
Kaisar Dewa sangat gundah hatinya, laporan yang di sampaikan oleh prajurit pengintainya sangat di luar perkiraannya.
"Hmm, siapa sebenarnya dia?, mengapa bisa sehebat itu?.''
"Mungkinkah ada manusia biasa bisa mengalahkan seorang Dewa?.''
"Aku makin penasaran dengan manusia ini."
Terlihat sang Kaisar memegang kepalanya, kenyataan yang tak pernah ada dalam pikirannya kini terbukti membuatnya sangat bingung dan penasaran, ada makhluk bukan Dewa mampu merusak dominasi mereka sebagai penguasa Jagat Raya.
"Aku harus melakukan sesuatu, memastikan jika manusia itu tak akan membahayakan semuanya."
Sang Kaisar tampak tengah berfikir, mencoba mencari pemecahan atas peristiwa di luar nalar baginya tersebut.
**
"Besok pagi Kakang akan menyusul, mereka (Anggota Awan Putih) ke perguruan Tiga Batu Jajar, memastikan keselamatan para anggota dan sedikit memberi pelajaran kepada Bayangan Kegelapan." Jaya berkata kepada Pelangi dan Kumala yang kini tak lagi merajuk. Keduanya duduk di sisi kiri dan kanan Jaya mendengarkan semua rencana yang akan di lakukan besok.
"Apakah kami boleh ikut, Kakang?."
Jaya menggeleng, namun tatapan matanya lurus kedepan, memandang halaman belakang markas Awan Putih yang langsung terhubung dengan hutan rimba hingga menuju ke pegunungan.
"Kalian tetap di sini saja, aku bisa lebih cepat jika bergerak sendiri."
Dua gadis tersebut mengangguk, memang benar apa yang di katakan tetua agung Awan Putih tersebut.
"Jika urusan ini sudah selesai, seperti janji Kakang, maka bulan dua belas atau kurang dari dua purnama lagi, kita akan melangsungkan Sumpah Janji di bawah langit (Nikah)," kata Jaya pelan, membuat dua gadis itu terpekik kecil, karena kaget tapi juga sangat senang.
Rencana Sumpah Janji di bawah langit bahkan sesaat sudah tak terpikirkan lagi oleh dua gadis tersebut, karena menghilangnya Jaya selama satu purnama lebih.
Tapi kini hal itu di ingatkan kembali, membuat kedua gadis itu sangat senang dan bahagia.
"Tapi sebelum itu nanti Kakang akan menceritakan sebuah kebenaran kepada kalian," kata Jaya kembali, kali ini pemuda itu menatap dua gadisnya.
Jaya berfikir sudah saatnya dirinya membuka jati dirinya, siapa sejatinya dirinya, termasuk tentang Dewi Krystal Nurmala perempuan yang menjadi kekasih hatinya.
__ADS_1
**
Dewi Krystal Nurmala adalah anak dari seorang Dewa bernama Dewa Suma, seorang Dewa yang mempuyai kekuasaan di wilayah timur di Alam Dewa.
Kecantikan Dewi Krystal Nurmala sudah tersohor di seatero Alam Dewa sehingga banyak dewa yang ingin mempersuntingnya, dan selama itu tak ada yang memgetahui jika sebenarnya sang Dewi sudah memiliki kekasih yaitu Dewa Cakra Tirta Sanjaya atau sang Dewa Perang.
Hingga suatu ketika, karena suatu hal sang Dewi di paksa untuk menjadi selir dari Kaisar Dewa, salah satu penguasa di Alam Dewa yang membawahi para dewa di bidang sosial ketatanegaraan.
Peristiwa inilah yang memicu ketegangan Alam Dewa saat itu, karena sang Dewa Perang akhirnya murka, menerabas aturan dengan memasuki istana Kaputren tanpa ijin hanya demi bertemu dengan Dewi Krystal Nurmala.
Setelah bertemu dengan Sang Dewi di istana Kaputren, Dewa Perang itu bahkan membawanya ke Istana Dewa Perang karena merasa dirinyalah pemilik sang Dewi.
Saat itulah di Alam Dewa terjadi keguncangan, sang Kaisar Dewa sangat murka merasa di lecehkan, namun tak memiliki kemampuan dan keberanian menyerang istana Dewa Perang yang memang memiliki prajurit perang terhebat di Alam itu.
Ahirnya sang Kaisar melakukan permohonan kepada SANG PENCIPTA, dan menurutnya karena dirinyalah Dewa Perang akhirnya berhasil di "buang" dari Alam Dewa.
Padahal sebenarnya, SANG PENCIPTA lah yang paling tahu segala sesuatu di Jagat Raya ini, dan keberadaan Dewa Perang di Alam manusia sejatinya untuk menyelamatkan umat manusia, semua itu hanya PENCIPTA lah Yang Maha Tahu segalanya.
**
"Nanti jika semua urusan sudah selesai, setidaknya tak ada lagi kekacauan yang besar, sebelum kita melakukan Sumpah Janji di bawah langit, Kakang akan bercerita."
Dua gadis itu menarik nafasnya, meski penasaran sekali tapi hanya di pendam saja, karena tak mungkin memaksa seorang Jaya untuk berbicara sekarang.
Jaya menatap langit yang hanya bertabur bintang, karena bulan yang hanya segaris sudah menghilang di sisi barat, "Kalian tidurlah, besok pagi Kakang bangunkan jika mau berangkat ke perguruan Tiga Batu Jajar."
Dua gadis itu sedikit cemberut, merasa masih kangen ingin selalu bersama, bercerita dan berbincang bersama sang pujaan hati, karena sudah lama tak bertemu.
**
Meski malam sudah larut, ratusan banyangan terlihat bergerak menuju ke arah perguruan Tiga Batu Jajar.
Ratusan orang itu adalah kelompok Bayangan Kegelapan, yang langsung di pimpin oleh sang Tetua Agung bernama Tetua Junara, bersama dua tangan kanannya. Dua sosok yang selalu berada di dekat sang tetua, memakai jubah panjang hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya.
"Percepat gerakan kalian..!, tepat tengah malam usahakan kita sudah tiba di lereng Silayur," seru Sang tetua Agung, lereng Silayur adalah sebuah lereng yang berada di sisi selatan perguruan Tiga Batu Jajar.
__ADS_1
Harapan sang tetua mereka bisa bermalam di sana dan esok hari bisa langsung menuju ke sasaran dalam kondisi badan sudah bugar.
Orang orang tersebut makin mempercepat gerakan, agar segera tiba di tempat yang di maksud sang Tetua.
Selain dua tangan kanan yang selalu ada di samping Junara, Tetua Agung itu juga di bantu oleh beberapa tetua biasa, yang berjumlah lima orang. Merekalah yang mengatur pergerakan para anak buah sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh sang pemimpin utama.
"Tinggal satu kali pendakian lagi, kita akan tiba di lereng itu," teriak salah satu tetua yang menjadi penunjuk jalan.
"Ayoo...cepat..! cepaaat...!!, agar kita bisa segera istirahat di sana..!." seru tetua yang lainnya.
Tepat tengah malam ratusan orang tersebut tiba di sebuah lereng yang di bawahnya ada semacam tanah lapang, lereng yang berkelok kelok layaknya ikan panjang tersebut oleh kebanyakan orang di namakan si Layur (Ikan Layur)
**
Hari sudah berganti, namun matahari belum menampakkan diri di sisi timur, hanya sedikit semburat kemerahan yang mulai terlihat menandakan jika sang surya sebentar lagi muncul.
Orang orang di perguruan Tiga Batu Jajar bahkan masih terlelap di tempat peristirahatan nya masing masing.
Sementara di luar dinding pembatas terlihat ratusan orang orang dari kelompok Bayangan Kegelapan mulai berdatangan memasuki kawasan perguruan Tiga Batu Jajar.
"Serangaaan...!."
Serangaaaan...!!."
Teriakan para penjaga yang tergopoh gopoh menyadari banyakanya orang asing yang berdatangan masuk ke area perguruan tersebut.
Semua seperti terlecut, bangun dari istirahatnya, lalu menyambar senjata masing masing kemudian melesat ke arah depan.
Tampak di luar, anggota Bayangan Kegelapan sudah mengepung area tersebut.
"Inilah akibat yang kalian terima, atas penolakan tawaran kami tempo hari..!." teriak Junara, sambil mengarahkan anak buahnya makin merapatkan kepungan.
Nampaknya kelompok Bayangan Kegelapan berniat memusnahkan seluruh orang yang ada di tempat tersebut.
_____________
__ADS_1
Jejaknya....