
Setelah tiga kelompok menyatakan bergabung, kini berturut turut kelompok lain juga berdatangan ikut bergabung seperti Api Suci, Kuda Terbang serta pasukan khusus gabungan negeri Panca Buana.
Semula mereka ingin meninggalkan padang Selayang Pandang, pergi dari sana untuk menghindari peperangan, namun apa yang terjadi pada kelompok Naga Hijau menghentikan niatan tersebut.
Kelompok Naga Hijau yang ingin melarikan diri dari padang Selayang Pandang malah di bantai pasukan Iblis dan Layon, mereka di kejar di buru hingga tumpas habis di mangsa lawannya.
Kelompok yang merapat ke Awan Putih malah terbukti lebih aman, jadi semua memutuskan bernaung dan menjadi bawahan Awan Putih.
Kini hanya ada dua kubu di padang Selayang Pandang, kubu Awan Putih serta kelompok yang bernaung di bawahnya, dan kubu Jiwa Abadi yang kini di dominasi oleh para Iblis, setelah para manusia yang menjadi antek kelompok itu sudah mati semua, hanya tinggal Rakumba beserta para Layon, Pyong Karund dan tetua Kalong Setan Suji Meniran.
Semua anggota Jiwa Abadi dari golongan manusia sudah tumpas kecuali yang di sebutkan di atas.
Terlihat para Iblis tengah memulihkan kekuatan setelah bertarung tiada henti hampir seharian penuh sejak kemarin sore, dan saat ini para iblis tengah duduk bersemedi di sekitar perkemahan Jiwa Abadi, mengatur pernafasannya untuk kembali memulihkan kekuatannya.
Bantuan pasukan Iblis yang semula di perkirakan hanya tak lebih dari tiga ribu itu ternyata membengkak seiring portal dimensi yang terus stabil dan terjaga, sebelum akhirnya berhenti karena di ambil nya pusaka Paku Jagat sehingga portal itu goyah dan menghilang.
Kini pasukan iblis mencapai tujuh ribu iblis, padahal itu sudah berkurang hampir separuh nya dalam pertarungan kemarin, bisa di bayangkan jumlah iblis yang bisa melintasi portal kemarin.
Begitu juga dengan para Layon, kini sedang menjalani perawatan dan pemulihan, Rakumba kembali harus melakukan perawatan dan pemulihan terhadap para Layon yang fisiknya sudah rusak.
Dari 99 pasukan Layon kini hanya tersisa sekitar Lima puluhan saja, dan itu cukup membuat Rakumba murka.
"Sekarang kita tahu lawan kita yang sesungguhnya, yaitu Awan Putih."
"Mereka yang menjadi motor melawan kita, dan kini malah menjadi pelindung para pendekar tersebut."
"Jadi untuk pertempuran selanjutnya kita berfokus untuk menghancurkan kelompok itu.!."
Iblis Wora berkata, mulai menyusun rencana nya, untuk pertempuran selanjutnya.
"Kami akan mencari sosok yang telah mencuri pusaka Paku Jagat, kalian hancurkan semua yang ada," Iblis Wari menyambung apa yang di katakan saudaranya tersebut.
"Ya aku akan pimpin pasukan untuk membantai para manusia tersebut..!," seru Dwarakolo, "Bersama pasukan Layon tentu saja."
**
Sementara itu di sisi yang lain dari padang Selayang Pandang, Awan Putih dan kelompok yang bernaung juga tengah melakukan pertemuan membahas rencana apa yang mesti di lakukan.
"Aku rasa di pertempuran berikutnya para iblis pasti akan menyerang kita lebih ganas lagi."
"Dan jika mereka memenangkan perang ini, aku pastikan umat manusia akan musnah binasa."
Semua mengangguk mendengar ucapan Jaya tersebut, mereka juga sadar memang seperti itu akibat yang di dapat.
"Besok persediaan makanan kita sudah habis, itu berarti mau tidak mau kita harus mengakhiri pertempuran ini."
"Dan tak ada yang lebih mengembirakan dari akhir peperangan selain kita memenangkan nya, melawan pasukan Iblis itu."
Semua kembali mengangguk, tanpa mengeluarkan suara, jelas sekali terlihat ketegangan di sana, mungkin saat ini adalah malam terakhir bagi mereka sebelum besok pagi akan terlibat dalam pertempuran yang mempertaruhkan nyawa nya.
__ADS_1
"Malam ini kita Jaga bergiliran, jangan sampai lengah karena serangan lawan juga tak bisa kita duga.."
**
Hari sudah berganti, matahari sudah menampakan sinarnya di sebelah timur, serangan para iblis yang di khawatirkan terjadi semalam tak terbukti, entah mengapa para iblis malam tadi tak melakukan serangan.
Jaya yang selalu siaga sedikit heran, mengapa para Iblis tak melakukan serangan semalam?, bukankah malam hari bagi para iblis merupakan sebuah keunggulan?
Sementara di sisi lain pasukan iblis tengah bersiap, sebenarnya mereka berencana melakukan serangan semalam, namun belum siapnya para Layon membuat dua Iblis Wora dan Wari memutuskan menunda serangan tersebut.
Kekuatan hebat para Layon yang menjadi kunci kemenangan tersebut sangat di perlukan, jadi mereka menunggu pemulihan Layon tersebut.
"Bagaimana?." tanya Iblis Wari, menatap Rakumba dan tim pemulihan.
"Sudah siap tuan Pemimpin, kita bisa mengaktifkan lagi para Layon kembali."
"Baik kita serang mereka ...!, kita hancurkan hingga tak tersisa dan kita kuasai alam ini...!," teriak Iblis Wora, mengepalkan tangannya ke udara.
"Gggrrhhhhh....!.''
"Grrrorhhhhkkk...!.''
Sorak sorai terdengar menggelegar di hari yang masih sangat pagi tersebut.
Pasukan Iblis di pimpin langsung oleh tiga dedengkot iblis itu mulai bergerak ke arah Awan Putih berada.
**
"Kalian sudah mendengar sendiri.., teriakan yang menggema barusan adalah para Iblis yang sudah bersiap menyerang kita." kata Jaya pagi itu memulai orasinya.
Memang teriakan ribuan iblis itu bisa di dengar hingga area dimana Awan Putih dan sekutunya berada.
"Persiapkan diri kalian, mungkin ini pertempuran terakhir kita, tapi kita patut berbangga bertarung bersama para pendekar lainnya, membela seluruh umat manusia."
"Berikan yang terbaik, tak ada lagi kata mundur sebelum musnahnya para Iblis..!.''
Semua berteriak, mengumandangkan yel yel yang bisa menguatkan semangat nya.
"Kita songsong mereka...!, kita balas kematian teman dan saudara kita..!."
"SERBUUU...!!."
Teriakan Jaya menggelora memimpin seluruh manusia yang akan memerangi Iblis dan anteknya.
**
Dua kelompok bertemu dalam pertarungan besar, ribuan mahkluk saling mencoba untuk mencabut nyawa dari lawan masing masing.
Para iblis bergerak cepat, menerjang menerkam lawan nya.
__ADS_1
Para Layon pun demikian, setelah melakukan perawatan atau mungkin lebih tepatnya perbaikan karena mereka sudah seperti mesin atau robot, kini mereka makin beringas dan ganas.
Sesuai yang telah di sepakati kali ini Awan Putih dan sekutunya bertempur dengan penuh perhitungan sesuai rencana, saling melapisi antara yang kuat dan lemah di gabungkan.
Kelompok Gagak Hitam yang memiliki keunggulan di sebar tiap kelompok, saling bahu membahu dengan kelompok yang lain.
CLAAAPP...!!
Sebuah lesatan jurus Mata Dewa di lepaskan Pelangi, memerangkap puluhan Iblis.
Crassh...!
Craaash...!!
Puluhan anggota Awan Putih dan sekutunya langsung menebas iblis iblis yang terjebak dalam slow motion itu dengan tanpa ragu ragu.
CLAAAPP...!
Disisi Pelangi ada Kumala yang juga melepaskan jurus Mata Iblis, menyasar para iblis.
BLAARR...!!
Terdengar ledakan saat lesatan itu menghantam dada beberapa iblis yang langsung memekik kesakitan.
Craaash...!
Craaash...!!
Anggota yang lain dari Awan Putih dan sekutu langsung menebas para iblis yang terlihat goyah tersebut.
Di sisi lain para pemimpin kelompok Iblis juga menyerang para pendekar dengan membabi buta, Bahkan Dwarakolo yang di hadang oleh Bayu Geni dan Bayu Banyu dua tokoh dari Kuda Terbang masih mampu membuat dua sesepuh itu kewalahan.
"Keluarkan kekuatan kalian berdua..!," teriak Dwarakolo mengejek dua lawannya yang terbukti kesulitan mengeroyoknya.
"ANGIN APIII....!!" teriak Bayu Geni, dia meloncat menghantamkan pukulan andalannya, berupa badai angin yang bercampur dengan hawa panas api.
BLAAARRR....!!
Panglima Iblis itu hanya mengibaskan lengan kirinya menghadang hantaman sesepuh Kuda Terbang tersebut, hingga hanya menjadi sebuah ledakan yang membuyarkan kekuatan hantaman lawan.
"ANGIIIN...EESS...!!." Bayu Banyu juga meloncat menghantamkan pukulan andalannya sebuah kekuatan pukulan yang di barengi hawa dingin menerjang ke arah Dwarakolo.
BLEGAARTT...!!
Kembali panglima iblis menangkis hantaman tersebut, membuyarkan kekuatan pukulan lawan hingga pecah dan musnah.
___________
Jejaknya...
__ADS_1