Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Rahasia matinya Gagak Hitam


__ADS_3

"Haaaah...???." teriakan kaget.


Orang orang Gagak Hitam hanya menganga melihat baru kali ini ada musuh bisa mendatangkan senjata seperti itu.


Namun mereka masih tetap jumawa, selama ini tak ada sekalipun senjata yang mampu menghancurkan hingga mematikan mereka.


"Cuiih..kau pikir kami takut kau memakai senjata itu..!," teriak Suwono dengan masih penuh kesombongan.


"Kami memang kagum dengan bagaimana kau mendapatkan senjata itu, tapi kami tak gentar menghadapi mu." kata Suwono lagi.


Belasan orang dari Gagak Hitam itu hanya mendengus membenarkan perkataan pemimpin nya, bahkan ada yang tertawa miring menanggapi peristiwa itu, karena memang tak ada yang bisa menghentikan mereka selama ini.


Jaya hanya menatap orang orang penuh kesombongan di depannya, Ya memang selama ini anggota Gagak Hitam tak bisa di matikan dengan senjata apapun, makanya wajar jika mereka terlalu percaya diri.


"Kalian lihat baik baik hari ini, manfaat kan waktu, pandang lah matahari yang indah itu, mungkin saat ini terakhir kali kalian melihat panorama ini..!.," kata Jaya tersenyum mengejek, sambil mengayun ayunkan tombaknya, mulai memainkan jurus tombak andalannya yaitu jurus Tombak Pemusnah Naga.


"Cuiih belagu...coba saja bocah..!!.''


Semakin lama putaran tombak Jaya Sanjaya makin cepat dengan pola yang tak teratur, mendatangkan angin yang menderu deru keluar dari ayunan senjata tersebut.


Kemudian dengan secepat kilat Jaya menyerang orang orang Gagak Hitam dengan gerakan yang sangat cepat dan tepat.


Wwwuuss.... wuuusss...


Jleeeb....! jleeeebb...!!


Dengan cepat Jaya mengujamkan tombaknya dengan jurus Tombak Pemusnah Naga, langsung menusuk tepat ke jantung lawan lawannya itu.


"Aarch.."


"Aaarcchhh..." Jeritan orang orang itu kembali terdengar, terlihat ekspresi sangat kesakitan di wajahnya, sambil memegang dadanya yang mengucurkan darah segar saat Tombak kyai Seto Ludiro di cabut darinya.


Lima orang Gagak Hitam yang menjadi sasaran Jaya Sanjaya, tertancap tombak kyai Seto Ludiro yang mengandung racun DasaLaksa langsung terkesiap, wajahnya memucat sebelum akhirnya tumbang dan tak bangkit lagi.


Brrurkk..! bruuuk...!!


Teman temanya yang tadi sempat tertawa terbahak kini hanya ternganga, tak percaya dengan pandangan mereka, tak percaya jika ada senjata yang bisa membuat mereka mati.


Mereka masih berharap seperti saat yang lalu, mereka bercanda pura pura mati, lalu bangkit kembali.


"Heii.. teman..ayo bangkit..!!," teriak salah satu anggota Gagak Hitam, meneriaki teman teman nya.


Namun tak ada dari lima orang anggota tersebut yang bangkit dari tempat nya rubuh.


Sisa anggota Gagak Hitam yang lain, langsung gusar dengan kemampuan lawannya, termasuk juga dengan Suwono yang langsung memerintahkan anak buah lainnya untuk menyerang balik.

__ADS_1


"Seraaang...!!."


Kini mereka makin ganas mengerubuti Jaya, seakan ingin segera mematikan lawannya tersebut, karena jika tak di hentikan akan sangat berbahaya melihat kemampuan yang bisa menumpas kelompok nya.


Wuuuss..! wuuusss. ...!


Jleeeb.... jleeeebb...!!


Kembali Jaya Sanjaya yang malah menari nari dengan tombak yang terhunus, menusuk, menghantam dan berputar lalu menghujam ke dada lebih tepat nya ke jantung orang orang Gagak Hitam, hingga sang lawan tertusuk dan mati dengan badan mengering, sebelum ambruk ke tanah.


"Aaaa.."


"Aaaaarrhh..." teriakan orang orang yang tertancap tombak Jantung nya.


Melihat untuk yang kedua kalinya, bagaimana anak buah nya mati mengenaskan membuat Suwono mencelos hatinya, miris dan kini ketakutan.


Dengan isyarat tertentu Suwono meneriaki anak buah sisa nya, mengajak melarikan diri.


Bersama sisa pasukannya dia berlari tunggang langgang terbirit-birit menjauhi Jaya Sanjaya.


**


Berita adanya seorang pemuda yang berhasil keluar dari Jurang Kedungpuru membuat gempar, dan membuat orang orang berkesimpulan jika memang Pusaka di sana telah di tukar oleh sang pemuda.


Itu juga yang di sampaikan oleh orang orang yang berhasil masuk ke Jurang Kedungpuru, dan sampai di tempat yang di katakan sebagai altar untuk memeriksa kitab pusaka.


Mereka menemukan sebuah kitab pusaka palsu, dan itu semua pasti ulah dari pemuda tersebut.


"Mana mungkin kitab yang di jaga alam sedemikian rupa hanya berisi tata Krama, Budi pekerti.." sahut yang lainnya.


"Kita kejar bocah itu, setidaknya kita bisa tau yang sebenarnya terjadi, bagaimana dia bisa lolos dari ular raksasa.." usul yang lainnya.


Entah siapa yang mencetuskan ide tersebut, kini orang orang itu mulai berniat bergerak memburu sang pemuda, kecuali orang orang desa Pucung yang sudah tau akan kehebatan sang pemuda itu.


**


Dunia persilatan makin kacau balau, banyak kekuatan yang unjuk kekuasaan, menunjukkan dominasinya di alam ini.


Sedikit saja perselisihan ujung ujungnya kehilangan nyawa.


Yang paling sengsara adalah para rakyat biasa yang tidak menjadi golongan mereka... yang hanya ingin hidup seperti biasa, rakyat itu akan di tekan, di paksa menjadi anggota golongan itu dengan dalih perlindungan hanya demi uang keamanan untuk kelompok tersebut.


"Sekarang rencana Nakmas mau kemana..?."


Narimo bertanya kepada Jaya yang masih kebingungan dengan rencana perjalanan nya.

__ADS_1


"Aku belum tau paman, bagaimana jika kita ke wilayah Kerajaan Agung Pati Sruni yang ada di wilayah timur, karena aku penasaran dengan Kerajaan Agung itu beserta kerajaan yang di naunginya." Kata Jaya Sanjaya, padahal niatnya adalah mencari berita pecahan kekuatannya yang lain.


"Hmm...baiklah jika itu keinginan Nakmas."


Keduanya sedikit merubah arah perjalanan sedikit ke arah timur laut dimana Kerajaan Agung itu berada, namun mereka harus melewati kerajaan Pandaegalang yang ada di bawah pimpinan raja Klewang Pikatan.


Kerajaan Pandaegalang adalah kerajaan yang lumayan besar dan masih berada di bawah naungan Kerajaan Agung Karang Pandan.


Berbatasan dengan kerajaan kecil, yaitu kerajaan Kerta bumi yang ada di bawah naungan Kerajaan Agung Pati Sruni.


"Kita istirahat di pusat kota kerajaan Pandaegalang, sebelum memasuki kerajaan Kerta bumi di wilayah Pati Sruni," kata Narimo menerangkan Jaya Sanjaya.


"Hmm," jaya Sanjaya hanya menjawab dengan gumaman pelan, sambil menatap peta gambar tata letak kerajaan yang di sebutkan Narimo.


Sepanjang perjalanan yang di lihatnya hanya kesengsaraan bagi rakyat kecil yang lemah, mereka terombang ambing oleh banyak kekuatan yang menekannya , yang kuat makin berkuasa dan yang lemah tentu makin tertindas.


"Hampir semua wilayah yang kita lewati semua seperti ini paman.." keluh Jaya Sanjaya sambil menatap sekitar, dengan rasa yang miris.


"Maksud Nakmas apa..?, tanah tandus ini..?." sahut Narimo yang tak memahami maksud ucapan Jaya.


"Bukan paman, tapi rakyat yang menderita dan penuh tekanan ini," sahut Jaya Sanjaya sambil memandang Narimo.


"Dari berbagai wilayah yang kita singgahi kemarin kemarin pemandangan rakyat tertindas cukup banyak, bahkan hampir keseluruhan."


Narimo menarik nafasnya, "Yaa ..begitulah Nakmas, selama ini tak ada yang berani bertindak menegakkan hukum melindungi orang orang seperti mereka, karena akibatnya pasti berat, pasti akan di musuhi oleh kaum dominan," kata Narimo pelan, menjalankan kudanya mensejajarkan dengan kuda Jaya yang berjalan sedikit lebih cepat.


"Ya..benar apa kata paman." kata Jaya dengan lemah, namun dia berjanji akan merubah itu semua suatu saat nanti.


**


Di sebuah tempat, tepatnya pusat kelompok Es Abadi, nampak sang Pemimpin Agung terlihat sedang gundah, penyebabnya karena tak berhasil menguasai benda pusaka di jurang Kedungpuru.


"Benarkah berita yang kalian bawa ini tetua Brengos..?," tanya Sukat Jaladri sang Pemimpin Agung kelompok partai Es Abadi, kepada Ki Brengos sang utusan yang merasa gagal tersebut.


Sukat Jaladri oleh orang orang Partai Es Abadi bahkan di juluki Dewa Beku, karena kemampuannya membuat Es yang oleh orang orang itu di anggap mengerikan.


"Benar Tetua Agung.., menurut semua yang hadir dan menyaksikan nya, Kitab tersebut adalah palsu, hanya sebuah kitab biasa yang mengajarkan Budi pekerti, dan tata Krama serta riwayat orang hebat." sahut Ki Brengos.


"Tapi bagaimana bisa pemuda itu mengganti nya..? jika saat itu saja dia di serang dan mungkin di mangsa Ular Raksasa..?."


"Tapi menurut kabar, pemuda itu bisa lolos dari serangan ular raksasa tertua, karena ada yang melihatnya keluar melewati desa Jati Lawang," kata Ki Brengos lagi.


"Sebarkan orang orang kita, jika perlu aku akan turun tangan sendiri." perintah Sukat Jaladri.


Keinginan menguasai dunia membuat nya ingin mendapatkan pusaka yang banyak di alam ini.

__ADS_1


__________


Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungan nya.....maksh Kaka


__ADS_2