
Kamu tenang saja Mas juga tidak suka wanita seperti itu." ucap Surya sambil meraih tubuh Maya ke dalam pelukannya. Sungguh suami yang bijaksana membuat Maya semakin sayang dan cinta kepada suaminya.
Karna bagaimanapun Surya tidak ingin hubungan rumah tangga Zidan dan Yuli rusak oleh karna wanita seperti Rossi yang terobsesi kepada Zidan.syukur deh mas, kalau Rossi sudah mas pecat. wanita seperti dia tidak pantas berada di kantor kita. Maya juga tidak ingin suamiku yang tampan ini akan termakan omongan Rossi.
Karena seorang Maya, Maya tidak akan membiarkan siapapun merebut suamiku yang tampan ini dari wanita Manapun." ucap Maya sambil langsung mengalungkan tangannya dileher jenjang Surya dan duduk di pangkuan Surya begitu saja. layaknya bintang yang lagi ingin dimanja oleh Surya.
Surya mengebangkan senyumnya dan dan memberikan kecupan hangat di bibir manis maya.
"Bagaimana mungkin, mas tergoda dengan wanita lain, sementara di pelukan mas ada wanita yang paling cantik sejagad bumi ini seperti kamu sayang. Lagian mas sudah Tua, kamu lihat apa, uban yang ada di kepala mas?pekik Surya sambil cengengesan.
"Ngak kok, suami Maya Surya Dirgantara bin Raditya Dirgantara masih terlihat tampan dan gagah walau umur sudah kepala empat." ucap Maya sambil terus mengalungkan tangannya di leher jenjang Surya dan memberikan kecupan demi Kecupan di wajah tampan Surya.
hal itu membuat Surya semakin sayang dan cinta kepada Maya. Wanita yang sudah mampu menghiasi hari harinya selama ini. Tanpa mereka sadari ada mami Yolanda melihat interaksi keduanya. membuat mami Yolanda menggelengkan kepalanya melihat putra dan menantunya tidak mengenal tempat saat bermesraan.
" He he he he mami seperti anak kecil duduk di pangkuan papi." ledek Bintang yang baru datang dari arah taman belakang bersama mami Yolanda dan juga Mori dan Jupiter. Karena hari sudah sore saat itu.
Surya dan Maya langsung tertawa cengengesan mendengar ocehan Bintang, putri pertama Maya.
"Mami juga pengen dimanja papi dong sayang!" jangan kamu melulu dong yang dimanja dan digendong papi." ucap Maya sambil cekikikan.
"Tapi mami kan sudah gede dan kalau papi gendong mami, pasti papi capek deh. kan kasihan papi mom!" ucap Bintang tidak mau kalah
Bintang langsung mendekati Maya dan Surya."Mom.....Ayo turun!" pekik Bintang sibuk menarik Maya dari pangkuan Surya. Membuat mami Yolanda tertawa cengengesan melihat Bintang merasa tersaingi oleh Maya. Akhirnya Maya Turin dari pangkuan Zidan dan Bintang langsung duduk dipangkuan Zidan.
"Ih kamu ini, tadi saja kamu ngatai mami! Kamu bilang "Awas mom....turun dari pangkuan papi kan kasihan papi capek mami duduk di pengakuannya." kamu bilang tadi. Sekarang kamu yang malah duduk dipangkuan papi. Bilang saja kamu cemburu sama mami." ucap Maya berniat menjahili putrinya.
__ADS_1
Bintang langsung tertawa ngakak dan memeluk surya. Membuat Surya ikut tertawa cengengesan melihat tingkah putri kecilnya yang begitu menyayangi berdebat dengan istrinya karena kedua wanita beda generasi itu saling berebut ingin duduk di pangkuan Surya.
****
Laura dan David sudah membawa Pak Hasan kembali kerumah. Berharap kondisi Kesha pak Hasan akan lebih membaik, setelah melakukan perawatan di rumah Sakit. laura juga berharap, kalau pak Hasan tidak harus bekerja memulung lagi.
Laura pun mengabiskan uang gajinya selama bekerja di Rosita florist untuk membuka usaha bengkel sepeda motor kecil kecilan. Yang lokasinya tidak jauh dari rumah kontrakan pak Hasan. Berharap agar pak Hasan dan adik adiknya tidak bekerja sebagai pemulung lagi. Dan kehidupan ekonomi mereka semakin membaik.
Laura sengaja tidak meminta bantuan kepada David untuk membuka usaha bengkel kecil-kecilan pak Hasan, karna Laura tidak ingin David merasa dimanfaatkan oleh Laura.
"Ayah....mudah mudahan usaha ini dapat berjalan dengan lancar.
Laura berharap dengan memulai usaha ini ayah dan adik adik tidak perlu harus memulung lagi." ucap Laura ketika Bengkel pak Hasan sudah mulai dibuka.
"Bismillah aja Ayah, semoga usaha bengkelnya berjalan dengan lancar." ucap Laura sambil memeluk pak Hasan dan kedua adiknya. Bambang begitu bahagia, karena impian pak Hasan yang ingin memiliki sebuah bengkel benar benar tercapai.
"Ya Allah aku bersyukur ternyata impian ayah memiliki usaha bengkel akhirnya tercapai juga, walau masih bengkel motor kecil kecilan. " ucap Bambang adik laki laki Laura yang siap membantu pak Hasan pak Hasan di usaha bengkel kecil-kecilan yang baru mereka rintis.
Usia kandungan Laura saat ini sudah tujuh bulan, membuat pergerakan Laura sudah tidak leluasa lagi. Tetapi Laura tetep bekerja Di Rosita florist, agar tidak merasa bosan berada dirumah saja. David sebenarnya sudah melarang Laura bekerja. Tetapi Laura selalu mengatakan kepada David kalau dirinya merasa bosan dirumah saja, tanpa melakukan apa apa.
****
Pagi itu Laura ingin segera berangkat ke Rosita Florist, tetapi David yang baru keluar dari kamarnya langsung menghentikan langkah Laura.
"Sayang mau kemana?.
__ADS_1
"Bekerja !" sahut Laura singkat
"Memangnya uang bulanan yang mas berikan masih kurang untuk keperluan kamu sayang?"
Laura menggelengkan kepalanya. Sejujurnya uang bulanan pemberian David selama ini tidak pernah digunakan Laura sama sekali . Justru uang bulanan pemberian David masih utuh dan tidak disentuh Laura sama sekali.
"Jadi kenapa kamu harus bekerja lagi? ingat sayang usia kandungan kamu sudah tujuh bulan, mas mengkawatirkan kondisi kesehatan kamu." ucap David
"Tapi Laura Bosan dirumah mas!" Laura janji, Laura tidak akan kecapean disana. lagian pekerjaan Laura tidak capek kok, hanya merangkai bunga saja." ucap Laura menyakinkan David kalau dirinya baik baik saja bekerja di Rosita florist.
Apalagi ibu Rosita begitu baik terhadap Laura membuat Laura semakin betah bekerja disana. Berawal dari hobby merawat bunga dan merangkai bunga membuat Laura benar benar menikmati profesinya sebagai perangkai bunga.
"Tapi bagaimanapun mas tetap kwatir kamu kenapa kenapa do tempat kerjaan. Kan kalau kamu ada dirumah, selalu ada orang yang menemani kamu dirumah asisten rumah yang setia melayani kamu dirumah ini sayang." ujar David sambil meraih tubuh Laura kepelukannya.
David belum mengetahui kalau Laura sudah memodali pak Hasan sebuah bengkel kecil, dengan menggunakan uang hasil bekerja di Rosita florist. Tanpa menggunakan uang pemberian David. Jadi Laura merasa harus bekerja agar uang tabungan Laura sendiri ada untuk ia manfaatkan saat bersalin nanti. Tanpa harus mengharapkan siapa pun membayar uang persalinannya.
"Sudah mas!" mas tenang saja, Laura tidak apa apa kok. Lagian Laura disana hanya duduk merangkai bunga." ucap Laura berharap David kembali mengijinkannya bekerja di Rosita florist.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "SUAMIKU RACUN DUNIA"
__ADS_1