
~β’Happy Readingβ’~
Recky menghubungi Carren, karena dia sangat ingin berbicara dengannya. Saat Carren merespon panggilannya, Recky tersenyum happy.
π±Alloo, Carren. Kau pulang jam berapa?" Tanya Recky, agar Carren bisa berbicara lama dengannya.
π±"Alloo, Recky. Aku sudah ngga lihat jam pastinya lagi, karena langsung mandi dan tidur. Bagaimana?" Jawab Carren dan juga bertanya dalam hati, maksud Recky menelponnya. Tidak terbayangkan dia akan berbicara seperti ini dengan Recky.
π±"Aku kangen bicara denganmu." Ucap Recky keceplosan, membuat dia menepuk dahinya saat menyadari kesalahannya. Sedangkan Carren langsung terdiam mendengar ucapan Recky. Karena bagaimana Recky bisa kangen dirinya, sedangkan diantara mereka belum ada terjalin pertemanan yang baik.
π±"Maksudku, aku mau tanya perkembangan kuliahmu. Kau sekarang kuliah di mana?" Ucap Recky berusaha memperbaiki ucapannya.
π±"Aku ngga kuliah." Jawab Carren singat.
π±"Jangan becanda, gue ngga akan datang ke kampusmu untuk mengganggu. Gue hanya pingin tau, kau ambil jurusan apa." Ucap Recky, yang terkejut mendengar ucapan Carren, dan tidak percaya.
π±"Aku ngga becanda. Benar, ko'." Jawab Carren singkat, dan meyakinkan. Mendengar itu, Recky baru teringat ucapan teman-temannya tentang Carren dari keluarga kurang mampu.
π±"Lalu kau bikin apa selama ini?" Tanya Recky sedikit heran, tetapi penasaran. Karena sudah lebih dari tiga tahun mereka lulus dari SMU, tidak mungkin Carren tidak melakukan apa-apa.
π±"Di rumah saja." Jawab Carren singkat. Karena memang dia tidak kuliah.
π±"Mulai lagi, jawabmu begitu. Apa kau sedang membuat isi kepalamu menjadi tempe bongkrek?" Tanya Recky, keluar cueknya karena kesal mendengar jawaban Carren yang tidak bisa diterima pikirannya. Dia tahu Carren adalah gadis yang cerdas, masa disia-siakan begitu saja.
π±"Aku membantu Mama." Ucap Carren, karena mengerti yang dimaksudkan Recky. Dia berusaha bersikap baik, dengan memperbaiki jawabannya.
π±"Naah, bilang begitu. Mamamu punya usaha apa? Sorry, gue tanya siapa tau bisa kerja sama." Ucap Recky, karena dia berpikir mungkin ada kesempatan dekat dengan Carren lewat usaha Mamanya.
π±"Mamaku menjahit." Jawab Carren singkat, tetapi dia tersenyum membayangkan wajah Recky yang terkejut mendengar jawabanjya
π±"Puuahah... lu lagi ledekin gue kan?" Tanya Recky setelah menutup mulutnya karena terkejut mendengar jawaban Carren.
__ADS_1
π±"Benar ko'. Mamaku tukang jahit dan aku membantunya." Ucap Carren serius, membuat Recky cepat tersadar dan mengusai pikirannya. Dia memcoba mengerti yang dikatakan Carren.
π±"Baiklah, aku percaya yang kau katakan. Tapi apa ngga sia-sia isi kepalamu? Secara aku tau, kau super duper cerdas, ngga sayang semua usaha belajarmu?" Tanya Recky, masih merasa heran.
π±"Ngga juga, masih bisa digunakan." Ucap Carren, pelan.
π±"Baiklah, kalau kau sudah bilang begitu. Ooh iya, Carren. Aku masih di sini beberapa hari, apakah kita bisa bertemu? Tanya Recky, berharap.
π±"Maaf, Recky. Aku sedang sibuk membantu Mama." Ucap Carren, karena dia sudah mulai bekerja dengan Mamanya. Dia juga merasa tidak enak untuk bertemu dengan Recky, karena sebelumnya mereka tidak pernah berbicara dengan baik. Apalagi harus bertemu dengannya berdua saja.
π±"Baiklah, ngga papa. Begini saja aku sudah senang. Kalau sudah ngga sibuk, respon panggilanku atau balas chatku, ya." Ucap Recky, keceplosan lagi membuat Carren bingung dengan yang dikatakan Recky.
π±"Baik..." Ucap Carren singkat, karena tidak tahu mau berkata apa.
π±"Baik. Kalau ada apa-apa, jangan segan hubungi aku." Ucap Recky, serius.
π±"Iya, Recky. Makasih sebelumnya." Ucap Carren, karena dia tidak tahu mau menjawab apa, lalu mengakhiri pembicaraan mereka.
.***.
Keesokan harinya, Recky menerima ajakan temannya untuk bertemu di Kemang. Karena dia tidak punya alasan lagi untuk menolak ajakan teman-temannya. Mereka sudah menelponnya seharian, apalagi Sofyan sudah mengancam akan menjemputnya di rumah.
Dengan berat hati dia mendatangi Cafe Sirsa di Kemang, tempat nongkrong mereka dulu. Saat tiba di sana, sudah ada Sofyan, Andy dan Franky. Recky terkejut melihat Dua Laron (julukan yang diberikan Recky kepada Ayunna dan Liana) ada juga di sana.
Tanpa sepengatahuan Recky, ternyata pertemuan itu diatur atas desakan Ayunna dan Liana kepada Sofyan. Karena mereka tahu, kalau Sofyan yang ajak, Recky akan datang menemui mereka.
"Allo Bro. Aussie emang OK, ya. Tampanmu makin bersinar aja." Ucap Sofyan, sambil berdiri dan menautkan kepalan tangannya dengan Recky.
"Bukan Aussie, tapi lampu tempat ini yang menyamarkan bopeng gue. Apa kabar semua." Ucap Recky, tanpa menyalami yang lain. Karena dia tidak mau bersalaman dengan dua Laron.
"Pindah duduknya, Andi. Gue lagi pingin duduk dekat Sofyan." Ucap Recky, karena melihat kursi kosong yang disediakan baginya di samping Ayunna.
__ADS_1
"Baiklah..." Ucap Andi sambil berdiri, lalu mengambil minumnya dan pindah duduk di samping Ayunna. Hal itu membuat Ayunna tidak happy.
"Recky, masih lama di sini?" Tanya Andy, karena semua terdiam melihat penampilan Recky. Terutama para cewek yang ada bersama mereka. Dia berbeda dalam sikapnya yang makin dewasa, walaupun tetap cuek. Sedangkan ketampanannya seperti kata Sofyan, makin bersinar.
Sinar tampan dan bicaranya yang cuek, membuat Liana tidak bisa mengalihkan padangannya dari Recky. 'Kenapa gue baru sadar sekarang, ya. Astaga, melihat lengannya saja pingin bersandar.' Ucap Liana dalam hati mengikuti pikirannya yang sudah mulai bergerilya.
"Ngga, beberapa hari saja. Karena hanya bertemu dengan Bokap doang." Jawab Recky, karena kepulangannya ke Jakarta dipanggil oleh Papanya, karena mau membicarakan usaha mereka di Australia.
Liana jadi salah fokus. Saat Recky sedang berbicara, bukannya mendengar yang dikatakan, tetapi mala melihat bibirnya Recky. Tanpa sadar, dia mengetuk-ngetuk pinggiran kepalanya untuk memanggil pikirannya yang mulai tersesat.
"Ooh iya, Recky. Masih ingat sama cewek gebetan lu yang bernama Carren? Gue dengar dia ngga jadi kuliah di Wangsa." Ucap Andy santai, karena ingin ledekin Recky yang suka cari alasan untuk mendekati Carren. Tanpa dia sadari, dua Laron berhenti terbang karena membeku, ketika Andi menyebut nama yang ingin mereka hindari di depan Recky.
Tetapi pertanyaan Andy membuat Recky jadi tertarik, karena dia sedang mencari informasi tentang Carren. 'Apakah benar dia tidak kuliah seperti yang dikatakannya.' Itu yang ada di pikiran Recky.
"Ooh, ingatlah. Buktinya gue masih ingat kalian semua. Kenapa dia ngga jadi kuliah di Wangsa? Apakah ngga lulus ujian masuk?" Tanya Recky, bersikap cuek, seakan-akan tidak terlalu tertarik. Tetapi dalam hati dia ingin tahu, karena Carren ternyata mau kuliah di Wangsa.
"Bukan ngga lulus ujian masuk, tetapi dia ngga datang ikut ujian. Secara dia pintar, tetapi hari itu dia ngga ikut ujian masuk di Wangsa." Ucap Andi, masih tetap santai, tetapi Recky serius memperhatikannya.
"Ketika tau dia ngga ikut, gue jadi penasaran. Jadi waktu bertemu Parry, gue tanya sama dia. Karena mereka dari dulu, kan selalu dekat." Ucap Andy, menceritakan dengan santai, sedangkan Ayunna dan Liana sudah mulai was-was. Recky jadi terkejut mendengar cerita Andy.
"Ooh, gue setuju dengan pemikiran lu. Ngga mungkin dia ngga lulus ujian masuk. Mereka berdua ini saja bisa lulus dan kuliah di Wangsa." Ucap Recky, sambil memunjuk Ayunna dan Liana dengan wajahnya. Karena Ayunna pernah kirim pesan, bercerita kalau dia dan Liana kuliah di Wangsa.
Ayunna dan Liana sedikit tenang, karena mereka ingat, Parry tidak mengetahui cerita tentang Carren. Kalau dia tahu, Parry pasti sudah mendatangi dan memaki mereka.
"Terus, Parry bilang apa? Kemarenan gue bertemu dengannya, tetapi ngga tau ada cerita begini tentang Carren. Kalau tau, gue udah tanya dia." Ucap Recky, tidak bisa menutupi rasa penasarannya. Karena dia sendiri terkejut, mendengar Carren mau kuliah di Wangsa, tetapi tidak jadi.
"Recky, mau minum apa? Biar gue pergi pesan minuman untukmu." Ucap Lianna yang sudah khawatir melihat ketertarikan Recky akan cerita Carren.
"Iyaa, Recky. Mau minum apa? Biar gue dan Liana pergi pesan minuman, karena kami mau tambah minuman." Ucap Ayunna yang mulai mengerti ucapan Liana.
"Ngga usah kalian berdua ngurusin minuman gue. Kalau mau minum, gue pergi pesan sendiri. Teruskan ceritamu Andy, apa kata Parry tentang Carren." Ucap Recky cuek, dan sedikit memaksa Andy karena melihat apa yang dilakukan Ayunna dan Liana.
__ADS_1
β‘β’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ favorit, yaa... ππ» Makasih~β’β‘