Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda
Para Pemburu Pusaka


__ADS_3

Dalam beberapa hari ini nampak beberapa pendekar mulai berseliweran di wilayah Kerajaan Agung Karang Pandan, khususnya kerajaan Sirih Putih dimana perguruan yang di miliki Randu Sembrani berada.


Meski tak banyak orang yang tau jika kediaman Randu Sembrani adalah perguruan pengguna Jurus Mata Dewa.


Seperti yang di beritakan oleh orang orang selama ini jika pusaka tersebut di perkirakan jatuh di wilayah Kerajaan Agung Karang Pandan bagian wilayah tenggara, maka banyak orang melintasi wilayah kerajaan Sirih Putih yang ada di bagian selatan itu.


"Hmm..menurut perhitunganku kita sudah mendekati wilayah yang kita tuju saudara ku," kata seorang pria kepada pria lainnya, yang berkuda bersama nya.


"ya benar, bukankah ini sudah masuk wilayah Sirih Putih..?," kata pria di sampingnya balik bertanya.


"Tadi sih begitu kata orang orang yang aku tanya."


Kedua orang dengan senjata pedang besar di pinggangnya itu masih melajukan kuda tunggangan nya, berjalan memasuki wilayah kerajaan kecil bernama Sirih Putih yang ada di bawah naungan Kerajaan Agung Karang Pandan.


Mereka di kenal dengan sebutan Sepasang Raja Pedang, yang sudah melanglang buana seantero jagat dengan kehebatan permainan pedang nya.


Bernama asli Karpo dipolo dan Singo Dimejo, mereka aslinya berasal dari Kerajaan Agung Jongka Lengkong yang ada di wilayah Utara, namun sudah mengembara kemana mana.


"Ayo kita makan di warung depan siapa tau ada berita yang bisa kita dapatkan di sana."


Keduanya melajukan kuda menuju ke arah warung makan yang sudah terlihat dari kejauhan tersebut.


**


Di tempat lain nampak seseorang dengan senjata tombak memacu kuda dengan tergesa-gesa.


Berita yang di dengarnya jika pusaka itu ada di wilayah tenggara Karang Pandan, tepatnya timur kerajaan Sirih Putih membuatnya memacu kuda secepat angin menuju lokasi tersebut.


Dia adalah Tombak Iblis dari Alas Wetan, sebuah wilayah yang ada di bawah naungan Kerajaan Agung Pati Sruni.


Pati Sruni adalah Kerajaan Agung yang berada di sisi timur kerajaan Karang Kadempel, di sana ada sebuah wilayah bernama Alas Wetan, sebuah hutan yang sangat terkenal karena adanya perguruan yang berbasis penguasaan senjata tombak.


Dan Tombak Iblis adalah seorang laki laki yang menjadi salah satu tetua yang berasal dari perguruan itu.


Sebelum melanglang buana dan menjadi pendekar bebas, dia menemukan kitab jurus tombak terhebat yang bernama jurus Tombak Lidah Naga, yang hingga kini menjadi andalannya.


Jadi selama ini dia termasuk salah satu pengguna tombak yang cukup di takuti di jagat persilatan.


"Berhenti...!!."


Sebuah suara mengentikan laju sang pendekar.


Kini di tengah jalan sudah berdiri beberapa orang dengan senjata terhunus.


"Berikan upeti kepada kami, maka kisanak bebas melewati tempat ini..!," teriak salah satu penghadang itu.


Tombak Iblis hanya merogoh baju nya, mengeluarkan beberapa koin uang dalam kantung, kemudian di lempar nya ke arah beberapa orang tersebut, dia tak ingin membuang buang waktu lagi.


"Ni upeti ku..!!," teriaknya.


Melihat beberapa koin yang di bungkus kantung dengan mudah di berikan kepada mereka, orang orang itu timbul sifat tamak nya.


"Hei... BERHENTI...!!."


Teriak salah satu orang meloncat di tengah jalan di susul yang lainnya.


Dengan terpaksa Tombak Iblis menahan kekang kudanya, hingga kuda itu berhenti berlari sebelum menabrak orang orang tersebut.

__ADS_1


"Ada apa...!!?," tanya Tombak Iblis masih mencoba bersabar, bertanya kepada penghadang nya.


"Memangnya kami pengemis hanya kau kasih satu kantung..?," sahut salah satu perampok itu.


"Serahkan bungkusan yang kau bawa, jika perlu serahkan senjata mu, kali aja bisa kami jual..," kata perampok itu, makin ngadi ngadi.


Tombak Iblis yang sudah berhenti kemudian turun dari kudanya, berjalan pelan menghampiri rombongan penghadang yang kurang dari sepuluh orang tersebut.


"Kau ingin senjata ku..??," tanya Tombak Iblis, sambil menunjuk senjata tombak yang di ikat di punggung nya.


Sebuah senjata tombak yang ujung nya masih di tutup dengan kain putih itu terlihat menonjol di punggung sang penunggang kuda yang kini telah berdiri gagah di depan para penghadang.


"Ya... kami ingin senjata itu, mungkin bisa kita jual di rumah gadai..," kata perampok itu sambil menyebutkan salah satu tempat jual beli senjata dan perlengkapan pendekar, termasuk obat obatan.


"Cih..!, Jika kalian bisa merebutnya aku akan kasih senjata ku ini..," teriak Tombak Iblis sambil menyeringai.


Mendengar tantangan itu, orang orang tersebut langsung mengurung Tombak Iblis.


"Kepuuung...!!, kita habisi di sini..!!," teriak salah satu orang memberikan komando.


Sekelompok orang itu kemudian mengurung Tombak Iblis, mulai memainkan pedang di tangannya.


Tombak Iblis menarik tombaknya dan membuka penutup mata tombak nya.


"Jangan menyesal, kalianlah yang memulai..!!," teriak Tombak Iblis, mulai memainkan tombak nya.


Tombak itu berputar, menderu memutari badan sang pemilik.


"Seraaang...!!." teriak salah satu perampok memberikan perintah aba aba.


Orang orang itu melesat maju menyerang Tombak Iblis, mulai menyambar kan pedang nya.


Sebuah sambaran pedang menghantam menyasar ke badan Tombak Iblis, namun dengan santai sang pendekar menepis dengan ujung tombaknya, memutar tombak hingga membelit memutari senjata lawan dan menusuknya tanpa ampun.


Jreeesss...!!


"Arch..!!.''


Jeritan pengeroyok yang terkena tusukan tombak terdengar melengking di udara.


Begitu mencabut senjata tombak yang menusuk lawan di depannya, Tombak Iblis langsung mengayunkan senjata tusuk nya tersebut menghujam lawan yang ada di belakang nya.


Jleeeebb...!!


"Aaahhhh..!!."


Kembali jeritan terdengar menyayat hati, kala ujung tombak tersebut menancap di tubuh para pengeroyok tersebut.


Meski di keroyok, namun tak tampak sedikitpun Tombak Iblis kesulitan menghadapi orang orang tersebut.


"Ayoo..maju...siapa tadi yang ingin mencincang ku...maju sini...!!." teriak Tombak Iblis yang masih terbakar emosi.


Para penghadang kini mencelos hatinya, keberanian yang tadi nya ada kini menghilang entah kemana.


Tombak Iblis makin memutar senjata nya, menyasar para pencoleng tersebut, hingga makin membuat para perampok itu ketakutan, dan akhirnya pada lari tunggang langgang.


**

__ADS_1


Sebuah pasukan yang terdiri dari orang orang partai Es Abadi juga mulai bergerak ke arah tenggara dari kerajaan Agung Karang Pandan.


Pasukan kali ini di pimpin oleh salah satu tetua lingkaran Ring tiga karena kelompok ini tak ingin berita kegagalan dari rival abadi mereka kelompok Api Suci.


Kelompok yang terdiri dari hanya tiga puluh orang tersebut, namun semuanya adalah tokoh tokoh lingkaran Ring tiga, hal itu menggambarkan betapa seriusnya kelompok ini ingin mendapatkan pusaka tersebut.


Tiga puluh orang tersebut sudah berkuda menyibak lebatnya hutan agar segera sampai di wilayah yang di tuju.


"Tetua hari mulai siang lebih baik kita istirahat di bukit depan," kata salah satu anak buah dari Ki Brengos, tetua dari kelompok lingkaran Ring tiga tersebut.


"Ya aku setuju, jika melihat bintang buruan tangkap saja..!," perintah Ki Brengos, dengan pandangan tajam ke depan.


Mendengar perintah dari tetuanya, dua orang anggota partai Es Abadi langsung melesat memisahkan diri.


Dua orang itu mengendap endap memasuki hutan untuk mencari binatang buruan.


"Sst...Kang...!, ada sekelompok kerbau liar di depan," bisik bisik orang satunya.


"Oh..iya benar Dimas,..kita sergap salah satu untuk makan siang kita..," sahut pria satu nya.


"Aku menjaga sebelah sana ya kang..takut kabur buruan.."


"Ya...aku akan mencoba menangkap dari arah sini," kata pria yang lebih tua lagi.


Laaap...


Pria yang lebih muda melesat ke arah yang berlawanan, keduanya lalu mendekati kelompok binatang tersebut.


Melihat ada yang mengancam kerbau kerbau liar itu nampak mulai berhamburan, namun dua orang itu sudah menetapkan bidikannya ke seekor kerbau yang besar dengan perkiraan daging lebih banyak.


Hiiaaaa....!


Dua orang itu merangsek maju berlari mengejar kerbau yang juga akan berlari pergi.


Sriing...


Sebuah tebasan pedang dari pria yang lebih tua, mengeluarkan hawa dingin berkelebat membabat kerbau yang sangat besar tersebut.


Melihat ada ancaman mau tak mau kerbau itu harus menyerang dua orang yang mendekat, sekaligus menghindari tebasan pedang tersebut.


NGOOKK..!!


Kerbau tersebut menyeruduk pria yang lebih muda yang datang dari arah belakang kerbau itu.


Serudukan kerbau itu di hantam oleh pukulan pria yang lebih muda dengan hawa dingin yang membekukan.


BRAAAAAKK...!!


Akibatnya kepala kerbau tersebut, pecah namun terselimuti gumpalan Es yang tebal.


Betapa hebatnya kelompok ini, menaklukkan seekor kerbau liar yang besar dan kuat saja semudah itu.


Setelah berhasil membunuh buruannya pria yang lebih tua memenggal kepala kerbau dan memotong motong badan kerbau dengan pedangnya dengan gerakan yang terlihat sangat mudah sekali.


"Ayo Dimas kita kembali ke kelompok, aku rasa ini sudah cukup," kata pria yang lebih tua dengan memanggul setengah bagian badan kerbau.


"Baik kang," kata pria yang lebih muda juga memanggul bagian binatang tersebut untuk di olah menjadi makan siang.

__ADS_1


___________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya


__ADS_2