Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Hancurnya Srigala Merah


__ADS_3

Karsh yang terlempar setelah terjadinya benturan, terlihat makin murka.


"Gggrrrhhhh.... keparaat...! kurang ajaar..!," racau nya dengan marah, sambil mencoba memperbaiki posisi tubuhnya yang sempat terlempar tadi.


"Aaaarrrghghhh....!!."


Karsh berteriak sekali lagi dengan lebih keras, membuat gerakan gerakan aneh dan tiba tiba tubuhnya menekuk, merunduk setengah merangkak, badannya perlahan terlihat sedikit berubah, bulu bulu kasar mulai bertumbuh di badannya serta tonjolan tonjolan tulang yang makin menonjol, wajahnya sedikit terlihat memanjang membentuk sebuah moncong seekor serigala.


Karsh telah berubah menjadi manusia setengah Srigala berkat ilmu Asu Panglimunan, jurus siluman Srigala itu telah membentuknya menjadi sosok yang baru kini.


"Aaaauuuuuuu.....!!," teriak Karsh dengan keras, melolong sebelum meloncat menghantamkan pukulannya.


Jaya yang sudah memanggil dua senjata tingkat illahi-nya, kini sudah bersiap dengan posisi perisai Wojo Digdoyo di lengan kiri dan tombak kyai Seto Ludiro di tangan kanan.


Berdiri dengan kaki kiri sedikit di depan dan sedikit menekuk, kaki kanan lurus ke belakang, perisai Wojo Digdoyo di hadang-kan di depan dada dan tombak kyai Seto Ludiro di angkatnya siap terhunus.


Deru suara bergemuruh saat Karsh meloncat menyerang dengan gelombang kekuatan yang hebat membuat sekitarnya menjadi tersibak penuh dengan debu debu jalanan.


"HIAAAAA....!."


Terdengar teriakan Karsh saat menyerang memukulkan tongkatnya.


Wuuuung....


Tongkat Wesi Kuning senjata tingkat Dewa yang mempu meluruhkan Bukit itu dihantamkan menerjang ke arah Jaya.


Dengan kekuatan Asu Panglimunan dengan tingkat hampir sempurna itu, membuat hantaman senjata tingkat Dewa makin mengerikan.


BLAAAAAMMMM...


Jaya menangkis pukulan tongkat tersebut dengan pukulan tombaknya dan melindungi gelombang kekuatan hantaman lawan dengan Perisai Wojo Digdoyo.


BLEEEGAAAAAAART.....!!!


Benturan keras terjadi, tubrukan dua kekuatan dahsyat itu menimbulkan suara ledakan sangat keras, menyibakkan apapun yang ada di sekitar mereka, terlempar menjadi serpihan seakan terkena hantaman badai tornado.


Jaya terdorong beberapa langkah langkah kebelakang, sedangkan Karsh yang sudah berubah wujud menjadi setengah manusia serigala terlempar berjumpalitan dan bergulingan beberapa tombak jauhnya.


**


Sementara itu semenjak mengetahui kelemahan kekuatan anak buah Srigala Merah, anggota rombongan Jaya sedikit berada diatas angin.


Setiap hantaman akan di arahkan ke bagian yang sama beberapa kali hingga terlihat jebol atau robek.


Empat puluh sembilan orang Srigala Merah yang sudah di rasuki siluman Srigala memang sedikit liat, kuat dan alot badannya, tak mudah di lukai dan di kalahkan.


Namun kini anggota itu sudah banyak berkurang dengan jurus jurus yang di keluarkan anggota kelompok Jaya.


Sriiing...


Sriiing....


Traaang .....!! traaang....!!

__ADS_1


Benturan senjata masih terdengar dengan jelas beberapa kali membuat tempat tersebut makin berisik dan bising.


Meskipun sudah banyak yang tumbang namun sebagian sisa anak buah Srigala Merah tak surut serangan nya sedikitpun.


Mereka makin beringas dan liar dalam melakukan serangan, tak mengenal takut, bertingkah dan bergerak selayaknya hewan Srigala yang kuat, gesit dan sangat berbahaya,meskipun wujud nya masih manusia tak seperti Karsh.


Ggrrrhhh....


Ggrrhhhhhh...


Geraman geraman layaknya binatang mengiringi setiap serangan yang mereka lakukan.


Kumala dan Pelangi makin kompak dalam melakukan serangan-serangan yang di selingi dengan pancaran jurus Mata Iblis maupun Mata Dewa.


Sesaat bila Pelangi berhasil memerangkap lawan maka Kumala menghajar dengan jurus Mata Iblis maupun sambaran pedang hitamnya.


Sementara itu Empu Cipta guna yang bersenjata pedang tumpul ciptaanya bernama Kyai Sedepa Sekilan terlihat sudah mengayun ayunkan senjatanya.


Beberapa kali hantamannya menghajar lawan yang badannya kebal tersebut, memang tak terlihat luka robek nya namun sesungguhnya organ dalam dari lawannya hancur jika terkena tebasan pedang tumpul tersebut.


Pitu Geni juga Baroto Sarkawi tak mau kalah, mereka juga bergerak menyasar lawan yang ada di hadapannya dengan tak kalah beringas.


Golok Wiso Geni beberapa kali menghantam lawan, menebas dan merobek sebelum pada akhirnya membakarnya jika lawan sudah kehilangan kemampuan tenaga dalam menangkal hawa panas tersebut.


Baroto Sarkawi dengan lengan Bajanya, beberapa kali mencoba menangkap lawan, mencengkeram lehernya kemudian memukulkan tinju nya beberapa kali ke kepala lawan hingga terkadang sampai kepala itu pecah dan otaknya berhamburan.


Narimo dan Sugara bermain cantik, terutama Narimo yang paling lemah ilmu Kanuragan nya, Narimo hanya menunggu di belakang kelompok nya, menebas lawan yang sudah lemah karena sudah di hajar teman teman nya.


Craaass....!!


"Matilah kalian...!!," teriak Narimo dengan semangat mencabik lawan yang sudah terluka.


"Aaaahhhhh.."


Teriakan orang orang Srigala Merah begitu tertebas pedang lawan.


**


Karsh yang begulingan dengan wujud setengah manusia setengah Srigala kembali mencoba bangkit.


Matanya nyalang berwarna merah degan sorot penuh kebencian dan kemarahan, mulutnya menganga menampakkan taring taring dan gigi tajam nya.


Meskipun akibat benturan itu dadanya terasa sesak, otot ototnya mengalami kesakitan namun dia kembali memaksa untuk bertarung.


"Gggrrrrhh....aku akan balas...!," teriaknya sebelum meloncat melesat kembali menghantamkan pukulannya tongkat Wesi Kuning ke arah Jaya Sanjaya.


Jaya Sanjaya langsung mengerahkan Selaksa Ombak Menerjang dengan hawa panas dari Badai Matahari.


Lengannya kini sedikit berpendar, menandakan jurus tersebut sudah siap di hantamkan.


"HIAAAAA...!!," teriakan Karsh menggema melayangkan hantaman Asu Panglimunan dengan kekuatan tingkat Wesi Kuning.


"HIAAAA...!"

__ADS_1


Jaya juga berteriak menyambut hantaman tersebut.


BLEEEGAAAAAAART.....!!


Ledakan lebih keras dari yang tadi terdengar menggelegar menyibakkan apapun melebihi gelombang yang tadi sudah terjadi.


"AAaaaarch.....!!."


Teriakan Karsh terdengar keras, badanya terlempar keras bergulingan dengan pakaian tercabik cabik, sebagian badannya bahkan kini sedikit terbakar karena jurus Badai Matahari yang di sisipkan ke dalam pukulan Selaksa Ombak Menerjang, tongkat Wesi Kuning senjata tingkat dewa tersebut bahkan kini sudah terlepas berada jauh dari nya.


Nafasnya tersengal sengal, badannya lemah, perlahan namun pasti wujud setengah Srigala itu menghilang berganti dengan wujud Karsh sebagaimana biasa, menandakan efek ajian Asu Panglimunan sudah berangsur menghilang, sesaat Karsh menatap ke arah Jaya sebelum akhirnya matanya tertutup dan pingsan.


Jaya yang terdorong beberapa langkah kebelakang sudah kembali tegak, berjalan mendekat menghampiri lawannya, namun sebelum itu jaya mengambil tongkat Wesi Kuning senjata dari lawannya tersebut.


"Hmm, senjata luar biasa, dengan senjata ini kau terlihat istimewa, sebaiknya aku merampas senjata ini," gumam Jaya mengambil senjata tersebut dan menyimpannya di gelang dimensi miliknya.


Kembali Jaya berjalan menghampiri lawannya, berniat menghabisinya sekalian.


WUUUUSSSS....Laaapp..... sreeeett...


Sebuah bayangan dengan warna kehijauan melesat terbang dengan sangat cepat, menyambar badan dari Karsh yang tergeletak tak berdaya karena pingsan tersebut.


Jaya sedikit terpana, sebelum kesadarannya pulih lalu meloncat melesat berusaha mengejarnya.


"Sontoloyo...setan alas...!!," teriak Jaya mencoba menyusul lawannya.


Gerakan Jaya yang juga cepat berhasil menyusul orang tersebut, hampir saja menangkap kaki dari pria baju hijau yang tengah terbang dan mencoba menyelamatkan Karsh, sebelum akhirnya menyadari dan berbelok vertikal keatas hingga Jaya tak mampu mengejarnya.


Jaya menyumpah serpahi pria baju hijau dengan topeng di wajahnya.


**


Jaya kembali kepada kelompok nya yang tengah bertarung dengan anak buah Srigala Merah.


Pasukan lawan itu kini sudah tinggal sepertiga, mayat mayat mereka berserakan tak beraturan di mana mana.


Jaya yang tengah marah karena lawannya berhasil di tolong seseorang, langsung ikut menyerang anak buah dari Srigala Merah.


Tombaknya menyambar memutar dan menusuk anak buah dari Srigala Merah.


Siiing.....siiiing..


Jeeeb ....jleeeb....


Tak butuh lama bagi Jaya mencabik lawan dengan kyai Seto Ludiro.


"Aarch..! aaaaarrcchh...!"


Jeritan anak buah Srigala Merah sebelum nyawanya hilang dari raganya.


Pembantaian itu berakhir setelah tebasan pedang Kumala dan Pelangi menyasar di tubuh anak buah Srigala Merah yang terakhir, bersama dengan itu iring iringan pasukan Tumenggung Yudoyono tiba di tempat itu dan langsung dalam posisi mengepung rombongan Jaya di tempat tersebut.


_____________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya...


__ADS_2