Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Asal usul Layon Pitu


__ADS_3

Seribuan tahun yang lalu semenjak dua Iblis berhasil lolos dari pertempuran di sebuah Padang di Alam Dewa yang bernama padang Segoro Pasir( baca chapter Asal mula pusaka tombak dan perisai)


Dua iblis itu melanglang buana di berbagai alam, beberapa ratus tahun keduanya bersembunyi di Alam Dewa, terus berpindah ke Alam Antara hingga beberapa ratus tahun sebelum akhirnya pindah ke alam manusia.


Untuk kembali ke alam Iblis sendiri adalah pilihan terakhir karena di sana seperti bunuh diri setelah misi nya yang gagal, pasti akan di hukum berat, di asing kan dari sesama mereka, atau malah di hukum mati.


Dalam pelarian nya di alam manusia, awalnya dua iblis tersebut selalu bersembunyi, menghindari dari kontak langsung dengan manusia sama sekali.


Tapi setelah ratusan tahun merasa tak ada yang memburu dan mengusiknya, mulailah dua iblis tersebut berani melihat alam manusia, dalam arti nyata mulai keluar dari persembunyiannya.


Melihat alam dengan kekuatan penghuninya yang lemah, timbul lah keinginan dalam hatinya untuk menguasai dan menaklukkan alam ini.


Maka untuk perlindungan dan mendapatkan kekuatan, dua iblis tersebut mulai menciptakan pasukan pasukan yang menjadi kepanjangan tangannya, salah satunya Gagak Hitam yang sudah mbalelo memisahkan diri.( baca chapter asal muasal Jiwa Abadi dan Gagak Hitam)


Selain Gagak Hitam, dua iblis juga menciptakan pasukan hebat lainnya salah satu dari pasukan hebat yang berhasil di ciptakan nya yaitu pasukan manusia setengah Srigala, dan juga pasukan Layon Pitu.


Layon Pitu adalah pasukan yang di bangkitkan dari mayat mayat pendekar hebat zaman dahulu kala.


Mayat mayat itu di abadikan raga nya, lalu di beri ruh oleh dua Iblis tersebut untuk di bangkitkan kembali dengan kekuatan yang masih sama seperti semasa hidupnya dulu, dan hanya satu yang belum benar benar mati saat itu, masih dalam keadaan sekarat, yaitu Rakumba atau sang Mayat.


Jadi dari kelompok Layon Pitu hanya Rakumba yang memiliki hati dan pikiran, makanya dirinyalah yang di percaya mengendalikan keenam mayat lainnya.


**


Tujuh sosok dengan pakaian hampir menutupi sekujur tubuhnya, masih berkuda hingga memasuki wilayah kerajaan Jogonolo.


Tatapan nya yang dingin menyeruak memandang sekitarnya menembus kegelapan hari yang mulai menggelap, mencari dan menelisik sesuatu.


Sosok Rakumba yang ada di depan memberi isyarat dengan tangannya, lalu enam sosok lainnya berhenti, menunggu Rakumba atau sang mayat yang menghampiri sekerumunan orang yang terlihat sedang duduk duduk dan bercengkerama di saat menjelang malam tersebut.


Klintiiing...


Rakumba melempar sebuah koin emas di tengah kerumunan tersebut, Kilauan emas tersebut berpendar di kegelapan yang belum benar benar gelap tersebut.


"Aku mencari sekelompok orang," katanya dengan dingin.


Meskipun takut takut, salah satu dari orang tersebut berani menjawab, setelah melihat koin emas yang sangat berharga tersebut, "K...k.kelompok apa yang tuan cari?"


Rakumba dengan dingin sedikit menerangkan ciri ciri kelompok yang di buru, sesuai seperti yang di ceritakan oleh Sumantri dan Pyong Karund.


"M..m.maaf... t.tuan, jika kelompok tersebut... dalam beberapa hari ini tidak ada, tapi jika kelompok yang tergabung dengan rombongan pedagang ada."


"Bahkan mereka baru saja membantu kerajaan ini menumpas pemberontak, tuan." sahut orang tersebut.


Rakumba mengangguk, "Sekarang kemana mereka?."

__ADS_1


"Ke arah utara tuan."


Rakumba mengangguk, "Ambil koin itu untuk mu..."


Orang tersebut mengangguk, lalu membungkuk dan mengambil koin emas tersebut.


Sriiiing....


Craaaasshh...! craaaash...!!


Begitu orang orang tersebut teralihkan dengan memandang temannya yang mengambil koin emas tersebut, tiba tiba Rakumba menebas orang orang tersebut dengan sadis, menggunakan pedang nya tanpa jeda sedikit pun.


"Aaaarch..!"


"Aaaaarrcchh...!!."


Jeritan kesakitan dan kematian hanya terdengar sekejap, lima orang yang berkerumun itu kini telah menjadi mayat yang berserakan, di tengah kegelapan yang makin mencengkeram.


**


Rombongan Jaya masih berada di hutan Kebon Ijo.


Sehabis menikmati makan malam mereka kembali berkumpul, bercerita tentang semua kejadian di alam ini.


"Kenapa gunung Pancawarna warnanya sangat aneh ya paman?"


"Puncaknya bisa begitu indah dengan lima bagian yang berbeda."


"Oh... masalah itu ada ceritanya Nakmas," sahut Saudagar Suryadi menyahut perkataan tersebut.


" Ada ceritanya?"


"Benar Nakmas."


"Tapi entah cerita ini benar apa tidak, saya tidak tahu persis nya," sahut Suryadi lagi.


"Aku rasa semua mungkin sudah tahu cerita ini," Suryadi mengedarkan pandangannya kearah tokoh tokoh tua.


"Apa itu tentang ular yang berubah wujud menjadi gunung?." sahut empu Cipta guna.


"Atau seekor burung dengan bulu bulu rontok mengitari puncak gunung?," sahut Pitu Geni.


Semua langsung pada tertawa, karena memang cerita yang berkembang di masyarakat seperti itu.


Dikisahkan sejak dahulu kala di gunung tersebut ada seekor ular yang bertapa, ular dengan kulit yang sangat indah coraknya itu melingkari puncak gunung, lalu entah bagaimana malah dibunuh oleh para penduduk, dagingnya dimakan dan kulit sisiknya di tinggal begitu saja dengan kilaunya hingga sekarang.

__ADS_1


Ada lagi kisah seekor burung jelek hitam yang di sia siakan oleh kelompok nya, akhirnya memohon kepada Sang Pencipta, agar di ubah wujudnya menjadi burung yang cantik dan indah warnanya. Begitu dirinya menjadi indah saat pulang keluarga nya tak mengenalinya malah menganggap nya lebih asing lagi, dan akhirnya burung tersebut nekat mencabuti bulunya sambil menangis mengitari puncak gunung dan bulunya berceceran.


"Benar kah ada cerita seperti itu paman?," tanya Jaya dengan keheranan.


"Benar Nakmas, cerita itukah yang berkembang selama ini di masyarakat, padahal itu hanya cerita bocah mau tidur," sahut Baroto sambil terkekeh.


"Tapi jika aku pikir pikir, sinar atau aura yang orang banyak katakan tentang gunung Pancawarna sudah ada sejak zaman dahulu." Empu Cipta guna berkata.


"Benar empu dan selama ini tak ada yang menghiraukannya."


Jaya hanya mengangguk angguk saja, mendengar cerita cerita aneh dan lucu yang di dengarnya.


"Ngomong omong kira kira kita sampai di Ngarsopuro kapan ya paman?"


"Jika kita berjalan terus besok malam kita pasti sudah sampai di batas kota," sahut Narimo yang diangguki oleh yang lainnya.


Pelangi tampak sumringah, begitu pula dengan Kumala.


"Aku senang Kaka, besok tiba di Ngarsopuro, aku kangen dengan Romo dan ibu." bisik lirih Pelangi lirih kepada Kumala.


Kumala mengangguk, "Aku juga adik, sudah kangen dengan Ayah dan bunda ." katanya pelan.


"Kalian tidur lah dulu, biar aku dan paman Sugara serta paman Baroto berjaga bersama sebagian para pengawal saudagar Suryadi." kata Jaga kepada dua gadis yang ada di sebelah nya.


Pitu Geni, Baroto, dan empu Cipta guna serta yang lain mengangguk, mereka akan istirahat dulu sebelum tiba giliran untuk berjaga nanti nya.


**


Malam kian larut, di sebelah Utara Ngarsopuro tepatnya di Kotaraja Kerajaan Agung Karang Kadempel tampak sosok bertopeng tengah meloncat loncat dari atap ke atap.


Mengintai beberapa tempat yang kemungkinan bisa di curi harta benda nya.


Dia adalah pencuri bertopeng, atau yang berjuluk Mata Elang, salah satu murid dari Randu Sembrani yang mbalelo keluar dari jalurnya.


Matanya yang tajam nampak mengawasi sasaran, yaitu salah satu rumah dari seorang pejabat kerajaan setingkat Adipati pemimpin setingkat kabupaten.


"He.he..he.. ada sasaran empuk, nampaknya penjagaan agak longgar." gumamnya dengan pandangan tak lepas dari benteng masuk hunian sang Adipati.


"Hmm, tapi aku harus tahu dulu dimana letak gudang penyimpanan harta benda, jangan sampai kejadian lalu terulang kembali."


Saat itu Mata Elang sedang menyatroni sebuah hunian Saudagar kaya namun letak gudang harta yang tersembunyi membuat nya gagal mencuri karena para penjaga keburu berdatangan, dan penjaga nya juga orang orang hebat.


"Hmm, kali ini jangan gagal lagi, uang ku sudah menipis," keluhnya pelan sambil terkekeh.


_____________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya....


__ADS_2