
Jaya kembali ke sembilan orang kelompoknya, sedikit kaget dengan apa yang di lihat dan di dengarnya tadi( tentang para iblis dan rencananya).
Wajahnya terlihat sangat gusar, sangat jelas sekali ada kekhawatiran di rautnya dan itu tak pernah di temui oleh orang orang Awan Putih, yang selama ini bersamanya.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi Nakmas?." Koloireng bertanya melihat kegusaran di wajah Jaya Sanjaya, legenda Mata Iblis terlihat heran belum pernah di lihatnya Jaya menunjukkan wajah yang terlihat gelisah seperti saat ini.
"Apa yang terjadi..?." Prono Condro juga mendekat melihat ke Jaya, sama seperti Koloireng, sesepuh Gagak Hitam itu terlihat penasaran.
Jaya mengajak kesembilan anggota Awan Putih yang berada di area menunggu itu sedikit menepi, agar apa yang di bicarakan tak di dengar kelompok lain karena bisa saja tak semua orang bisa mempercayai apa yang akan di katakan Jaya nanti.
"Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, " kata Jaya dengan berat hati, lalu diam sesaat menunggu reaksi seluruh anggotanya tersebut.
Semua anggota Awan Putih itu melihat ke arah Jaya dengan seksama.
"Cepat katakan Jaya..jangan bikin kami penasaran..!," seru Randu Sembrani yang sudah menganggap Jaya seperti Pelangi, muridnya.
"Apakah kalian percaya jika Iblis itu nyata dan ada?."
Semua saling pandang, sedikit bingung dengan apa yang tersirat dari pertanyaan Jaya, tentu saja selain Prono Condro.
"Apa maksud Nakmas?." tanya Respati sedikit bingung.
"Kakek percaya jika Iblis itu nyata dan ada?." kembali Jaya mengulang apa yang tadi di tanyakan.
"Orang jahat yang tak punya aturan norma itulah yang di sebut iblis," sahut Baroto memotong percakapan tersebut.
"Orang yang keji dan tak berperikemanusiaan itulah iblis," Pitu Geni juga menyahut di pembicaraan itu.
Jaya tersenyum, "Bukan itu maksudku, tapi benar benar sosok iblis..''
Semua menggeleng, terkecuali Prono Condro yang malah tersenyum simpul.
Jaya menarik nafasnya, memejamkan matanya sesaat, "Sosok iblis itu nyata ada, bukan sosok orang yang bersifat seperti iblis tapi benar benar iblis dengan fisik rata rata tinggi besar, memiliki tanduk di kepalanya dengan taring di giginya serta kulit kasar seperti kulit kerbau."
Kembali semua orang terbelalak matanya, terkecuali Prono Condro.
"Benarkah itu Nakmas..?," Sumanjaya bertanya sedikit kaget.
"Benar, apa yang di katakan Nakmas Jaya benar adanya." kali ini Prono Condro yang berkata.
Semua kembali terbelalak, mendengar perkataan sesepuh Gagak Hitam tersebut.
__ADS_1
"Apa maksud sesepuh Prono?." Randu Sembrani yang memang sudah tahu tentang Gagak Hitam sejak lama bertanya.
"Kalian tahu kekuatan Gagak Hitam?."
Yang lain menatap sesepuh tersebut, masih dengan kebingungan.
Craaaassh...!!
Tiba tiba tokoh tua itu menebas lengannya hingga hampir terpotong.
Semua kaget dan terkesiap dengan apa yang di lakukan sang sesepuh, bagaimanapun juga ngeri melihat apa yang di lakukannya.
"Aaarcch...!." Prono Condro meringis menahan sakit, lalu secara perlahan lengan yang sudah terkulai hampir putus tersebut pulih kembali.
Prono Condro tersenyum setelah tangannya pulih seperti sedia kala.
"Kekuatan ini aku dapatkan dari sosok Iblis, ratusan tahun yang lalu."
"Iblis... benar benar Iblis seperti yang di katakan Nakmas Jaya." kata sosok tua itu lagi.
Semua orang kini ternganga mendengar apa yang di katakan Jaya dan Prono Condro.
"Dan saat ini dua iblis itu tengah mendatangkan pasukan iblis dari alam iblis untuk menghancurkan alam manusia."
Kembali orang orang menjatuhkan rahangnya, ternganga dengan apa yang di sampaikan Jaya termasuk Prono Condro.
"Saat ini di perkemahan Jiwa Abadi sudah tercipta sebuah portal dimensi yang mampu memindahkan sesuatu dari sebuah tempat ke tempat yang lain."
"Mereka berdua mendatangkan pasukan Iblis kemari."
Wajah wajah panik langsung terlihat saat itu.
"Apa yang akan kita lakukan Nakmas?." tanya Anuso Birowo dengan cemas.
"Kita akan perangi Jiwa Abadi, sekuat tenaga jika kita, jika memang kita tak mampu meyakinkan kelompok yang lain." kata Jaya dengan tegas.
**
Pasukan iblis makin banyak keluar dari portal dimensi yang di ciptakan oleh Iblis Wora dan iblis Wari.
Saking banyaknya sosok iblis itu hingga berjubel memenuhi tenda besar yang ada di sana.
__ADS_1
Terlihat dua iblis itu tampak puas melihat pasukan kiriman dari Raja Iblis.
"Kapan kita akan menyerang mereka?." Dwarakolo nampak sudah tak sabaran.
"Sabar dulu, setidaknya biarkan mereka saling bertempur dan saling bunuh jika perlu, itu akan makin memudahkan kita menyerang mereka sambil menunggu semua pasukan berpindah kemari karena portal ini sudah mulai tak stabil." balas Iblis Wari.
Dwarakolo telihat kurang senang dengan apa yang di katakan Iblis Wari tersebut, baginya bangsa manusia adalah bangsa yang lemah, tak perlu untuk di takuti.
**
"Jangan membual kau anak muda..!, jika kau memang tak ingin melanjutkan pemilihan pemimpin Agung Serikat Pendekar...!, kau dan kelompokmu bisa mundur..!," seru Bayu Sastra pemimpin Kuda Terbang dengan tatapan sinis kepada Jaya sanjaya ketika mengungkapkan apa yang di ketahuinya.
"Aku tak membual kepada kalian, apa yang aku katakan adalah kebenaran..!."
Moncong Putih yang mengerti jika pemuda di hadapannya sosok ksatria masih menatap tajam, meski sedikit tak percaya dengan apa yang di sampaikan tentang sosok iblis tapi dirinya juga tak ragu tentang kejujuran pemuda tersebut.
"Apa buktinya jika memang pemimpin Jiwa Abadi adalah iblis?."," kali ini salah satu sesepuh dari partai Es Abadi berkata, rasa dendam dengan Awan Putih membuat tokoh itu tak mau percaya begitu saja.
"Aku tanya apa ada di antara kalian yang pernah melihat sosok dua tetua Jiwa Abadi?." kali ini Prono Condro berkata membela tetuanya.
Semua terdiam, karena nyatanya mereka tak pernah melihat dua sosok itu tanpa melepas tudung dan penutup wajahnya.
"Tak ada kan, selain aku.?," kata Prono Condro, "Aku saksi hidup yang pernah bertatap muka dan berbincang dengan mereka..!."
"Memangnya kau siapa..?!?!," seru Antareja, Tetua Agung dari Bumi Langit tersebut, menatap tajam ke arah Prono Condro dan tampak meremehkan.
"Aku sesepuh Gagak Hitam, dan kini bergabung serta bernaung dengan kelompok Awan Putih..!, aku tahu iblis itu karena kekuatan ku berasal dari mereka..!," Prono Condro masih berupaya meyakinkan orang orang di sana.
"Ooh jadi kau seorang penghianat..!, setelah di beri kekuatan kini membelot..!," ledek Tetua Naga Hijau Joko Lodro yang bergelar Dewa Naga.
"Tutup mukutmu..jika kau tak tahu kebenarannya jangan asal bicara..!," sesepuh Gagak Hitam itu meradang mendengar perkataan tetua Naga Hijau yang menusuk itu.
"Lah terus apa namanya? orang yang di beri kekuatan tapi kini memusuhi? jika bukan penghianat?." Joko Lodro kembali berkata, tersenyum miring dan mencibir.
"Keparaat...bangsaat..!, kalian memang setolol tampang kalian..!," bentak Prono Condro kecewa dengan tanggapan orang orang itu saat Jaya menyadarkan mereka dan memberitahukan tentang keberadaan sosok iblis.
Joko Lodro yang juga sudah terpancing amarahnya sudah meloncat maju, "Aku tantang kau jika memang mumpuni..!."
___________
Jangan lupa jejaknya
__ADS_1