
BLEEEGAAAARRTT....!
Ledakan keras terdengar saat terjadi benturan dua kekuatan yang saling bertemu.
Kembali alam terguncang akibat tubrukan dua energi yang sangat dahsyat tersebut, seakan suara halilintar dari langit yang menghantam sebuah wilayah.
Puncak gunung tersebut sudah porak poranda, semua tersibak terlempar berhamburan, Jaya terseret beberapa langkah ke belakang demikian pula dua iblis itu terlihat terpental berguling gulingan.
Hebatnya benturan itu cukup membuat Raga Abadi yang di miliki Jaya berguguran.
Berbeda dengan para Dewa yang berumur panjang akibat raga dan jiwa cadangan yang berlapis lapis, dua iblis itu berumur panjang selain karena regenerasi, juga karena cacing darah yang ada di tubuh nya dan mampu mampercepat regenerasinya.
Hanya dalam beberapa saat saja dua Iblis yang terbakar hebat akibat ledakan Badai Matahari sudah pulih kembali, dan siap bertempur lagi.
"Baji-ngan...kepa-raaat...!, manusia ini benar benar menyusahkan..!," racau Iblis Wari sambil kembali melesat maju menyerang.
"Entah benar atau tidak, aku merasa manusia ini setengah Dewa."
"Benar saudaraku.., meski tak ku tangkap aura Dewa itu di tubuhnya."
"Jika begitu kita tahu kelemahannya."
"Tepat...!."
"Kita gempur saja terus, hingga nyawanya habis dan manusia setengah Dewa ini benar benar mati."
"Setujuuu.."
Dua iblis itu saling berkomunikasi dengan pikirannya, tanpa terlihat berkata kata sambil terus menyerang.
Jika apa yang mereka tebak memang benar berarti mereka tahu kelemahan Jaya.
Benar seorang Dewa bisa mati, benar... benar.. mati, jika Raga Abadi yang di anugerahkan kepada nya habis.
Bisa di katakan jurus Raga Abadi adalah 'raga dan nyawa cadangan' yang di anugerahkan SANG PENCIPTA kepada seorang Dewa.
Raga Abadi bisa bertambah dan berkurang, bertambah jika Dewa tersebut melakukan semedi bertahun tahun atau bahkan langsung di anugerahi langsung oleh SANG PENCIPTA seperti semacam hadiah karena jasa jasanya, namun bisa berkurang jika mengalami kecelakan seperti kalah dalam pertarungan, akibat lawan yang di hadapi sangatlah hebat.
BLEEAGAAAARTT...!!
Kembali dua Iblis menghantamkan pukulannya, kini setelah mengetahui kelemahan lawannya, dua makhluk bertanduk dan bertaring itu tak segan segan beradu pukulan, meski tiap beradu pukulan mereka terlempar jauh, terbakar berguling gulingan dan terlihat menderita kesakitan luar biasa, namun bisa pulih kembali.
"Uughh...!, Jaya melenguh tertahan merasakan sakitnya hantaman lawan sambil terjajar ke belakang beberapa langkah.
Bohong jika tak sakit saat beradu pukulan, benturan hebat itu juga membuat dua iblis bahkan terlempar jauh dan bergulingan sambil menjerit kesakitan.
"Aahh, sial..kekuatanku belum pulih seluruhnya, kyai Rojo Molo belum ku temukan sudah harus bertarung dengan iblis ini." keluh Jaya karena merasa sedikit sesal dengan kekuatannya yang masih jauh berkurang.
BLEEGAAARRTT.....!
BLEEEGAARRTTTT...!!
Kembali dua Iblis itu menggempur Jaya bertubi tubi, berniat merontokkan Raga Abadi lawan hingga benar benar habis dan mampu membunuh nya.
"Hmm, rupanya mereka tahu akan Raga Abadi yang kumiliki, dan sengaja mau merontokkan nya..kurang ajaar..!."
__ADS_1
Mereka bertarung makin seru, loncat sana loncat sini di atas ketinggian gunung Pancarupa atau Pancawarna tersebut.
**
Hari sudah menjelang pagi, bahkan matahari sudah mulai menampakan mega merah di ufuk timur.
Orang orang Awan Putih dan gabungannya nampak terlihat lesu, menatap padang yang luas yang kini sudah terlihat sangat jelas.
"Kita sisir sekali lagi, jika tak menemukan apa yang kita cari kita tinggalkan tempat ini, Bagaimana?." salah satu Sesepuh mengusulkan.
"Benar ..!, ayo kita mulai pencarian dengan pandangan yang lebih jelas." seru yang lainnya.
Kembali orang orang tersebut mulai mencari keberadaan Jaya Sanjaya yang menurut mereka entah ada di mana.
Karena keadaan lebih terang mereka mulai menyisir padang Selayang Pandang dengan lebih teliti lagi.
"Tak ada..kami tak menemukan jejak Tetua."
"Kami juga tak menemukannya di sana."
Semua kembali lesu, dan kini benar benar yakin jika Jaya sudah raib entah kemana, apa mungkin di bawa iblis ke alam lain?
**
JDUAAAAARRTTTT.....!!
Kembali terdengar ledakan keras, yang berarti adu kekuatan masih berlangsung.
"Kurang ajar, dua iblis ini sungguh pintar, selain kini melindungi Jantungnya dari tusukanku, mereka juga mau merontokkan Raga Abadiku."
"Aku akan kubur kau di sini...!," teriak Iblis Wari dengan seringai penuh arti.
"Ya..kau akan berakhir di sini.." sambung iblis Wora dari sisi yang lain.
Jaya sudah terjebak, meski bisa terbang menghindar namun iblis juga bisa terbang.
"Cuiih, kau pikir bisa dengan mudah mengalahkanku?." Jaya membalas perkataan dua iblis yang merasa sudah berhasil memojokkannya.
"Hua..ha..ha..!, kau pikir aku bodoh tak bisa melihat raga abadimu yang sudah menipis..?."
"Lapisan itu hanya tinggal beberapa bukan?."
Jaya tersenyum kecut, memang sejatinya demikian, lapisan Raga Abadi memang bisa di lihat oleh orang tertentu termasuk sosok iblis yang sekuat Dewa.
"Aku tak takut Raga Abadi ku habis, karena aku juga tahu kelemahanmu..!." balas Jaya.
"Baik kita lihat siapa yang akan mati di sini, di kawah ini..!." Iblis Wora berkata sudah mencari posisi, sedangkan iblis Wari juga mencari sisi yang lain, nampaknya mereka akan menggempur Jaya dari dua sisi.
"HIAAAA...!!.'
"HIAAAA...!!."
Dua Iblis sudah melesat menebaskan pedangnya dengan di barengi pukulan andalannya.
WWUUUUSS....
__ADS_1
Pedang besar itu membelah udara menebas ke arah badan Jaya, kuatnya sambaran tersebut sungguh terasa mengerikan.
Mendapat gempuran dari dua sisi, membuat Jaya harus bisa mengatur tangkisan nya agar tak membahayakan dirinya yang berakibat rontoknya Raga Abadi.
BLAAANNG...!!
TRAAAANGG....!!
Hantaman tersebut mengenai perisai yang di hadangkan Jaya, sedangkan sambaran iblis Wari di tangkis dengan tombak Jaya yang di miringkan.
BLEEGAAAAARRTTT...!!
Ledakan keras terjadi, Jaya terpental sedangkan dua Iblis kembali terlempar dengan badan terbakar, namun sialnya jaya terpental dan terperosok masuk ke kawah yang panas membara dengan lahar yang meletup letup.
"Aaaahh...!!."
BLEGAAARRRRTTT...!!
Kembali dua iblis yang sudah pulih melepaskan pukulannya menghantam Jaya yang sudah meluncur ke arah kawah.
BYYUUURR....BLUUUPP...!
Jaya terlempar masuk ke dalam kawah.
"Mati kau....!!." teriak iblis Wari sambil berkacak pinggang di bibir kawah yang membara.
**
Jaya hilang keseimbangan setelah di hantam dua serangan Iblis yang mampu berkomunikasi dengan telepati tersebut.
Entah karena sial, atau memang dua iblis itu yang memang pintar mengatus rencana dan strategi dalam penyerangan membuat Jaya bisa dihantam dan terlempar masuk ke dalam kawah yang meletup itu.
"Mati aku."
Jaya yang merasa jika Raga Abadinya banyak berkurang hanya bisa pasrah saat, dia terjengkang terlempar ke Kawah.
Aneh tapi nyata, Jaya tak mampu untuk terbang menghindar malahan badannya seperti tersedot masuk ke kawah tersebut, seakan ada kekuatan yang menariknya ke sana.
Masih bisa Jaya lihat dua Iblis tertawa berdiri di bibir kawah yang berada di atas sana, sambil mengumpatinya.
"Modaaar kau..!."
"Matilah kau...!!."
BYUUURRRR...!
Jaya tenggelam di dalam kawah yang terdapat lahar panasnya, dirinya sudah pasrah akan nasibnya, namun sekali lagi keanehan terjadi, tubuhnya tak merasakan panas, sesak atau apa karena terbenam di lumpur panas, badannya seakan terlindungi oleh lapisan tipis yang mampu meredam itu semua.
"Apa yang terjadi? lapisan apa ini? haah apa ini?."
Tiba tiba sebuah sinar melingkupi kepalanya lalu perlahan turun dan melingkupi seluruh badannya, melindungi tubuhnya dari semuanya.
"HAAAHH...KYAI ROJO MOLO...!."
_____________
__ADS_1
Jejaknya.....