Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Sebuah Rencana


__ADS_3

Cakra Tirta Sanjaya kini sudah berada di gerbang Istana Ungu setelah berhasil menghabisi semua musuh nya, meski dia bisa masuk ke wilayah istana itu dengan cara paksa, namun dia tak mau merusak segel formasi pengaturan.


Dengan sabar Cakra Tirta masih menunggu penghuni istana Ungu untuk membuka segel formasi pengaturan dari dalam, seperti tamu yang menunggu di buka kan pintu oleh sang tuan rumah.


Jeng jeng..


Setelah menunggu beberapa saat selaput cahaya yang ada di depan Cakra Tirta akhirnya terbuka, itu adalah pintu masuk ke istana Ungu, terbukanya pintu tersebut menandakan bahwa para penghuni tempat itu mengijinkannya untuk masuk, sebelum nanti pintu itu akan tertutup kembali.


"Ingsun masuk.." kata Jaya, sambil berjalan memasuki area yang di tutup semacam tabir selaput cahaya ungu.


Cakra Tirta harus masuk dan bertemu dengan Dewi Krystal Nurmala, ada banyak hal yang harus dia jelaskan, ada banyak perkara yang harus di bicarakan.


Meski sedikit ragu setelah melihat raut wajah sang Dewi Krystal Nurmala, namun Cakra Tirta tetap harus menjelaskan nya.


Perasaan yang semula membuncah untuk bertemu kini sedikit luruh setelah melihat ekspresi wajah Dewi Krystal Nurmala itu, ada rasa ragu jika nanti di tolak dan tak di inginkan oleh sang Dewi.


**


Pasukan Alam Dewa kini sudah pada berkumpul di istana kekaisaran, mereka meninggal kan wilayah masing masing untuk berkumpul di pusat pemerintahan tersebut.


Mereka bergerak dan berpindah dengan portal dimensi pemindah.


Langkah ini terpaksa di lakukan oleh para Dewa setelah hampir seluruh wilayah para Dewa itu di taklukkan oleh pasukan Iblis.


Kini di wilayah istana Kekaisaran makin penuh dengan pasukan bantuan Dewa lainnya.


"Bagus istana ini makin kuat sekarang."


Kaisar Dewa terlihat senang.


Selama ini posisi istana Kekaisaran dalam kondisi kritis sebenarnya, pasukannya sudah terdesak dan mundur mendekat ke sekitar istana pusat.


Bahkan kabar terakhir yang di terimanya Dewa Aryo Baruno, Anisong serta Singopati sudah di tangkap dan di sandera oleh pasukan Iblis.


"Dengan adanya bantuan dari para Dewa, ingsun yakin bisa membalas dan bahkan membebaskan Aryo Baruno dan anak buahnya." Kaisar Dewa tersenyum penuh arti.


**


Cakra Tirta Sanjaya sudah di persilahkan duduk di sebuah ruangan di salah satu tempat di istana Ungu.


Saat ini hanya ada dirinya dan Dewi Krystal Nurmala.


Keduanya masih terdiam penuh kecanggungan, terutama Cakra Tirta.

__ADS_1


"Aaa.."


"Aaa.."


Keduanya sama sama akan berbicara, pada saat yang sama.


"Silahkan Kakak Cakra berbicara.."


"Dinda Krystal Nurmala saja..kalau begitu.."


Keduanya masih sangat kaku, untuk memulai pembicaraan, terlihat keduanya sama sama kebingungan.


"Silahkan.. Kakang.."


Cakra Tirta Sanjaya menatap wajah sang Dewi, sejenak menghela nafasnya.


"Ingsun bingung mesti berkata dari mana, yang jelas ingsun minta maaf kepada Dinda Krystal Nurmala, jika selama ini terkesan lari dari masalah."


Krystal Nurmala hanya mendesah pelan, raut wajahnya masih terlihat kesal dan tak bersahabat.


"Ingsun tak ingat apapun, tiba tiba saja ingsun sudah berada di dunia lain." Cakra Tirta alias Jaya berkata kembali karena Dewi Krystal Nurmala masih saja terdiam.


Mendengar perkataan tersebut, Dewi Krystal Nurmala tersentak kaget.


"Benar.., lebih tepatnya Alam manusia." sahut Cakra Tirta.


"Alam manusia?, tempat yang sangat jauh itu..?." Krystal Nurmala makin kaget.


Kini raut wajah Krystal Nurmala sedikit berubah, tak lagi sekesal semula.


"Bahkan saat itu ingsun tak ingat siapa diri ingsun sesungguhnya, itu berlangsung selama beberapa tahun di alam Manusia itu."


Cakra Tirta Sanjaya alias Jaya Sanjaya berkata, lalu menceriterakan semuanya tanpa ada yang di tutup tutupi, baik itu tentang kehidupan di alam manusia bersama dua istri nya, serta serangan yang dilakukan para Dewa yang di pelopori oleh Kaisar Dewa.


"Jika ingsun tidak bertemu dengan Dewa Kebijaksanaan mungkin ingsun tak segera menyadari semua ini." kata Cakra Tirta mengakhiri cerita nya.


Dewi Krystal Nurmala kini matanya berkaca-kaca, tanpa terasa dia sudah mendekat ke arah Cakra Tirta Sanjaya duduk.


"Ma..maafkan aku Kakang, aku kira Kakang meninggal kan ku." kata Krystal Nurmala sambil terisak, lalu memeluk Cakra Tirta.


Di antara isakan tangisnya, Krystal Nurmala juga menceritakan apa yang di alami nya semenjak kepergian Cakra Tirta.


Cakra Tirta trenyuh hatinya, di rengkuh nya sosok cantik yang tengah memeluk nya tersebut.

__ADS_1


"Ingsun yang meminta maaf kepada Dinda." kata Cakra dengan mata yang juga berkaca-kaca, sungguh berat apa yang dialami wanita yang menjadi pujaan hati nya tersebut.


**


"Ha..ha..ha...inilah yang aku inginkan, kalian berkumpul dalam satu wilayah, tak lagi merepotkan dengan keberadaan kalian di wilayah wilayah yang lain."


Raja Agung Iblis terlihat tertawa begitu menyadari para Dewa kini berkumpul di pusat istana Kekaisaran.


Jika selama ini dia sedikit kesulitan dengan banyaknya Dewa yang berjuang dari istana masing masing, membuat pasukan Iblis harus di pecah pecah, kini tidak lagi, pasukan Dewa sudah berkumpul di istana Kekaisaran dan itu lah yang ditunggunya selama ini.


"Akan lebih mudah aku membasmi kalian."


Semua petinggi iblis yang ada di sekitar Raja Agung Iblis ikut tersenyum begitu mendengar berita yang di bawa Telik sandi atau mata mata iblis tersebut.


"Benar Yang Mulia Raja Agung, kita malah lebih mudah menyerang mereka jika begitu," kata panglima Iblis Hitam.


Panglima iblis putih pun tertawa senang, "Kapan kita menyerang mereka Yang Mulia?."


"Tahan dulu sebentar, biarkan semua berkumpul di istana itu, jika memang sudah benar benar berkumpul kita musnahkan mereka se akar-akar nya.


Semua Iblis mengangguk, memang itu yang harus di lakukan, ber-sabar sejenak.


**


Cakra Tirta Sanjaya makin geram dengan tindakan Kaisar Dewa.


Setelah mendengar semua dari cerita Dewi Krystal Nurmala, niat membunuh langsung terpancar dari sosok Dewa Perang tersebut.


"Ingsun benar benar harus membuat perhitungan dengan Kaisar Dewa, sudah lama ingsun merendah di depannya."Cakra Tirta mengepalkan tangannya.


"Apa yang akan Kakang lakukan?."


"Ingsun akan membuat Kaisar Dewa mengalami apa yang ingsun alami, akan ingsun buang dia setelah aku lemahkan kekuatan nya tentu saja."


"Terus bagaimana dengan para Iblis? yang saat ini tengah menyerang alam ini?."


Sesungguhnya Cakra Tirta ingin bersikap acuh dengan apa yang terjadi dengan Alam Dewa, namun nurani nya tak tega melakukan itu. Banyak yang saat ini menjadi korban terutama manusia biasa yang ada di alam Dewa dan juga para Dewa yang lemah.


"Akan aku hajar kedua belah pihak sekaligus." seru Cakra Tirta dengan geram.


Krystal Nurmala tercekat mendengar perkataan Dewa Cakra, wanita itu tak menyangka Dewa Cakra Tirta akan melakukan itu.


"Kakang harus hati hati, masih ada kekuatan pasukan Dewa Pemusnah yang sangat berbahaya, jika kakang lupa."

__ADS_1


"Hmm, tentu saja Kakang akan mengingat itu."


__ADS_2