
Singo Dimejo langsung menerjang ke depan begitu mendengar ancaman lawannya.
"Hiaaaa...!!."
Wuuuuusss....
Pedangnya sudah berkelebat menyambar orang yang menggertak nya tadi.
Craaassh...!!
Sambaran pedang itu langsung menebas leher dari orang tersebut dengan cepat, membuat orang orang lain menjadi terbelalak kaget, memang hebat Raja Pedang ini.
"Bangsaaat..!!, seraaang...!!." teriak pemimpin kelompok dari Tinju Baja, murka anggota nya di tebas oleh Singo Dimejo.
Belasan orang itu langsung berhamburan maju berniat mengurung keempat orang tersebut.
Namun Karpo dipolo langsung beraksi bergerak maju," Nakmas Bendoro dan tuan Suman cukup di sini saja, biar kami yang membereskan." kata nya langsung melesat berdiri di samping Singo Dimejo.
Kini dua orang itu yang malah di kepung dan di keroyok oleh orang orang Tinju Baja.
Pertempuran tak terelakkan lagi, orang orang Tinju Baja menyerang dengan senjata di tangan kiri dan menghantamkan jurus Pukulan andalan nya dengan tangan kanan.
Jurus Tinju Baja yang terkenal dengan kekuatan pukulannya memang terbukti ampuh, terbukti untuk beberapa saat mampu merepotkan Sepasang Raja Pedang yang sudah menyambar kan pedang nya.
Trraang...! traaang....!!
Sambaran pedang itu di tangkis senjata lawan, suara berdentangan terdengar bersahut sahutan saat beberapa senjata saling beradu.
Namun tak butuh waktu lama untuk Sepasang Raja Pedang menunjukkan kelasnya.
Sreeett..! craaassh...!!
Belasan orang tersebut sebagian sudah terkoyak, tersambar senjata Singo Dimejo dan Karpo dipolo.
"Aarg..!."
"Aaarch..!!."
Jeritan para anggota kelompok Tinju Baja, ketika tubuhnya terkoyak tersambar senjata dua Raja Pedang itu terdengar melengking.
"Cuiih..!!, kemampuan cetek aja belagu..!," ledek Karpo dipolo kepada orang orang Tinju Baja.
Belasan orang tersebut kini hanya tersisa lima orang saja yang terlihat masih bugar, lainnya sudah bertumbangan ada yang mati namun ada juga yang sekarat.
Melihat hanya tinggal beberapa orang yang tersisa akhirnya kelompok itu melarikan diri.
"Lariiii..!!." teriak Pemimpin kelompok penyerbu, memberikan perintah aba aba tanpa menghiraukan anggota nya yang masih terluka dan tertinggal.
"Keparaat...! pengecut...!!," teriak Karpo dipolo.
**
Dunia persilatan makin terasa panas membara, penyebabnya apalagi kalau bukan dalam beberapa purnama kedepan akan di adakan sebuah pemilihan Pemimpin Agung dari Serikat Pendekar.
__ADS_1
Serikat Pendekar adalah sebuah perkumpulan yang di ikuti oleh semua kelompok kependekaran yang ada di jagat persilatan.
Bagi kelompok yang tak mengikuti kegiatan tersebut akan di anggap kelompok yang liar dan tak memiliki kuasa.
Bahkan bisa jadi kelompok yang tak mengikuti keanggotaan Serikat Pendekar bisa di pojokan, di usik dan bahkan di berangus keberadaanya.
Dan bisa dianggap sebagai kelompok buronan, kelompok yang tak layak di perhitungkan dan wajib di berantas, entah siapa yang menggagas semua itu awal mulanya, bahkan kelompok setingkat Partai Es Abadi dan Api Suci pun dengan patuh mengikuti kegiatan yang di lakukan sepuluh tahun sekali ini.
Sudah lebih dari beberapa kali pemilihan, Pemimpin Agung Serikat Pendekar di pegang oleh sebuah kelompok yang selalu mengasingkan diri setelah berhasil memenangkan pemilihan.
Dan anehnya kelompok itu hanya muncul saat pelaksanaan kegiatan Pemilihan Pemimpin Agung Serikat Pendekar, dan saat saat tertentu saja, misalkan ada kegemparan hebat kelompok ini baru muncul untuk menyelesaikan permasalahan sesuai keputusan nya, dan setiap keputusan nya tak ada yang berani mengganggu gugat karena semua tau kekuatan kelompok ini, tak bisa di lawan.
Kelompok tersebut bernama Jiwa Abadi, sebuah kelompok yang penuh misteri karena keberadaanya yang tak terdeteksi.
Namun hebatnya kelompok ini, mereka tak mencampuri apapun kegiatan kelompok lain, tidak menekan maupun mengintimidasi, bahkan seakan membiarkan semua kelompok berlaku sesuai keinginan masing masing, mereka hanya ingin menunjukkan pada dunia sehebat apapun kelompok pendekar yang ada namun mereka lah yang terhebat, itu saja ...dan itu memang di akui oleh orang orang sejagat persilatan.
Sebenarnya di sinilah akar permasalahan kenapa selama ini semua getol mencari benda pusaka untuk memperkuat diri dan kelompoknya, semua ingin menjadi penguasa di jagat persilatan.
**
"Benarkah ada sebuah perkumpulan yang mewadahi semua kelompok persilatan paman..?." tanya Jaya Sanjaya kepada Narimo.
"Ada Nakmas."
"Perkumpulan ini berisi semua kelompok persilatan yang ada di jagat ini."
"Namun tak semua kelompok bisa langsung berada di tingkatan utama."
"Semua kelompok akan di bagi menjadi tiga kelompok, kelompok tingkatan pemula, kelompok tingkatan madya dan kelompok tingkatan utama."
"Untuk perguruan, padepokan, atau persatuan yang sudah besar dan sudah teruji mereka masuk kelompok tingkatan Utama, seperti kelompok Partai Es Abadi, kelompok perguruan Api Suci dan kelompok kelompok lain yang setingkat dengan mereka seperti kelompok Naga Hijau, kelompok Harimau Besi dan masih banyak lagi lainnya."
"Ooh." Jaya mengangguk angguk saja.
"Sisanya kelompok yang bisa di anggap sedikit lemah akan masuk ke kelompok tingkatan Madya, di kelompok ini selain jumlah anggotanya sedikit juga di anggap kekuatannya masih kalah dari kelompok tingkatan utama."
"Lah terus untuk kelompok tingkatan pemula yang bagaimana paman..?," sela Jaya Sanjaya semakin penasaran dengan penjelasan Narimo tentang seluk beluk alam ini.
"Kelompok tingkatan pemula itu seperti kita, baru memulai membentuk sebuah perkumpulan, belum memiliki anggota dan mungkin masih diragukan kekuatannya."
"Apa harus memiliki banyak anggota kelompok, jika ingin menjadi bagian dari kelompok tingkatan Utama dan tingkatan Madya dalam pemilihan nantinya..?."
"Sebenarnya tidak perlu Nakmas, namun jika anggota nya sedikit dan di paksa bertanding terus menerus dengan anggota kelompok lain, bukankah akan habis juga tenaga nya kan..?, makanya di perlukan anggota yang banyak dan kuat untuk bertahan di kelompok yang lebih elit."
Jaya mengerti kini, untuk menjadi kelompok penghuni tingkatan Utama dalam pemilihan Pemimpin Agung Serikat Pendekar, di butuhkan anggota yang banyak dan hebat, namun bisa juga hanya beberapa orang saja tapi dengan syarat harus kuat tak terkalahkan lewat puluhan bahkan mungkin ratusan pertarungan.
Meskipun hanya dua anggota jika mampu melawan ratusan bahkan ribuan dia biasa di anggap kelompok tingkatan Utama, namun meskipun jumlah nya seribu namun semua lemah maka tergolong kelompok tingkatan Pemula.
"Baik aku mengerti paman, mungkin saat ini kita berada di kelompok tingkatan Pemula, namun aku berjanji dalam beberapa purnama ini akan terus mengembangkan diri menjadi lebih kuat, dan membawa Awan Putih menjadi kelompok yang di perhitungkan nantinya." kata Jaya Sanjaya dengan berapi api.
**
"Kenapa kalian..? Hah..?," bentak salah satu tetua Tinju Baja, begitu mendapati anak buahnya pulang dengan terseok-seok, dan lusuh penampilan nya.
__ADS_1
"Maaf tetua Lima, terjadi sedikit masalah," kata pemimpin kelompok yang menyatroni tempat Jaya Sanjaya mengadu.
"Coba jelaskan ada apa.."
Kemudian pemimpin kelompok pelaksana itu menceritakan semua yang di alaminya.
"Hmm, jadi di alas Lirboyo ada sekelompok orang yang membangun hunian..?."
"Benar tetua Lima.."
"Mereka membangkang membayar uang upeti kepada kita..?."
"Benar tetua Lima."
"Mereka bahkan melawan dan malah membunuh anak buah mu..??!!," tanya tetua Lima mulai terlihat marah.
"B..b.bbenar.....t.tetua.''
"Keparat...!, setaaan Alaaas...!!," teriak tetua Lima marah dan meracau.
"Apa nama kelompok itu..??!!."
"K..k.kalau... tak.. s.salah Awan Putih tetua.."
"Kurang ajar..kelompok apa itu..? Awan Putih..?," geram tetua Lima bergumam.
"Baikah laporan mu akan aku sampaikan kepada tetua Satu, nanti akan kita putuskan apa yang akan kita lakukan," sahut tetua Lima selanjutnya.
**
"Bagaimana berita tentang kitab pusaka..?," tanya Dewi Mata Iblis kepada anak buahnya yang berada di samping kereta kudanya dan berjalan pelan.
"Maaf Ratu, berita itu kini menguap tak ada yang mengabarkannya lagi."
"Terus bagaimana dengan berita pemuda yang keluar dari jurang Kedungpuru..?."
"Untuk berita tersebut memang benar Ratu, saat ini menurut berita pemuda tersebut bergerak ke Utara, tepat nya ke arah timur laut, Ratu."
"Hmm.."
Sang Ratu makin penasaran, apalah pemuda itu adalah pemuda yang sama yang menarik perhatiannya.
Ataukah ada sosok lain yang memang hebat dan berhasil membawa pusaka tersebut.
Ratu makin penasaran, mengingat misi yang di tugaskan untuk nya tak berhasil.
"Bagaimana Ratu..?, apakah kita langsung menuju Timur laut, ataukah pulang ke markas utama terlebih dahulu."
"Hmm, sebaiknya kita kembali ke markas utama dahulu, kita laporkan kepada pemimpin Agung masalah ini." kata Ratu Dewi Mata Iblis akhirnya mengambil keputusan.
____________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya.....
__ADS_1