Mama Muda

Mama Muda
MAKAN SIANG


__ADS_3

Melihat interaksi antara maringan dan juga Surya Dokter Sandra pun merasa heran.


"Kalian saling mengenal?


"Iya Surya sahabat baikku. Dia yang meminta kepadaku untuk bermohon melakukan sidang banding untukmu. Agar kamu segera bisa dibebaskan."Sahut maringan kepada Sandra. membuat dokter Sandra semakin bingung.


"Maaf kalau boleh tahu Mbak Maya dan Mas Surya kenapa tiba-tiba merubah keputusan? tanya Sandra


"Sejujurnya kami tidak ada niatan untuk menghukum kamu. Tapi karena perbuatanmu pada saat itu sungguh sangat keterlaluan sehingga amarah ku tidak dapat terbendung lagi.ucap Surya


Jujur aku sangat kecewa Mengapa kamu sampai mengambil jalan seperti itu. Kalau kamu memang benar-benar cinta dan sayang sama saya. Seharusnya kamu membiarkan Saya bahagia dengan wanita yang sangat aku cintai. Yang kamu rasakan itu bukanlah cinta sejati. Tetapi itu namanya obsesi." ucap Surya kepada dokter Sandra.


"Maafkan saya Mas Surya, saya khilaf pada saat itu.


"Saya sudah memaafkan kamu dan istri saya yang meminta kepada saya agar membebaskanmu dari jeratan hukum.


Seharusnya kamu berterima kasih kepada istri saya." ucap Surya kepada dokter Sandra.


"Sudah mbak tidak apa-apa yang penting sekarang Mbak sudah bebas. Mudah-mudahan kedepannya Mbak tidak akan melakukan hal yang sama lagi.


Sejujurnya sih Maya juga kecewa kepada mbak. Tapi namanya juga manusia tidak luput dari kesalahan. Untuk itu Maya meminta kepada Pak maringan, Zidan, dan juga suamiku untuk membantu membebaskan mbak dari penjara.


Apalagi setelah kedatangan Pak Anggara dan juga Ibu Amora ke rumah dan memohon agar kamu dibebaskan. Membuat hatiku merasa tidak tega. Karena aku juga bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Jauh dari Putri kandungnya, itu sangat sulit bagi mereka.


Mudah-mudahan kedepannya Mbak Sandra mendapatkan kebahagiaan walaupun itu tidak bersama Mas Surya. Mungkin Allah sudah menyiapkan jodoh lain untuk Mbak. Mbak harus percaya itu dibalik ini semua pasti ada hikmahnya." ucap Maya kepada dokter Sandra dibalas anggukan dari dokter Sandra.

__ADS_1


Dokter Sandra langsung memeluk Maya. pelukan yang tulus dari Sandra dapat dirasakan oleh Maya.


"Kalau begitu untuk merayakan kebebasan putri saya, Bagaimana jika saya mengundang kalian makan siang bareng restoran dekat sini."ujar Pak Anggara dan juga Ibu Amora. Karena mereka sangat bersyukur akhirnya dokter Sandra bebas dari jeratan hukum.


"Surya menatap istrinya Maya seolah dirinya meminta persetujuan dari istrinya. Maya menganggukkan kepalanya. Pertanda Maya setuju menerima undangan makan siang dari pak Anggara dan juga Ibu Amora.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk makan siang bareng di salah satu restoran yang berada tidak jauh dari kantor persidangan yang dijalani Sandra.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Mereka pun tiba di sana. Tampak restoran lumayan ramai karena saatnya jam makan siang. Pak Anggara mengajak Surya Maya, Zidan, dan Pak maringan masuk ke ruang VIP. Tampak salah satu pramusaji di sana datang menghampiri mereka.


Setelah memesan beberapa macam makanan, pramusaji itu berlalu menuju kitchen untuk membuat pesanan mereka. Senyum bahagia terlihat jelas diwajah Sandra. Ia senyum sumringah karena akhirnya dia Bebas dan bisa menghirup udara segar.


Sementara di tempat lain Yuli yang menunggu kehadiran Zidan di kantor, sudah tampak gelisah karena mulai pagi itu sampai siang hari Zidan tidak menunjukkan batang hidungnya di kantor.


"Pada kemana orang orang? Pak Bos Besar juga tidak ada? Zidan juga tidak ada? kemana mereka? pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Yuli. karena melihat Zidan dan Surya tak kunjung datang ke kantor dan juga lupa memberi tahu kepada Yuli bahwasanya Meraka ada urusan di luar kantor.


"Lebih baik aku hubungin Maya aja deh daripada gue harus bertanya-tanya dan bermonolog sendiri."gumam Yuli dalam hati sembari meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya.


Suara ponsel Maya terdengar jelas di telinga Maya dan orang-orang yang sedang makan siang bareng bersama dirinya. Maya meraih ponselnya yang sedari tadi berdering. Ia melihat di layar ponselnya Yuli yang menghubunginya.


Maya berpamitan untuk mengangkat sambungan telepon selulernya kepada Pak Anggara dan juga Ibu Amora.


"Maaf saya mengangkat telepon dulu!"ucap Maya kepada Pak Anggara dan juga Ibu Amora.


Surya menatap istrinya dengan tatapan tanya. Ia tidak mengetahui siapa yang menghubungi istrinya.

__ADS_1


"siapa sayang?


"Yuli menghubungiku sedari tadi, jadi aku khawatir ada sesuatu yang penting yang ingin Ia bicarakan kepadaku. Maya angkat telepon dulu ya Mas."ucap Maya sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Halo assalamualaikum


"waalaikumsalam Yul!


"Kalian ada di mana Kok sedari tadi pagi gue tunggu-tunggu tak ada yang nongol satupun ke kantor?"tanya Yuli penasaran karena Yuli benar-benar tidak melihat sosok Zidan dan juga Surya berada di kantor.


Padahal biasanya Zidan dan Surya tidak pernah telat masuk kantor.


"Oh maaf ya, yul kami tidak memberitahu kamu, kami lagi ada urusan penting. Tetapi sebentar lagi Sudah kelar kok mungkin setengah jam lagi kami akan sampai di kantor."ucap Maya kepada Yuli


"Tapi kalian tidak apa-apa kan?


"Alhamdulillah kami baik, Zidan juga baik.


Apa kamu merindukannya? ucap Maya berniat untuk menjahili sahabatnya.


"Kamu ya May ada-ada saja. Memangnya Gue nyariin harus Karena rindu? gue penasaran saja Mengapa kalian tidak ada satu pun hari ini di kantor."gerutu Yuli yang mampu membuat Maya langsung tertawa cengengesan.


Bersambung.....


hai semua sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya baru emak. dijamin cerita seru deh dan bikin baper

__ADS_1



__ADS_2