
Dewi Krystal Nurmala terkejut, bahkan tak percaya dengan penglihatan matanya, sosok yang telah menghilang begitu saja kini terlihat kembali.
Sosok yang selama ini dianggap Moksa kini malah tampil di depan matanya.
"Benarkah itu Kakang Cakra Tirta Sanjaya?."
"Memang nya kemana selama ini?."
Krystal Nurmala terlihat bimbang sejenak, antara rindu yang membuncah dan rasa sakit hati karena di tinggalkan begitu saja, membuat perempuan cantik dengan mata sebiru langit itu terlihat gundah.
Sementara itu di halaman depan istana Ungu, Jaya Sanjaya tengah mengamuk membantai lawannya dari ras iblis tanpa rasa ragu.
Tombak kyai Seto Ludiro berkelebat kesana kemari mencari sasaran.
CRAAASH....
CRAAAKKKK....
Tombak itu kembali menebas dan menusuk para Iblis.
Langit seketika menggelap dengan kabut suram yang menyelimuti alam tersebut seakan turut berduka saat Jaya dengan sangat sadis membantai para Iblis.
Jeritan dan raungan para Iblis tak di hiraukan nya, dengan cepat Jaya menghabisi iblis iblis tersebut.
Tak ada keraguan sedikitpun bagi Jaya untuk menghabisi para Iblis, mereka adalah ras pemusnah, ras yang suka menghancurkan alam, ras yang membuat kehancuran bagi kehidupan tidak dulu sekarang atau nanti.
"Dewa keparaat...!, kau telah membunuh banyak anak buah ku..!."
"Akan ku hukum kau dengan setimpal...!."
Senopati Iblis meloncat menjauh, membacakan sebuah mantra, tiba tiba menguar dari tubuhnya asap gelap, makin lama asap itu makin pekat dan membentuk beberapa sosok yang mirip dengan iblis tersebut.
"BAYANGAN KEGELAPAN PEMANGSA JIWA....!!."
Sosok sosok tersebut langsung melesat bergerak cepat menyerbu ke arah Jaya yang masih menghabisi sisa sisa anak buah lawan.
**
Aryo Baruno beserta Anisong dan Singopati serta sisa dua anak buah lainnya sudah berada di Istana kekaisaran.
Matanya makin terbelalak melihat kondisi Kotaraja kekaisaran.
"Apa yang terjadi?."
"Ada apa dengan Alam ini?."
__ADS_1
"Mungkinkan ada yang berani menyerang Alam Dewa?."
Bangunan bangunan bertingkat sudah banyak yang rubuh, porak poranda seakan di terjang bencana yang maha dahsyat.
Di mana mana terlihat mayat bergelimpangan disertai dengan reruntuhan yang menandakan kehancuran.
"Cepat kita menuju ke istana kekaisaran," perintah Aryo Baruno.
Di kejauhan istana kekaisaran masih terlihat kokoh berdiri, selaput kuning samar terlihat terpancar dari sana, itu menandakan segel formasi pengaturan telah di aktifkan.
Segel formasi pengaturan adalah semacam selaput pelindung yang akan melindungi tiap tiap tempat penting dari serangan dan kehancuran.
Segel formasi pengaturan dibuat oleh para leluhur sejak zaman dahulu kala, dengan formasi yang rumit dan membutuhkan banyak biaya.
Segel penjaga yang tak mudah di tembus oleh siapa pun.
"Nampaknya kita dalam posisi tertekan."
**
Di luar Istana kekaisaran, tepatnya di sisi barat dari istana tersebut.
Terlihat sebuah tempat yang nampaknya menjadi markas utama dari para Iblis.
"Apakah ada yang sudah berhasil membobol nya?." Raja Agung Iblis terlihat duduk di singgasana yang terlihat melayang di udara.
"Ampun Yang Mulia, hingga saat ini tak ada yang bisa menembus lapisan lapisan pelindung itu, bukan hanya di istana kekaisaran, tapi juga semua istana yang ada di alam dewa ini."
"Bahkan istana Ungu tempat nya para janda Dewa juga tak bisa kita tembus, tapi pasukan kita sudah mengepung semua istana tersebut."
Di alam Dewa memang memiliki banyak istana, selain istana kekaisaran, istana Ungu ada juga istana Dewa Kebijaksanaan, istana Dewa Kemakmuran, serta istana Dewa yang lainnya termasuk istana Dewa Perang.
"Hmm, begitu kuatnya segel formasi pengaturan alam ini, sang Pencipta memang tidak adil..!," geram Raja Agung Iblis meracau.
"Tetap kepung semua tempat tempat terkutuk itu, suatu saat pasti mereka akan membutuhkan sesuatu yang membuat mereka keluar atau kekuatan segel formasi pengaturan sedikit berkurang kekuatan nya."
**
"Keparaat...!, berani sekali kalian mengacak acak alam Dewa...!, bahkan berani merusak wilayah kekaisaran...!." teriak Aryo Baruno.
Sosok tinggi besar itu mengamuk menyerang para Iblis yang tengah mengepung sekitar istana Kekaisaran.
CRAAASH...
CRAAASH.....
__ADS_1
Dewa Anisong juga menebaskan senjatanya mengamuk di sisi Dewa Aryo Baruno, begitu juga dengan Dewa Singopati dan dua Dewa prajurit lainnya.
Lima kekuatan baru itu mengamuk membantai para Iblis yang berjaga di sana.
"Gggrhh... nampak nya ada serangan ..!, kita basmi para berandalan ini..." teriak salah satu pemimpin Iblis yang bertugas di tempat itu.
Sosok sosok Iblis yang lebih kuat langsung berhamburan menuju ke arah Aryo Baruno beserta anak buah nya.
**
Jaya sudah hampir menghabisi delapan puluh persen iblis yang mengepung Istana Ungu, termasuk iblis yang bisa menggandakan diri tadi, iblis yang mampu membuat sosok mirip dirinya itu berhasil di musnahkanya hanya dengan beberapa puluh serangan. Menakjubkan memang.
Kini di tempat itu hanya tersisa enam puluhan iblis saja setelah sebelumnya ada sekitar tiga ratusan.
Meski hanya enam puluhan iblis tapi mereka bukan iblis sembarangan, mereka adalah iblis unggulan, iblis yang lebih kuat daripada iblis prajurit biasa.
Mereka tak mudah mati, apalagi jika hanya di serang menggunakan senjata biasa pasti tak akan berfungsi.
Daya regenerasi tubuh Iblis juga sangat menakjubkan, begitu tubuhnya terluka maka akan segera membentuk jaringan baru, kekuatan ini hampir sama dengan Raga Abadi bagi ras Dewa.
"Datanglah kesini jika kalian ingin ke alam baka..!" teriak Jaya sambil mengacungkan tombaknya.
Jaya terlihat penuh aura kewibawaan dengan baju Zirah perang lengkap yang terlihat menyala, membuat aura Dewa Perang terlihat nyata.
Para Iblis unggulan sedikit gemetaran, mereka sudah menyaksikan sendiri kekuatan sosok yang ada di depan matanya.
Meski hanya seorang saja, namun kekuatan nya melebihi kekuatan apapun di alam ini.
"Rrrhh...Jangan goyah atau mundur, kita basmi berandalan itu ramai ramai, karena jika kita mundur pun pasti akan di hukum Raja Agung Iblis." sejumlah iblis berkata untuk menguatkan yang lainnya dengan menyebutkan ketakutan yang lain.
"Benar...kita musnahkan sekarang...!!."
Iblis iblis menyerbu, mengerubuti sosok Jaya.
Namun dengan tak kalah ganas Jaya menghancurkan para penyerangnya, roh pusaka kyai Seto Ludiro seakan mengerti kekuatan jiwa lawan yang paling lemah untuk di hancurkan.
JLEEEBB....
JLEEEEEBB...
Serangan serangan Jaya selalu menikam di tempat yang tepat, jantung adalah sasaran utama. dengan racun Dasalaksa yang ada di ujung mata tombak, serta kekuatan serangan jiwa dari roh pusaka kyai Seto Ludiro yang mampu memakan kekuatan jiwa lawan, membuat para Iblis tak mampu bertahan lama.
"Regenerasi tubuh mu tak berlaku jika melawan ku...!!." seru Jaya sembari terus melakukan serangan, menebas, menikam dan menusuk lawan lawannya hingga semua nanti berakhir.
Perang di Alam Dewa makin seru, dimana mana terjadi pertempuran baik darat, laut dan udara, semua Dewa yang memiliki kekuasaan pasti akan melindungi wilayah nya.
__ADS_1
Hanya wilayah istana Dewa Perang yang masih sunyi, karena semenjak di tinggalkan oleh sang Dewa, istana itu seperti mati suri, semua seperti tertidur di sana dan hanya cahaya keemasan yang selalu melingkupi dan melindungi dari segala nya.