Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Tragedi Pemberontakan


__ADS_3

Berbondong-bondong orang berdatangan dari segala penjuru, menuju ke arah kotaraja Banditan pusat kota dari kerajaan Jogonolo.


Semuanya membaur menjadi satu, antara pengunjung baik dari penduduk lokal maupun pendatang, para tamu, para pedagang kecil yang ingin keliling menjajakan dagangan nya, juga para pemberontak yang menyusup diam diam menyaru bersama yang lain.


Banyaknya orang yang datang ke Jogonolo tersebut ternyata sangat sulit di bedakan, antara pengunjung biasa dan pemberontak yang menyusup, apalagi tak adanya aturan tegas dari pemerintah untuk pembatasan membawa senjata, hal inilah yang menyulitkan para prajurit yang berjaga.


Rata rata semua yang hadir pasti membawa senjata di badannya.


Selain para pengunjung yang berjubel entah dengan maksud apapun, pasukan prajurit pengawal dari tamu undangan juga turut memenuhi tempat tersebut.


Dari sekian pasukan penjaga yang dibawa oleh atasannya, pasukan dari kabupaten Jagalan lah yang terbanyak, terlihat sekali jika mereka sudah bersiap untuk berperang.


Selain jumlah nya yang terbanyak juga terlengkap dalam persenjataan nya.


Meski semua rencana itu sudah terbongkar, dan dari pihak istana sudah menyiapkan pasukan untuk mengatasi nya, namun pasukan Jogonolo juga tak menyangka jika kali ini akan sebanyak ini para pengunjung disana.


"Hati hati, tetap waspada jangan sampai lengah," pesan Jaya kepada anggota Awan Putih lainnya.


Hari belum siang, namun tak seperti tahun tahun yang lalu, saat ini keramaian perayaan itu berkali kali lebih meriah.


Para pengunjung kini makin ramai dan mendekat ke arah tenda mendekati sang prabu Danurwindo memberikan sambutan nya.


Entah siapa yang memulainya semua terlihat merangsek ke depan.


"Berhenti...!, jangan lagi maju..!!," teriak para prajurit penjaga istana Jogonolo.


Senopati Kumpul pragola yang menjadi memimpin pengawalan di alun alun mulai membentak orang orang yang terlihat nekat.


"Jangan nekat jika tak ingin celaka..!.''


"Aku pingin melihat raja ku..!, apa tidak boleh..??," hardik seseorang masih berniat nekat maju.


"Semua ada aturan nya jika ingin melihat Yang Mulia.."


Sementara Prabu Danurwindo sudah berada di depan mimbar untuk memberikan sambutan.


Srriing... sriiing....


Tiba tiba beberapa anak panah langsung melesat ke arahnya, mencoba menembus dada sang Raja.


"Serangaan....!." teriak Tumenggung Supono, seorang panglima perang dari Kerajaan Jogonolo, langsung melesat meloncat dan menangkis panah panah tersebut.


Traaang....!


TRAAAAAANG....!!


Tumenggung Supono mengibaskan tangannya, pedang yang menjadi senjatanya langsung menepis serangan panah panah tersebut.


Suasana langsung berubah mencekam pasukan penjaga dari kerajaan langsung melesat ke penggung sementara pasukan dari kabupaten Jagalan juga mulai maju ke panggung.


Kekacauan makin meningkat saat tiba tiba pasukan dari kabupaten Jagalan langsung menyerang prajurit dari Jogonolo.


"Keparaat...Penghianat...!!," teriak Tumenggung Supono menyabetkan pedang nya pada salah satu pimpinan pasukan lawan yang cukup di kenalnya.


Traaang...!!

__ADS_1


"Kita ketemu kembali Tumenggung..!!" seru Panjalu, salah satu pemimpin prajurit kabupaten Jagalan.


"Cuiih, tak kukira kau akan menjadi seorang Penghianat."


"He..he... hidup adalah pilihan, aku tak pernah di hargai disini, makanya aku menjadi prajurit kabupaten meski jabatannya hanya kepala pasukan tapi penghasilanku jauh di atasmu.


"Cuiih," kembali sang Tumenggung meludah mendengar pengakuan orang yang pernah saling mengenal tersebut.


"Tak perlu banyak bacot..seorang Penghianat akan aku penggal..!," terikat Tumenggung Supono lagi merangsek menebaskan pedangnya.


Sementara itu para anggota Kelompok Akar Jiwa sudah mulai merusak sarana dan prasarana yang ada di alun alun tersebut.


Kelompok itu bahkan menyerang prajurit pengawas dan penjaga keamanan yang sesaat lengah karena kerusuhan di atas panggung.


Sriing...!


Sriiing....!!


Craaaasshh... craaaash....


"Aaachh...!". "Aaachh.....!"


"Mati kalian semua....!!," teriak Kiwari dari kelompok Pedang Seribu, mengayun ayunkan pedangnya menebas apapun yang mendekat ke arah nya.


Srriiing....


Pedang Kiwari kembali di tebas kan kearah kerumunan pengunjung yang makin panik.


Traaaang...!


"Setan...!, siapa kau mencampuri urusan kami..!!." bentak Kiwari dengan murka.


Pitu Geni yang menangkis tebasan itu hanya tersenyum miring, "Buat apa kau tau..!."


"Biar kami mudah mengirim mayatmu..!."


"Cissh, kami dari Awan Putih tak akan kalah dengan kalian Akar Jiwa." ledek Pitu Geni.


Kiwari makin murka dengan ledekan tersebut, serangan nya makin di pergencar mencabik, menebas dan menghantamkan pedangnya.


Pitu Geni juga sudah meningkatkan kekuatannya, hingga golok Wiso Geni sekarang menyala membuat Kiwari terbelalak.


"Haaah... Api Suci..??."


"He.he..he..., itu kumpulan lama ku, tak perlu kau sebut, kini kelompok ku lebih dari itu..."


Sementara itu Jaya sudah mengusir para pengunjung yang tak berkepentingan untuk membubarkan diri.


"Bagi yang tak memiliki kepentingan dan masih sayang nyawa kalian sebaiknya segera menyingkir, silahkan menjauh dan menyelamatkan diri, karena kami akan menghajar siapapun yang mendekati alun alun dan panggung di depan...!!," teriakan Jaya menggema, menggelegar seantero wilayah tersebut, membuat rakyat biasa berbondong bondong menyingkir.


"Bangsaaat...kau ingin jadi pahlawan di sini bocah..!!," bentak seseorang yang langsung mendekati Jaya, yang sudah menebas beberapa anak buah Akar Jiwa.


Ki Ronggeng beserta Tohpati dari kelompok Angsa Emas sudah mendekat kearah Jaya yang masih menumpas anak buah Akar Jiwa.


Jaya menatap dua orang yang baru datang mendekat kearahnya.

__ADS_1


"Siapa kalian?."


"Aku Ki Ronggeng dan ini saudaraku Tohpati dari kelompok Angsa Emas."


"Oh..jadi kalian ini orang orang yang membuat kerusuhan di sini..!," sahut Jaya Sanjaya.


"Ya...kami kelompok Akar Jiwa akan mendukung pemerintah Sura Jelantik dan menjadi raja disini."


"Dasar perusuh, tak tau aturan..!."


"Hua.ha..ha... aturan ku siapa yang kuat dia yang berkuasa.


**


Pertarungan dua kubu itu makin berlangsung dengan ramai dan seru.


Jika saja tak ada kelompok Awan Putih pasti akan sangat mudah bagi Adipati Suro Jelantik menaklukkan istana Jogonolo.


Pasukan yang di bawanya nampak bersatu padu dengan kelompok Akar Jiwa yang terdiri dari beberapa kelompok tersebut.


"Serang hancurkan...jangan kasih ampun...!!." teriak para Tetua pendukung Akar Jiwa memberikan semangat kepada para anak buahnya untuk menyerang dan menghancurkan lawannya.


Namun gempuran itu terhalang oleh prajurit yang ada di lapangan dibantu Kumala, Baroto dan Narimo dari satu sisi, Dan di sisi yang lain ada Pelangi, Empu Cipta guna, dan Sugara.


Kini semua warga biasa sudah menyingkir dari alun alun lapangan tersebut, dan itu makin memudahkan pihak kerajaan yang di bantu rombongan Jaya untuk meladeni permainan lawan.


Kumala sudah mengamuk menebaskan pedang hitam legam nya, menyasar anak buah Akar Jiwa yang entah dari kelompok mana.


"Hiaaaa...!!."


Craaaasss....!!


"Aaarch...,!!.'


Baroto dengan dua lengan "Baja" nya menghajar ke arah lawan lawan yang ada di sekitarnya.


Praaaakkk..!!


Pruuukkk...!!


Hantaman hantaman itu membuat kepala lawan remuk, dada jebol bahkan mampu membuat usus terburai oleh remasan jari jari Baroto.


Di sisi lain Pelangi juga mengamuk tak kalah sadisnya, pedang merahnya menyambar nyambar ke arah lawan.


Meskipun jumlah lawan mungkin dua kali lebih banyak dari pasukan kerajaan Jogonolo yang di tambah kelompok Awan Putih namun tak peran anggota Awan Putih terbukti sangat efektif, apalagi saat Pelangi sudah melepaskan jurus Mata Dewa.


CLAAAAPP..


Craaaasshh...!! craaaasshh...!!


Gelombang cahaya yang terbentuk dengan bulatan tipis itu memenjara beberapa anak buah Akar Jiwa lalu di susul dengan tebasan pedang Pelangi dengan cepat membuat anak buah Akar Jiwa rontok berguguran.


Anak buah Akar Jiwa yang kependekaran nya ada di tingkat pendekar Prajurit Perak atau pendekar Prajurit Emas sangat mudah bagi Pelangi untuk memerangkapnya sehingga sangat mudah menyerang nya.


_____________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya...


__ADS_2