Mama Muda

Mama Muda
CURHATAN MAYA


__ADS_3

Satu minggu kemudian, kondisi Pak Alberto sudah semakin membaik dokter sudah mengijinkan Pak Alberto untuk kembali ke rumah.Tetapi harus sering rajin check up. Hal itu membuat Maya sedikit lega mendengar dokter mengatakan pak Alberto sudah bisa pulang dari rumah sakit.


Tetapi di satu sisi, Maya juga khawatir siapa yang akan menemaninya Pak Alberto di rumah megah milik pak Alberto tempat Maya bertumbuh besar.


"Kamu pulang sama papa ya nak ke rumah kita!"ujar Pak Alberto kepada Maya.


"Maaf pa?" Maya tidak bisa Rumah itu sudah tidak milik Maya lagi dan Maya sudah tidak bisa tinggal disana lagi. Begitu banyak kenangan pahit disana yang Maya jalani tanpa papa ketahui semenjak papa menikah dengan Bu Maria


" Maya sudah bahagia dengan kehidupan Maya yang sekarang."


"Apakah kamu masih marah sama papa?


"Tidak karena Maya sudah mencoba berdamai dengan keadaan. Mungkin ini sudah takdir Maya sehingga Maya harus mendapatkan nasib seperti ini. Tapi Papa jangan khawatir Maya sudah menganggap ini angin lalu yang pasti kehidupan Maya dan kehidupan Bintang sekarang sudah bahagia tanpa bayang-bayang orang-orang yang telah menyakiti hati Maya dan juga baby Bintang.


Dua tahun Maya meninggalkan rumah Sepertinya itu bukan waktu yang singkat. Tetapi Waktu Dua tahun itu, Maya mendapat pengalaman dan ilmu yang Begitu berharga sehingga mampu membaut Maya berdiri kuat di sini. Jujur pa!" Maya pernah ingin melakukan bunuh diri karena sudah lelah mendapatkan hinaan dan juga cemoohan dari orang-orang.


Tetapi ada seseorang yang menyelamatkan Maya, yang sampai sekarang Maya tidak mengetahui Siapa orangnya. Ingin rasanya Maya mencari tahu siapa orang yang menyelamatkan Maya. Bahkan orang itu juga yang memberikan Maya biaya kehidupan sebelum Maya mendapatkan pekerjaan.


Hingga suatu hari saya bertemu dengan Bu Nurhayati. Bu Nurhayati yang berbaik hati menerima Maya apa adanya kost di tempatnya. karena maya tidak ingin terjadi seperti sebelumnya maya tinggal dirumah kost milik Tantenya Aira teman Maya sendiri Yang mana disana Aira dan tantenya benar benar mempermalukan Maya layaknya seorang binatang. Sumpah serapah mereka lontarkan kepada Maya.


Tapi Maya tidak bisa.beebuay apa apa pada saat itu. Maya keluar dari tempat kost milik Tantenya Aira malam itu juga. padahal hari sudah gelap angin kencang dan hujan amat deras. Itu Maya jalani semua akibat sahabat Maya sendiri menghianati Maya


Sehingga Maya harus menceritakan apa yang Maya alami sebenarnya kepada Bu Nurhayati tanpa ada yang Maya tutup tutupi. Tapi Bu Nurhayati menerima Maya kost di tempatnya. sehingga Maya harus tinggal kost dalam kondisi hamil. Jujur Bagi Maya Bu Nurhayati adalah malaikat penolongku. Berkat dirinya Maya masih hidup sekarang.


Disaat Maya kritis sewaktu melahirkan Bintang seseorang ada yang menolong Maya mengirimkan donor darah dengan menggunakan helikopter. Itu yang membuat Maya semakin penasaran siapa sosok orang yang membantu Maya selama ini. Karena sampai sekarang Maya mencarinya. Tapi tak kunjung Maya ketahui.

__ADS_1


Berulang kali Maya bertanya kepada pihak rumah sakit. Tetapi pihak rumah sakit enggan memberitahunya bahkan pihak rumah sakit benar-benar menutupi identitas yang menolong maya. Tapi tenang saja pa!" mungkin Allah yang mengirimkan orang itu untuk menolong Maya agar Maya dapat bertahan hidup untuk mengungkap kebenaran dan kejahatan yang dilakukan istri papa sendiri. Dan Maya hidup sampai sekarang.


"Terima kasih pa!" atas pembelajaran yang Papa berikan kepada Maya. Mungkin kalau dulu Papa tidak mengusir Maya, Maya tidak akan menjadi wanita kuat seperti sekarang. Maya bersyukur Papa melakukan hal seperti itu hingga Maya dapat mandiri dan menghargai jerih payah orang lain. Yang dulu Maya hanya gadis manja dan selalu menghambur-hamburkan uang papa untuk itu Maya.


"Maya minta maaf karena dulu Maya tidak pernah menghargai namanya uang, karena Maya mendapatkannya dengan mudah tinggal meminta sama papa. Tetapi untuk Dua tahun ini, Maya benar-benar pembelajaran penuh cara menghargai jerih payah orang lain dan jerih payah sendiri.


Pak Alberto menarik napas panjang. Ia pun tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Maya. Apalagi dengan kesalahannya Dua tahun yang lalu membuat dirinya tidak mampu memaksakan kehendaknya kepada Maya.


Maya dan Surya pun menghantarkan Pak Alberto ke rumah utama keluarga Alberto.


"Semoga Papa sehat selalu" ucap Maya dan meminta kepada Bibi Halimah agar terus


menjaga papanya.


Tetapi Surya tidak dapat berkata apa-apa. Itu jalan hidup Maya dia tidak berhak ikut campur . apalagi Surya sama sekali tidak mengetahui bagaimana detail pokok permasalahan keluarga Maya.


"Mas kita pulang!"


"Tapi bagaimana dengan papa sayang?" apa kamu tega meninggalkannya sendirian di sini?


"Tidak!" dia tidak sendirian Mas. Tapi kan ada Bi Halimah dan juga suster yang akan merawat papa." ucap Maya


Surya hanya menganggukkan kepalanya ia tidak berani untuk memaksakan kehendaknya kepada Maya. Ia takut kalo Maya akan marah terhadap nya Hingga pergi meninggalkan Surya.


Setelah berada di dalam mobil Surya pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Bu Nurhayati. 30 menit dalam perjalanan Mereka pun tiba di kediaman Bu Nurhayati. Tetapi mereka dikejutkan dengan kehadiran Mami Yolanda disana yang tampak akrab berbicara kepada Bu Nurhayati.

__ADS_1


Pemandangan yang sangat langka menurut Surya dan juga Maya. Hal itu membuat Surya bertanya-tanya dalam hati Mengapa tiba-tiba Bu Nurhayati dan Mami Yolanda dapat berbicara layaknya sebagai saudara bukan sebagai musuh.


"Mengapa tiba-tiba mami sepertinya akrab berbicara kepada Tante Nurhayati? gumam Surya dalam hati.


Maya yang melihat sosok Mami Yolanda di sana ingin sekali melarikan diri dan tidak ingin bertemu dengan Mami Yolanda.


Maya sudah bosan dihina oleh Mami Yolanda apalagi dituduh wanita murahan.


"Mas lebih baik Mas masuk duluan deh Maya mau ke tempat kost Yunisa dulu, soalnya ada yang ingin saya bicarakan.


"Memangnya Hal apa yang ingin kamu bicarakan kepada Yunisa sayang?


"Ini urusan perempuan Mas!" tidak bagus laki-laki mendengarnya.


"Benarkah?


"Bukannya kamu ingin menghindari mami?"


Maya terdiam karena tebakan surya benar adanya. Ia pun berusaha mengembangkan senyumnya ke arah Surya..


"Sudahlah mas Maya tidak ingin ribut lebih baik Mas masuk duluan deh!" Maya mau istirahat di kos Yunisa saja. Karena kebetulan Bintang juga ada di sana." ucap Maya kepada Surya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2