Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Ada Binar.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Akhir pekan pertama setelah Aaric kembali dari Sydney. Dia hanya menghabiskan waktu di apartemennya, sambil berolah raga di pusat kebugaran. Fasilitas yang disediakan untuk penghuni apartemen. Dia juga pergunakan kolam berenang dengan berenang untuk menjaga kebugaran tubuhnya.


Setelah merasa cukup berolah raga, Aaric kembali ke apartemennya. Dia melihat Jekob telah menghubunginya beberapa kali. Setelah mandi dan berganti dengan pakaian santai, dia menghubungi Jekob.


📱"Allooo, Jekob. Tadi saya sedang olah raga. Bagaimana?" Tanya Aaric, saat Jekob merespon panggilannya.


📱"Oooh, iya Pak. Semuanya sudah saya hubungi dan kita akan bertemu nanti malam." Jawab Jekob menjelaskan maksud menghubungi bossnya.


📱"Kalau begitu, kau segera ke sini dan bawa semua dokumennya. Nanti kita bicarakan detailnya saat bertemu. Jangan lupa bawa pakaian formil, karena mungkin saja kau tidak pulang. Kita akan langsung berangkat dari sini." Aaric menjelaskan sedikit rencananya.


📱"Baik, Pak. Saya akan siapkan semuanya dan segera ke tempat bapak." Jawab Jekob sigap. Dia telah menjadi asisten Aaric bertahun-tahun, jadi sudah mengenal dan mengerti cara kerja bossnya. Ritme kerja bossnya membuat dia menjadi pribadi yang sigap dalam berbagai situasi. Setelah Aaric mengakhiri pembicaraan mereka, Jekob segera menyiapkan semua yang diperlukan.


Beberapa waktu kemudian, Jekob telah tiba di apartemen Aaric. "Mana semua dokumen terkait dengan pertemuan nanti malam. Mari berikan pada saya untuk memeriksanya. Kau makan yang ada saja, nanti pesan makan siang untuk kita." Aaric berkata serius, saat Jekob telah berada di ruang tamu apartemennya.


"Baik, Pak. Saya siapkan minuman untuk kita saja, karena ada yang perlu saya jelaskan diluar dokumen itu." Jekob segera berdiri untuk menyiapkan minuman, sedangkan Aaric tetap serius meneliti semua dokumen yang diberikan oleh Jekob.


"Ok, ini baik untuk kita. Lalu info apa yang mau kau katakan selain dokumen ini?" Tanya Aaric, sambil merapikan semua dokumen seperti semula dan meletakannya di meja.


"Saya sudah bertemu dengan para pemegang saham ini. Mereka bukan dari perusahaan besar, ada juga ada perorangan. Mereka membeli dengan harapan dapat menjualnya lagi dalam kondisi lebih baik dari sekarang. Hanya untuk mencari untung, bukan untuk berbisnis." Jekob menjelaskan, membuat Aaric melihatnya dengan serius.

__ADS_1


"Kalau begitu, jika kita tawarkan harga lebih tinggi dari saat mereka beli, mereka akan menjualnya kepada kita?" Tanya Aaric serius.


"Bisa seperti itu, Pak. Melihat cara mereka berbicara dan merespon pertanyaanku, mereka bisa menjualnya. Mereka akan melepaskan saham yang dimiliki, karema melihat kita serius mau membelinya." Jekob menjelaskan.


"Baik, nanti malam saya akan bertemu dengan mereka. Tetapi saat rapat pemegang saham di Tarikalla atau Biantra, kau yang datang mewakili saya. Seperti biasa, jangan mereka tau saya pemegang saham terbesar. Saya akan melihat perkembangan cara mereka menyelesaikan persoalan perusahaan." Ucap Aaric tetap serius.


"Baik, Pak. Lalu bagaimana dengan tuan muda Recky?" Tanya Jekob, mengingat tugas lain yang dipercayakan padanya. Menyelesaikan persoalan Recky.


"Melihat perkembangan ini, sepertinya kita tidak usah lakukan sesuatu. Saya yakin, mereka akan putuskan sendiri. Perkembangan ini bisa membuat saya sedikit lebih lama di sini." Mendengar itu, Jekob tersenyum senang dalam hati, karena bisa lama bersama boss yang disayang dan dihormatinya.


"Apakah tuan muda akan berangkat sendiri ke Belanda, Pak?" Tanya Jekob, karena itu rencana bossnya saat mereka masih di Sydney.


"Sekarang kita istirahat sebentar, agar nanti malam bisa fokus saat pertemuan. Kau gunakan saja kamar tamu untuk istirahat." Ucap Aaric lalu berdiri meninggalkan Jekob yang sedang memasukan semua dokumen ke dalam tas kerjanya.


.***.


Seperti waktu yang telah disepakati, Aaric dan Jekob tiba di Kawallina Restaurant. Salah satu restoran mewah dengan ruangan private yang disediakan untuk pertemuan bisnis. Restorannya sendiri lumayan luas dengan parkir juga luas. Sehingga bisa menampung banyak orang. Dan lebih membuat banyak orang mengadakan acara di restoran tersebut, ada live musicnys.


Pertemuan dengan para pemegang saham berjalan seperti yang diperkirakan oleh Jekob. Mereka langsung menjual saham-sahamnya setelah mendengar tawaran dari Aaric. Tawaran Aaric menggiurkan, ditambah dengan apa yang pernah dikatakan oleh Jekob. Saham bisa saja tidak naik, jika pemegang saham terbesar yang baru tidak menggubris perkembangan perusahaan Tatikalla atau Biantra. Diantara mereka, lebih banyak membeli saham Biantra.


Setelah saham telah berpindah tangan kepadanya, Aaric mentraktir mereka makan malam. Sambil makan, dia merencanakan banyak hal. Dia membiarkan Jekob yang berbicara dengan mereka.

__ADS_1


Selesai makan malam, Aaric keluar dengan hati lega di susul oleh Jekob yang sedang berpamitan dengan para pemegang saham. Saat Jekob hendak naik ke mobil untuk menyusul bossnya, tiba-tiba Aaric turun.


"Kau susul mobil itu. Parkir lagi di dekatnya. Tunggu di situ sampai saya telpon." Aaric berkata cepat dan tegas kepada sopirnya. "Jekob, ikut saya." Ucap Aaric, lalu melepaskan jasnya dan melemparkannya ke kursi mobil. Jekob mengikuti dengan melakukan hal yang sama. Melepaskan jas dan menitipkan tasnya kepada sopir, lalu berjalan cepat masuk kembali ke restoran.


Aatic berjalan cepat sambil membuka kancing bagian atas kemeja dan menggulung lengan kemejanya. Jekob berjalan dengan langkah lebar dan melakukan hal yang sama tanpa mengerti.


Setelah melihat tempat duduk bossnya, Jekob mendekati dan duduk di kursi depan bossnya. Jekob memperhatikan ke arah yang diperhatikan bossnya. "Astaga, Pak. Itu istri tuan muda Ricky." Jekob terkejut melihat Liana sedang duduk.


"Yang mana istrinya Recky?" Tanya Aaric terkejut mendengar yang dikatakan Jekob. Dia tidak mengenal istrinya, karena malam itu dia hanya melihatnya dari jauh. Sedangkan Jekob pernah lihat di kantor catatan sipil.


"Itu yang berbaju biru laut, Pak." Jawab Jekob heran. Dia berpikir, bossnya turun karena melihat istri Recky. Aaric jadi memperhatikan sekitarnya dan terkejut, melihat ada juga wanita yang memanggilnya 'beb'.


Melihat situasi yang menguntungkannya, Aaric berdiri ke arah pemain music dan berbisik. Kemudian dia mengambil mike dari penyanyi wanita yang menyerahkannya dengan wajah sumbringa.


Tiba-tiba mengalun dentingan piano, yang syaduh mengiringi suara merdu Aaric menyanyikan lagu 'I Am Your Man' by Seal.


Carren yang sedang duduk di depan Parry, terkejut mendengar lagu kesukaannya dinyanyikan. Dia melihat ke arah penyanyi sebagai respon terima kasihnya. Tetapi dia makin terkejut, saat melihat siapa yang bernyanyi. Dia langsung menunduk dengan wajah memerah, sambil mengipas wajahnya dengan tangan. Melihat itu, Parry memberikan minuman di depannya kepada Carren. Dia merasa heran dengan perubahan wajah Carren yang tiba-tiba. Carren menolaknya, sambil menunjukan minumnya. Dia minum sambil terus mengipas wajahnya dengan tangan kiri, dan berusaha tidak melihat ke arah Aaric yang sedang bernyanyi. Dia tahu, Aaric sedang melihatnya sehingga dia jadi serba salah.


Melihat yang dilakukan Carren, Aaric makin tersenyum karena mengingat kejadian saat Carren terluka. Senyumannya tidak luput dari perhatian Jekob yang terkejut. Karena sudah sangat lama tidak melihat binar di mata bossnya. Dia jadi tersentuh, sehingga tanpa diminta dia mendekati tempat live musik lalu mengambil mike dan bernyanyi dibagian tertentu berduet bersama bossnya. Sebagaimana dulu pernah mereka lakukan. Senyum mata Aaric makin berbinar, saat melihat Carren meliriknya saat sedang minum.


~~~~~~~●●♡●●~~~~~~~

__ADS_1


__ADS_2