
"Ma..... Aira berangkat dulu!" pamit Aira sembari memeluk dan mencium kedua orang tuanya. Aira begitu berat meninggalkan kedua orang tuanya di kampung. Apalagi kedua orang tuanya sangat bahagia ketika melihat kehadiran baby Sandiago.
"Mama berharap, kelak kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah." ucap mami Erika.
Washington memberi salam kepada kedua mertuanya. Karena pesawat yang akan mereka tumpangi, akan segera berangkat.
Ketika pesawat sudah take off dari bandara Sam Ratulangi menuju bandara Soekarno Hatta. Aira terlihat sangat sedih meninggalkan kedua orangtuanya. Tetapi Washington berusaha meyakinkan Aira kalau kedua orangtua Aira akan baik baik saja Di Manado. Membuat hati Aira sedikit lega karna Washington selalu memberikan semangat untuk Aira selama berada di dalam pesawat.
Terlihat baby Sandiago tertidur pulas membuat Aira tidak merasa terganggu selama di perjalanan menuju bandara Sukarno Hatta. Sebelumnya Washington sudah memberitahu Zidan kalau dirinya akan kembali kejakarta. Hingga Zidan meminta seseorang untuk menjemput Washington ke Bandara.
"Mas kalau kita sudah sampai di Jakarta, apa kita akan tinggal di apartemen mas?
Washington mengebangkan senyumnya.
"Kamu tenang saja Sayang!" kalau masalah tempat tinggal kami tidak perlu kwatir. Karna Mas sudah lama menabung untuk membeli sebuah rumah di kota Jakarta. Karena mas tidak ingin jika mas menikah kelak harus tinggal di apartemen atau rumah kontrakan.
Sehingga jauh-jauh sebelumnya Mas sudah mempersiapkan rumah untuk kita sayang kamu jangan mengkhawatirkan hal itu."ucap Washington kepada Aira membuat Aira menatap Washington dengan tatapan penuh tanya.
"Kamu serius Mas?"
"Iya Sayang ngapain Mas harus berbohong sama kamu. Lagian dari awal Mas bekerja di Kantor perusahaan Dirgantara group. Bos Surya memberiku gaji yang lumayan besar apalagi jika kami memenangkan proyek besar maka Bos Surya akan memberikan bonus kepada kami karyawannya.
Sehingga Mas dapat menabung untuk membeli sebuah rumah walaupun rumah itu tidak semewah yang kamu harapkan ucap Washington kepada Aira.
"Mas rumah sesederhana apapun itu yang penting kita hidup damai di dalamnya. Mas tolong jangan kecewakan Aira sama seperti yang dilakukan ayahnya Sandiago kepada Aira." mohon Aira kepada Washington.
"Percayalah Sayang Mas tidak akan membiarkan kamu larut dalam kesedihan dan Mas juga sudah menganggap sandiago seperti Putra mas sendiri kamu tidak perlu khawatir."ucap Washington sembari mengecup gening Aira.
__ADS_1
Karena keasikan ngobrol kedua pasangan suami istri itu tidak merasakan jika pesawat sudah hampir tiba di Bandara Soekarno Hatta. mereka baru menyadari ketika salah satu pramugari memberitahu kepada mereka agar menggunakan sabuk pengaman dengan ketat karena pesawat akan segera mendarat.
"loh Mas ternyata kita sudah sampai tidak terasa ya ucap Aira sambil mengembangkan senyumnya sedangkan Washington membantu Aira untuk mengatakan sabuk pengaman. Beberapa menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi berhasil mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
"Sayang kita sudah sampai!" ucap Washinton sambil meraih sandiago dari gendongan Aira. karena Washington mengetahui kalau Aira sudah sedikit kebas karena selama diperjalanan,Aira yang menggendong sandiago karena sandiago sedang tertidur pulas digendongan air.
"Sini sayang Putra kita. Mas lihat kamu pasti lelah dan sudah merasa kebas. Karena Putra kita sedari tadi tertidur pulas Di gendongan kamu." ucap Washington sambil langsung meraih tubuh sandiago ke gendongannya.
Setelah pramugari menginstruksikan kalau penumpang pesawat sudah diperbolehkan untuk turun dari pesawat, Washington dan Aira pun langsung turun agar mereka segera tiba di rumah yang sudah disediakan Washington sebelumnya. Mengingat perjalanan mereka hari ini cukup melelahkan. Ia ingin Aira dan Sandiago segera istirahat di rumah.
****
Setelah mereka turun dari pesawat mereka sudah mendengar dari ruang informasi kalau ada seseorang yang menjemput mereka. Hingga Washington dan Aira membawa sandiago ke ruang informasi karena di sana sudah ada yang menjemput mereka. Washington mengetahui kalau Zidanlah yang memberi perintah kepada orang yang menjemputnya.
"Dengan Pak Washington?" tanya salah seorang pemuda datang menghampiri Washington dan Aira.
"Iya saya Washington kamu siapa?
"Terima kasih kamu sudah datang menjemput kami." sahut Washington sambil mengembangkan senyumnya kemudian Dominic pun membantu Washington dan Aira untuk membawa barang bawaan mereka masuk ke dalam mobil.
"Maaf Pak kalau bisa tahu kita langsung ke mana ya?" Tanya Dominic ramah
"Kita langsung ke rumahku saja. Di jalan Palangkaraya nomor 57." ucap Washington kepada Dominic agar Dominic langsung mengarahkan mobilnya menuju jalan Palangkaraya nomor 57.
"Apa bapak tinggal di sana pak?
"Iya rumah saya nomor 57 Memangnya kenapa Apa kamu tidak mengetahui alamatnya itu?" tanya Washington penuh selidik.
__ADS_1
"Saya mengetahuinya Pak!" karena saya juga tinggal di daerah sana." ucap Dominic membuat Washington sangat terkejut akan apa yang dikatakan oleh Dominic kepadanya.
"Apa kamu serius kalau kamu tinggal di jalan Palangkaraya juga?
"Iya Pak Washington. Saya memang asli kelahiran di sana. Dan kedua orang tua saya juga tinggal di sana." sahut Dominic sambil terus melajukan mobil ke arah jalan Palangkaraya.
"Bagus deh kalau begitu sekali-sekali kamu bisa mampir ke rumah saya." ujar Washington
"Iya Pak?" saya akan mampir di rumah bapak Jika saya memiliki waktu.
"Kalau boleh tahu kamu bekerja di kantor cabang mana?" tanya Washington kepada dominik.
"Saya bekerja di kantor Dirgantara Tetapi saya di bagian Security dan baru 3 bulan bertugas di sana." ucap Dominic berterus terang kepada wasinton.
"Oh pantas saya belum mengenal kamu karena 3 bulan ini saya tugas di luar kota apalagi saya baru menikah dengan istri saya yang cantik ini." ucap Washington memberitahu kepada Dominic kalau mereka baru melangsungkan pernikahan.
"Wah Selamat ya Pak semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." ucap Dominic.
"Terima kasih atas doanya. Bekerjalah dengan baik. Pak bos Surya begitu baik dia akan memperhatikan karyawannya yang selalu setia terhadapnya. Percayalah suatu saat kamu pasti diangkat menjadi karyawan tetap di sana Jika kamu bekerja dengan rajin dan jujur.
Sama halnya seperti saya. Dulunya juga saya seperti kamu bekerja di bagian cleaning service. Tetapi seiring berjalannya waktu Pak Surya Dirgantara memberikan saya beasiswa kuliah agar saya dapat melanjutkan sekolah saya sampai ke perguruan tinggi.
Kemudian setelah lulus saya diangkat menjadi manajer di Dirgantara group. percayalah Bos surya adalah Bos yang sangat pengertian kepada bawahannya . Dia tidak pernah sombong Bahkan dia dermawan. kamu pasti tahu dengan Pak Zidan dia juga orang yang diangkat oleh Pak Surya sebagai wakil CEO atau wakil Pak Surya sendiri jika Pak Surya tidak ada di kantor.
Pak Zidan juga mendapat beasiswa dari Pak Surya melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi. Hingga dirinya mencapai posisi yang sekarang ini. Jadi kamu harus benar-benar giat bekerja dan berusahalah untuk tetap jujur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kamu. Entah itu sebagai security atau cleaning service." ujar Washington kepada Dominic dibalas angkutan dari Dominic.
Bersambung.....
__ADS_1
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya