung kembali membaringkan tubuhnya. Untuk sekedar beristirahat sejenak sebelum mereka melakukan aktivitas hari itu. Padahal sebelumnya Surya sudah berjanji kepada Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto menjemput mereka Langsung di bandara.


Tiba-tiba Maya tersadar dan ia pun langsung memberitahu kepada Surya. Kalau pagi itu mereka harus segera berangkat ke bandara untuk menjemput Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto. Surya tidak ingin membuat Pak Alberto dan ibu Nurhayati kecewa terhadapnya.


Hingga Surya langsung beranjak dari tempat tidur masuk ke dalam kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Surya langsung bergegas memakai pakaiannya agar Maya dan Surya saat itu langsung berangkat ke bandara menjemput Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati.


Yang ternyata pak Alberto dan ibu Nurhayati sudah tiba di bandara. Sementara Maya dan Surya belum berangkat dari rumah untuk menjemput mereka. Hal itu membuat Ibu Nurhayati dan Pak Alberto sedikit gelisah dan ibu Nurhayati berinisiatif untuk menghubungi Surya Dirgantara.


Surya tak kunjung mengangkat karena Surya mengendarai mobil menuju bandara Sukarno Hatta. Kemudian ibu Nurhayati menghubungi nomor ponsel Maya.


Setelah sambungan telepon selulernya tersambung Ibu Nurhayati memberitahu kepada Maya bahwa mereka sudah tiba di bandara lima belas menit yang lalu. Maya terhentak mendengar Ibu Nurhayati mengatakan kalau mereka sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta lima belas menit yang lalu.


Padahal surya dan Maya baru berangkat dari rumah menuju bandara.


"Ya Allah Mas ternyata ibu Nur dan Papa sudah tiba di bandara lima belas menit yang lalu ini semua gara-gara Mas deh." gerutu Maya menyalahkan Surya membuat Surya langsung tertawa cengengesan melihat raut wajah istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya.

__ADS_1


"Kamu kalau lagi cemberut seperti itu semakin cantik Sayang, jangan menggodaku bisa-bisa kamu sekarang mas lahap dan kita tidak jadi menjemput Papa dan Mama." ucap Surya membuat Maya langsung menatap Surya dengan tatapan tajam.


"Dasar suami mesum!" celetuk Maya


"Mesum sama istri sendiri itu biasa, asalkan jangan mesum sama istri orang lain itu sangat salah besar sayang. Bisa-bisa satu liang di perut Mas." ucap Surya kepada Maya membuat Maya langsung terkekeh mendengar jawaban suaminya.


"Kamu ya mas tidak pernah kalah jika berdebat dengan Maya, malas Maya melawan mas berdebat." ucap Maya karena dirinya merasa kalah terhadap suaminya.


"Memang benar sayang mesum sama istri sendiri itu pahala. Asalkan jangan mesum kepada perempuan lain atau istri orang lain bisa-bisa Mas masuk penjara."ucap Surya Dirgantara sembari tetap terkekeh melihat raut wajah istrinya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih Dua puluh lima menit, Surya Dirgantara dan Maya Wulandari sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Yang ternyata pak Alberto dan ibu Nurhayati sudah menunggu kedatangan surya dan Maya menjemput mereka.


Rona bahagia di wajah Maya terlihat jelas karena Maya sudah melihat Pak Alberto terlihat sudah sehat dan bugar. Maya berlari mengejar Pak Alberto dan memberikan pelukan hangat untuk papanya. Orang yang sangat penting di kehidupan Maya.


"Papa..... Maya sangat merindukan papa. Bagaimana kabar Papa apa Papa sudah baikan? tanya Maya bertubi-tubi kepada Pak Alberto karena dirinya penasaran Apa yang dirasakan Pak Alberto saat ini. Maya tidak ingin Pak Alberto kenapa-kenapa sehingga dirinya pun sangat mengkhawatirkan Pak Alberto sang ayah kandung Maya sendiri.


Ibu Nurhayati mengembangkan senyumnya melihat interaksi antara Maya dan Pak Alberto.


"Papa maafin kita agar telat menjemput kalian." ucap Maya meminta maaf kepada Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati karena sudah membiarkan Ibu Nurhayati dan Pak Alberto menunggu mereka.


Bersambung.....


hai hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu novel ini kembali up yuk mampir ke karya teman emak



__ADS_2