
Traaaang...!!
Tebasan pedang pencuri bertopeng di tangkis oleh tongkat kehijauan sosok baju hijau bertopeng aneh tersebut, menimbulkan suara dentangan yang lumayan nyaring dan gemetaran pada kedua lengan orang tersebut.
"Hmm..rupanya kau bukan orang sembarangan..," seru Mata Elang alias si pencuri bertopeng memuji lawannya, saat dirinya menyadari kekuatan lawan ketika tadi beradu serangan.
"Kau pun hebat..!," balas sosok baju hijau bertopeng, memuji lawannya karena saat benturan tadi dirinya juga merasakan gemetaran di tangannya.
Melihat kekuatan benturan tadi keduanya nampaknya cukup berimbang.
Keduanya kini mulai lebih serius lagi untuk melanjutkan pertarungan itu, itu bisa di lihat saat Mata Elang sudah mengikatkan zirah sayap Garuda di badannya, sedangkan sosok baju hijau bertopeng juga terlihat sudah menggulung lengannya agar gerakannya tak terganggu.
"Ayo kita lanjutkan pertarungan kita, sampai kau serahkan benda itu atau ada yang mati di antara kita berdua..!," tunjuk sosok baju hijau bertopeng.
"Aku siap...!," seru Mata Elang, sudah memasang kuda kuda nya.
"Hiaaaa...!" Sosok baju hijau bertopeng melesat maju, kali ini dia mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu, sebuah serangan hantaman tongkat kehijauan di tangan kanannya melesat mencoba mengepruk kepala Mata Elang.
Wuuuung....!!
Sebuah sambaran dengan gelombang yang sangat kuat menerjang ke arah kepala Mata Elang.
Traaang....!!
Dengan sigap Mata Elang menangkis sambaran tongkat lawan, kemudian di susul dengan balasan pedangnya berkelebat menyambar perut baju hijau bertopeng.
Srriiing...!!
Sambaran itu seakan sudah di duga oleh lawan yang langsung meloncat mundur.
Kembali Baju hijau bertopeng melesat maju menyodok dengan senjata tongkatnya menyerang Mata Elang.
Wuuusss...
Sebuah sodokan yang mampu meremukkan batu besar itu menerjang ke arah pencuri bertopeng, namun lagi lagi pencuri bertopeng sedikit mengelak kesamping dan memutar tubuhnya mendekati Baju hijau sambil menebaskan pedangnya.
Srriiing...!!
Baju hijau lagi lagi meloncat mundur menghindari serangan cepat Mata Elang.
"Kau...hebat..bahkan serangan ku berhasil kau antisipasi..!," teriak Mata Elang menyanjung kembali lawannya.
Harus di akui oleh Mata Elang jika semua gerakan lawan seakan selangkah lebih maju dari nya, semua serangannya bisa di hindari sebelum benar benar mendekati badan nya.
Sosok Baju hijau hanya terkekeh dengan jumawa.
**
Jaya sudah kembali ke penginapan setelah mencari makanan bersama rombongan nya.
Karena hari belum terlalu larut mereka masih berbincang di sebuah ruang yang memang di peruntukan bagi para pengunjung untuk berbincang dan bersantai.
Diruangan tersebut juga sudah banyak orang orang menginap yang sedang berbincang dari berbagai kalangan.
__ADS_1
"Di Utara saat ini masih terjadi perebutan pusaka," kata seseorang di samping rombongan Jaya, yang juga berada di ruang tersebut.
Jaya dan rombongan memang sudah mendengar hal itu, dan sengaja tak ikut mengejarnya karena bertepatan dengan janjinya kepada Pelangi untuk menjemput nya.
"Terus..apakah sudah ada yang berhasil mendapatkan nya?" sahut lawan bicaranya.
Temannya menggeleng," Sampai saat ini belum ada kelompok yang berhasil memperoleh pusaka yang katanya bisa berpindah tersebut."
"Bisa berpindah?"
"Benar, jika didekati pusaka itu langsung terbang"
Jaya hanya menyimak apa yang di bicarakan orang orang tersebut, ingatannya langsung tertuju kepada benda pusaka zirah sayap Garuda miliknya.
Jaya yakin jika yang saat ini di kejar orang orang tersebut adalah pusaka itu, namun Jaya sedikit lega karena pusaka tersebut adalah pusaka tingkat Illahi yang memiliki ruh, jadi suatu saat jika bertemu pasti akan berpindah kepada nya. dirinya hanya perlu menemukan orang yang berhasil mendapatkan nya untuk merebut nya.
"Aku dengar kota Lembah Emas habis di satroni kelompok penjahat," terdengar suara seseorang di sebelah yang lain, dari rombongan Jaya.
"Iya aku dengar kelompok itu adalah Kelelawar Hitam, sebuah kelompok yang selama ini dianggap sudah musnah, ternyata masih ada" sahut lawan bicaranya, yaitu pria dengan rambut di ikat ke atas.
"Kelompok ini katanya salah satu dari anak buah kelompok Jiwa Abadi yang tak pernah muncul di permukaan kecuali saat ada pemilihan pemimpin Serikat Pendekar." tambah pria dengan rambut di ikat tersebut.
Jiwa Abadi adakah kelompok kuat yang sangat aneh, seakan kelompok inilah yang menguasai seluruh alam dunia persilatan.
Jaya saling tatap dengan Baroto dan Pitu Geni, seakan ingin mencari tahu siapa kelompok yang dimaksud (Jiwa Abadi)
**
BLAAAAAR...!!
"Issh... sial..!," teriak geram Mata Elang mundur setelah kecolongan dan terhantam pukulan lawan.
"Menyerahlah ..kau tak akan mungkin menang melawan ku..!"
Baju hijau bertopeng berkata sambil menyilangkan tongkat nya.
Mata Elang yang masih penasaran kembali melesat maju menebaskan pedangnya.
Srriiing....!! sriiing...!!
Traaang...!! traaang...!!
Sambaran pedang Mata Elang di tangkis dengan mudah oleh lawannya, bahkan terkesan meremehkan serangan yang diayunkan bertubi tubi tersebut.
Jarak yang dekat membuat Mata Elang mencoba menangkap lawannya dengan jurus Mata Dewa.
CLAAAAPP....
Sebuah kilatan cahaya membentuk lapisan tipis mengurung sang lawan, namun anehnya lawan bahkan tak terpengaruh sedikit pun, membuat Mata Elang membelalakkan matanya tak percaya.
"Hua.ha..ha..jurus mainan mu tak akan berguna bagiku dan orang orang sekelompok ku..!," ledek sosok baju hijau bertopeng sambil tergelak.
Mata Elang alias pencuri bertopeng terlihat sangat terkejut, karena jurus tersebut adalah salah satu andalannya untuk melumpuhkan lawan lawannya.
__ADS_1
Masih tak percaya dengan kejadian tersebut, Mata Elang langsung melesat maju kembali menyerang menebaskan pedangnya sambil mengeluarkan jurus Mata Dewa.
Sriiing...
CLAAAAPP....
Baju hijau bertopeng tak terpengaruh dengan jurus Mata Dewa dan menangkis tebasan pedang dari si pencuri bertopeng dengan santai.
Ctaang....!!
Sembari menangkis sabetan pedang lawannya, sosok Baju hijau bertopeng menghantamkan pukulannya mengenai badan pencuri bertopeng.
DAAAARR...!!
Hantaman itu membuat pencuri bertopeng terpental, lalu bergulingan hingga ikatan buntalan zirah sayap Garuda yang ada di badannya sedikit mengendur.
"Aarch...siapa sosok ini, dan mengapa tak terpengaruh jurus Mata Dewa?," gumam Mata Elang sedikit meracau.
Belum hilang rasa terkejut nya, sosok baju hijau yang juga bertopeng itu sudah kembali melesat menghantamkan pukulan tongkatnya dengan kekuatan penuh.
Wwuuuss....
BLEGAAART....!!
Mata Elang makin terlempar bergulingan menabrak beberapa pepohonan yang tak terlalu rapat di bukit tersebut.
Pekatnya malam itu seakan tak berpengaruh oleh sosok baju hijau bertopeng tersebut untuk kembali melesat menyerang lawannya.
"Hiaaa...!!"
Sebuah teriakan sosok Baju hijau kembali terdengar dengan garang, aura angin pukulan pun kian bergemuruh menandakan kuatnya pukulan tersebut.
Mata Elang yang sudah mulai panik, karena setiap serangannya selalu kandas dan bisa di duga arahnya kini terlihat makin pucat wajah di balik topengnya.
"Akan percuma aku memiliki pusaka ini jika aku mati disini," gumam pencuri bertopeng sambil melepas ikatan buntalan zirah sayap Garuda.
"TAHAAANN..!!" teriak pencuri bertopeng dengan nafas tersengal, mengangkat buntalan di tangannya.
"Jika kau menginginkan ini ambillah, biarkan aku hidup..!," teriak pencuri bertopeng lagi, lalu melemparkan buntalan tersebut kearah yang lain.
Sosok baju hijau tersenyum miring, merasa akhirnya memperoleh pusaka tersebut, Untung saja dia tak menyadari jika pencuri bertopeng memiliki dua pusaka tingkat Illahi tersebut.
Baju hijau melesat menghampiri buntalan yang di lemparkan lawannya, mengambilnya dan menelitinya kemudian mengangguk angguk dan bersiap meninggalkan tempat tersebut.
"Tunggu tuan..?, sebenarnya siapa anda ini?," tanya pencuri bertopeng dengan penasaran.
"Hmm..orang menyebutku Sumantri si Mata Malaikat," sahut sosok baju hijau bertopeng tersebut sebelum melesat pergi dengan cepat.
Pencuri bertopeng ternganga, dirinya menggigil ketakutan, Mata Malaikat adalah salah satu ilmu yang menjadi penangkal dari jurus Mata Dewa, dimana ilmu Mata Malaikat adalah pecahan dari ilmu Sasmita Tanding yang mampu membaca gerakan serangan lawan, juga ilmu ini tak mengandalkan penglihatan jika ingin menguasai dengan sempurna, karena itu penggunanya di khususkan seseorang yang Buta matanya.
Sumantri si Mata Malaikat adalah sosok yang selama ini di cari oleh Sumanjaya si Mata Malaikat yang menjadi pengikut dari Jaya Sanjaya (baca chapter Sebuah Kisah Masa Lalu).
Sumantri telah meninggal kan kelompok nya dengan mencuri salah satu pusaka kelompok itu, dan kini menjadi buronan kelompok Mata Malaikat.
__ADS_1
__________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya....