Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Berrebut....


__ADS_3

Pemimpin kota makin meradang dan berniat untuk menjatuhkan Jaya dan rombongan nya, hatinya makin panas begitu melihat anak buahnya sudah bertumbangan menandakan jika orang orang yang ada di depannya cukup membahayakan baginya maka harus Gardakota yang menghukum nya.


"Tangkap saja mereka tuan Senopati...!." seru Pemimpin kota kepada pimpinan Gardakota tersebut.


"Atas dasar apa kami di tangkap, kami hanya melintas dan kebetulan beristirahat disini."


"Kami tak cari perkara sebelum tuan pemimpin kota yang terhormat menghina kami dan bahkan membuat keributan di sini."


"Harusnya tuan melindungi dan mengayomi siapa pun yang ada di sini, baik penduduk lokal maupun yang hanya melewati saja karena kami juga membayar pajak masuk kota ini," balas Jaya membuat pemimpin kota terdiam oleh semua perkataan Jaya.


Senopati yang menjadi pemimpin Gardakota, yang merupakan prajurit langsung di bawah Kerajaan Agung Karang Pandan masih mengawasi dan mendengar kan semua perdebatan di sana.


"Tuan tuan pendekar ini dari mana..? dan mau kemana..?," tanya Senopati pemimpin Gardakota.


"Kami dari kelompok Awan Putih mau menuju ke Sirih Putih tuan, kebetulan melewati jalur ini dan kami sudah membayar pajak sesuai yang di sepakati, katanya uang keamanan."


Senopati Kerajaan Karang Pandan mengangguk, "Tuan Tuan tidak berniat membuat keonaran di tempat ini bukan..?."


"Tentu saja tidak tuan, kami orang dunia persilatan yang taat aturan."


Senopati itu mengangguk, "Baiklah aku percaya kepada para pendekar seperti kalian, segera carilah penginapan dan jangan berbuat kegaduhan."


"Baik tuan Senopati, terimakasih atas kebijaksanaannya." kata Jaya lalu mengajak rombongannya pergi dan mencari penginapan setelah membayar makanan di sana.


Pemimpin kota hanya mendengus tak senang tapi tak ada yang bisa di lakukan karena ada pasukan Gardaraja yang di bawah kuasa pusat Kerajaan Agung Karang Pandan.


**


Wuuuuss..... sriiiing....!!


Ki Balungan si pedang kilat bergerak cepat menebaskan pedangnya, memutari badan Jumarno celurit sakti.


Namun dengan cepat Jumarno melindungi tubuhnya dengan putaran senjatanya.


Traaang...!


Dua senjata itu kembali beradu, berdentangan memekakkan telinga.


"Ayo..keluarkan kehebatan mu..!," ledek sang lawan, membuat Ki Balungan makin meradang.


"Aku tak perduli lagi dengan pusaka itu, bagiku akan lebih puas jika berhasil membunuhmu di sini..!," teriak si pedang kilat tersebut sambil mencari posisi kembali melesat menyerang.


Keduanya kembali bertarung seru, bukan lagi masalah perebutan pusaka yang kini telah menghindar ke sudut lain tempat tersebut tapi demi harga diri masing-masing.


Sementara di arah lain kelompok utusan Kerajaan Agung Jongka Lengkong masih bertarung seru dengan kelompok Mawar Hitam.


Pertarungan yang dahsyat hingga merusak alam di sekitarnya tercipta saat guru Tohjaya dan Marunda sudah mengeluarkan kekuatan dengan pancaran tenaga dalam nya.


BLAAAAAR....!!

__ADS_1


Hantaman kedua pedang yang berhawa kekuatan hebat itu berbenturan hingga menimbulkan ledakan membuat pepohonan kecil ikut tercerabut, semak belukar tersibak hingga membuat pola pola yang unik di sana.


"Kami pasti akan memburu mu..karena kalian sudah melawan pemerintah wilayah ini...!," ancam guru Tohjaya kepada Marunda.


"Ha.ha..ha...kau pikir kami kelompok yang lemah..?, dunia ini amat luas...," ledek Marunda tak ada takut takutnya dengan kekuasaan Kerajaan Jongka Lengkong.


Memang benar apa kata Marunda meskipun Kerajaan Agung pun tak akan mudah memburu sebuah kelompok, karena adanya kerajaan Agung yang lain dan juga luasnya wilayah.


Di sebelah lainnya Broto dento nampak masih bertarung dengan Widura.


Tongkat dengan ujung pedang dari Widura menyambar nyambar ke arah Broto dento, namun dua golok di tangannya dengan tangkas menghalau semua serangan tersebut dengan baik.


Trraang...!


Traaaang...!!


Hantaman hantaman bertubi tubi dari Widura tak mampu menembus pertahanan dari tetua Singa Emas tersebut.


"Hua.ha..ha...ayo serang aku...!!, keluarkan jurus terbaikmu...!," Broto dento tertawa menghadapi serangan Widura yang datang dari berbagai arah namun tak juga menembus perisai golok yang di ciptakan nya.


Biyaka salah satu tetua Mawar Hitam lainnya masih memimpin anggotanya melawan pasukan Kerajaan Agung Jongka Lengkong.


Pertempuran kolosal tersebut masih berlangsung dengan seru, karena keduanya tampak berimbang, anggota Mawar Hitam dengan keunggulan kwalitas nya dan pasukan Kerajaan Agung Jongka Lengkong dengan keunggulan jumlah serta formasi perangnya.


Sriiing...! sriiing...!!


Traaang...! traaang...!!


**


Kelompok tersebut mengendap endap mendekat ke arah pusaka yang mampu terbang dan berpindah tempat tersebut dengan hati hati.


Tak jauh dari kelompok itu Tiga Bayangan Setan juga masih mendekati zirah sayap Garuda, ketiga orang yang terkenal dengan kecepatan geraknya tersebut mencoba memburu pusaka tersebut dengan hati hati karena tau banyak tokoh sakti yang kini ada di sana.


Jino, Lono dan Tino masih berdiam di pucuk pepohonan, mengawasi cahaya yang berasal dari zirah pusaka tersebut.


"Kau sebelah sana saudara ku..!," bisik Jino kepada Lono dan Tino, sambil memberikan isyarat kepada kedua saudara nya tersebut untuk menyebar mengurung zirah sayap Garuda.


Lono dan Tino meloncat melesat ke arah posisi masing masing sesuai yang di perintahkan Jino.


Kini zirah sayap Garuda sudah ada di tengah ketiga orang tersebut, meskipun jaraknya masih beberapa tombak jauhnya.


Dengan gerakan tangan Jino memerintahkan kedua saudara nya untuk mempersempit cakupan pengepungan mereka.


"Maju..!," bisiknya pelan.


Ketiganya makin maju dan mendekat ke arah zirah pusaka Sayap Garuda.


Sraaaaakkk...!!

__ADS_1


Tiba tiba dari arah bawah, seorang anggota Mata Iblis mencoba menangkap zirah yang menggelantung di dahan sebuah pohon.


Bagai seekor burung, zirah tersebut meloncat melesat pergi lagi ke arah yang lain.


"Setaaan Alaaas...!!," maki Jino kepada orang yang tiba tiba muncul dari arah bawah, mencoba mengambil pusaka tersebut.


"Bangsaaat...!!, jaga mulutmu..!!," balas orang Mata Iblis sambil melotot ke arah Jino.


Jino langsung mendekat diikuti oleh Lono dan Tino.


"Kau mengacaukan semuanya..!." teriak Jino setelah dekat.


"Benda...pusaka ...itu buruan kami.." kata Lono setelah mendekat.


"Huh...sok memiliki.., kami juga memburu pusaka tersebut, memang hanya kalian yang mampu..?," orang Mata Iblis meradang mendengar perkataan Lono, dan menatap tajam.


Dalam sesaat saja orang orang Mata Iblis sudah mendekat dan kini kedua kelompok tersebut sudah saling berhadapan.


"Kami akan menyingkirkan orang yang akan menggangu jalan kami."


Kata Ratu Dewi Mata Iblis, menatap dan mengintimidasi tiga orang di depannya.


Tiga Bayangan Setan juga menatap tajam dan berdecih, "Cck...kami pun akan memusnahkan pengganggu kami."


CLAAAAPP...!


Ratu Dewi Mata Iblis langsung mengeluarkan jurus Mata Iblis menyerang ketiga orang di depannya begitu mendengar perkataan tersebut.


"Aaaa..."


Tiga Bayangan Setan sedikit tercekat tak mengira akan diserang secara tiba tiba seperti itu.


Ketiganya meloncat mundur dengan cepat menghindar dengan memukulnya hantamannya mengusir hawa pukulan Mata Iblis yang melesat dari mata Sang Ratu.


BLAAAAAR...!!


"Hampir saja kita kecolongan," seru Jino setelah meloncat mundur.


"Hati hati lawan kita sangat berbahaya..," sahut Lono begitu mereka berhasil menghindar.


Tiga Bayangan Setan langsung membuat formasi penyerangan terhadap kelompok Mata Iblis.


Membentuk formasi segitiga mengurung seratusan orang Mata Iblis.


Dari tiga arah Tiga Bayangan Setan melakukan serangan-serangan terhadap anggota Mata Iblis.


Sedangkan sang Ratu langsung memerintahkan anak buahnya untuk membentuk formasi bertahan dengan punggung saling menempel, "Bentuk formasi Sarang laba laba...!," teriak sang Ratu.


__________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya...jika sempat malam up lagi... makasih...


__ADS_2