
Sosok kepala naga dengan sulur tentakel seperti gurita mulai muncul dari balik retakan yang ada di langit.
Perlahan lahan makhluk itu turun ke ke daratan, gerakan nya seakan terlihat lambat namun sesungguhnya sangat cepat.
Tiba tiba makhluk Iblis Naga Gurita sudah mengeluarkan aura kekuatan nya begitu tiba di tanah tersebut.
Aura kematian langsung menyerang bahkan menembus ke dalam wilayah istana Kekaisaran yang terlindungi oleh Segel Formasi Pengaturan.
Semua merasa sesak dengan aura kehadiran sosok monster tersebut.
Mahluk yang mengerikan itu kemudian mulai mengamuk saat tentakel nya terjulur dan merusak apapun yang ada di sekitarnya.
Tentakel yang berjumlah dua puluh itu berputar menghantam apapun yang ada di sana.
"Ha..ha..ha...semua kehidupan yang ada di alam ini harus musnah...!." Raja Agung Iblis tertawa melihat mahluk andalannya mulai menghancurkan apapun.
BRAAAKK.... BLAAARR...
Sulur raksasa menghantam bagian bangunan istana Kekaisaran, gedung setinggi pohon kelapa itu langsung hancur, begitu terkena hantaman tentakel tersebut.
Bukan hanya sulur nya yang menakutkan, dari mulut Naga Gurita itu juga menyemburkan gelombang Api yang mulai membakar tempat tersebut.
"Gawat...ini benar benar gawat.."
"Mungkin ini akhir dari segalanya, ras dewa akan musnah."
"Sungguh akhir yang tragis dari sebuah ras yang paling tinggi di semesta ini."
Semua sudah terlihat muram, ketakutan jelas terlihat di mata semua penduduk di sana.
Seorang Dewa yang terlihat ingin melarikan diri, langsung tertangkap oleh sebuah tentakel, di belit dan langsung di lempar ke udara sebelum akhirnya masuk ke mulut Naga Gurita.
"NYAMM...NYAAM...SUNGGUH LEZAT DAGING DEWA." Suara menggelegar terdengar dari Iblis Naga Gurita.
Nampak nya selain punya kecerdasan monster itu juga bisa berbicara selayaknya manusia.
Cakra Tirta sesaat terkesima, melihat perwujudan dan keganasan monster yang ada di depannya.
"Iblis Naga Gurita, salah satu dari empat monster penjaga empat arah mata angin yang beraliansi dengan Kegelapan."
"Kau sudah mulai berevolusi sedemikian rupa, namun wujudmu kini makin jelek saja..!," teriak Cakra Tirta sambil mengejek monster tersebut.
Nampaknya Dewa Cakra Tirta Sanjaya tak terlalu asing dengan sosok tersebut.
Iblis Naga Gurita terdiam sejenak, menatap ke arah sosok yang terlihat kecil jika di banding tubuh nya.
"GGRRHH... CAKRA TIRTA..?, KAU CAKRA TIRTA SANJAYA..??." suara menggelegar dari monster itu kembali terdengar.
Iblis Naga Gurita ternyata juga mengenal sosok Dewa Cakra Tirta.
"Ha.ha..ha... nampaknya ingatan mu masih terjaga.." kata Sang Dewa Perang, "Namun tingkah polah mu masih tetap sama saja, padahal kau sudah beri kesempatan untuk memperbaiki jalan hidup mu."
Iblis Naga Gurita mendengus, terlihat kemarahan di wajah nya, hingga dari hidungnya mengepul asap tebal kehitaman.
__ADS_1
"KEPARAAT...! KURANG AJAR...! HARI INI AKAN KU BALAS SEMUANYA...!." teriak Iblis Naga Gurita sambil menyemburkan api ke arah Jaya Sanjaya atau Dewa Cakra Tirta.
WWOOOOZZZZ...
Api yang berwarna merah menggumpal gumpal menerjang sosok Cakra Tirta.
Alam langsung mendidih, hawa panas menyebar ke seluruh alam tersebut saat semburan gumpalan api merah menerjang badan Cakra Tirta.
Namun sebelum gumpalan api merah mendekati Cakra Tirta, sosok Dewa Perang tersebut sudah tak ada di tempat semula.
Gerakan Cakra Tirta yang secepat cahaya tak mampu di ikuti oleh lintasan serangan Iblis Naga Gurita.
BLAAARR... BLAAAANG...
Sulur tentakel monster tersebut bertubi tubi menyerang dimanapun Cakra Tirta berada, namun semua serangan itu hanya mengenai ruang kosong atau tanah alam dewa, menimbulkan ledakan ledakan kuat serta parit parit raksasa sebesar sungai kering.
"Serangan mu masih saja lambat..!." teriak Cakra Tirta, mengibaskan tangannya yang menghunus tombak kyai Seto Ludiro.
WOOONG....
Lesatan cahaya menerjang dengan hawa Badai Matahari, serangan tersebut menghantam kepala Iblis Naga Gurita.
BLAAAAAAARR...!
Sosok naga gurita terpental, terkena lesatan gempuran dari Dewa Perang, namun Iblis Naga Gurita hanya tertawa saja.
"HA..HA..HA... SERANGAN MU MEMBUAT BADANKU TERASA GATAL SAJA..!."
Iblis Naga Gurita melambaikan semua tentakel nya kearah Cakra Tirta, gelombang kekuatan terbentuk dari gerakan tersebut, menerjang ke arah Dewa tersebut.
BOOOOOMMMMM....!!
Cakra Tirta terlempar ratusan meter, kekuatan gelombang ciptaan Iblis Naga Gurita sungguh sungguh dahsyat.
Raja Agung Iblis langsung melesat memburu di mana tubuh Cakra Tirta terlempar, begitu juga dengan sosok monster itu, mereka tak ingin kehilangan sosok dari sang lawan, untuk memastikan jika lawan benar benar mati nantinya.
Cekungan besar tercipta saat badan Cakra terlempar dan menggerus tanah tersebut.
"Aarrgh...," Dewa Cakra Tirta menjerit tertahan saat badannya menghantam tanah dan membentuk jalur parit raksasa.
Belum juga dia sempat bangkit setelah terlempar, dua lesatan serangan kembali menghantam dirinya.
JDUAAAAAARRRR...
BLEEEGAAAAAAAART...
Serangan tersebut adalah hantaman Raja Agung Iblis disertai hantaman tentakel raksasa.
Badan sang Dewa Perang terbenam di dalam tanah, seakan dikubur hidup-hidup oleh dua serangan tersebut.
"Gila..benar benar gila serangan dua sosok iblis tersebut."
"Menghantam Dewa Perang sekalian menguburnya."
__ADS_1
Perbandingan yang timpang antara dua pertarungan, yaitu pertarungn pasukan Iblis melawan Prajurit Batu dan para Dewa yang terlihat di menangkan oleh Prajurit Batu dan Dewa, serta pertarungn Cakra Tirta melawan keroyokan dua iblis yang terlihat di menangkan dua iblis tersebut.
Cakra Tirta yang sudah terpendam di tanah untuk sesaat terdiam, seakan akan memang Dewa Perang sudah mati terkubur di sana.
Iblis Naga Gurita dan Raja Agung Iblis masih menunggu, melayang beberapa ratus meter di udara, sambil mengawasi tempat dimana raga Cakra Tirta terpendam.
"Ayo.. bangkitlah..jika kau masih hidup..!."
Pandangan mata dua monster tersebut menelisik tajam.
Hampir beberapa saat lamanya dua sosok iblis menunggu kebangkitan Cakra Tirta, untuk selanjutnya akan di gempur lagi.
Namun sudah cukup lama di tunggu tak juga muncul dari dalam tanah.
"APA BENAR DIA MATI SEMUDAH ITU..??." Iblis Naga Gurita bergumam, namun tetap terdengar keras menggelegar.
"Bisa jadi karena sudah lemah, dan lapisan Raga Abadi nya habis," Raja Agung Iblis yang mengetahui kekuatan dewa menyahut.
Dua sosok monster itu lalu mengalihkan pandangan ke arah istana Kekaisaran yang sudah porak poranda, namun masih banyak para Dewa ada di sana.
"Kita musnahkan semua yang ada di sana.." Raja Agung Iblis menyeringai, menunjuk dan menatap kumpulan dewa yang kini terlihat ketakutan dengan kekalahan Dewa Cakra Tirta.
"BENAR ..AKAN AKU MAKAN SEMUA DEWA ITU.." Iblis Naga Gurita menyahut dengan suara besarnya.
KRAAAAAAKKK....
Suara keras rekahan tanah yang terbelah terdengar begitu menakutkan, getaran tersebut membuat alam dewa seakan mau terbalik.
Dari rekahan tersebut muncul sosok prajurit batu yang sangat besar, sebesar gunung dengan sosok Dewa Cakra Tirta yang terlihat duduk di bahu Prajurit Raksasa Batu.
"Kita seimbang dengan begini..!." Cakra Tirta tertawa dari atas bahu Prajurit Raksasa Batu.
Prajurit raksasa batu itu meloncat dan mendekat kearah dua monster iblis, dan langsung menyerang Iblis Naga Gurita.
Hantaman tangannya yang sebesar gunung anakan langsung menyasar iblis Naga Gurita.
PRAAAAKKK...
Serangan tersebut sukses mengenai kepala monster yang berujud kepala Naga, namun beberapa tentakel naga gurita juga sukses menghantam Raksasa Batu.
BOOOOMMM....
Dua sosok raksasa itu saling hantam, saling serang dengan dahsyat.
Keduanya saling belit dan bergulingan, bahkan Raksasa Batu mengunakan kekuatan gigitannya membalas Naga Gurita yang juga membelit tubuhnya dan menggigit satu lengannya.
Mereka bergulingan dari satu gunung menuju gunung yang lain dengan masih bertarung seru, terkadang masuk ke dalam laut dan tenggelam lalu bertarung di dalamnya.
Sedangkan Cakra Tirta sudah kembali menghadapi Raja Agung Iblis, menggempur anak Raja Iblis tua tersebut dengan kekuatan Badai Matahari.
_____________
Jangan lupa terus dukung karya ini juga karya baruku
__ADS_1