Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Makin Menggila


__ADS_3

Jaya melesat terbang dengan sangat cepat, karena para Iblis pasti akan mengejar jika tahu pusaka Paku Jagat hilang dari tempatnya.


Bukan takut bertemu dengan mereka, tapi yang di khawatirkan serangan para iblis pasti akan lebih membabi buta lagi terhadap kelompok kelompok yang ada.


"Aku harus segera sampai di tempat Awan Putih, karena pasti para iblis akan mengamuk."


Tiga orang yang ada di dalam katung kain besar yang di bawa Jaya juga tak kalah berdebar, karena bagaimanapun kekuatan Gagak Hitam berasal dari para iblis tersebut, bisa jadi mereka punya penangkal kekuatan mereka, sebagaimana Jaya memilikinya.


**


"Hancurkan semuanya...!!." teriak Dwarakolo memekik keras, memberikan perintahnya kepada seluruh anak buahnya.


"Hancurkan semuanya...!


"Hancurkan semuanya....!


Para kepala rombongan dari iblis meneriakkan seruan yang sama sebagaimana Dwarakolo berteriak, tujuannya agar perintah tersebut tersampaikan hingga ke seluruh anak buahnya.


Begitu mendapatkan perintah tersebut para Iblis makin beringas menyerang, begitu juga para Layon yang makin kesetanan dan tak pakai pikiran saat menyerang.


Semua kelompok di buat kewalahan dengan serangan pasukan gabungan tersebut.


Kelompok partai Es Abadi makin terdesak hebat, banyak anak buahnya yang sudah di bantai oleh pasukan iblis dan menjadi santapan para pasukan kiriman alam lain tersebut.


Craaassh...!


Craaashh...!


Sambaran sambaran senjata dan cakar dari para iblis merobek dan mencabik mangsanya.


Badan mereka makin mengembang dengan makin melimpahnya makanan yang bisa mereka konsumsi.


"Gggrrhhh..!! Aaarrrhhhggg....!!"


Dengan ganas iblis iblis pemakan daging itu berebutan mangsa, menerkam menggigit dan mencabik mangsa yang berhasil di tangkap baik hidup maupun mati.


"Keparaaat...kalian makhluk apa sebenarnya...!." teriak Sukat Jaladri yang melihat pasukan lawan makin beringas setelah adanya teriakan yang bersahut sahutan tadi.


Terlihat di depan matanya pasukan iblis dan layon membantai banyak anak buah pasukannya.


Namun dia tak bisa melakukan apapun, karena lawannya juga makin mendesaknya dengan serangan yang makin membuat sang Dewa Es itu keteteran.


"Gggrrhhh....!!.''


Kepala kelompok Iblis itu menggeram, lalu meloncat menyambarkan senjata tombak berujung pisau tersebut.

__ADS_1


CRAAAKK....!!


Sambaran itu menghantam keras pedang Sukat Jaladri yang di hadangkan di depan dadanya untuk menghalangi serangan lawan.


"Aaahhh....!!."


Tetua Agung partai Es Abadi itu menjerit tertahan saat sambaran kuat itu melemparnya ke belakang.


Wajah sang Dewa Es itu sesaat memucat, hawa dingin yang di ciptakannya terbukti tak membuat sang Iblis terganggu.


Begitu juga dengan para sesepuh yang menghadapi para Layon, terlihat begitu kesulitan melawannya.


Kaisar Dewa Air bahkan harus berjibaku melawan sosok Layon yang menjadi lawannya tersebut hingga terpontang panting.


Layon yang mungkin dahulu pengguna dua ekement itu terlihat sangat merepotkan.


Dua element panas dan dingin yang mampu di kuasai Layon tersebut membuat Kaisar Dewa Air membelalakan matanya.


"Heeh, tak kusangka aku bertarung dengan mayat yang tangguh." Keluh sang sesepuh begitu menyadari situasi dan kekuatan lawannya.


Lawan yang mampu menciptakan dua kekuatan element itu membuat sang sesepuh begidik ngeri.


BLEGAAARRT...!


Dua kekuatan pukulan bertemu saat Kaisar Dewa Air melepaskan pukulan dengan kekuatan Inti Es nya dan bertemu dengan kekuatan pukulan Layon tersebut.


Matanya nyaris copot saat menatap ke depan terlihat sosok Layon tersebut hanya berguling dan langsung berdiri kembali tanpa meraskan apapun.


Kelomok partai Es Abadi makin porak poranda saat hampir separuh lebih anak buahnya di bantai lawannya, dan kini sisanya juga sudah terlihat kewalahan dengan serangan tersebut.


Tak jauh berbeda dengan Kaisar Dewa Air, Landung Siturang si Pedang Es Abadi juga bertemu dengan sosok Layon yang tak kalah mengerikan.


Kekuatan hawa dingin yang menjadi andalan si Pedang Es Abadi itu terbukti tak berimbas apapun di pertarungan tersebut.


Jika selama ini sesepuh Landung Siturang bisa menekan lawan dengan kekuatan pedang yang mampu membeku kan lawan dan mempengaruhi performa lawan saat bertarung karena adanya hawa dingin, namun kini itu tak berlaku.


"Sontoloyo...! dasar mayat tak punya rasa apapun..!," keluh sang Sesepuh, dengan jengkel terhadap entah apapun itu, karena lawannya tak terpengaruh saat pedangnya menghantam dan senjata mereka bertemu.


Layon itu malah dengan santai memegang pedang sang Sesepuh setelah sempat menghantam senjatanya, tanpa ekspresi padahal kulitnya tadi sempat di selimuti bongkahan es.


Makin lama kelompok partai Es Abadi terlihat makin tertekan setelah Sesepuh Joko Baron atau Dewa Salju menyerah dan terdesak hebat oleh Layon sosok lawannya.


Bukan hanya Joko Baron, Ronggoliwa serta Dewi Racun Salju juga kewalahan setelah serangan racunnya tak mampu menumbangkan para iblis dengan cepat.


"Kita menepi..!, mundur...!!," teriak Sukat Jaladri memberikan perintah, menunjuk ke arah Awan Putih.

__ADS_1


"Kita berlindung di Awan Putih..?," Ronggoliwa nampak sedikit kaget dengan instruksi dari Tetua partai Es Abadi tersebut.


Dengan terpaksa dan sedikit malu Sukat Jaladri mengangguk, "Hanya itu satu satunya harapan saat ini.."


Para sesepuh dan Tetua menggiring anak buah partai Es Abadi yang tinggal kurang dari seperempat anggota itu mundur teratur ke Awan Putih.


Medan laga di sisi timur itu memang paling menonjol adalah kelompok Awan Putih.


**


Tak berbeda dengan Awan Putih, kelompok Mata Iblis yang ada di sisi timur tersebut juga akhirnya keteteran setelah sebelumnya melakukan perlawanan yang sengit.


Setelah menumbangkan ratusan Iblis dan juga manusia dari kelompok Jiwa Abadi, kelompok Mata Iblis kini terdesak hebat, begitu para Layon yang semula menggempur kelompok lain kini membantu menggempur kelompok tersebut.


Menghadapi para Layon yang memiliki kulit kuat, ulet dan liat itu sangat menyulitkan kelompok Mata Iblis yang sudah mengalami penurunan kwalitas dalam bertarung.


Apalagi daya pulih fisik para Layon secepat orang meminum satu gelas teh (sangat cepat) sebagaimana anggot Gagak Hjtam, begitu terkena jurus Mata Iblis dan hancur, dalam waktu singkat langsung pulih kembali.


"Kita tak bisa terus menerus seperti ini..," teriak Sang Pemimpin Agung kepada Sesepuh Mata Iblis Topan Surya.


Topan Surya yang tengah bertarung hanya mengangguk saja, karena masih fokus menghadapi lawannya.


"Benar kita makin terdesak..!," seru Lindu Braja tak jauh dari sana, masih sambil melawan salah satu Layon.


Hanya Rogo Sakti yang sedikit unggul, karena melawan iblis yang sudah kehabisan kekuatan karena tergempur terus menerus dan tak sempat memakan mangsa nya sehingga tubuhnya mengecil.


"Kita bergabung dan bernaung dengan kelompok kuat..!," teriak Sang Pemimpin akhirnya mengambil keputusan.


"Benar kita harus bergabung dengan Awan Putih..!," Dewi Mata Iblis langsung menyetujui usulan tersebut, saat ini sebaiknya menyingkirkan ego dan nafsu pribadi jika ingin sama sama selamat.


"Kita ke Awan Putih...!!," teriak Sesepuh yang lain memberikan perintah kepada sisa sisa Mata Iblis.


**


"Nakmas nampaknya dua kelompok itu mau bergabung dengan kita..!," seru Baroto, menunjuk ke arah sebelah kanan dan dkiri, di mana kelompok Es Abadi dan Mata Iblis yang terlihat mendekat ke arah mereka.


Jaya menatap dua kelompok tersebut bergantian, saat ini masih di serang dan kejar oleh lawannya.


Terlihat sekali jika dua kelompok tersebut keteteran.


"Semua bersiap ..!, jika mereka kemari artinya lawan akan datang lagi dan jumlahnya akan lebih banyak..!," seru Jaya mengingatkan.


Benar apa kata Jaya, jika dua kelompok itu mendekat, otomatis lawannya akan datang lebih banyak dan jangan sampai lengah akan hal itu.


"Baik Tetua..!," teriak seluruh anggota Awan Putih serempak.

__ADS_1


______________


Jejaknya...


__ADS_2