
Anggota Mata Iblis langsung membentuk sebuah formasi sesuai yang di teriakkan oleh sang Ratu yaitu "Sarang Laba laba".
Dengan membentuk heksagonal dan deretan anggota yang berlapis lapis dengan sang Ratu berada di tengah tengah, semua siap menghadapi gempuran lawannya.
Semua siap menghadapi serangan yang datang dari arah manapun.
Tiga Bayangan Setan yang juga sudah membentuk formasi seperti segitiga jika di tarik garis, mulai melakukan gerakan untuk jurus jurus nya.
"Hiaaaaa..!".
"Hiaaaaaa..!!"
Jino dan Tino sudah meloncat melesat memukulkan pukulan jarak jauhnya, menggempur formasi lawan namun kandas dan hanya menimbulkan ledakan.
CLAAAAPP....
BLAAAAAR..
BLAAAAAR..!!
Hantaman pukulan ganas Tiga Bayangan Setan itu mentah teredam oleh gabungan serangan sorot mata iblis anak buah sang Ratu.
"Hanya begitu saja serangan kalian" kata sang Ratu Dewi Mata Iblis mengejek.
Ketiga anggota Bayangan Setan tersebut langsung mengeluarkan senjata nya begitu mendengar perkataan pimpinan lawan yang merendahkan mereka.
Dua buah senjata tongkat besi pendek, berwarna putih mengkilap ada di tangan masing masing anggota Bayangan Setan.
Ketiganya saling berpandangan sejenak, sebelum saling memukulkan dua tongkat di tangan masing masing.
Taang...!
Taaang..!!
Taaang..!!!
Pukulan yang semula pelan makin lama makin kuat dan keras, menimbulkan suara yang cukup memekakkan telinga dan membuat lawan yang mendengar nya tergetar kakinya, dan sakit telinga nya.
"Kuraang ajaar..!!"
Teriak Ratu Dewi Mata Iblis, melihat formasi anak buahnya menjadi sedikit goyah, bahkan hampir berantakan karena suara dentangan dua benda yang di pukul kan tersebut betul betul dahsyat hasilnya.
DTAAANG..!!
Kembali suara dentangan sangat keras membuyarkan formasi Sarang laba laba, karena dentangan itu membuat telinga pekak dan terasa menghujam ke dalam dada.
"Mata Iblis Peremuk Tulang..!!"
Begitu sang Ratu berteriak semua anak buah mata Iblis yang sudah limbung itu kembali memaksa diri berkonsentrasi, dan dari semua mata anak buahnya keluar sinar.
CLAAAAPP....!
Sinar yang tercipta dari anak buah Mata Iblis itu sambung menyambung menyasar ke arah masing masing dari Tiga Bayangan Setan.
BLEGAAART...!
Cahaya yang datang dari seratusan orang tersebut bertubrukan dengan gelombang suara yang di ciptakan Tiga Bayangan Setan, dan menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat, hingga ketiga orang Bayangan Setan terpental, namun formasi Sarang laba laba juga berserakan.
**
Ki Balungan si Pedang Kilat sudah melesat sangat cepat mengurung lawannya dengan serangan.
Pedangnya menyambar nyambar ke arah Jumarno si Celurit Sakti.
__ADS_1
Traang....! traaang....!!
Namun dengan tangkas Celurit Sakti menangkis sabetan pedang yang datang bertubi tubi tersebut.
Medan laga kedua pendekar tersebut sudah porak poranda, bahkan beberapa pohon sudah patah bertumbangan.
Srrriiinng...!!
Taaang....!!
JDUAARRT....
Serangan yang berhawa tenaga dalam kuat tersebut sesekali menimbulkan ledakan saat keduanya beradu kekuatan.
Pertarungan yang lebih di dominasi oleh emosi tersebut makin seru dan tak lagi menghiraukan tentang pusaka yang kini sudah melesat meninggalkan keduanya.
"Aku ingin mengadu nyawa dengan mu..!!" teriak Ki Balungan menatap tajam ke arah Jumarno.
"Cuiih...aku hadapi...!." balas sang lawan yang sudah memutar dua celurit di dua tangannya.
Udara makin terasa kian padat dengan putaran senjata yang di hasilkan oleh keduanya.
Mereka kini bersiap menaikan tenaga dalam lebih kuat lagi untuk menggempur lawannya.
"Bersiaaap...!!."
"Hiaaaaa.....!"
Ki Balungan meloncat melesat menebaskan pedangnya ke arah Pendekar celurit sakti.
Sriiing....!!
Jumarno pun meloncat menyongsong serangan tersebut.
"Hiaaaaa..!"
Benturan sangat keras terdengar dan terjadi, membuat kedua orang tersebut terpental akibat benturan ledakan dua kekuatan yang pecah berhamburan menghantam balik kedua nya.
Ibarat orang yang melempar sebuah ayunan dengan sekuat tenaga hingga habis tenaganya namun tak memikirkan balikan dari ayunan itu dan menabraknya balik hingga terpental.
"Aaarch..!!"
Teriak keduanya yang terlempar cukup jauh dan berguling gulingan.
"Hoeekk..!!."
Keduanya memuntahkan darah segar, dan terluka dalam cukup parah.
**
Pertempuran kelompok Mawar Hitam melawan pasukan Kerajaan Agung Jongka Lengkong sudah hampir mendekati *******.
Dua kelompok tersebut sudah mengeluarkan kekuatan andalan masing masing.
Para pemimpin pasukan tersebut sudah bertarung dengan kekuatan tingkat tertinggi dari kemampuan olah Kanuragan nya.
Broto dento tetua Singa Emas yang menghadapi Widura salah satu tetua Mawar Hitam sudah bertarung dengan kekuatan puncak.
Dua golok nya menghantam cukup keras ke arah sang lawan.
Namun putaran pedang tombak Widura selalu berhasil membuyarkan serangan tersebut.
Keduanya sudah terlihat kacau penampilan nya, akibat kekuatan yang di kerahkan sudah mencapai ambang batasnya.
__ADS_1
Pertarungan yang sudah berlangsung cukup lama tersebut cukup menguras tenaga keduanya.
Sementara itu guru Tohjaya yang menghadapi Marunda sedikit menunjukkan titik terang siapa yang bakal memenangkan pertarungan tersebut.
Pedang dari sang guru dari istana Kerajaan Agung Jongka Lengkong itu sudah membuat Marunda salah satu tetua Mawar Hitam mulai terdesak.
Traaaang... Blaaaaaaarrrr...!!
Hantaman pedang guru Tohjaya membuat Marunda terpental.
"Huuh.... tamatlah riwayat mu..!," teriak Tohjaya sembari memburu ke arah badan lawannya yang mencelat menjauh.
"Hiaaaa..!!"
Teriak Tohjaya keras mengayunkan pedang nya menebas Marunda yang masih terkapar akibat terlempar tadi.
DAAAARR....!!
Hantaman tersebut menyebabkan benturan, keduanya tersentak dengan Marunda yang kembali terlempar jauh bergulingan menabrak rerimbunan dan tak muncul lagi.
Sedangkan guru Tohjaya terdorong beberapa langkah lalu memuntahkan darah segar, ''Hoeeek....!!."
Biyaka yang memimpin pasukan nya melawan pasukan Jongka Lengkong mulai melirik kearah anggota nya.
Mulai berfikir untung ruginya dari pertempuran tersebut, akan terus di langsungkan atau mulai bergerak mundur.
Di lihatnya Widura salah satu rekannya yang masih bertarung dengan lawannya dan tak mengalami berkembang, lalu dilihatnya Marunda yang bahkan terdesak hebat, membuat dirinya yang memimpin pasukan Mawar Hitam harus mengambil keputusan.
Biyaka akhirnya memutuskan untuk mundur teratur sambil menyelamatkan rekan rekan nya, karena sudah di pastikan jika kekuatan lawannya sedikit di atas kelompok nya.
**
Jaya dan rombongan nya sudah meninggal kan tempat makan yang membuat kelompok nya berseteru dengan Pemimpin kota.
Mereka masih mencari penginapan yang sekira cocok dengan dirinya.
"Kita ke ujung kota saja Nakmas, mungkin disana ada tempat yang cocok, dan besok bisa meninggalkan tempat ini," kata Narimo sebagai penunjuk jalan rombongan tersebut.
"Benar Nakmas, aku rasa kota Lembah Emas tak cocok dengan kita," sahut Baroto.
"Bukan kota nya yang tak cocok paman, tapi Pemimpin nya yang tak cocok," sungut Kumala sedikit jengkel.
Baroto Sarkawi tersenyum mendengar perkataan Kumala karena memang demikian adanya.
"Sudah tak usah di pikirkan lagi, jika memang mereka masih berulah aku tak akan menahan diri lagi," kata Jaya Sanjaya yang ternyata juga berusaha meredam amarah nya tadi.
"Mereka menguji kesabaran ku."
**
"Guru..ini sudah hampir enam purnama, tapi kakang Jaya kenapa belum juga menjemput ku kemari..?," kata Pelangi kepada Nyai Nilam Sari, saat keduanya selesai berlatih olah Kanuragan.
"Sabar murid ku..mungkin saat ini Jaya masih dalam perjalanan kemari."
"Tapi aku sudah tak sabar, aku takut kakang Jaya mengingkari janjinya."
"Ya tapi enam purnama nya kan belum terlampaui, kita tunggu saja jika hingga batas waktu Jaya Sanjaya tak kemari lagi kita akan mengantar mu ke Ngarsopuro," kata Randu Sembrani menjanjikan.
Pelangi hanya terdiam sedikit menekuk wajahnya, entah perasaan apa yang ada di hatinya, seakan jiwa nya dan Jaya selalu tertaut dan dirinya selalu merindukan pemuda itu.
Usianya yang kini memasuki akhir belasan tahun itu membuat jiwa nya meronta bila mengingat tentang sang pemuda yang selama ini menjadi orang pertama yang di lihat nya setelah Jayeng Rono yang dianggap kakek dan orang tuanya.
"Iya.. guru aku akan sabar.."
__ADS_1
___________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya....