
...~•Happy Reading•~...
Setelah di setujui oleh Bu Nancy, Pernikahan Aaric dan Carren akan berlangsung di minggu depan. Bukan hanya Carren yang sibuk, tetapi Aaric juga ikut sibuk memikirkan semua yang sudah direncanakannya. Walaupun banyak orang dibelakangnya yang membantu, Aaric tidak bisa lepas tangan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Baginya, walaupun direncanakan dalam waktu yang singkat, tapi semua detailnya jangan sampai terlewatkan.
Seperti saat ini, Aaric sedang berbicara dengan Jekob di ruang kerjanya di Elimus, setelah kembali dari luar kota. "Jekob, apakah paketku dari Swiss sudah tiba?" Tanya Aaric, setelah mereka selesai membahas bisnis dan kasus hukum yang sedang bergulir.
"Belum, Pak. Apakah perlu dicek lagi ke sana?" Tanya Jekob, mengingat hari pernikahan boss nya makin dekat. Aaric telah mengingatkannya untuk mengamankan paket dari Swiss. Asistennya di Swiss telah memberitahukan paketnya sudah dikirim.
Saat meninjau tambang Nikel di Sulawesi, Aaric minta Jekob tidak ikut dengannya agar bisa menyimpan paket tersebut sampai dia kembali. Dia hanya pergi dengan Sapta, karena Jekob juga akan membantu Carren menyiapkan pesta pernikahannya.
"Tidak usah, nanti saya yang cek setelah ini. Carren sudah pergi lihat ballroom denganmu?" Tanya Aaric untuk mengetahui kesiapan acara yang akan berlangsung.
"Sudah, Pak. Clear... Semua undangan sudah saya email seperti yang bapak minta." Ucap Jekob untuk memenangkan boss nya.
"Saya ingin pulang untuk istirahat, tapi katanya paketnya akan tiba hari ini. Sekalian saya tunggu saja di sini.." Ucap Aaric lagi, karena dia khawatir paketnya tidak tiba tepat waktu. Dia telah meminta asistenya di Swiss untuk mengambil cincin pernikahan yang dipesannya, untuk dikirim ke Jakarta. Sehingga dia mau memastiksnnya.
Menjelang sore, paketnya tiba dan Aaric sendiri menerimanya. Dia langsung membuka untuk mengecek isinya. Ketika melihat sesuai dengan pesanannya, dia tersenyum lega. Kemudian mengambil tas kerjanya lalu menghubungi sopir untuk menjemputnya di lobby Elimus.
"Pak, apakah bapak sudah menghubungi tuan muda Recky untuk memberitahukan rencana pernikahan ini?" Tanya Jekob mengingatkan, karena dia tidak berani hubungi Recky tanpa persetujuan boss nya.
__ADS_1
"Nanti sampai di apartemen baru saya hubungi. Supaya dia sudah pulang kantor dan istirahat, baru kami berbicara." Ucap Aaric, mengingat dia belum menyampaikan rencananya kepada Recky. Sedangkan Papanya sudah diberitahu dan meminta pengertian Papanya yang ingin hadir.
Di bagian bumi yang lain ; Recky sudah pulang kantor, mandi dan berganti pakaian, karena akan menghadiri undangan makan malam dari Ace. Papanya akan mengadakan acara makan malam, karena Ace telah keluar dari rumah sakit. Ace memintanya untuk hadir, setelah pulang kerja. Oleh sebab itu, sekarang dia sudah dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Ace.
Dalam perjalanan, Recky mengingat pertemuan terakhir dengan Daddy Ace setelah dia meninggalkan kamar perawatan Ace. .... Perlahan dia membuka pintu kamar, agar tidak membangunkan Ace yang telah tertidur. Tetapi dia sangat terkejut melihat Daddy Ace sedang menunggunya di depan kamar perawatan Ace
"Apa yang kau lakukan, hingga putriku bisa begitu sedih?" Tanya Daddy Ace, serius. Recky menenangkan dirinya sebelum menjawab. Dia harus berhati-hati setelah meminta Ace menjadi kekasihnya. Dia menyadari Daddy Ace melihat apa yang terjadi dalam kamar perawatan.
"Kami sedang berbicara tentang apa yang telah terjadi. Bukankah Ace harus berterima kasih untuk apa yang aku lakukan padanya? Dia menyadari kesalahannya yang berpikiran pendek dalam menyelesaikan persoalannya." Recky berkata tenang dan serius.
"Mungkin Ace merasa sedih, karena telah bertindak bodoh hingga hampir kehilangan nyawanya. Sekarang ini, bapak tidak perlu menyelidiki siapa saya, karena saya tidak mencelakainya, tetapi justru menyelamatkannya. Yang harus bapak selidiki adalah penyebab Ace ingin mengakhiri hidupnya." Recky sengaja mengatakan demikian, agar Daddy Ace tidak hanya menyawasi Ace, tetapi juga mau menyelidiki kebenaran cerita Ace.
"Tidak semua orang diberikan kesempatan kedua untuk ditolong oleh seseorang. Begitu pun dengan Ace, tidak selamanya ada orang di tempat ketika terjadi demikian. Tuhan masih memberikan kesempatan hidup untuknya. Saya minta maaf mengatakan ini, karena saya berharap bertolongan yang saya berikan tidak sia-sia. Ace bisa menikmati kesempatan hidup yang Tuhan berikan dengan baik." Ucap Recky lalu pamit meninggalkan Papa Ace yang terdiam.
Dengan Ace mengundangnya untuk makan malam, Recky berharap semuanya baik-baik saja. Bukan suatu jebakan, tetapi Daddy Ace bisa menerima kehadirannya. Sehingga dia bisa melanjutkan hubungannya dengan Ace.
Ketika tiba di alamat rumah yang di shareloc Ace, Recky memperlambat mobilnya. Dia terkejut dan memeriksa lagi lokasi yang dikirim Ace. Ketika yakin dengan alamat yang diberikan, dia membelokan mobilnya menuju gerbang.
Tiba-tiba gerbang dibuka dan seorang security menemuinya untuk mengecek tamu yang datang. Dia bertanya nama dan mau bertemu siapa. Recky mengatakan namanya dan diundang oleh Grace, sebagaimana yang dikatakan Ace. Mendengar itu, security mengangguk hormat lalu memberikan perintah kepada security yang lain membuka gerbang.
__ADS_1
Setelah melewati gerbang, untuk pertama kalinya Recky menyesal tidak mengendarai mobil kakaknya untuk datang ke tempat Ace. Mobil jero sport kesayangannya, tidak mendukung rasa percaya dirinya saat masuk dan melewati halaman luas kediaman rumah Ace yang bagaikan istana mini.
Dia merasa sedikit lega melihat Ace telah menunggunya di depan rumah sambil tersenyum. Kini Recky menyadari, kenapa pria itu ngotot untuk bisa menikah dengan Ace. Dan kekasih Daddynya mungkin bekerja bersama dengan pria itu.
Recky turun dari mobil lalu mendekati Ace. Untuk pertama kali juga, dia bersyukur lahir dalam keluarga yang berkecukupan. Sehingga bisa mengimbangi status Ace dan keluarganya. Mansion Opanya sudah sangat besar, tetapi melihat halaman luas serta rumah Ace di tengahnya. Dia makin memaknai apa yang sering dikatakannya. 'di atas langit masih ada langit.'
Recky merasa lega, melihat Daddy Ace menyambutnya dengan baik dan hangat. Kemudian mereka langsung ke ruang makan yang luas dimana makanan sudah tersedia di atas meja makan yang besar. Recky terkejut, hanya mereka bertiga yang makan malam. Dia menundukan kepala sebelum makan, lalu bersyukur bukan hanya untuk makanan yang tersedia, tetapi juga untuk penyambutan Daddy Ace. Sangat berbeda saat pertama kali bertemu dengannya di rumah sakit.
Setelah makan malam, mereka masih duduk di ruang tamu yang luas dan mewah. Daddy Ace menanyakan pekerjaannya dan juga keluarganya. Recky mengatakan keluarganya ada di Indonesia setelah menjelaskan pekerjaannya, serasa sedang diinterview. Tiba-tiba ponsel di kantongnya bergetar. Recky minta ijin untuk merespon panggilan ditelponnya, karena sudah ditelpon berulang kali. Dia pikir mungkin saja itu telpon penting. Ketika melihat siapa yang telpon dia meresponnya sambil berdiri.
"Allooo, Kak. Apa kabar." Recky merespon panggilan Aaric dengan pelan dan menggunakan bahasa Indonesia.
"Reckiii... Apa terjadi sesuatu denganmu?" Tanya Aaric curiga, mendengar respon Recky yang tidak biasanya.
"Tidak, Kak. Ada apa?" Tanya Recky tetap pelan, cendrung berbisik.
"Kemana suaramu? Sejak kapan, kau merespon panggilanku dengan baik dan sopan? Kemana teriakanmu?" Aaric jadi curiga sedang terjadi sesuatu dengan Recky, karena biasanya dia akan teriak senang jika Aaric menelponnya.
"Kak, nanti di rumah baru kita bicara, ya. Sekarang adikmu sedang ja'im di depan camer." Recky tidak bisa menahan isengnya untuk mengganggu kakaknya. Ace yang tidak mengerti apa yang dikatakan Recky, jadi tersenyum melihat Recky berbicara di telpon sambil menyisir rambutnya dengan tangan, disertai wajah lucu dan cuek. Recky tersenyum membayangkan wajah kakaknya, mendengar apa yang dikatakannya.
__ADS_1
...~●○♡○●~...