Mama Muda

Mama Muda
TERBAWA PERASAAN


__ADS_3

"Mas Maya ingin melihat Putra kita." pinta Maya kepada Surya.


"Belum bisa sayang, kondisi Mu belum memungkinkan untuk melihat putra kita. Dan lagian putra kita baik baik saja kok. Makanya kamu harus cepat sembuh dong. Agar kita bisa sama sama merawat anak anak kita kelak." ucap Surya sambil mengecup punggung tangan Maya.


"Apa Putra kita benar baik-baik saja?


"Iya sayang kamu tidak perlu kwatir Putra Kita kuat kok."


"Yuli yang sudah menyumbangkan darahnya kepada Maya pun datang menghampiri Maya untuk sekedar mengetahui kondisi maya karena ia benar-benar mengkhawatirkan sahabatnya itu.


"Apa kau baik-baik saja May?tanya Yuli menghampiri Maya


"Alhamdulillah aku sudah baikan tentunya ini berkat kamu.


"Sudah tidak perlu kamu pikirkan. Yang penting kau bisa selamat dari jurang maut itu. Aku tidak akan memberi ampun kepada Riska aku akan meminta ke mas Zidan untuk menjebloskannya ke penjara untuk selama-lamanya." ucap Yuli sembari langsung memeluk sahabatnya itu.


"Kau tahu May, aku sangat mengkhawatirkanmu sehingga ketika aku mendengar kondisimu saat itu cukup memprihatinkan, aku memilih untuk segera berangkat ke rumah sakit tempat kamu dirawat.


Karena aku tahu persis kalau golongan darah kita itu sama saat pemeriksaan di kampus dulu."ucap Yuli


"Untung ada kamu Yuli, kalau tidak kami sudah entah bagaimana. Untuk itu aku akan memberikanmu hadiah yang sepantasnya kau terima." ucap pak Alberto


"Tidak perlu Om, Maya ini adalah sahabat Yuli. jadi Sudah sepantasnya Yuli menolongnya.


"Tidak nak.!" sebagai ucapan terima kasih saya kepadamu karena kau sangat berjasa di kehidupan Maya dan cucu saya, Maka saya akan berikan kepada kamu seratus juta rupiah.


"Yuli menatap pak Alberto seolah ia tidak yakin Apa yang diucapkan oleh pak Alberto hal tersebut kepadanya.

__ADS_1


****


Satu minggu kemudian kondisi Maya sudah semakin membaik sehingga dokter memperbolehkan dirinya pulang ke rumah. lain halnya dengan bayinya Jupiter. Jupiter masih membutuhkan perawatan khusus dari rumah sakit mengingat kelahiran Baby Jupiter prematur.


"Mas apa Maya hari ini sudah bisa pulang ke rumah?


"Iya sayang!" kata dokter juga sepertinya kamu hari ini bisa pulang ke rumah. Apa kau senang?


"Tentu dong Mas, Maya sudah sangat merindukan rumah kita. Tapi bagaimana dengan Putra kita? Apa dia sudah baik-baik saja dan bisa dibawa pulang ke rumah?" Tanya Maya karena dirinya menginginkan kalau putranya juga diperbolehkan pulang ke rumah bersamanya.


"Maaf sayang!" menurut keterangan dokter Putra kita masih membutuhkan perawatan kurang lebih 1 minggu lagi. Jadi dokter menganjurkan agar kita tetap membiarkan Putra kita berada di rumah sakit." ucap Surya kepada Maya.


****


Di tanah Manado, Aira begitu terkejut mendengar berita tentang penganiayaan yang dialami oleh Maya. Karena sebelumnya Zidan sudah menghubungi Washington.


"Iya Ra !" menurut keterangan dari Zidan kalau pelakunya sudah tertangkap Yaitu Riska adik tiri Maya sendiri.


"Bukannya Riska selama ini dipenjara?


"Iya sebelumnya Riska memang berada dipenjara. Tetapi setelah bebas Riska kembali berulah dan menganiaya Maya dengan sadis.


Terus bagaimana kondisi Maya dan bayi yang ada di dalam kandungan Maya Mas? tanya Aira. Aira yang ikutan panik ingin mengetahui keadaan sahabatnya.


"Alhamdulillah Maya dan bayinya bisa terselamatkan. Untung anak buah Pak Alberto dan Surya segera menemukan titik keberadaan Maya.


"Apa sahabatku Maya sudah baik-baik saja?

__ADS_1


"Kamu jangan kwatir, Maya baik-baik saja dan sekarang dia lagi istirahat tolong jangan diganggu." ucap washinton karna melihat Aira langsung meraih ponselnya ingin menghubungi Maya.


Aira meneteskan airmata dan membayangkan betapa menderitanya Maya disiksa oleh Riska.


"Sudah!" jangan menangis, ingat bayi yang ada di dalam kandungan kamu."ucap Washington sambil meraih tubuh Aira kepelukannya.


"Ayo lebih baik kamu istirahat, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu." pekik washinton


"Mas tolong jangan seperti ini sama Aira. Aira tidak ingin jadi terbawa perasaan mas."


"Terbawa perasaan pun tidak apa apa." ucap washinton sambil mengacak rambut Aira.


"Ih mas, kok rambut Aira diacak-acak? kan jadi berantakan nih." pekik Aira


kemudian washinton kembali membenahi rambut Aira yang berantakan akibat ulahnya.


"Sudah cantik!"


"Cantik apaan perut buncit gini." gerutu Aira sambil memonyongkan bibirnya membuat .


CUP


Washington langsung mengecup bibir manis Aira dengan sekilas membuat Aira terpaku.


"Mas apa apa sih!" pekik Aira tidak apa. Yuk lebih baik kamu langsung istirahat.ucap Washington sambil menggendong tubuh Aira ala bridal style.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2