Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Melanjutkan perjalanan...


__ADS_3

"Terimakasih pendekar Jaya," kata prabu Danurwindo dengan membungkuk penuh hormat.


Tak pernah selama ini ada seorang raja yang membungkuk seperti prabu Danurwindo, namun karena begitu besar Jasa dari seorang Jaya Sanjaya beserta rombongan Awan Putih, maka sang Prabu berlaku demikian.


Begitu besar rasa hormat dan segan dari raja itu terhadap pendekar yang sebelumnya tak dikenal kehebatan nya, namun ternyata sangat hebat, bahkan berhasil menjadi pemusnah dari sebuah kelompok terkenal yang bernama Akar Jiwa, padahal kelompok tersebut termasuk kelompok Utama di Serikat Pendekar.


Jaya yang semula duduk di kursinya, bergerak bangkit berdiri menyambut sang Prabu untuk meminta nya kembali duduk ke singgasana nya.


"Tak perlu sungkan Prabu, silahkan kembali duduk di Singgasana anda Yang Mulia."


"Kami merasa berhutang budi kepada tuan pendekar yang Sudi mengulur kan bantuan kepada kerajaan yang hampir ambruk ini," kata sang Prabu setelah kembali duduk di singgasana nya.


Jaya mengangguk tersenyum, "Harapan kami kelompok Awan Putih, kedepannya kerajaan ini bisa membangun diri, tak hanya secara fisik menjadi kerajaan yang megah tapi juga membangun masyarakat nya menjadi lebih baik dari yang selama ini."


"Benar, kami pun berharap demikian pendekar, semoga semua itu bisa kami wujudkan kedepannya."


**


Iblis Wora dan Iblis Wari tampak murka dengan berita yang di bawa dua anggota yang selama ini menjadi andalannya.


"Keparaat....badebah..!, kelompok itu menjadi duri dalam daging," racau Iblis Wari sembari menghantamkan tangannya hingga menjebol dinding ruangan tersebut.


"Ampun Pemimpin Agung, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik," sahut Sumantri dengan kepala menunduk.


Pyong Karund juga menunduk, apalagi melihat dua Iblis tersebut nampak memerah wajah nya dengan mata yang menyorot tajam.


"Sekuat itukah para perusuh itu?." gumam Iblis Wari, menatap saudara nya.


"Aku juga penasaran dengan kelompok ini."


"Jika bukan karena ingin membangun citra kelompok Jiwa Abadi, aku sendiri yang akan memburu dan melenyapkan nya." sahut Iblis Wora, mengepal kan tangannya.


Iblis Wari menatap saudara kembarnya tersebut, "Sekarang apa langkah kita? jika kita hancurkan markas nya juga percuma, karena pemimpin nya masih belum kembali."


Iblis Wora mengangguk, membenarkan apa perkataan saudaranya tersebut.


"Bagaimana jika kita perintah kan sekali lagi sebuah kelompok untuk memburu nya." usul iblis Wari masih menatap saudara kembarnya tersebut.


"Ya, aku setuju...!, kita kirimkan kelompok yang kali ini lebih kuat, agar misi ini berhasil."


"Menurut mu kelompok siapa yang pantas untuk memberi pelajaran orang orang itu?"


"Bagaimana jika kita panggil kembali sang Mayat tapi bersama dengan kelompok aslinya, Layon Pitu??, untuk memburunya..?."


"Hmm, aku setuju. Kelompok ini pasti akan mampu menumpas orang orang tersebut."


**

__ADS_1


Pagi hari rombongan Jaya sudah berpamitan dengan pihak kerajaan Jogonolo, dengan di lepas langsung di depan alun alun oleh Yang Mulia Prabu Danurwindo, menandakan bahwa rombongan Jaya adalah tamu penting.


Pelepasan yang juga di hadiri oleh para petinggi kerajaan itu terlihat cukup mengharukan, semua menyadari jika tak ada kelompok Awan Putih mungkin saat ini mereka tinggal nama, keluarga nya pasti sudah di bantai dan di jadikan budak, karena melihat kesiapan para pemberontak sangat menakutkan.


"Kami pamit Yang Mulia, jika ada umur panjang semoga kita bisa bertemu lagi," pamit Jaya mewakili rombongan nya.


"Sekali lagi terima kasih Pendekar, semoga kita bisa bertemu kembali di lain waktu."


Jaya dan rombongan menjura, menghormat, sebelum berbalik dan mulai meninggalkan tempat tersebut setelah di balas oleh para petinggi kerajaan Jogonolo.


Seperti janjinya, rombongan saudagar Suryadi sudah menunggu di ujung kota untuk melanjutkan perjalanan bersama rombongan Awan Putih.


Sudah terlihat dari kejauhan saudagar Suryadi tampak tersenyum, senang dengan kedatangan Jaya Sanjaya.


"Selamat datang Nakmas pendekar," sapa Saudagar Suryadi, dengan membungkuk kan badan.


Jaya tersenyum menghampiri dan merangkul nya, "Mari kita lanjutkan perjalanan kita, paman."


Dua rombongan tersebut lalu melanjutkan perjalanan, mumpung hari masih pagi dan belum terlalu panas.


**


Layon Pitu, adalah kelompok asli dari sosok Sang Mayat atau nama aslinya adalah Rakumba ( tentang sang mayat bisa di lihat di chapter kelompok sang Mayat)


Sebuah kelompok cabang dari Jiwa Abadi yang terkenal sangat menakutkan, konon mereka adalah pasukan bentukan langsung sang Iblis, dibangkitkan dari mayat mayat pendekar saat itu, sehingga mereka kini memiliki ilmu anehnya.


Ilmu iblis yang dimilikinya konon sangat mengerikan.


Tujuh orang dengan muka pucat layaknya mayat, kini tengah berdiri di depan dua Iblis Wora dan Iblis Wari, tatapannya kosong hanya menatap ke depan.


"Aku mendatangkan kalian karena ada sebuah tugas yang sangat penting."


Sang mayat atau Rakumha, sosok yang paling terlihat normal daripada yang lainnya, nampak mengalihkan pandangan kepada dua Iblis tersebut.


"Tugas apa itu Pemimpin Agung?."


"Memburu kelompok yang pernah menggangu usahamu bersama Burgundi memusnahkan anggota Cemoro Sewu."


"Kelompok itu??, bukankah sudah pernah ada kelompok yang Pemimpin Agung utus untuk memusnahkannya??."


Iblis Wora dan Iblis Wari hanya mendengus kesal.


"Jangan banyak cakap, laksanakan saja, jangan sampai gagal lagi."


Rakumba mengangguk, diikuti oleh anggukan yang lain.


**

__ADS_1


Rombongan Jaya dan Saudagar Suryadi sudah tiba di kabupaten Jagalan.


Sebuah wilayah dari kerajaan Jogonolo yang berada di wilayah Utara dan berbatasan dengan kerajaan Ngarsopuro.


Kabupaten Jagalan juga merupakan perbatasan dua Kerajaan Agung, yaitu Kerajaan Agung Karang Pandan dan Kerajaan Agung Karang Kadempel.


Wilayah yang semula merupakan markas utama kelompok Akar Jiwa, dan di perintah oleh seorang Adipati Suro Jelantik yang kini entah dimana rimba nya.


Satu hari sebelum keberangkatan Jaya meninggalkan kerajaan Jogonolo, dari pihak istana itu sudah memerintahkan seorang senopati untuk menjadi penguasa di Jagalan, bernama senopati Tulang Bawang.


Maka begitu mendengar rombongan sang pendekar dari Awan Putih itu melewati tempat tersebut, senopati Tulang Bawang langsung bergerak memyambut nya.


Jaya bahkan tak menyangka akan mendapat sambutan seperti itu.


Hari mendekati malam ketika rombongan itu sudah sampai di Jagalan dan tak mengira saat memasuki wilayah itu sudah ada prajurit yang menyambut nya.


"Kami di utus senopati Tulang Bawang untuk menyambut kedatangan tuan pendekar dan membawa ke rumah kabupaten."


Sedikit kaget Jaya, namun tak mampu untuk menolaknya, "Aku akan ke rumah kabupaten, tapi tak bersama rombongan ku, sampaikan itu kepada senopati Tulang Bawang."


Prajurit tersebut mengangguk sebelum meninggalkan tempat di mana rombongan Jaya dan sang saudagar beristirahat.


Sebenarnya senopati Tulang Bawang mengundang Jaya bukan hanya asal, tapi ada sedikit permasalahan yang akan di keluhkan kepada pendekar tersebut.


Semenjak kehancuran pemerintahan Suro Jelantik dan kelompok Akar Jiwa, kabupaten Jagalan menjadi rebutan kelompok kelompok dunia persilatan, termasuk kelompok kelompok besar seperti Api Suci dan partai Es Abadi.


**


"Terimakasih..., pendekar Sudi mendatangi undangan ku," sambut senopati Tulang Bawang.


Mereka tengah berbincang berdua dengan ditemani hidangan makan malam.


"Aku bersedia kemari karena yakin pasti ada sesuatu hal yang ingin senopati bicarakan," tebak Jaya sambil tersenyum.


Tulang bawang tersenyum kecut, niat nya sudah di ketahui oleh sang pendekar tersebut.


"Benar apa kata tuan pendekar, dan saya juga yakin pasti tuan pendekar tahu apa yang ingin aku bicarakan."


"Ha.ha..ha..kalau itu aku tidak tahu pasti, hanya saja aku mungkin bisa menebaknya."


"Pasti ini berhubungan dengan kekuasaan yang tak terlihat? berhubungan dengan dunia persilatan?."


Tulang bawang tertawa pelan, mengagumi kehebatan dan kepekaan pendekar muda di depannya.


"Tuan pendekar sungguh benar benar hebat, sangat peka dan penuh pengertian."


___________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya....


__ADS_2