Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Membuka Jalan.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Beberapa waktu telah berlalu. Setelah meninggalnya Bu Florens, usaha dekornya diteruskan oleh Sisil. Hal itu dibicarakan di WA Grup oleh Ichad, Akri dan Rosna bahwa mereka tidak dipekerjakan lagi oleh Sisil. Carren merasa sedih memikirkan nasib mereka bertiga.


Sedangkan Carren dan Bu Nancy masih mendekor, tapi masih dalam skala kecil. Jadi belum membutuhkan bantuan orang lain, karena masih bisa ditangani oleh mereka berdua.


Setelah selesai bantu Mamanya, Carren membuat beberapa desain kasar untuk dekorasi rumah. Karena jika ada waktu luang, dia akan menuangkan ide desain yang terpikirkan olehnya di atas kertas.


Saat membuka tasnya, Carren melihat amplop coklat yang ada dalam tasnya. Dia teringat dengan ponsel yang diberikan oleh anak Bu Florens kepadanya. Dia lupa membicarakan hal tersebut dengan Mamanya. Carren mengambil ponselnya dan menyalahkannya. Ternyata ada banyak pesan dan misscall. Dia membawa ponselnya dan keluar  mencari Mamanya.


"Ma, Arra lupa bicarakan dengan Mama mengenai ponsel ini." Ucap Carren, sambil berdiri di samping Mamanya yang sedang menjahit baju.


"Ponsel apa, Arra?" Tanya Bu Nancy tidak mengerti. Lalu menghentikan aktivitas jahitnya dan melihat ke arah Carren.


"Ooh... Arra kira Mama tau, karena anak Tante Florens sudah kasih tau Mama waktu di rumah sakit." Ucap Carren, lalu mengambil kursi dan duduk di samping Mamanya saat melihat Mamanya menggeleng.


"Anaknya Tante Florens ngga mengatakan apa-apa kepada Mama. Itu ponsel siapa?" Tanya Bu Nancy, karena tidak mengerti yang dimaksudkan Carren.


"Ini ponselnya Tante Florens, yang diberikan anaknya untuk Arra saat di rumah sakit, Ma." Ucap Carren, sambil memperlihatkan ponsel lumayan bagus dan masih keluaran terbaru, walaupun bukan dari merek terkenal.


"Mungkin Mama sedang bicara dengan keluarga yang lain, jadi Mama ngga memperhatikan anaknya Tante Florens. Apa yang dikatakannya kepada Arra saat memberikan ponsel itu?" Tanya Bu Nancy, mencoba mengerti.


"Ooh iya, Ma. Anak Tante Florens katakan: 'Pesan Tante Florens sebelum sakitnya parah, agar ponsel ini diberikan kepada Arra dan meminta Arra merespon semua orang yang menghubungi nomor ini." Ucap Carren, mengingat pesan yang disampaikan oleh anaknya Bu Florens. Bu Nancy melihat Carren sambil berpikir apa yang disampaikan Bu Florens.


"Anaknya katakan juga: 'Carren pasti mengerti yang dimaksudkan Mama.' Begitu katanya, Ma." Ucap Carren lebih lanjut, sambil mengingat kejadian saat anaknya Bu Flrorens berbicara dengannya.

__ADS_1


"Kalau anaknya sendiri yang memberikan dan bilang itu pesan Tante Florens, Arra nyalakan saja ponselnya dan lihat isinya. Arra ngga usah merasa ngga enak kepada siapapun, karena anaknya sendiri yang memberikannya kepada Arra dan itu pesan terakhir Almarhuma (Almh)." Ucap Bu Nancy, mulai mengerti maksud dari Bu Florens.


Carren membuka ponselnya untuk melihat isinya, seperti yang dikatakan Mamanya. Ternyata dibelakang ponselnya sudah ditempelkan password ponsel tersebut, jadi bisa dibuka dengan muda oleh Carren.


Sebelum melihat isinya, Carren mengganti passwordnya dengan membuat password baru yang mudah diingatnya. Karena dari ucapan Mamanya, ponsel tersebut akan dipegang olehnya. Jadi dia dapat memperlakukan ponsel tersebut seperti punyanya.


Setelah membuka ponselnya, ada banyak misscall dan pesan dari beberepa waktu lalu sampai hari ini. Sebelum dia merespon semua panggilan, dia ingin membaca semua pesan yang masuk.


"Ma, Arra ke kamar untuk membaca semua pesan ini supaya bisa mengerti, ya. Jadi Mama kerja dulu, nanti kalau ada yang kurang mengerti, Arra akan tanya Mama." Ucap Carren, karena melihat banyak pesan. Dia ingin mencari tempat yang nyaman untuk membaca semua pesannya.


Dia juga tidak mau Mamanya membuang waktu dengan menunggu dia membaca semua pesan yang banyak itu. Lebih baik di kamar, jadi dia bisa sekalian mencatat, jika diperlukan.


Carren terkejut membaca semua pesan yang masuk. Karena semuanya tentang permintaan untuk mendekor acara pernikahan. Baik itu di Gereja atau di Gedung pertemuan. Setelah mengerti tentang semua pesan dan juga nomor-nomor telpon yang tersimpan di kontak ponsel Bu Florens, Carren berlari keluar kamar dan langsung memeluk Mamanya.


"Pantesan anaknya bilang Tante Florens pesan, Arra harus merespon semua panggilan yang masuk ke nomor ini. Astagaaa... Tante Florens ingin Arra meneruskan usaha dekornya." Ucap Bu Nancy, sambil menutup bibirnya dengan jarinya.


Begitu juga dengan Carren melakukan hal yang sama, karena terkejut mendengar yang dikatakan Mamanya. Tetapi dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Astagaaa... Kalau begitu, Arra akan menghubungi Kak Ichad, Kak Akri dan Ros, agar mereka jangan kepikiran dan bersedih lagi." Ucap Carren, lalu mengambil ponselnya sendiri.


"Ada apa dengan Ichad, Akri dan Ros? Dan Kenapa mereka kepikiran dan bersedih?" Tanya Bu Nancy beruntun, karena tidak mengerti.


"Arra belum menceritakan sama Mama, sekarang usaha dekor Tante Florens sudah diteruskan oleh keponakannya yang bernama Sisil. Tetapi Sisil tidak memakai jasa mereka bertiga, jika ada orderan mendekor." Ucap Carren, menjelaskan.


"Jadi Arra mau ajak mereka bekerja bersama kita, supaya mereka tidak bersedih lagi. Dengan ponsel Tante Florens ini, Arra akan bekerja bersama mereka bertiga lagi. Mama doain, ya, biar semuanya lancar." Ucap Carren riang, sambil mengangkat tangan dan mengepalkannya.

__ADS_1


"Ooh, iyaa. Mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Pintar-pintarlah mengaturnya, karena sudah mau mengajak orang lain bekerja." Ucap Bu Nancy senang, melihat wajah riang putrinya.


Dengan ponsel di tangan, Carren segera masuk ke kamar dan lakukan VC di grup WA mereka.


📱"Alloo, semua. Apa kabar?" Sapa Carren dengan wajah riang. Tetapi Ichad, Akri dan Rosna terlihat lesuh, tidak bersemangat.


📱"Lumayan, baik." Jawab mereka bertiga, sambil mengangkat tangan.


📱"Ok, aku cuma mau bilang saja, jangan bersedih lagi kalau Sisil tidak memakai jasa kalian bertiga. Kita akan bekerja bersama lagi, karena ada pesanan mau dekor." Ucap Carren, tetap riang.


📱"Benarkah?" Tanya mereka bertiga bersamaan, dan wajah mereka langsung berubah bersemangat.


📱"Benar. Aku bilang begitu dulu, nanti detailnya kita bicarakan lagi. Jadi jangan berhenti belajar dekor, ya. Terutama Kak Akri jaga kesehatan, karena kita akan bekerja keras lagi." Ucap Carren ikut bersemangat.


Mendengar apa yang dikatakan Carren, Mereka bertiga ikut bersemangat dan mengangkat jempolnya kepada Carren dengan wajah senang.


"Begitu dulu, ya. Nanti kita akan kumpul dan membicarakan kerja kita kedepan." Ucap Carren, dan mengakhiri pembicaraan mereka dengan hati riang. Begitu juga dengan Ichad, Akri dan Rosna.


Carren melihat ponsel Bu Florens di tangannya dengan hati yang berbagai rasa. Ada rasa senang, sedih, semangat, semua tercampur jadi satu. Dia mengganti nama grup WA nya dengan nama Florens, agar terus bisa mengingat kebaikan dan kasih sayang Bu Florens kepada mereka berempat.


Dia juga mengganti profil grup dengan karangan bunga yang dibuatnya untuk Bu Florens saat menghantar kepergiannya. Sambil memegang ponsel Bu Florens ditangannya, dia menempelkan tangan ke dada dengan ponsel masih dalam genggamannya. Dia menengadakan wajahnya dengan hati riang dan juga terharu.


"Ya, Tuhan, terima kasih. Pertolongan-Mu begitu ajaib bagiku. Kau telah membuka jalan bagi masa depanku dengan cara yang tidak terpikirkan olehku. Kini, semua rencana hati untuk bekerja bersama rekan-rekanku, kuletakan dalam tangan kasih-Mu."


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2