Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Tiga Bayangan Setan


__ADS_3

Sraaaak....!


Tiba tiba salah satu Kerbau liar itu terlonjak kaget, telinga nya yang peka mungkin menyadari kehadiran dua orang manusia yang mengendap endap itu.


Setelah salah satu kerbau liar itu terjingkat, kerbau kerbau lainnya pun mulai waspada dan mengangkat kepalanya tak lagi makan rerumputan.


Pandangan kerbau kerbau itu kemudian mengarah kepada Jaya yang masih merunduk mendekat.


Sraaaak....!! sraaak...!!


Salah satu kerbau yang paling besar tiba tiba mendengus, sebelum akhirnya meloncat dan mulai berlari maju kearah Jaya.


Pemimpin kerbau liar itu melesat mulai menyerang ke arah Jaya, mungkin dia merasa terancam dengan kehadiran sosok manusia di dekat nya.


"Wroos...wrooos..!."


Suara dengusan nafas kerbau liar terdengar jelas dan keras saat mendekati Jaya dan mulai menyerang nya.


Kerbau yang sangat besar itu menyerang dengan tanduknya yang panjang dan runcing.


Sraaakkk...!!


Tandukan itu mencabik sebatang pohon yang ada di belakang Jaya, ketika Jaya meloncat menghindar serangan hewan buas tersebut.


"Nggrroookk..!!." teriakan kerbau raksasa tersebut terdengar menggeram dengan marah.


Jaya meloncat balas menghantam kan pukulannya.


BLAAAAAR...!!


Jaya mencoba membalas dengan memukulnya, namun nampaknya kerbau liar tersebut cukup gesit dan hebat, mampu menghindar dengan cekatan serangan Jaya.


"Wrooos...wrooss.."


Suara dengusan kerbau terdengar begitu kuat, matanya nampak berkilat merah, terlihat makin buas.


Entah kenapa kini kerbau kerbau lain mulai mendekati Jaya, mengeluarkan dengusan kasar dengan asap mengepul dari lubang hidungnya.


Mereka terpancing untuk mengeroyok dan mencabik manusia yang berani mengusiknya.


"Waah...!, gawat..nampaknya kerbau kerbau itu mau menyerang Kakang Jaya..," gumam Kumala mulai menyibak rerimbunan menarik perhatian kerbau kerbau lainnya.


Kraaaaakk...! suara ranting ranting yang terpotong senjata Kumala menarik perhatian salah satu kerbau.


Wrooss... wrooosss... deru nafas binatang itu terdengar kasar.


Kerbau lainya kini ada yang sudah menoleh dan beralih menghadap ke Kumala.


Sraaak...!! sraaakk...!!


Kerbau kerbau itu menerjang rerimbunan mencoba menyerang ke arah Kumala.


Belasan kerbau liar yang semula berniat menyerang Jaya kini malah berbalik berlari dan menyerang ke arah Kumala.


Jarak kerbau kerbau dengan Kumala yang lebih dekat membuat Jaya sedikit panik, mengkhawatirkan gadis itu.


Wroooss... wrooosss....


Sraaakkk.... sraaaaakkk...

__ADS_1


Kerbau kerbau itu merangsek menerjang Kumala hingga jaraknya begitu dekat.


CLAAAAPP...!


CLAAAAAP....!!


Hampir berbarengan Jaya melepaskan jurus Mata Dewa, sedangkan Kumala melepaskan jurus Mata Iblis.


Kerbau kerbau itu lalu terhenti dengan gerakan melambat terkena jurus Mata Dewa, setelah itu di susul hantaman Jurus Mata Iblis yang di keluarkan Kumala membuat hewan hewan itu meledak.


BLAAAAAR...!


BLAAAAAR...!


BLAAAAAR...!


Seperti beberapa balon yang di terjang gelombang jarum dan meledak, seperti itulah kerbau kerbau itu meledak.


Pitu Geni, Baroto dan Narimo hingga ternganga mendengar ledakan ledakan yang berturut turut tersebut dari suatu arah.


"Yahh...!." Jaya dan Kumala sama sama tercengang dengan hasil reaksi dari serangan mereka.


"Waduuh...," kata keduanya lemas melihat hewan hewan tersebut meledak dan hancur akibat terkena serangan dua Jurus dari kekuatan Mata tersebut.


**


"Suara apa tadi yang meledak saudara Baroto..?." tanya Pitu Geni menatap asal suara ledakan.


"Entahlah..semoga bukan sesuatu yang berbahaya bagi Nakmas Bendoro dan Nimas Kumala."


"Semoga memang bukan sesuatu ancaman," timpal Narimo sambil membakar umbi umbi ketela yang di bawanya.


"Maaf paman hanya ini yang berhasil kami dapatkan," kata Jaya dengan senyum kecut diiringi Kumala di belakangnya.


"Lah.. terus yang meledak ledak tadi suara apa Nakmas ..?.'' tanya Narimo dengan sedikit penasaran.


Kumala duduk di sekitar api unggun, lalu bercerita apa yang telah terjadi tadi, hingga membuat ketiga pria paruh baya itu akhirnya tertawa sedikit keras mendengar cerita yang menurut mereka sangat lucu.


"Aku tak menyangka serangan Dinda Kumala begitu kuat..," puji Jaya.


Terang saja kerena kerbau kerbau itu tak punya kekuatan untuk menangkis serangan jurus Mata Iblis, jadi langsung menghantamnya hingga meledak.


"Aku juga tak menyangka jika kakang bisa menggunakan jurus legenda itu," balas Kumala makin kagum dengan ilmu Kanuragan jaya Sanjaya.


Mereka bercerita sambil menikmati hidangan ketela bakar dengan daging Kelinci yang juga di bakar, sebelum mereka beristirahat.


**


Di belahan Wilayah Utara, para pemburu pusaka masih terlihat mengawasi seberkas sinar yang selalu berpindah pindah.


Mereka masih menduga duga berwujud apakah benda pusaka tersebut.


"Aku penasaran jenis senjata apakah yang selalu berpindah itu," kata seorang pria terlihat mengawasi lesatan sinar itu.


"Ya akupun penasaran dengan pusaka yang ada di sini."


"Kita harus cepat bergerak sebelum para pendekar dengan ilmu Kanuragan tinggi sampai di sini," sahut yang lainnya.


Mereka adalah Tiga Bayangan Setan, sebuah kelompok yang terdiri dari tiga orang dengan tingkatan ilmu Kanuragan cukup tinggi.

__ADS_1


"Ya aku setuju saudara ku..kita harus bergerak cepat kesana.."


Ketiga orang tersebut lalu melesat membelah kegelapan malam, meloncat loncat dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat cepat.


Sementara sesosok bayangan dengan pakaian serba hitam dan wajah bertopeng nampak mengawasi ketiga orang tersebut, Mendengar kan percakapan tiga orang tersebut untuk mencari celah supaya bisa mengambil pusaka nanti nya.


Nampak nya pencuri bertopeng yang dahulu sudah berhasil mendapatkan Zirah Tameng Jiwo juga ikut memburu pusaka hingga ke tempat ini.


Salah satu anak murid dari Randu Sembrani yang asli nya berjuluk si Mata Elang, namun kini banyak orang menyebutnya pencuri bertopeng.


"Hehehe...kalian dapatkan pusaka itu, nanti aku tinggal menggambil dari kalian," ucapnya lirih sambil terkikik.


Setelah ketiga orang tersebut melesat pencuri bertopeng lalu ikut melesat, mengawasi dan mengikuti ketiga nya dalam jarak yang terjaga.


**


Pagi sudah menjelang, matahari terlihat mengintip di arah timur dengan semburat warna jingga yang makin mempesona panorama alam.


Sejuknya udara pagi disertai cicitan burung burung menambah kemeriahan awal hari baru tersebut.


"Hooaamm," Kumala sudah terbangun terlebih dahulu, menatap wajah Jaya yang masih tenang tidur sedikit dekat ke arahnya.


Sementara yang lain tidur berpencar sekehendak hati nya.


"Kakang ..kakang Jaya...," bisik Kumala pelan membangunkan Jaya yang masih terlelap.


"Hmm.." Pelan Jaya menyahut tanpa membuka matanya.


"Apa kakang tak mendengar sesuatu..?."


"Aku mendengar nya, ada serombongan pasukan makin mendekat ke arah kita, tapi masih beberapa ratus tombak jauhnya.," kata Jaya masih dengan mata terpejam.


"Kita tunggu saja disini, apa mereka mengejar kita atau mungkin ada keperluan yang tak ada sangkut pautnya dengan Kita."


Kembali Jaya bergumam pelan, santai seakan tak pernah ada rasa takut sama sekali.


"Bagaimana jika mereka mengejar kita, padahal aku merasa derap langkah kaki kuda nya terlihat banyak sekali."


"Kita lihat saja nanti bagaimana.."


Derap langkah puluhan mungkin ratusan kuda makin terdengar lebih jelas, membuat ketiga pengikut Jaya Sanjaya kini juga sudah bersiap.


"Apakah kita akan kedatangan tamu atau hanya pelintas yang mungkin melewati tempat ini," kata Baroto yang sudah berdiri dan menajamkan pendengarannya.


Pitu Geni juga mulai waspada begitu juga Narimo.


"Semoga hanya pelintas saja."


**


Ratusan kuda nampak di pacu dengan cepat ke arah jalur yang di lalui rombongan Jaya Sanjaya.


Nampak nya mereka adalah rombongan dari kelompok Api Suci yang di utus oleh Dewa Api untuk memberi pelajaran kepada Jaya Sanjaya, karena telah merebut anak buah nya.


Rombongan yang di pimpin oleh kelompok lingkaran Ring tingkat atas tersebut nampak semangat mengejar rombongan Jaya Sanjaya, sesuai petunjuk yang di dapatkan jika rombongan tersebut menuju arah selatan melewati jalur tersebut.


___________


Jangan lupa tinggalkan jejak nya...

__ADS_1


__ADS_2