Mama Muda

Mama Muda
AIRA LAHIRAN


__ADS_3

"Kamu tahan ya sayang, kita akan segera ke rumah sakit. Bertahanlah mas tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan bayi kita. Mas mencintaimu Sayang." ucap Washington dengan tulus.


"Mas sakit bangat!" teriak Aira sambil meremas bahu Washington.


Kedua orang tua Aira sudah bersiap berangkat ke rumah sakit dan taksi sudah berada di depan rumah sederhana milik keluarga Aira. Karna orangtua Aira sudah memesan taksi sebelumnya ketika mendengar teriakan dari Washington.


"Sayang kamu harus bertahan demi mas, Mas sangat sayang dan cinta sama kamu." ucap Washington sembari membawa Aira masuk ke dalam taxi. Setelah Aira sudah berada di dalam taksi, Washington meminta kepada supir taksi tersebut agar melajukan taksinya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, taksi yang ditumpangi oleh Washington dan juga Aira tiba di sebuah rumah sakit ternama yang ada di kota Manado. Washington menggendong tubuh Aira dan berteriak memanggil dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu.


Mendengar teriakan dari Washington dokter dan suster yang berada di sana pun langsung mendorong Branker agar tubuh Aira dapat dibaringkan disana. Kemudian Aira langsung dibawa ke ruang bersalin.


Sementara kedua orang tua Aira sudah menyusul Washington dan Aira ke rumah sakit. Washington sangat gelisah ketika dirinya diminta dokter untuk menunggunya di luar. Ia seolah tidak ingin berpisah dari Aira dan memohon kepada dokter agar membiarkan Washington masuk ke dalam ruang bersalin berniat untuk memberikan semangat kepada Aira agar Aira semangat.


Aku mohon dokter, Biarkan saya masuk menemani istri saya. Saya tidak ingin dia kenapa-kenapa. Saya hanya ingin memastikan kondisinya bahwa dia pasti akan baik-baik saja." ucap Washington kepada dokter yang bertugas menangani Aira.


Dokter itu pun melambangkan senyumnya dan mempersilahkan Washington masuk ke dalam ruang bersalin. Padahal dokter itu belum mengetahui hubungan antara Washington dan Aira bukanlah suami istri sah. Tetapi pengakuan Washington kalau Aira adalah istri sah dari Washington. Hingga dokter itu pun mengijinkan Washington masuk ke ruang bersalin setelah Washington meyakinkan dokter itu.


Setelah berada di ruang bersalin Washington tidak tega mendengar jeritan dari Aira menahan rasa sakit yang teramat yang dirasakannya. Washington langsung mengecup kening Aira berniat untuk menguatkan Aira.


"Sayang, Kamu tahu kan kalau Mas sama sayang dan cinta sama kamu. Jadi yang kuat ya sayang. Kamu pasti bisa menghadapi dan melewati ini semuanya. Mas yakin dan percaya dengan kemampuanmu. Selama ini kamu sudah berjuang untuk mempertahankannya. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan kamu itu sayang.


"Kamu tahu bukan? kalau orang orang terdekatmu sangat menyayangi mu. Apa kamu tahu perjuangan Maya melahirkan baby Jupiter itu juga cukup berat? karena dirinya mengalami siksaan dari batin dari Riska? Tetapi Maya bertahan karena cinta dan kasih sayang-nya kepada suaminya Surya. Begitu juga dengan orang-orang terdekatnya.


" Kamu juga pasti bisa seperti Maya. Kamu itu sahabat Maya Bukan? jadi Mas mohon jangan sia-siakan pengorbanan dari sahabat kamu yang selama ini selalu mendukungmu." ucap Washington sambil kembali mengecup kening Aira.


Aira menganggukkan kepalanya Ia pun semakin semangat untuk bertahan menahan rasa sakit yang ia rasakan karna bayi yang ada di dalam kandungan terus bergejolak


Dokter memeriksa kondisi kandungan Aira. Ketika dokter sedang memeriksa kalau posisi bayi Aira sudah bukaan 7 itu berarti persalinan tidak akan lama lagi.


"Wah ini sudah bukaan 7 sebentar lagi pembukaannya akan sempurna. Kita akan melakukan persalinan." ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Beberapa menit Kemudian Dokter meriksa posisi bayi Aira . Yang ternyata Aira sudah pembukaan sempurna.


"Wah pembukaannya sudah sempurna kita akan segera lakukan persalinan segera persiapkan semua." kata dokter yang bertugas menangani Aira kepada suster.


lalu dokter membantu persalinan Aira dan memandu Aira untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.


"Ayo nyonya terus satu......dua.....tiga" Aira dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil.


Hal itu membuat Aira kekurangan tenaga. "Ayo sayang kamu pasti bisa kamu wanitaku yang paling kuat dan mami the best buat putra putri kita." ucap Washington untuk menyemangati Aira sambil mengecup kening Aira


Aira kembali bersemangat untuk mengejan agar bayinya segera lahir. "Satu ......dua.....tiga"dokter kembali memandu Aira mengejan. Sampai beberapa kali dokter memandu Aira mengejan. Tetapi belum juga lahir.


"Ibu harus kuat kepala bayinya sudah kelihatan kasian bayinya terjepit, nyonya mengejan jangan setengah-setengah. Ayo mengejan dengan napas panjang." ucap dokter memberitahu trik mengejan agar segera berhasil.


Aira pun melakukan instruksi dari dokter dan suster. Akhirnya perjuangan Aira tidak sia sia.


"oek.... oek ....oek " tangis bayi laki laki terdengar jelas ditelinga Washington membuat Washington sangat bahagia akan kehadiran putranya walaupun tidak darah dagingnya sendiri.


"Trimakasih dokter, trimakasih suster.....kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Washington berterimakasih kepada suster dan dokter yang menangani Aira.


"Sama sama pak!" ini Sudah tugas kami kok."Ucap Dokter Eka yang menangani persalinan Aira. Setelah membereskan persalinan saatnya Aira dipindahkan keruang rawat inap VIP yang berada dirumah sakit.


"Sayang..... trimakasih kamu sudah bertahan dan memberikan kado terindah buat mas." ucap Washington sambil mengecup kening Aira.


"Sama sama mas." ucap Aira


"Oh iya mas papa sama mama mana? tanya Aira kepada Washington mencari keberadaan kedua orangtuanya.


"Papa sama mama berada didepan" ucap Washington kepada Aira


"Suruh masuk aja mas!" ujar Aira

__ADS_1


"Belum bisa sayang karna ini masih diruang bersalin. Sebentar lagi kamu dipindahkan keruang VIP. Mereka masih mempersiapkannya." pekik Washinton kepada Aira


Kemudian Washington menghubungi nomor ponsel Surya, untuk memberitahu kalau Aira sudah melahirkan.


Kring


Kring


Kring


Suara deringan ponsel milik Surya terdengar jelas di telinga surya dan Maya yang sedang berada di dalam kamar bayi Jupiter. Karena Maya dan Surya sedang bermain bersama baby Jupiter dan juga Bintang.


"Mas ponsel kamu bunyi tuh!"ucap Maya memberitahu kepada Surya Kalau ponsel milik Surya berdering.


Surya meraih ponselnya yang berada di atas nakas Ia melihat nomor ponsel Washington yang menghubungi dirinya.


"Hallo assalamualaikum Sapa Surya dari kota Jakarta


"Waalaikumsalam Bos,


"Ada apa kamu mau menghubungi saya pagi-pagi sekali seperti ini?


"Washington hanya ingin memberitahu kabar baik. Bahwasanya Aira sudah melahirkan dan bayinya seorang laki-laki tampan."ucap Washington memberitahu kepada Surya bahwa bayi Aira sudah lahir.


Mendengar kabar bahagia itu Surya langsung mengucapkan selamat kepada Washington dan juga Aira. Mendengar pembicaraan antara Washington dengan Surya Maya tidak mau ketinggalan. Ia pun meraih ponsel milik Surya untuk berbicara kepada sahabatnya. setelah memberikan selamat kepada Aira Dan juga Washington surya dan Maya menyudahi pembicaraan mereka.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.

__ADS_1


Trims


__ADS_2