
Sebuah istana yang sangat megah namun tampak suram ada di sisi tengah dari Alam Dewa.
Istana tersebut terlihat hanya di selimuti cahaya keemasan, cahaya yang selalu memancar dari pusat inti istana itu, lalu melingkupi nya.
Ya, itu adalah istana Dewa Perang.
Semenjak sang Dewa pemilik istana itu meninggal kan alam Dewa, secara otomatis istana tersebut akan tersegel oleh sebuah kekuatan pelindung yang di sebut segel formasi pengaturan.
Seluruh penghuni istana tersebut perlahan lahan akan terdorong untuk meninggalkan tempat itu, bagi yang berniat bertahan pasti akan mengalami masa sulit dan kesusahan, hingga akhirnya seluruh kehidupan yang ada di istana tersebut benar benar keluar dari wilayah itu.
Kini istana itu hanya terlihat lengang tanpa adanya aura kehidupan.
Namun jauh di bawah istana itu berdiri, tepatnya di salah satu ruang bawah tanah yang sangat luas, sebenarnya ada ratusan bahkan ribuan sosok sosok dengan wujud pasukan manusia batu, dalam keadaan tertidur.
Mereka masih menunggu untuk di bangkitkan oleh sang pemilik pasukan, yaitu Dewa Perang.
Mengapa istana itu di sebut Istana Dewa Perang? karena sesungguhnya adanya keberadaan pasukan perang tersebut, ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu bahkan sejak zaman Dewa Perang Kuno masih ada, sebelum Zaman Dewa Cakra Tirta Sanjaya menjabat sebagai Dewa Perang.
**
Akhirnya Jaya Sanjaya atau Dewa Cakra Tirta Sanjaya berhasil mengalahkan musuh musuhnya, dengan kehebatannya dia membantai tiga ratusan Iblis yang berjaga dan mengepung tempat itu.
Kini Cakra Tirta menatap ke arah istana Ungu, sedikit senyuman terpancar di wajah tampannya.
Pandangannya menyapu sejenak ke arah sekeliling, lalu kembali beralih ke Istana Ungu.
Dengan ketajaman indra penglihatan nya Cakra Tirta mampu menatap banyak pasang mata dari istana itu yang menatap ke arahnya, salah satu nya adalah Dewi Krystal Nurmala.
Untuk sesaat keduanya terpaku saling menatap dalam jarak beberapa ratus meter tersebut.
Meski jaraknya sangat jauh namun keduanya mampu melihat dengan begitu jelas terutama Cakra Tirta, dari sanalah akhirnya sang Dewa Perang itu mampu menatap segala kegundahan dari raut wajah sang Dewi.
"Aah...maafkan aku, mungkin ada banyak hal yang harus ku jelaskan untuk nya."
**
"Bagaimana ini, apa yang mesti kita lakukan?." terlihat para Dewa tengah berkumpul, mereka tengah membahas apa yang harus di lakukan.
"Saat ini Alam Dewa sudah sangat hancur, dari total keseluruhan mungkin hanya tersisa limapuluh persen saja yang masih utuh, itupun di dominasi wilayah wilayah istana yang terdapat segel formasi pengaturan. Tanpa adanya kekuatan tersebut maka Alam ini pasti hancur total." salah satu Dewa berkata.
__ADS_1
"Benar, bahkan ribuan Iblis kini sudah melintas dan menduduki Hutan Kegelapan, di sisi selatan Alam Dewa."
"Ingsun dengar serangan ini di pimpin langsung oleh Raja Agung Iblis, putra dari Raja Iblis tua, dan kehancuran yang diciptakan sangat sangat dahsyat."
Semua mengangguk mendengar perkataan itu, serangan Iblis kali ini bahkan beberapa kali lebih dahsyat daripada terdahulu.
"Bagaimana dengan pihak Kekaisaran?, bukankah mereka yang paling bertanggung jawab dengan Alam Dewa?."
"Benar, bagaimana dengan istana itu?, semenjak Dewa Perang Moksa Kaisar Dewa adalah sosok yang berkuasa ."
"Hmm, Sesungguhnya kekuatan Kaisar Dewa tak ada apa apanya jika di banding Dewa Cakra Tirta."
Sahut menyahut mereka membicarakan serangan dan akibat yang di alami, sebenarnya kini para Dewa mulai terlihat panik.
"Bagaimana menurut Dewa Kebijakan?." salah satu dewa menoleh dan menatap ke arah sosok yang kini tengah terpejam.
Dewa Kebijaksanaan tampak menarik nafasnya, raut wajahnya memperlihatkan sebuah beban yang berat yang harus di tanggung nya.
"Memang saat ini kita semua dalam kehancuran, bahkan penerawangan yang ku terima juga mengalami kekacauan," kata Dewa Kebijaksanaan dengan raut wajah lesu.
"Sebegitu parah?."
"Alam ini bisa hancur kapanpun." kembali Dewa yang bisa memberikan penerawangan itu berkata, dan perkataan itu membuat para Dewa merinding ketakutan.
"Haiish..apa yang harus kita lakukan?." keluh yang lain.
Serangan Iblis memang sangat menakutkan, mereka hampir sekuat Dewa, memiliki raga yang sangat kuat dengan tingkat regenerasi yang luar biasa.
Semenjak dahulu tak ada yang bisa membunuh Iblis semudah Dewa Perang.
"Kita harus bertarung mati Matian." akhirnya Dewa Kemakmuran berkata, " Dewa yang menang atau Iblis yang binasa." hanya itu pilihannya.
"Ya, dengan sisa sisa kekuatan dari seluruh istana kita padukan dengan kekuatan istana kekaisaran, dari sana kita membalas semua serangan Iblis."
Akhir nya para Dewa membuat sebuah keputusan, seluruh kekuatan yang masih tersisa di tiap tiap istana yang ada di alam itu akan bersatu, berkumpul dan memulai perjuangan dari istana kekaisaran.
"Tapi sebenarnya masih ada cara." tiba tiba Dewa Kebijaksanaan berkata.
"Apa maksud Pukulun?," Dewa Kemakmuran menatap kolega nya tersebut dengan penuh tanya.
__ADS_1
Dewa Kebijaksanaan tersebut kecil, "Masih ada Dewa Perang yang bisa menghentikan semua ini."
"Dewa Perang..??."
"Maksudnya Pukulun Bagaimana? ingsun kurang paham, bukankah Dewa Perang sudah Moksa? bahkan sang PENCIPTA belum mengangkat Dewa Perang yang baru?." Dewa Kemakmuran bertanya penuh keterkejutan.
"Ingsun sudah menemukan Dewa Perang, bahkan sempat melakukan pertarungan dengan nya."
"Haah .. bertemu? bertarung..?, tak salah Pukulun?."
"Benar, ingsun pernah bertemu dan bertarung, tapi bukan di alam ini, di alam yang lain." kata Dewa Kebijaksanaan mulai membuka apa yang selama ini di tutupinya.
"Meski di alam lain tanpa menampakkan Keagungan nya, ingsun masih saja kalah, tak mampu menandingi kehebatan nya." Dewa Kebijaksanaan sedikit tersenyum, mengingat kehebatan sang Dewa Perang.
Semua dewa mengangguk angguk, "Pantas saja Sang PENCIPTA belum memilih Dewa Perang yang baru semenjak kepergian Dewa Cakra Tirta, rupanya Dewa Cakra masih ada di semesta ini."
"Sekarang yang bisa kita lakukan adalah menemukan dan memohon pertolongan nya, meski sudah tak tinggal di Alam Dewa, ingsun yakin Dewa Cakra Tirta masih peduli dengan alam ini."
Semua Dewa tiba tiba merunduk di depan Dewa Kebijaksanaan, termasuk Dewa Kemakmuran," Mohon Dewa Kebijaksanaan, segera menemukan Dewa Perang, untuk memohon pertolongan nya."
**
Pasukan Iblis makin mengganas, mereka menghancurkan apapun yang di hadapi.
Mereka akan merusak, membakar dan menghancurkan semua bentuk keberadaan di Alam Dewa, entah itu hutan, ladang serta bangunan, apalagi segala kehidupan pasti langsung di musnahkan.
Nampaknya nya iblis iblis tersebut bukan hanya ingin mengalahkan para Dewa namun mereka juga ingin menghancurkan Alam Dewa, mereka ingin menghancurkan segala tatanan dan kehidupan yang ada di alam Dewa, mereka ingin menghilangkan Alam Dewa jika bisa.
"Terus musnahkanya semua..gghrh...!." para petinggi Iblis memberikan perintah kepada pasukannya.
"Gggrhh..Hancuuur...!!."
"Musnaaah....!!.''
Teriakan iblis iblis saat merusak apapun yang di temui nya.
_______________
Terimakasih atas kunjungan nya, baca juga nanti karya baruku yang mungkin akan terbit di akhir bulan ini WARISAN PENGUASA ALAM
__ADS_1