Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Kunjungan ke Alam Dewa


__ADS_3

"Hmm, ada apa dengan alam ini?."


"Mengapa terjadi kekacauan begitu dahsyat?."


Jaya yang kini dalam wujud asli Dewa Cakra Tirta Sanjaya menatap sekeliling, melihat alam dewa yang benar benar hancur, reruntuhan ada di mana mana, hutan hutan tercerabut pohon pohon nya, lautan bergolak dengan pantai pantai berserakan, bahkan gunung gunung serta bukit berhamburan.


Tatapan nya yang mampu melihat sangat jauh mulai beredar, memindai semua yang bisa di jangkau kekuatan visualisasi nya.


"Rupanya telah terjadi peperangan, jika melihat puing puing reruntuhan dan para korban nampak nya terjadi peperangan antara ras dewa melawan ras iblis."


Jaya seketika tersentak, "Aah bagaimana dengan istana ungu?" Istana ungu adalah tempat dimana Dewi Kristal Nurmala, sosok kekasih nya berada.


Karena tak ingin menjadi selir atau permaisuri dari Kaisar Dewa, sang Dewi memutuskan untuk menjadi seorang janda dan tinggal di istana tersebut.


Istana Ungu adakah tempat para janda janda Dewa tinggal, biasanya janda akibat suami nya gugur dalam tugas, mereka berada di sana karena tak ingin di peristri oleh dewa lainnya.


"Aku harus segera kesana," seru Jaya sambil melesat dengan kecepatan penuh, bergerak menuju sisi lain alam Dewa dimana Istana Ungu berada.


Jaya sudah melupakan kelompok Aryo Baruno, niatnya menyusul ke alam Dewa sebenarnya ingin memburu kelompok yang telah menyerangnya, namun melihat keadaan alam tersebut, prioritas utama tentu saja menyelamatkan Dewi Kristal Nurmala.


**


Di istana Ungu.


Terlihat sekelompok Iblis tengah berjaga jaga di sana, mereka nampak menyandera tempat itu.


Terlihat sekeliling istana itu telah hancur dengan puing puing kehancuran sisa perang yang berserakan, menandakan bahwa di tempat tersebut pernah terjadi peperangan yang dahsyat.


Istana yang juga di lindungi oleh sekumpulan dewa itu kini nampak di jaga pasukan Iblis, menandakan siapa kini yang berkuasa.


Ya, para iblis telah mengalahkan pasukan penjaga Istana Ungu dan saat ini istana tersebut dalam kekuasaan mereka.


"Kita jaga tempat ini sambil menunggu Yang Mulia Raja Agung Iblis, hanya Yang Mulia yang mampu menghancurkan pelindung utama Istana ini." kata salah satu iblis yang tengah berjaga di sana.


Istana Ungu memang dilindungi oleh sebuah kekuatan astral selain pelindung nyata sosok para Dewa, pelindung Astral tersebut sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan akan di aktifkan jika mengalami serangan seperti saat ini, jadi menjaga istana tersebut dari kehancuran nyata.


"Ya pelindung yang sangat merepotkan, jika saja tak ada pelindung ini tentu kita sudah berpesta dengan para Dewi disini," sahut iblis yang lain dengan muka mesum tak senonoh.


Para Iblis tergelak mendengar perkataan salah satu teman mereka, " Sabar, nanti jika Yang Mulia Raja Agung sudah menyelesaikan bagian yang lain, pasti kesini dan kita bisa menikmati para Dewi Dewi ini, setelah pelindung sialan ini di pecahkan."


Lapisan gelembung ungu tipis terlihat menyelimuti inti Istana Ungu, aura kuat memancar dari gelembung tersebut, nampak nya dari sinilah mungkin istana ini di sebut Istana Ungu.


Meski hanya terlihat seperti gelembung namun nyatanya itu sangat kuat hingga para Iblis tak mampu untuk menghancurkannya.

__ADS_1


**


Jaya melesat ke istana Ungu, saat ini dia sudah tiba di dekat tempat itu.


Kekuatan visualisasi nya memindai semua yang ada disana," Hmm, benar benar biadap kelakuan para iblis, semua tempat di hancurkan sedemikian rupa."


Dalam penampakan di mata Jaya bisa di hitung jumlah iblis yang berjaga di tempat ini.


"Ada sekitar tiga ratus pasukan Iblis disini, dengan yang terhebat adalah prajurit Senopati ," Jaya mengawasi dari tempat persembunyiannya.


Setelah menghitung dan memastikan Jaya melesat mendekati mereka.


Wiiiing ..Wiiing ...


Jaya terbang mendekat.


"Hhmm...grrh...ada yang datang," seru salah satu Iblis mengingatkan yang lainnya, naluri iblis memang sangat peka jika dibandingkan dengan manusia. hanya seseorang dengan ilmu tinggi yang mampu mengimbanginya.


Mendapat peringatan para iblis langsung bersiap dan siaga.


"Gghrh...nampaknya hanya seorang Dewa yang kesasar," kata Iblis yang nampaknya Pemimpin di sana.


Perkataan sang pimpinan di sambut gelak tawa seluruh anggota nya, mereka terkesan meremehkan sosok yang datang ke tempat tersebut.


Jaya hanya mendengus, tangannya melambai tiba tiba tombak kyai Seto Ludiro muncul dalam genggaman nya, sedangkan perisai kyai Wojo Digdoyo kini sudah ada di lengan kirinya.


"Sampah..alam..," teriak Jaya tanpa ragu langsung menusukkan tombak nya.


SRAAATTT.....


"BADAI MATAHARI....!."


Gelombang lintasan serangan langsung memancar dengan begitu ganas, menusuk ke depan dengan aura panas yang menakutkan.


CRAAAKKKK....


CRAAAKKKK.....


Lesatan serangan itu langsung menerabas tubuh tubuh iblis yang mulai mengurung Jaya.


"Aaaarch..."


Jeritan jeritan iblis langsung terdengar bersahut sahutan, hanya dalam satu serangan saja beberapa iblis sudah terkena dampak nya.

__ADS_1


Para Iblis tak menyangka akan hal itu, selama ini mereka terlalu percaya diri dengan kekuatan fisik mereka, bahkan para Dewa lawan lawan mereka selama ini tak akan mudah melukai tubuh mereka, namun kini ada sosok Dewa yang bisa menebas raga mereka hanya dengan sekali serangan.


"Keparaat...siapa kau sebenarnya..!," teriak Senopati iblis, menatap tajam Jaya Sanjaya.


Kini semua mundur beberapa langkah setelah belasan iblis tumbang hanya dalam satu tusukan.


Jaya tak berkata apapun, tubuhnya langsung berkelebat menerjang ke depan, mengayunkan tombak kyai Seto Ludiro.


Alam bergetar karena hawa panas yang menguar dari tubuhnya sejauh beberapa ratus meter, bukan hanya lengan Jaya yang berpendar, namun seluruh tubuhnya kini hampir menyala menandakan dia sudah mengerahkan hampir lebih dari limapuluh persen kekuatan Badai Matahari.


Iblis iblis bergelimpangan, tercerai berai dengan anggota tubuh yang berserakan terpotong, tertebas dan tertusuk tombak kyai Seto Ludiro.


Senopati iblis terbelalak matanya, baru kali ini dia menemukan sosok dengan kekuatan begitu hebat.


"S-si..siapa k-kauu.."


"Aku Dewa Tirta Cakra Sanjaya...!." teriak Jaya sambil terus menerjang dan menyerang.


Sang Senopati yang memang baru menjadi tokoh iblis tak terlalu mengetahui siapa itu.


"Persetan dengan nama mu, seraaang....!." seru Senopati iblis memberikan perintah kepada anak buah nya.


Sisa iblis langsung menyerbu, menyerang ke arah Jaya Sanjaya.


Ratusan senjata menebas badan Jaya, namun dengan mudah Jaya menangkis semua serangan bahkan dia bisa membalikkan keadaan dengan melakukan serangan.


BLEGAAAAARRTTT.....!


Jaya menghantam semua iblis dengan Selaksa Ombak Menerjang dengan didasari Badai Matahari.


Gelombang kekuatan menyebar menghantam semua iblis yang menyerang Jaya, kekuatan hantaman yang datang bergelombang dan berlapis lapis di sertai kekuatan panas Badai Matahari membuat iblis iblis itu terbakar.


Jeritan kematian iblis yang sekarat terdengar meraung raung membuat seluruh penghuni istana Ungu tertarik dan mulai mengintip dari balik pintu dan jendela, termasuk Dewi Kristal Nurmala.


Semua penghuni istana itu terlihat penasaran dengan apa yang membuat para Iblis menjerit, betapa terkejutnya Dewi Kristal Nurmala begitu melihat sosok yang selama ini di rindukan nya.


"Cakra Tirta...Kakang Cakra Tirta Sanjaya."


__________________


Terima kasih kepada para pembaca, baca juga karya baruku yang akan rilis pertengahan bulan ini yang berjudul


__ADS_1


WARISAN PENGUASA ALAM


__ADS_2