
"Keparaat...berani kau ikut campur urusan kami..!," teriak salah satu orang Tupai Terbang yang nampak nya pemimpin kelompok tersebut, membentak Kumala yang kini sudah berada di dalam kepungan orang orang dari Tupai Terbang, karena membela Pelangi dan rombongan nya.
"Dasar gila, cari mati kau.!." teriak anggota yang lainnya.
"Belum tau siapa kami rupanya..!," sahut yang lain lagi.
Entah kenapa kini Kumala rasanya sudah banyak berubah, jika dahulu dirinya menjadi orang yang sangat kejam dan tak memperdulikan orang yang lainnya selain kelompok Mata Iblis, namun sejak dirinya terhianati dan kini bergabung dengan Jaya seakan terbawa oleh sikap Jaya yang suka menolong sesama.
Bahkan kini jika melihat sedikit saja ketidakadilan akan tergerak untuk menolong nya.
Seperti kejadian hari ini, di saat dirinya melihat ada beberapa orang yang di keroyok oleh segerombolan orang yang terlihat kasar perangai nya, dirinya tergerak membantu nya padahal resikonya pasti berat, akan mendapatkan ancaman dari lawannya.
"Aku akan selalu ikut campur jika melihat ketidakadilan di depan mataku..!," balas Kumala dengan tak ada rasa takut.
"Huh..sok cari perkara saja..!." bentak pemimpin Tupai Terbang, sudah melesat menyerang menebaskan kapak ke badan Kumala dengan kapak nya.
Wuuusss...!
Kapak lawan menerjang kearah Kumala dengan deras, sambaran yang cukup kuat itu sedikit meleset saat Kumala menghindar dengan sedikit menggeser badannya.
"Setan alaaas..!," racau si penyerang saat sambarannya hanya mengenai angin saja.
Dengan kedatangan Kumala kini Pelangi dan Sukarjo serta Margono tak lagi tertekan.
Ketiganya bahkan menghajar beberapa orang Tupai Terbang hingga terlempar sebagian.
Plaaak...!
Boough..!!
"Aaarch..!!." Teriakan anak buah Tupai Terbang yang terkena hantaman dari Pelangi, Sukarjo maupun Margono.
Sedangkan Pemimpin Tupai Terbang kini menghadapi Kumala.
Pertempuran seru tersebut berlangsung hingga beberapa saat, sebelum sekelompok pasukan keamanan kota datang menghampirinya.
"Hentikan...!." teriak salah satu prajurit penjaga keamanan itu dengan keras.
Semua meloncat mundur menghentikan pertarungan.
"Siapa yang berbuat keonaran di sini..hah...!," bentak penjaga keamanan tersebut dengan garang menatap semua yang ada di sana.
Orang orang Tupai Terbang hanya terdiam, tak ada rasa takut takutnya.
"Bukan kami yang memulai, mereka yang membuat kerusuhan," kata orang orang Tupai Terbang sambil menunjuk ke arah Pelangi dan rombongan.
"Hei..dasar pembohong, kalianlah perusuh nya, mau mencopet kami, jangan berkilah..!" balas Pelangi tak kalah sengit.
Kepala Keamanan tersebut menatap tajam ke arah rombongan Pelangi, "Kalian harus membayar denda telah membuat kerusuhan, bukankah kalian pendatang?." seru prajurit tersebut.
"Kalian gila ya..., jelas jelas mereka tak melakukan kejahatan, malah kalian denda."
"Kalian mau memeras pendatang..!." kali ini Kumala yang berteriak keras.
Prajurit kepala keamanan itu malah mendengus, "Jika kalian tak mau membayar akan kami tangkap dan kami jebloskan ke penjara..!." sahut prajurit itu, sambil melirik penuh arti kepada orang orang Tupai Terbang.
Makin marahlah Kumala dan Pelangi beserta rombongan mendengar ancaman tersebut.
__ADS_1
"Baik jangan salahkan kami bila melawan dan bertindak kejam kepada kalian, meskipun kalian di sebut penjaga keamanan disini tapi kalian bukan aparat yang baik..!." Pelangi berteriak marah, melihat para prajurit yang seakan berpihak kepada lawannya, kemudian memandang Kumala seakan meminta persetujuan yang ada di samping nya.
"Kakak pergilah, ini urusan kami, nanti kakak terkena imbasnya."
Kumala tersenyum kecut, "Jangan cemaskan aku adik, saat seperti inilah yang aku tunggu tunggu, bertarung untuk membela kebenaran," sahut Kumala.
Pelangi dan rombongan nya tersenyum mendengar perkataan Kumala, yang berniat kembali membantu nya.
Kini rombongan Pelangi sudah kembali bersiap, untuk menghadapi Tupai Terbang yang di bantu prajurit penjaga kota.
**
Broto dento kembali berdiri, mencoba membangun serangan untuk menyerang lawannya.
"Aku akan berhati hati dengan Mata mu nyonya..!," kata Broto dento dengan menyilangkan dua golok di depan dada nya.
Ratu Dewi Mata Iblis tersenyum miring, " Kali ini kau tak akan selamat..!."
"Kita buktikan.." seru Broto dento, kini kedua lengannya sudah mengeluarkan asap, golok nya di putar putar membuat asap tersebut menyebar makin pekat.
"Hiaaa...!!," teriak Broto dento melesat maju menyerang Dewi Mata Iblis.
Asap pekat makin membuat pandangan Sang Ratu sedikit kabur.
Wuuusss....
Srriing...!
Sriiiing..!!
Dewi Mata Iblis sedikit tergagap dengan serangan yang di barengi asap tebal tersebut.
Traang ..!
Traaaang...!!
Dengan hanya mengandalkan pendengaran dan perasaannya Ratu Dewi Mata Iblis menangkis dua serangan golok tersebut.
Tebalnya asap tersebut terbukti cukup menyulitkan sang Ratu dalam bertarung.
"Siaaal..!!" teriak Ratu mata iblis mengumpat, lalu meloncat mundur menghindari asap yang terus mengejarnya.
Sang pendamping yang juga bertarung dengan guru Tohjaya masih sama sama menghantamkan pedangnya, mencoba mencari celah untuk bisa merobohkan lawannya.
Sedikit melirik pertarungan sang Ratu nya yang kini kesulitan, sang pendamping sedikit merapat.
"Mundur, bentuk Sarang Laba laba...!," teriak Ratu Mata Iblis, memerintahkan mundur dan membentuk formasi pertahanan andalannya.
Kelompok Mata Iblis membentuk formasi heksagonal, sebagian berdiri tegak sedangkan yang lain setelah duduk dan paling depan duduk bersila.
Kelompok itu kini siap bertahan dan menyerang jika sudah ada perintah.
CLAAAAPP...!
CLAAAAPP...!!
Setiap kali di serang, kelompok tersebut mengeluarkan tembakan Mata Iblis yang langsung menyasar lawan dari sorotan mata yang keluar secara bersamaan.
__ADS_1
BLAAAAAR...!!
BLEGAAAART...!!
Lesatan sinar secara kelompok dan bergantian tersebut, ternyata cukup dahsyat akibat nya.
Prajurit Jongka Lengkong yang di pimpin dua tokoh hebat itu hingga kesulitan dalam menyerangnya.
"Apa ini..!!," teriak Broto dento dengan frustasi begitu melihat pertahanan dan serangan lawan yang saling melindungi tersebut.
"Pengecut..!!," sahut guru Tohjaya yang merasa tak ada kemajuan di pertarungan tersebut.
Setelah lama menggempur namun malah terserang, dengan pertimbangan yang matang akhirnya pasukan dari kerajaan Agung Jongka Lengkong memilih meninggalkan tempat tersebut.
**
Narimo yang tak ikut bertarung kembali ke penginapan dengan nafas tersengal sengal karena berlari sekuat tenaga.
"Ada apa paman..??," Jaya menyambut dengan sedikit terkejut, jelas sekali ada kekhawatiran di wajahnya apalagi Kumala tak terlihat bersama pria paruh baya tersebut.
"Waah...gawat Nakmas Bendoro..!," sahut Narimo sambil nafasnya ngos-ngosan.
"Tarik nafas mu saudara Narimo, laporkan dengan jelas apa yang terjadi dan mana Ndoro Ayu Kumala?," sahut Pitu Geni menimpali perkataan Jaya Sanjaya yang sudah terlihat tak tenang.
"Den ayu kena masalah, saat ini masih bertarung dengan para pencopet dan penjaga keamanan kota," sahut Narimo akhirnya bisa menjelaskan dengan lancar.
"Bagaimana bisa..?."
"Tadi ada rombongan seorang gadis yang di keroyok kelompok Tupai Terbang, dan Den ayu membela gadis itu hingga akhirnya berseteru dengan pihak keamanan kota."
Meskipun masih belum paham alias bingung dengan keterangan Narimo, Jaya dan yang lainnya akhirnya berniat menuju ke arah dimana terjadinya pertempuran.
"Ayo. tuntun aku kesana..!," teriak Jaya yang langsung meloncat melesat, diikuti yang lainnya.
Dengan cepat rombongan itu melesat meloncat loncat menuju tempat kejadian.
"Itu mereka Nakmas, gadis itu yang di bantu Den ayu..!," seru Narimo sambil menunjuk ke arah lokasi pertarungan.
Jaya langsung terperanjat kaget saat tahu siapa yang di bela Kumala, rupanya Pelangi gadis yang selama ini selalu di ingatnya.
"TAHAAANN..!!."
Teriak Jaya sambil meloncat ke tengah pertempuran dan menahan gempuran lawan.
"Keparaat, Kurang ajar..!!, siapa kau menghentikan pertarungan ini..!!," seru kepala pengawalan kota dengan raut muka tampak murka.
Pelangi yang menyadari siapa yang datang langsung melompat memeluk Jaya dengan tanpa malu malu.
"Kakaang..!," seru nya sambil memeluk Jaya dari belakang.
__________
**Jangan lupa tinggalkan jejak nya....
happy New year semoga di tahun yang baru nanti kita semua mendapatkan berkah dan kemakmuran yang melimpah ruah.
Semoga segala aral melintang di singkirkan dan selalu dalam naungan Yang Maha Kuasa**.
__ADS_1