Mama Muda

Mama Muda
SIKAP ROMANTIS PAK ALBERTO


__ADS_3

"Hai ibu bagaimana kabar ibu sekarang mudah-mudahan kondisi kesehatan ibu cepat pulih ya!" ucap Maya menghampiri Ibu Maria Maya memberi salam kepada Ibu Maria.


"Ma...... Maya!" nama itu dipanggil oleh Ibu Maria dengan suara terbata-bata. Membuat Pak Alberto dan Surya Dirgantara merasa terkejut dan heran. Mengapa tiba-tiba ketika Maya yang berbicara kepada Ibu Maria, Ibu Maria menatap Maya dengan tatapan sendu dan memanggil nama Maya.


Maya yang mendengar namanya dipanggil oleh Ibu Maria langsung meraih tubuh ibu Maria kepelukannya. Seolah Maya sudah melupakan kesalahan demi kesalahan yang dilakukan ibu Maria terhadapnya, dan juga ibu Kandung Maya. Terakhir kali kesalahan Ibu Maria yang paling fatal, Ibu Maria berniat membunuh Pak Alberto. Untung saja Pak Alberto saat itu selamat.


"Iya Ibu,ini Maya!" terima kasih Ibu masih mengingat Maya. Bagaimana kondisi ibu saat ini? katakan Kepada Maya, supaya Maya dapat menolong Ibu." ucap Maya kepada Ibu Maria. Ibu Maria Langsung menangis sesungguhkan. Ia pun tidak sanggup berkata-kata. Yang ia keluarkan hanya ini meminta maaf kepada Maya karena Ibu Maria selama ini yang membuat hidup Maya menderita sebelum bertemu dengan Surya Dirgantara.


Ibu Maria juga mengakui kesalahannya kalau dirinya lah yang menjebak Maya saat berada di villa, mengakibatkan Maya hamil diluar nikah dan terpaksa terusir dari rumah keluarga Pak Alberto saat itu. Kesalahan itu disadari oleh Ibu Maria. Ia benar-benar meminta maaf kepada Maya Dan menyesali perbuatannya.


"Ibu tidak perlu menangis sekarang. Jauh sebelum Ibu meminta maaf kepada Maya, Maya sudah memaafkan ibu. Yang penting sekarang ibu sudah menyadari kesalahan ibu. dan sekarang kita harus berpikir ke depannya supaya kehidupan kita lebih baik. Maya berharap kondisi kesehatan ibu cepat pulih." ucap Maya kepada Ibu Maria.


Ibu Maria menganggukkan kepalanya. Rasa sesak di dadanya sudah semakin tidak tertahan. Sehingga Ibu Maria sudah tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi. Membuat Maya dan Riska panik. Maya berteriak minta tolong kepada dokter yang bertugas di sana untuk memberikan pertolongan kepada Ibu Maria.


Pak Alberto yang melihat Ibu Maria sudah semakin sesak, Ia pun meminta dokter agar segera memeriksa dan memasang oksigen untuk Ibu Maria. "Tolong selamatkan Ibu saya Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada ibu saya." mohon Riska kepada dokter yang bertugas menangani kondisi kesehatan ibu Maria.


"Untuk keluarga lebih baik keluar dulu, kami ingin memeriksa kondisi ibu Maria. kamu akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Ibu Maria. Percayalah Jika Tuhan berkehendak maka Ibu Maria akan baik-baik saja. Dan kami dapat melakukan pemeriksaan dengan tenang. Jadi lebih baik mbak dan keluarga yang lain keluar terlebih dahulu." ucap dokter itu sambil menangani Ibu Maria.


"Tapi saya ingin melihat ibu saya." ucap Riska yang tidak ingin meninggalkan Ibu Maria di sana. "Tolong kerjasamanya Mbak, kami juga ingin yang terbaik untuk ibu anda." sahut dokter dan suster yang bertugas di sana. Maya dan Surya pun memberikan pengertian kepada Riska berharap Riska paham maksud dan tujuan dokter itu meminta kepada keluarga Ibu Maria keluar dari ruang UGD.

__ADS_1


Riska pun akhirnya paham. Ia bersedia keluar meninggalkan Ibu Maria diperiksa oleh dokter dan suster.


"Kak Maya, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mama. Riska kasihan melihat kondisi Mama saat ini." ucap Riska yang begitu mengkhawatirkan kondisi Ibu Maria saat ini.


"lebih baik kita berdoa dan meminta kesembuhan dari Allah. Karena hanya Allah yang dapat menyembuhkan Ibu Maria melalui tangan-tangan dokter yang membantunya memberikan pengobatan." ujar Maya kepada Riska agar Riska mendoakan Ibu Maria saat itu juga.


Tiba-tiba suara Dering ponsel milik Pak Alberto berdering. Ia melihat nomor ponsel ibu Nurhayati yang menghubungi Pak Alberto. Pak Alberto langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ibu Nurhayati. Ia tidak ingin membuat Ibu Nurhayati semakin khawatir terhadap Pak Alberto, yang tak kunjung pulang semenjak pagi berangkat dari rumah.


"Hallo assalamualaikum istriku yang cantik!" sahut Pak Alberto di dalam sambungan telepon selulernya. Membuat Ibu Nurhayati langsung tertawa cengengesan mendengar jawaban suaminya yang senang menggodanya di dalam sambungan telepon selulernya.


"Suamiku yang tampan sejagat bumi.....di mana dirimu sekarang? Kok sampai sekarang belum pulang ke rumah? tanya ibu Nurhayati karena ibu Nurhayati sudah menunggu kehadiran suaminya di rumah utama keluarga Pak arberto.


Membuat Ibu Nurhayati merasa iba mendengar apa yang dialami ibu Maria saat ini. "Jadi bagaimana kondisi Ibu Maria sekarang Mas? tanya ibu Nurhayati penasaran dengan kondisi kesehatan ibu Maria.


"Sekarang masih diperiksa oleh dokter, jadi untuk saat ini Mas belum mengetahui bagaimana kesehatan ibu Maria


" sahut Pak Alberto di dalam sambungan telepon selulernya.


Setelah selesai berbicara dengan ibu Nurhayati, Pak Alberto pun langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. Ia pun tidak ingin membuat istrinya menunggu lebih lama.

__ADS_1


Sehingga Pak Alberto berpamitan kepada Surya, Maya, Riska. Agar Pak Alberto terlebih dahulu pulang ke rumah. Surya pun paham kalau Pak Alberto Pasti tidak ingin membiarkan istrinya terlalu lama menunggunya. Sehingga Surya pun mengizinkan Pak Alberto untuk pulang terlebih dahulu.


Pak Alberto pun meninggalkan Rumah Sakit. sebelumnya pak Alberto sudah menghubungi sopir pribadi keluarga Pak Alberto. Untuk menjemputnya di rumah sakit Dirgantara. Pak Alberto pun berlalu dari rumah sakit bersama sopir pribadinya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sekitar 30 menit, Pak Alberto tiba di rumah Ia sudah disambut oleh ibu Nurhayati dengan senyuman manis.


"loh Mas sudah pulang? tanya ibu Nurhayati kepada Pak Alberto yang baru turun dari mobil milik Pak Alberto, yang di kendarai supir pribadinya sendiri.


"Iya habis ketika kamu menghubungi Mas saat di Rumah Sakit, Mas sudah tidak sabar ingin langsung bertemu dengan kamu sayang." Ucap pak Alberto kepada istrinya sambil langsung meraih tubuh ibu Nurhayati ke dalam pelukannya.


"Ah mas Bisa saja. Ingat umur sudah tua tidak muda lagi." gerutu Ibu Nurhayati yang melihat tingkah suaminya layaknya seperti pasangan suami istri yang masih muda. Padahal di usia mereka yang sudah menginjak 60 tahun hubungan keduanya begitu bahagia dan romantis.


Pak Alberto sangat cinta dan sayang kepada ibu Nurhayati. Begitu juga dengan ibu Nurhayati. Ia benar-benar mencintai dan menyayangi suaminya. Ibu Nurhayati dan Pak Alberto memang benar-benar pasangan yang unik. Terkadang Maya dan Surya pun tertawa melihat interaksi keduanya.


Bersambung....


sambil menunggu karya ini up, yuk mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2