
"APA..!, Pasukan asing..!!."
Raja Agung Iblis terkejut dengan laporan yang di sampaikan oleh Roku si Panglima Iblis Hitam.
"Dari mana asal pasukan itu?, bukankah istana Kekaisaran adalah yang tersisa dan paling kuat?."
"Ampun Yang Mulia..hamba kurang tahu akan hal itu, hamba hanya melihat dalam jarak yang masih cukup jauh."
"Dasaar bodooh...!!." Raja Agung Iblis mengumpat marah, meski penyebab marah sebenarnya adalah adanya lawan baru.
"Segera perintahkan semua pasukan untuk membumi hanguskan pasukan itu..!."
"Baik Yang Mulia, laksanakan...!."
Roku bersama hampir dua pertiga pasukan Iblis yang ada, bergerak menyongsong ke arah datangnya pasukan pendatang.
Dengan penuh rasa sombong sosok panglima iblis itu memimpin anak buahnya.
"Rrrr....Bantai habis..jangan ada sisa...!." teriaknya menyemangati seluruh pasukan Iblis yang di bawanya.
Ribuan pasukan Iblis bergerak menjauh dari wilayah istana Kekaisaran, menjemput kedatangan pasukan baru.
**
Cakra Tirta Sanjaya menatap kedatangan pasukan Iblis dengan senyum miring.
"Hmm, kalian memang cari mati." gumamnya pelan, menatap ribuan pasukan Iblis yang makin mendekat.
Makin lama makin dekat jarak antara kedua pasukan tersebut.
"SERAAAANG....!!." Roku melesat maju memerintahkan seluruh pasukan nya menyerang lawan.
Ribuan pasukan Iblis itu bergerak menyerang pasukan yang di bawa Dewa Cakra Tirta, mereka masih belum menyadari siapa lawan kali ini.
Roku sudah melesat ke arah Dewa Cakra Tirta yang terlihat memimpin pasukan Prajurit Batu.
"Keparaat..!, kurang ajaar....!, cari mati kau..!!,"' Roku melesat menyerang Cakra Tirta.
Panglima Iblis Hitam itu menghantamkan pukulannya, gelombang asap hitam menggumpal membentuk bayangan tangan sebesar gunung anakan melesat ke arah Dewa Cakra Tirta.
WOOONG...
Cakra Tirta bergerak dengan sangat cepat, meninggalkan bayangan yang menjadi sasaran serangan lawan.
__ADS_1
BAAAAMMM...!
Gumpalan asap hitam itu meledak begitu mengenai tempat dimana Cakra Tirta berada.
"Serangan macam itu mau melawan ku..?."
Cakra Tirta melesat setelah berkata, dengan kecepatan yang tak di duga Roku dan langsung menyerang.
BOOUUGGH...!..
Hantaman tersebut mengenai badan Panglima Iblis Hitam tersebut, membuat sosok iblis itu terlempar beberapa ratus meter.
Hantaman yang mampu meluruhkan gunung itu terbukti tak mampu menghancurkan fisik panglima iblis tersebut, menandakan betapa kuatnya pemimpin iblis itu.
Roku kaget, kekuatan hantaman lawan mampu melemparnya sebegitu jauh dengan daya hancur yang kuat.
Meski fisiknya masih utuh, namun sesungguhnya dia juga merasakan kesakitan yang teramat sangat.
"Keparaat...siapa sosok itu?, mengapa kekuatan nya begitu dahsyat? mengapa selama ini tak ada yang memberikan gambaran tentang sosok ini dari bagian pengintai?." Roku sedikit menyesalkan pasukan mata mata nya.
"Tak perduli sekuat apa..!, kau harus mati di tangan ku..!."
Roku kembali memejamkan mata, mengusap kedua tanduk yang ada di kepala nya.
Langit tiba tiba menggelap, menampakkan awan hitam pekat yang menakutkan. Dari balik awan tersebut keluar bayangan hitam yang makin lama makin terlihat nyata.
Mulut yang besar berwarna hitam seluas lapangan bola tersebut mulai menghisap apapun yang bisa di hisap.
Bagaikan "Black Hole' di semesta lubang itu menyedot segala nya.
"Hua..ha...ha...!, kau ingin alam ini hancur..!, aku kabulkan...!." Roku tertawa dengan penuh kesombongan.
Dewa Kebijaksanaan bergerak mau maju untuk melawan Panglima Iblis Hitam, namun di cegah oleh Cakra Tirta, "Dua sosok ini biar ingsun yang menghadapi, Dewa Kebijaksanaan cukup memimpin pasukan ku melawan pasukan Iblis dan menuju ke istana kekaisaran."
Setelah berkata demikian Cakra Tirta melesat menuju ke arah Raksasa hitam, dengan kecepatan yang luar biasa Cakra Tirta menerjang ke depan memukulkan serangan Badai Matahari sambil mengarahkan tombak kyai Seto Ludiro.
JREEEESSS...!!
Tombak kyai Seto Ludiro bersama badan Cakra Tirta menembus badan Raksasa penghisap.
Menembus dari arah dada hingga ke sisi lain dari badan tersebut sambil membawa sebongkah daging yang nampak berdenyut.
"AAAAAAARRGGHHHHHH....!."
__ADS_1
Jeritan raksasa hitam terdengar menggelegar, membuat seluruh alam dewa mungkin bisa mendengar nya.
Raksasa itu terlihat sangat kesakitan setelah organ jantung nya di betot dan dicabut oleh Cakra Tirta.
Darah hitam menyembur kemana mana, apalagi saat Raksasa tersebut mulai berputar putar dengan masih terus menghisap apapun yang ada sebelum akhirnya meluncur ke bawah dan terhempas di tanah Alam Dewa.
Bentrokan pasukan Iblis dan Prajurit Batu tak terhindar kan.
Saling serang saling pukul dilakukan dua pasukan tersebut, meski fisik iblis kuat ternyata pasukan batu lebih kuat lagi.
Setiap badan pasukan batu tertebas dan terpisah, maka pelan tapi pasti anggota badan prajurit batu akan menyatu kembali.
Hal itu membuat pasukan Iblis makin lama makin menciut keberanian nya.
Jika hanya melawan pasukan para Dewa yang memiliki Raga Abadi, para iblis tak takut karena Raga Abadi bisa berkurang, dan mereka juga sama mampu meregenerasi tubuhnya.
Namun kali ini lawan yang di hadapi tak bisa dibunuh, meski berkali kali terpecah belah seluruh anggota badannya, prajurit batu itu tetap kembali menjadi utuh lagi.
Dewa Kebijaksanaan yang melihat kekuatan prajurit batu itu menggeleng kan kepala, takjub dengan salah satu keistimewaan yang di miliki oleh Dewa Perang.
"Dewa Perang memang sosok yang diberkati dengan kekuatan yang menakutkan, untungnya ingsun tak pernah memiliki permasalahan dengannya."
Roku terperanjat, kekuatan lawan nya sangat menakutkan, sosok Raksasa yang menjadi kekuatan nya selama ini dengan mudah mampu di kalahkan dengan cara yang mengerikan, di cabut jantung hidup hidup.
Ketakutan kini mulai terlihat di wajah nya, apalagi saat melihat pasukan Iblis yang kini sudah porak poranda di serang pasukan aneh yang tak kalah menakutkannya.
"Lihatlah pasukanmu..!, semua sudah mulai meregang nyawa..!, sebentar lagi kau pun akan menyusul nya..ha..ha...!."
Roku si Panglima Iblis Hitam makin ketakutan, benar apa yang di katakan lawannya, kini keberadaan nya mulai terancam. namun bagaimana pun dia adalah pemimpin akan sangat memalukan jika dia sampai mundur apalagi melarikan diri.
Sikap Iblis Hitam ini memang patut di acungi jempol, tak meninggalkan pertarungan meski sudah tahu nyawanya akan melayang.
"Aku tak akan mundur..!, Jika memang sampai di sini umur yang di tetapkan untuk ku, hanya aku penasaran siapa sebenarnya dirimu..!."
Roku yang penasaran dengan sosok lawannya bertarung sambil bertanya.
Sesaat Dewa Perang menghentikan serangan nya, "Dengar kan baik baik, Ingsun adalah Dewa Cakra Tirta Sanjaya.."
"Cakra Tirta Sanjaya...?, Ca..Cakra Tirta...si Dewa Perang..??.!" Roku bergumam dengan tercekat, seperti tercekik lehernya, pasalnya pasukan mata mata yang di utus mengawasi alam dewa mengabarkan jika sang Dewa Perang telah Moksa, jadi Alam Dewa dalam keadaan lemah.
"Benar, ingsun Dewa Perang...!," seru Cakra Tirta langsung melesat kembali, menghunus tombak nya kearah lawan.
Panglima Iblis Hitam mendesah, saat ujung tombak kyai Seto Ludiro menikam kearah jantung, mengoyak dan mulai mencabut dari tempat nya.
__ADS_1
Panglima iblis tersebut tewas seketika dalam pertarungan yang di bilang tak terlalu lama.
Kehebatan Dewa Perang memang tak perlu di ragukan.