Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Wedding.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Semua karyawan Florens WO sibuk mempersiapkan pernikahan bossnya dibantu oleh rekan bisnis WO yang sama, untuk bagian tertentu. Carren bekerja sama dengan rekan bisnis yang sama dengannya, karena waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pernikahannya sangat singkat.


Walau tidak banyak tamu yang diundang, tetapi semua rekan bisnis yang diundang Aaric bukan sembarang, sehingga Aaric meminta Carren untuk mempersiapkan detailnya semaksimal mungkin. Baik acara di Gereja atau di resepsi.


Kalau di Gerrja sangat private, jadi tidak banyak yang hadir. Hanya karyawan Carren dan karyawan Aaric dari Sero sekalian mengamankan acara pernikahan boss nya.


Begitu juga saat acara resepsi yang didiakan di ballroom salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Aaric tidak menginjinkan Jekob untuk mengadakan acara resepsinya di Tarikalla Hotel, walau itu bintang lima. Dia tidak ingin terjadi sesuatu saat acara resepsi pernikahannya di tempat itu.


Ballroom Shigaralla Hotel telah disulap oleh karyawan Carren menjadi tempat resepsi yang indah dan mewah dengan bertaburan rangkaian bunga mawar broken white segar sebagaimana yang diinginkan Aaric dan Carren. Bukan saja di sekitar pelaminan, tetapi juga di setiap meja para tamu bertebaran rangkaian bunga mawar broken white yang indah.


Di tempat pelaminan hanya terdapat kursi pengantin tanpa kursi untuk kedua orang tua seperti yang diinginkan Aaric. Karena hanya Bu Nancy yang hadir dari pihak orang tua. Bu Nancy menerima semua yang dijelaskan Carren, karena mengerti permintaan Aaric. Jadi Bu Nancy bersama Rosna, Akri dan Ichad duduk di meja yang di sediakan paling depan, dekat pelaminan. Bersama deretan meja-meja yang diperuntukan kepada para rekan bisnis Aaric. Semuanya telah diatur oleh Jekob dan Sapta.


Para petinggi Elimus dari kantor pusat dan berbagai anak perusahaan di Indonesia, termasuk dari kedua perusahaan tambangnya ikut hadir. Begitu juga dengan petinggi dari kantor pusat di Eropa dan Australia juga hadir. Aaric mengundang semua rekan bisnis di Indonesia, termasuk Keluarga Tarikalla, Hutama, Disharen, Ollehart dan Piltharen masuk dalam daftar undangan pernikahan Aaric dan Carren.

__ADS_1


Jadi bisa dikatakan, resepsi pernikahan Aaric dan Carren bukan saja bertaburan mawar yang indah. Tetapi juga bertaburan para konglomerat dan pejabat tinggi di Indonesia. Jekob telah mengatur semuanya dengan tempat duduk masing-masing. Among tamu khusus, dipilih oleh Jekob untuk mengantar para tamu undangan ke meja masing-masing.


Pak Hutama dan istri bersama Parry telah hadir di ballroom dan diantar ke meja yang disediakan. Dimana di meja tersebut juga telah ada Pak Piltharent dan Bu Linna bersama Riri. Sedangkan Leon belum bisa hadir bersama mereka, karena sedang berada di Amerika.


Leon diundang khusus oleh Aaric, bukan saja karena rekan bisnis, tetapi juga teman masa sekolahnya. Sehingga saat bertemu di Bali, mereka telah sepakat harus saling undang dan juga hadir, jika diantara mereka ada yang menikah. Jadi saat menerima email dari Aaric, Leon berusaha akan hadir walau pun terlambat.


Aaric juga meminta Jekob mengundang anak-anak keluarga Tarikalla dan Ollehart yang sudah menikah, yaitu Liana dan Ayunna. Aaric telah mendengar dari Recky tentang apa yang dilalukan oleh Liana dan Ayunna kepada Carren di masa lalu. Jadi Aaric sengaja mengundang mereka. Karena dia telah melihat daftar undangan teman Carren, tidak ada nama mereka berdua. Yang ada hanya Parry.


Mereka juga telah hadir di ballroom dan duduk di meja yang sama. Hal itu sengaja diatur oleh Jekob. Ayunna tidak bisa tampil dengan dress yang cantik dan elegan seperti biasanya, karena sedang hamil besar. Sangat berbeda dengan Liana yang tampil cantik dan modis bersama calon suaminya. Dia mengimbangi calon suaminya sebagai seorang pejabat, walau pun jauh lebih tua darinya, karena seorang duda.


Dari undangan Carren ada terdapat Suami Alm. Bu Florens, Pak Frans bersama semua anak-anaknya termasuk Maxi, istri dan anaknya juga hadir. Mereka disediakan meja berdekatan dengan Bu Nancy. Melihat itu, Bu Nancy sangat terharu. Karena mereka telah mendampingi Bu Nancy dari acara di Gereja sampai ke tempat resepsi. Bu Nancy berulang kali menghapus air matanya dari Gereja yang bertaburan bunga mawar broken white sampai di ruang resepsi, membuatnya sangat terharu. Rosna, Akri dan Ichad terus menenangkan Bu Nancy.


Semua undangan telah hadir dan masing-masing undangan penasaran dengan kedua mempelai. Undangan dari pihak Aaric, penasaran dengan mempelai wanita yang beruntung dipersunting oleh pemilik Elimus. Mereka belum tahu siapa Elimus, hanya Pak Hutama dan istri yang telah bertemu dan mengenal Aaric.


Sedangkan suami Bu Florens dan keluarganya, sangat penasaran dengan mempelai pria, suami Carren. Melihat acara respsi dan penataan ruangan resepsi yang sangat mewah, pasti suaminya bukan orang biasa. Pasti salah satu konglomerat di Indonesia. Itu yang ada dalam pemikiran mereka. Begitu juga dengan karyawan Carren. Mereka tidak menyangka boss mereka menikahi seorang konglomerat. Mereka hanya tahu, tunangan boss mereka tampan dan berduit. Karena Carren tidak berubah sikap dan penampilan, setelah bertunangan dengan Aaric.

__ADS_1


Ketika waktu yang ditentukan tiba, alunan musik dari piano mengalun lembut, MC mempersilahkan semua undangan berdiri menyambut kedua mempelai yang akan masuk ke ruang resepsi. Penyanyi telah berdiri di panggung, siap bernyanyi menyambut kedua mempelai. Penyanyinya dipilih oleh Carren, karena dia mau memakai dua penyanyi yang biasa bekerja sama dengannya, pria dan wanita. Mereka bukan penyanyi terkenal, tetapi suara mereka sangat merdu. Begitu juga dengan pemain piano dan MC nya, biasa bekerja sama dengan Carren.


Maka mengalunlah lagu "beautiful in white" by. Shane Westlife mengalun mengiringi langkah kedua mempelai memasuki ruang resepsi. Carren bagaikan seorang putri yang cantik dengan baju pengantin broken white dengan slayer yang panjang. Sedangkan Aaric mengenakan tuxedo hitam legam.


Aaric menggenggam tangan Carren yang sedang mengandengnya. Dia terus mengelus tangan Carren untuk menenangkannya, karena Carren sedang terharu melihat ruang resepsi yang tidak diduganya. Ruangannya ditata dan dihiasi sangat indah oleh karyawan Carren sesuai permintaan Aaric.


Selama persiapan menjelang hari H, Carren tidak diijinkan datang ke tempat resepsi. Semuanya telah diatur oleh Akri, Ichad dan Rosna. Karena mereka mau membuat kejutan untuk Carren dengan meujudkan desainnya ditambah permintaan Aaric, tanpa sepengetahuan Carren kepada Ichad dan Akri yang memimpin teman-temannya mendekor.


"Tenang dan tersenyumlah... Ini hari bahagia kita." Bisik Aaric, karena merasa tangan Carren dingin dan bergetar di lengannya.


"Kakaaaa... tolong cubit tanganku." Bisik Carren pelan. Dia serasa sedang bermimpi melihat ruang resepsi dihiasi begitu indah diluar pemikirannya. Alunan musik dan suara penyanyi membuatnya makin terharu.


"Tersenyumlah Arra... dan bersyukurlah untuk semua ini, agar bisa tenang." Bisik Aaric pelan sambil tersenyum. Dia khawatir Carren akan menangis. Carren menarik nafas panjang dan dalam untuk menenangkan hatinya. 'Ya, Tuhan, tolong kuatkan hatiku.' Carren membatin, karena hatinya sudah membuncah dengan berbagai rasa.


...~●○♡○●~...

__ADS_1



__ADS_2