
Setelah selesai dihidangkan Laura memanggil David yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya.
"Mas kita sarapan yuk!" pasti mas sudah lapar kan?"
"Memangnya kamu masak apa sayang?
"Masak.nasi goreng. Tapi jangan marah apa yang sudah dimasak itu saja yang dimakan ya mas. Soalnya Hanya itu yang tersisa yang dapat diolah untuk sarapan pagi ini. soalnya persediaan bahan makanan di kulkas sudah habis." ucap Laura sambil mengembangkan senyumnya ke arah David.
"Ya sudah tidak apa-apa nanti kita akan belanja untuk persediaan ke dapur." ujar David sembari berjalan mengikuti Laura masuk ke ruang makan.
Sementara Dokter Avena mencium aroma yang sangat lezat membuat Dokter Avera pun keluar dari kamarnya.
"wow wangi sekali membuat perutku menjadi keroncongan cacing-cacing perutku pun sudah berdemo untuk diisi." ucap dokter Avena sembari terkekeh menatap Laura dan juga David yang baru tiba di meja makan.
"Silakan bu dokter!" tapi maaf hanya nasi goreng yang bisa disediakan pagi ini sarapan pagi. Karena persediaan bahan makanan yang bisa diolah di kulkas sudah habis." ucap Laura kepada dokter Avena.
"Oh iya aku sampai lupa itu. karena selalu sibuk bekerja." ucap dokter Avena sembari menatap Laura dengan David. Karena dokter Avena melihat sesuatu yang terjadi di antara David dan juga Laura.
"Oh iya kak!" tadi malam Kak David tidur di mana? soalnya pintu kamar Kak David, Avena lihat terbuka dan Avena melihat kalau kakak tidak ada di kamar." ucap dokter Avena berniat untuk menjahili David.
David sama sekali tidak menjawab ia hanya terdiam menatap dokter Avena dengan tatapan penuh arti.
"Kakak kok diam?
"Tadi malam Mas David tidur di kamar Laura. Laura yang meminta Mas David tidur di sana karena Laura merasa kesepian." ucap Laura berterus terang kepada dokter Avena kemudian dokter Avena pun langsung mengembangkan senyumnya.
"Kirain Kakak tidur Entah di mana. Makanya Avena kuatir terjadi sesuatu kepada kakak." ucap dokter Avena kepada David.
__ADS_1
"Memangnya Laura tidak takut kalau kak David macem-macem kepada Laura? Tanya Dokter Avena kepada Laura.
"Ngapain Laura harus takut bu dokter? Mas David baik kok sama Laura. dia perhatian penuh kepada Laura." ucap Laura memuji kebaikan David.
"Sepertinya kak David sudah sangat jatuh cinta kepadamu. Kalau boleh avena menyarankan lebih baik kalian menikah saja. ucap dokter avena asal membuat David langsung tersendat.
"Ini minum Mas ucap Laura sembari memberikan segelas air minum kepada David.
"Hati-hati dong kak!" masa makan nasi goreng saja sudah tersendat seperti itu." ujar Avena kembali berbicara
"Ketika David sudah merasa lega akibat tersendat,Ia pun membuka suara menjawab apa yang dikatakan oleh dokter Avena terhadap mereka berdua.
"Iya Mas sangat jatuh cinta kepada Laura dan itu Laura sudah mengetahuinya. Apa kamu puas mendengar apa yang kakak katakan?" ucap David sembari menatap Avena dengan tatapan tajam.
Dokter Avena justru tertawa ngakak karena dirinya dapat memancing kakaknya bisa berterus terang kepada Avena dan juga Laura kalau dirinya benar-benar sangat mencintai Laura.
"Maksudnya berhasil apa?
"Avena berhasil memancing kakak untuk berterus terang kepada Avena dan Laura kalau kakak benar-benar sangat cinta dan sayang kepada Laura." ucap dokter Avena sembari tertawa ngakak membuat David sedikit kesal kepada dokter Avena.
Padahal David belum ingin memberitahu tentang hubungannya dengan Laura kepada Avena sebelum rencana pernikahan mereka akan diadakan.
"Sudah mau nunggu apa lagi kalau kalian sudah sama sama saling jatuh cinta mau nunggu apa lagi? lebih baik kalian langsung menikah saja?" ujar dokter Avena kepada David dan juga Laura
"Kakak juga maunya seperti itu. Tetapi kamu tahu sendiri Kalau Mami dan papi masih ada di balik jeruji besi. Bagaimana kakak bisa merayakan pesta pernikahanku, Sementara Papi dan Mami tidak bisa menghadirinya. bahkan untuk menjadi saksi nikah kami ucap David kepada dokter avena.
"Kalau masalah itu kita bisa minta kepada pihak kepolisian untuk memberi izin kepada pihak kepolisian agar Mami dan Papi dapat menghadiri pesta pernikahan kalian tentunya dengan pengawasan dari pihak kepolisian ujar dokter Athena.
__ADS_1
"Kamu serius kalau pihak kepolisian mengijinkan permohonan kita? tanya David kepada dokter
"Iya Kak!" Avena yakin Kalau pihak kepolisian Kepolisian akan mengizinkan Mami dan Papi menghadiri pesta pernikahan kalian jika Avena dan Kak Zidan yang memintanya ucap dokter Avena kepada David.
"Kalau begitu Kakak sangat setuju dengan rencana pernikahan ini lebih baik kita segera menikah sayang." ucap David kepada Laura membuat Laura sedikit heran dengan keputusan mendadak yang dilakukan oleh David dan Avena
"Bagaimana calon kakak ipar ku apa.kami setuju dengan rencana pernikahan ini? Avena berharap kalau Laura dapat menerima lamaran resmi dari kak David. Karena Laura juga bahagia jika kalian dapat bersatu. Itu salah satu tujuan utama dokter Avena membawa Laura ke rumah ini.
Karna ingin mempersatukan Laura dengan David. Yang sama sama membutuhkan pasangan hidup. Kegagalan David dalam menjalani hubungan rumah tangga dengan mantan istrinya, membuat pelajaran berharga buat David. Begitu juga dengan Laura kegagalan Laura dalam menjalin hubungan dengan sang kekasih, membuat pelajaran berharga buat Laura. Untuk lebih menghargai satu hubungan yang berarti baginya.
Laura benar benar merasa nyaman ketika David memberikan perhatian terhadapnya. Begitu juga dengan David membuat Dokter Avena merasa yakin, kalau hubungan keduanya akan langgeng nantinya.
"Ya sudah kalau begitu, Avena akan segera mempersiapkan acara pesta pernikahan kalian!" ucap Dokter Avena lebih dengan semangat.
"Bagaimana Laura bisa melangsungkan pesta pernikahan? sementara Laura sudah hamil begini. Apa kata orang nanti Bu dokter?" ucap Laura.
Kamu tenang saja!" pesta pernikahannya kita tunda. Tetapi hubungan kalian akan kita sah kah dalam ikatan pernikahan di mata hukum dan agama" dan acarnya tidak perlu mewah. nanti kalau bayi kamu sudah lahir baru kita buat Acaranya meriah. karna aku juga ingin menyambut kelahiran keponakan ku dengan meriah." ucap Dokter Avena bersemangat dan menggebu gebu.
Karna dirinya sangat bahagia melihat hubungan David dengan Laura yang begitu dekat. Dokter Avena berpamitan kembali ke kamarnya ketika sudah selesai menyantap sarapan paginya yang di sediakan oleh Laura sebelumya. Kemudian Dokter Avena meninggalkan David dan Laura di meja makan.
"Trimakasih sayang!" kamu sudah membela mas tadi dihadapan Avena." Ical David.
"Laura tidak membela mas!" kan memang benar Laura yang meminta mas untuk menemani Laura tidur dikamar. karna laura benar benar kesepian Mas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa mampir ke karya Mak yang lain dijamin seru ceritanya. deh