Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Memberi Pelajaran kepada Api Suci


__ADS_3

"Kau tak akan bisa lari dari kenyataan jika hari ini riwayat mu akan tamat di sini..," seru Tapak Setan sambil berdiri menghadang Jaya Sanjaya.


Karena menurut Tetua lingkaran Ring Satu tersebut, tak mungkin dirinya kalah oleh sosok anak muda di depannya.


"Huh, bagaimana jika aku yang berkata seperti itu..?, hari ini tamatlah riwayat mu..," balas Jaya sambil menatap ke arah lawannya.


Kini keduanya sudah memisahkan diri dari yang lain, tak ingin jika pertarungan mereka terganggu.


"Ha.ha..ha..., memangnya kau sehebat apa mau menandingi ku..!!." kata Tapak Setan dengan kepercayaan diri yang tinggi.


"Hmm, kita mulai saja kalau begitu..."


Jaya sudah memasang kuda kuda dengan kaki kanan sedikit di belakang dan kaki kiri yang di depan sedikit ditekuk.


Begitupun dengan Tapak Setan, kedua tangannya kini sudah berpendar dan memerah.


"Hiaaaa..!!."


Tapak Setan melesat menyambar kan telapak tangannya yang sudah membara dan mencoba menghantam dada Jaya.


Dengan sigap Jaya melesat kedepan meliukkan tubuhnya sambil balik menghantamkan pukulannya.


Wuuuuusss...!


Deeeeesss..!!


Hantaman Tapak Setan hanya mengenai ruang kosong, namun dia juga berhasil menangkis serangan Jaya.


Begitu kedua tangan itu berbenturan gelombang kekuatan langsung bertemu.


Getaran kuat membuat keduanya memundurkan tubuhnya.


Benturan itu membuat lengan Tapak Setan terasa bergetar dan membuat nya menyadari akan kekuatan lawannya.


"Uugh...tak ku sangka anak ini kekuatannya sehebat ini."


Tapak Setan langsung meloncat mundur, menyilangkan kedua tangannya yang makin terlihat membara, menandakan dia sudah meningkatkan kekuatannya.


**


Gunadarma yang memilih menghadapi Pitu Geni sudah bertarung dengan masing masing orang mengeluarkan hawa panas.


"Huh..tak ku sangka kau akan jadi seorang penghianat..!." Ledek Gunadarma kepada Pitu Geni.


"Hidup adalah pilihan, dan aku memilih menjadi pengikut orang yang lebih baik dan kelompok yang lebih baik," balas Pitu Geni.


"Meskipun akhirnya akan kami bantai..!," seru Gunadarma sambil meloncat maju menebaskan pedang hitam legamnya.


Traaang ...!!


Sambaran pedang Gunadarma di tangkis golok Wiso Geni dari Pitu Geni.


Keduanya terjajar ke belakang beberapa langkah saat benturan dua kekuatan tenaga itu melebur.


Masing masing mengalami getaran di tangan nya, namun langsung memasang kuda kuda kembali dan memainkan jurus jurus nya.


Kekuatan makin di tingkatkan sebelum keduanya meloncat melesat maju menerang.


"Hiaaaa...!!."


Gunadarma meloncat lebih dulu, menebas kan pedangnya membelah ke arah dada lawannya.


Srrriiinng...!!


Pitu Geni sedikit menekuk kakinya, untuk menahan hantaman pedang lawan.


Traaang....!!


Kembali benturan terjadi, namun dengan sedikit membuang tangkisan goloknya ke samping membuat Gunadarma seakan terlempar.


"Arch..!." teriak Gunadarma ketika sebuah tendangan dari Pitu Geni menghantam punggung nya yang sudah terlanjur terhuyung ke depan.

__ADS_1


Gunadarma tersluruk ke depan terdorong oleh kuatnya tendangan Pitu Geni.


"Keparaat...!!, aku akan balas...!!.," racau Gunadarma, begitu berhasil menguasai diri dan bangkit kembali.


**


Kumala dan Baroto Sarkawi masih menghadapi ratusan orang yang mengepungnya.


CLAAAAPP...!!


Kumala berkali kali mengeluarkan jurus Mata Iblis untuk mengusir kerubutan anak buah Api Suci.


DAAAR...!


DAAAARR..!!


Anak buah Api Suci menangkis-kan senjatanya menghancurkan gelombang gelombang kekuatan Mata Iblis.


Ratusan anak buah Api suci menjadi sedikit menjaga Jarak.


Baroto Sarkawi juga mengamuk menghantamkan jurus Tinju Baja Membelah Jiwa, kedua tangannya sudah menyambar nyambar ke arah lawan yang mencoba mendekat, menghantam, mencakar dan meremas apapun yang bisa di tangkap nya.


Praaakk...! "Aarcch...!."


Praaakk..!! "Aaaaarrcchh...!!."


Suara kepala lawan yang pecah terdengar diantara dentangan senjata pertarungan di sana.


Pertarungan makin seru di tepi hutan tersebut, meskipun jumlah yang tak imbang namun tak membuat para pengeroyok itu mudah menaklukkan empat orang itu.


**


"Hebat juga kau anak muda...!, tak ku sangka aku menghadapi pemuda sehebat kamu."


"Hmm, itu belum seberapa."


"Jangan sombong..aku belum mengeluarkan seluruh kekuatan ku." kata Tapak Setan.


Selanjutnya dia mengeluarkan pedang yang juga berwarna merah.


"Ayo kita lanjutkan pertarungan kita..!." seru Tapak Setan dengan menyilangkan pedangnya di depan dada.


Jaya juga sudah bersiap dengan jurus Manggar Pecah nya.


Wuuuss...


Tapak setan meloncat melesat menyabetkan pedang dengan hawa panas tersebut.


Caaakkk...!!


Sambaran pedang itu meleset dan menebas sebuah pedang.


BLLUUURR...


Tebasan pedang itu langsung membakar pohon yang tertebas pedang Tapak Setan.


Jaya Sanjaya mundur sesaat, kemudian meloncat dan menghantamkan pukulan Manggar Pecah.


DAAARR...!!


Pukulan Jarak jauh itu di tepis pedang dari Tapak Setan, hingga buyar, bahkan hawa panas dari tangan kiri sang lawan yang tiba tiba menghantam membuat Jaya berjumpalitan menghindar.


Ziiiing...!


Ziiiing....!


Dua lesatan bayangan menghampiri Jaya.


Dengan sigap Jaya menangkap nya karena itu adalah tombak kyai Seto Ludiro dan perisai Wojo Digdoyo.


Meskipun sedikit kaget Tapak Setan langsung menyabetkan pedang nya ke arah Jaya.

__ADS_1


BLAAANG...!!


Hantaman pedang berhawa panas itu langsung kandas di tahan Perisai Wojo Digdoyo.


Kuatnya hantaman itu seakan terserap begitu pedangnya menyentuh permukaan perisai Wojo Digdoyo.


Belum hilang rasa terkejut dari Tapak Setan yang serangannya mudah diredam, sebuah tusukan tombak dari Jaya sudah memaksanya menghindar dengan cara meloncat mundur.


Jaya juga sedikit menarik mundur tombaknya ke belakang, lalu secepat kilat melesat maju kembali menusukkan tombak nya menyerang dengan ganas ke arah Tapak Setan.


Sebuah tusukan tombak dengan pancaran Badai Matahari, dan kekuatan Selaksa Ombak Menerjang.


JEDUAAAAARRT....!!


Ledakan terjadi saat Tapak Setan mencoba menangkis tusukan tersebut.


Tapak Setan terlempar, karena mencoba menangkis tusukan yang mengandung gelombang kekuatan pukulan Jaya.


"Aaarrrrhh..!!."


Jeritan Tapak Setan terdengar melengking, badannya terlempar berguling gulingan cukup jauh.


Wajahnya pucat pasi, keberaniannya seketika hilang melihat betapa dahsyatnya kekuatan dari lawannya.


Tanpa memikirkan apapun Tapak Setan langsung melesat meloloskan diri, menjauh dari kawasan tersebut menyelamatkan nyawanya.


**


JEDUAAAAARRT....!!


Jaya langsung menghantamkan pukulannya melempar anak buah Api Suci hingga tercerai berai.


Hawa panas yang mengepung Kumala dan Baroto Sarkawi yang di ciptakan oleh anak buah Api Suci langsung sirna begitu pasukan itu tercerai berai terlempar ke berbagai arah.


Wajah wajah pucat pasi dari anak buah Api Suci tersebut nampak terlihat, begitu menyadari tak adanya keberadaan sang pemimpin si Tapak Setan.


Baroto Sarkawi dan Kumala tak menyia nyiakan kesempatan tersebut, keduanya mengamuk menghajar anak buah tersebut hingga makin kocar-kacir, bahkan mulai banyak yang melarikan diri.


Gunadarma yang masih bertarung makin gelisah melihat semua anggota nya sudah kocar-kacir, bahkan si Tangan Setan atasannya kini sudah tak di ketahui keberandaan nya.


"Apakah kau juga mencoba lari... pengecut..?!," ejek Pitu Geni membuat Gunadarma yang memang ingin kabur sedikit tertahan.


"Huh..aku tak takut pada kalian...!." katanya menutupi rasa gugupnya.


"Kenapa wajahmu pucat seperti itu..jika tak takut..ha..ha..ha..!," kembali Pitu Geni berkata sambil meloncat maju menghantamkan pukulannya dan menebaskan golok Wiso Geni.


Wuuusss ..


Traaaangg...!!


Gunadarma menangkis sabetan golok Pitu Geni, namun pancaran panas dari tangan kiri Pitu Geni tak mampu di redam oleh gelombang panas yang Gunadarma ciptakan.


Gelombang itu menerjang badan Gunadarma hingga terdorong kebelakang beberapa langkah.


Pitu Geni kembali mengejar lawannya, dengan golok yang masih berkobar Pitu Geni kembali menebaskan nya.


Traaang....!!


Gunadarma menangkis sabetan golok tersebut, namun kuatnya sabetan Pitu Geni dan posisi nya yang rapuh membuat pedangnya malah terlepas dan terlempar.


"Inilah saat terakhir mu..!." teriak Pitu Geni kembali menebaskan golok nya menebas dada dari Gunadarma yang masih terkejut kehilangan senjata nya.


Craaaasshh...!


"Aaarrrrhh...!."


Jeritan Gunadarma menggema di pagi hari di pinggir hutan tersebut, membuat sisa anak buah Api Suci makin cepat berlari meloloskan diri dengan ketakutan dan tunggang langgang, hingga semua kini tak tersisa anak buah Api Suci selain mayat yang berserakan.


_____________


Jangan lupa tinggalkan jejak nya...

__ADS_1


__ADS_2