
Raja Agung Iblis sudah melayang makin tinggi di angkasa, matanya memancarkan kilatan aneh sebuah cahaya kegelapan yang mampu menelan apapun, membius dan menyerang jiwa yang menatap nya, sedangkan tubuhnya bergetar memancarkan aura kekuatan nya.
Sebuah aura berwarna gelap yang menyebar dan menyelimuti alam sekitar hingga radius beberapa kilometer.
Alam Dewa seketika meredup seperti tertutup oleh tangan raksasa di atas angkasa, tangan itu seperti bersiap untuk meremas alam dewa.
Hewan dan apapun dalam radius beberapa kilometer menjauh karena ketakutan dengan kekuatan yang mulai menyelimuti tempat tersebut.
Seluruh makhluk yang berada disana pasti akan kesulitan bahkan hanya untuk sekedar bernafas, hatinya tergetar oleh kekuatan yang menakutkan.
Dewa Cakra melesat menyusul ke angkasa, memancarkan aura Keagungan untuk melawan pancaran aura lawan, mungkin hanya dirinya yang tak terpengaruh oleh tekanan kekuatan aura lawan.
Keduanya sudah berhadapan dalam jarak satu kilometer.
Kedua Pemimpin itu kini sudah mengeluarkan aura kekuatan masing masing, menyelimuti tempat tersebut hingga ratusan kilometer.
Aura Kegelapan dan Aura Dewa berbenturan dan bergesekan saat kedua selaput tipis yang penuh kekuatan itu saling menunjukkan dominasinya.
"AWAN KEGELAPAN PEMANGSA...!."
Kembali Raja Agung Iblis berteriak, lalu tangannya melambai dan membentuk sebuah gerakan dengan kuat.
Kabut gelap yang ada di sekitar nya mulai memadat membentuk ratusan pedang hitam transparan lalu melesat sangat cepat seiring tangan Raja Agung Iblis di kibaskan ke depan.
Kecepatan serangan tersebut sangat luar biasa, seperti kilat yang menyasar ke bumi.
Ratusan pedang hitam transparan itu menyasar badan Cakra Tirta.
"Pasti celaka, Dewa Cakra pasti celaka, setidaknya serangan serangan itu akan merontokkan Raga Abadi puluhan lapisan sekalian."
"Serangan yang mematikan, dengan kekuatan sangat menakutkan."
Para penduduk Istana kekaisaran yang mampu melihat pertarungan di angkasa sudah saling berargumen.
Tubuh Cakra Tirta yang bersinar lalu berkedip, sesaat lalu menghilang seperti di telan waktu, begitu ratusan pedang hitam transparan itu menghujani tempat dimana dirinya semula berada.
"Haah.. cepat sekali? seperti kecepatan cahaya..?!."
"Tidak..bukan kecepatan cahaya, bahkan lebih cepat seperti menembus ruang dimensi.."
Serangan Raja Agung Iblis mengalami kegagalan, kekuatan yang di ciptakan tak menghasilkan apapun, serangan itu mengenai tempat kosong.
Cakra Tirta Sanjaya melesat lagi, kecepatan nya sangat luar biasa, seluruh tubuhnya kini sudah memancarkan cahaya BADAI MATAHARI tingkat tinggi.
Badannya beberapa kali berkedip berpindah pindah lokasi, kini tiba tiba sudah berada beberapa meter di depan sosok Raja Agung Iblis.
__ADS_1
"Mati...!."
Serangan tusukan tombak kyai Seto Ludiro yang mengandung kekuatan badai matahari memancar menikam ke arah Raja Agung Iblis.
Lintasan serangan yang luar biasa menghancurkan itu menyasar tubuh Raja Agung Iblis.
WWUUSS....
Sosok Raja Agung Iblis langsung menjadi asap hitam begitu tertembus cahaya tombak yang memancar dengan kekuatan mengerikan.
Raja Agung lolos dengan cara yang menakjubkan.
Kedua Pemimpin tersebut memang sosok yang 'pilih tanding', tak mudah untuk di kalahkan.
**
Sementara itu pasukan Prajurit Batu yang sudah kembali pulih, setelah di hancurkan oleh Raja Agung Iblis kembali menyerang sisa sisa pasukan Iblis.
Sementara Dewa Kebijaksanaan sudah masuk ke dalam wilayah istana Kekaisaran, mulai menyapu pasukan Iblis yang di pimpin oleh para Senopati iblis.
"Hancurkan seluruh iblis laknat...!!." teriak Dewa Kebijaksanaan memompa semangat semua sisa pasukan yang ada di wilayah istana Kekaisaran.
Dengan adanya bantuan Dewa Kebijaksanaan, semua kembali berkobar.
Pemimpin Dewa Pemusnah juga ikut penyerangan setelah tadi sempat nyalinya menciut karena kekalahan nya melawan Panglima Iblis Hitam Roku.
Wilayah tersebut kini ikut berantakan setelah sebelumnya terjaga oleh Segel Formasi Pengaturan.
Para Iblis yang menyusup masuk ke dalam wilayah istana Kekaisaran ternyata lumayan banyak, bahkan mendekati seribu pasukan, meski celah segel formasi pengaturan hanya terbuka seukuran pintu biasa namun celah tersebut di manfaatkan dengan baik oleh para Iblis untuk menerobos kesana, jumlah pasukan Iblis itu sudah cukup untuk membuat wilayah istana Kekaisaran porak poranda.
Ledakan ledakan pertarungn terjadi, bangunan banyak yang berguguran runtuh oleh kekuatan hantaman yang melebar dan salah sasaran.
Istana Kekaisaran kacau balau, porak poranda di jadikan arena peperangan.
**
Ratusan bahkan ribuan penghuni istana kekaisaran menyambut secercah kemenangan itu dengan riang gembira, meski belum benar benar memenangkan peperangan namun hawa hawa kemenangan sudah tampak di depan mata.
Jumlah pasukan Iblis makin banyak berkurang, baik yang di dalam wilayah istana Kekaisaran maupun yang berada di luar wilayah tersebut.
Yang didalam wilayah istana Kekaisaran di hancurkan oleh para Dewa di pimpin langsung oleh Dewa Kebijaksanaan, sedangkan di luar wilayah istana di hancurkan oleh pasukan Prajurit Batu.
Dari sekian banyak penghuni Alam Dewa hanya ada satu sosok yang terlihat gelisah dengan kemenangan tersebut, sosok tersebut adalah Kaisar Dewa.
Kaisar Dewa sangat gundah hatinya, pasalnya penghancuran iblis di motori oleh Dewa Perang, yang notabene adalah musuhnya.
__ADS_1
Pasti tak akan berlalu begitu saja setelah Dewa Cakra Tirta Sanjaya memenangkan pertempuran melawan iblis, mereka berdua harus menyelesaikan urusan mereka juga.
"Aagghh...!."
Kaisar Dewa mendesah dengan gundah, bagaimana pun urusan dengan Dewa Perang mesti di selesaikan.
Mereka mesti bertarung untuk itu.
"Semoga kau akan semakin lemah setelah melawan Raja Agung Iblis." seringai licik tercipta di raut wajah nya.
"Ingsun tinggal menyelesaikan sisanya...ha..ha..ha...!"
**
Raja Agung Iblis kembali merentangkan kedua tangannya, membaca beberapa rajah mantra, lalu mengusap kedua tanduk yang kini memancarkan asap kehitaman.
Dari tanduk yang berasap tersebut terlihat percikan percikan dan tanduk tersebut sedikit membara seperti terbakar sesuatu.
"GERBANG NERAKA....! Terbuka...!!."
Begitu Raja Agung Iblis berteriak, langit seperti retak, suara seperti gemuruh guntur terdengar sangat kuat.
Dari langit yang retak tersebut mulai keluar sulur sulur yang memanjang.
Tentakel rakasa itu keluar dengan cepat dari retakan langit yang terbelah.
"Ha..ha...ha ...Gerbang Neraka sudah ku buka tak ada lagi yang akan tersisa di alam ini..!." Raja Agung Iblis tertawa dengan penuh kesombongan dan keangkuhan.
Gerbang neraka memang membuka celah, mendatangkan monster monster ganas dari dunia lain, dunia yang di yakini lebih kuat dari alam dewa.
Sosok sebesar gunung dengan wujud kepala naga namun memiliki tentakel selayaknya gurita Kraken mulai terlihat di angkasa.
Saking besarnya makhluk tersebut hingga benar benar menutupi seluruh wilayah istana Kekaisaran dari cahaya matahari alam dewa.
"Haah...apa itu..?."
"Monster iblis apalagi yang muncul..?."
Dewa Kebijaksanaan menatap ke arah mahluk di angkasa, matanya memicing dan mulai mengenali makhluk tersebut.
"Iblis Naga Gurita...!!."
Naga Gurita Iblis adakah mahluk dari neraka yang sangat ganas dan sulit di kalahkan.
______________
__ADS_1
Tetap dukung karya ini, berikan juga dukungan nya di karyaku yang lain termasuk karya baruku