
~•Happy Reading•~
Setelah ditinggal Recky, Aaric masih tinggal di kamar Recky. Dia duduk diam sambil merenung dan berpikir tentang apa yang sedang terjadi. Dia sangat sibuk beberapa waktu belakangan ini, sehingga tidak tahu apa yang terjadi dengan adiknya.
Walaupun selama ini mereka tidak hidup bersama-sama, dia tetap memantau adiknya. Apa yang dikerjakan dan siapa saja yang berhubungan dengannya. Sehingga dia bisa menjaga Recky dari jauh.
Dia tahu, Recky sedang bekerja di Jerman jadi dia mengendorkan pengawasannya. Dia sangat menjaga Recky jika berada di Indonesia. Kalau di Australia, diapun merasa agak tenang. Sangat berbeda jika di Jakarta, dia merasa seperti berada di dekat kandang singa yang siap menyantap mereka.
Aaric sedang memerintahkan asistennya untuk menyelidiki keadaan di sekitar hotel, agar dia bisa tahu apa yang harus dilakukan untuk menolong adiknya. Dia tidak terima Recky dijadikan barang dagangan atau barteran. Mengingat hal itu, emosinya naik level.
Aaric berjalan mondar mandiri dalam kamar sambil terus berpikir, karena situasi yang terjadi tidak diduganya. Sebenarnya dia terkejut, ketika menerima pemberitahuan bahwa Recky akan menikah. Tetapi dia coba berpikir positif, mungkin mereka sudah saling jatuh cinta. Toh, Recky sudah dalam kondisi lebih dari mapan. Jadi kalau mau menikah, Aaric akan mendukungnya. Tetapi saat tiba di bandara dan mendengar ada yang janggal dengan pernikahan Recky, dia meminta asistennya segera memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Dia sangat khawatir dan cemas memikirkan Recky sepanjang jalan. Berkali-kali dia menggelengkan kepalanya untuk membuang pemikiran bahwa, Mamanya terlibat dalam peristiwa ini. Karena dia tahu, Mamanya tidak mungkin berlaku jahat kepada Recky.
Dia anak yang penurut dan tidak macam-macam seperti dirinya. Dia bukan anak yang pemberontak. Wajahnya saja yang kadang garang, tetapi hatinya sangat lembut dsn penyayang. Sehingga Papanya selalu mengkhwatirkan dia jika jauh darinya.
Sangat berbeda dengan dirinya. Papanya selalu mengatakan, jika kau dibuang ke tengah hutan akan tetap bisa hidup. Karena banyak hal yang bisa kau jadikan makanan. Tetapi kalau adikmu, jika berada di hutan, dia akan menjadi makanan lezat bagi sekitarnya. Karena rasa penyayangnya akan membuat dia berada dekat dengan bahaya.
Ketika asistennya telah kembali, dia mendengarkan semua laporan yang didapatkan Jekob tentang situasi di luar. Emosinya turun naik mendengar yang disampakan oleh Jekob.
Sebelumnya, Jekob hanya memperhatikan Recky dari jauh seperti yang diperintahkan bossnya. Hanya mengawasi, agar tidak terjadi sesuatu yang buruk dengannya. Tetapi saat mengawasi Recky setelah acara akad nikah, Jekob agak curiga melihat kesibukan pengamanan yang dilakukan di sekitar hotel dimana acara resepsi akan berlangsung. Oleh sebab itu, saat menjemput boss nya di bandara, dia menyampaikan tentang pengamanan tersebut.
__ADS_1
Tadinya Aaric berpikir, karena pernikahan anak dari dua keluarga konglomerat, jadi mungkin saja mereka perlu mengamankan acara dari berbagai gangguan. Tetapi setelah berbicara dengan Recky, dia jadi berpikir yang lain. Mereka bukan sedang mengamankan acara resepsi, tetapi sedang menjaga agar Recky tidak bisa meninggalkan acara resepsi.
'Apakah mereka tahu ada yang akan membantu Recky, sehingga mereka perlu mengamankan tempat ini begitu ketat?' Aaric berpikir keras dan cepat. Karena selama ini, tidak ada yang tahu, dia kakaknya Recky. Dia tidak pernah memakai Biantra di belakang namanya.
"Pak, tadi siang di acara akad, tidak seperti sekarang. Biasa saja, hanya beberapa petugas yang bertugas seperti pada umumnya acara keluarga berduit. Mungkin ini mereka lakukan, karena setelah selesai acara akad, tuan muda Recky tidak naik mobil pengantin. Tuan muda sudah ditunggu oleh seseorang dengan mobil dan membawanya kembali ke hotel ini." Jekob menceritakan dan mencoba menganalisa keadaan yang dia lihat.
"Saat tadi saya berangkat ke bandara untuk menjempuk bapak, pengamanannya juga tidak seketat ini. Seperti tadi yang kita lihat, petugas keamanan makin banyak." Jekob mengingatkan bossnya.
"Tadi setelah menerima telpon bapak dan baru saja, saya bersama kepala keamanan coba mendekati beberapa petugas untuk menanyakan, mereka sedang mengamankan apa. Mereka katakan, hanya disuruh datang ke sini dan tunggu perintah selanjutnya."
"Saya melihat juga ada team keamanan Bu Biantra yang ikut menjaga. Saya kenal beberapa orang dari antaranya. Mereka tidak kenal saya, karena saya tidak pernah bertemu muka dengan mereka. Tetapi saya mengenal yang sudah lama ikut Bu Biantra." Jekob terus melapor dan Aaric mendengar dalam diam sambil berpikir.
"Berarti mereka sudah tahu rencana Recky seperti yang saya pikirkan tadi." Aaric menarik kesimpulan dari laporan Jekob.
"Kurang ajar, mereka kira bisa dengan mudah mendapatkan adikku. Lihat saja apa yang akan saya lakukan kepada mereka satu persatu. Iblis betina itu juga akan merasaksn akibatnya, karena menjual anaknya sendiri." Aaric berkata dengan geram dan rahang mengeras.
"Mereka sudah menduga, Recky akan mendapat bantuan dari orang lain. Entah dari Papa atau sekelompok orang. Karena untuk menjaga seorang Recky, tidak perlu pengamanan seperti ini." Aaric berkata sambil berpikir cepat.
"Jekob, kau keluarkan tuan muda dari hotel ini dan pindahkan ke hotel lain di dekat bandara. Reservasi pakai nama seseorang dari team keamanan kita. Kau urus semuanya, besok siang kau terbangkan tuan muda ke Aussie, lalu bawa tinggal di rumahku."
"Jangan biarkan dia kembali ke apartemennya. Saya akan hubungi dokter Bernad untuk datang ke rumah, agar bisa periksa kesehatannya, terutama tangannya. Saya hanya sebentar di sini, untuk melihat dituasi."
__ADS_1
"Saya akan menyusul dengan pesawat komersial secepatnya. Jadi kau bicara dengan dokter Bernad, jika tuan muda perlu dirawat, kau segera bawa tuan muda ke rumah sakit. Saya ingin tangan tuan muda diperiksa secara menyeluruh."
"Saya tau tangannya sedang bermasalah, tetapi dia menutupinya. Karena secape-capenya dia, tidak mungkin dia hanya tiduran di kamar dan tadi dia hanya meletakan tangannya di bantal."
"Iya, Pak. Tadi saat keluar dari acara akad, tuan muda lebih sering mengangkat tangan kanannya ke atas. Mungkin tangannya sedang tidak enak."
"Dia itu walaupun bersikap cuek, tetapi sangat penyayang, jadi tidak mungkin dia menyakiti seseorang. Jika dia sangat marah dan tidak mau naik mobil bersama dengan istrinya, pasti wanita itu sudah keterlaluan." Ucap Aaric, mengingat apa yang diceritakan Recky.
"Nanti kau tukar pakaianmu dengan pakaian Recky. Kau lepaskan di mobilmu dan letakan semua di sana. Biar nanti bajumu yang akan dipakai Recky." Jekob mengerti maksud bossnya.
"Terakhir nanti, kau akan mengenakan jas yang Recky pakai sekarang dan biarkan mereka mengikutimu. Sedangkan Recky pergi dengan beberapa orang dari team keamanan ke hotel yang sudah direservasi. Jangan lupa samarkan tanganmu seperti tangan Recky. Mobilku tetap tinggal, karena aku tetap di sini untuk melihat perkembangan situasi dan menyamarkan keberadaanku."
"Baik Pak, saya mengerti. Saya akan mengarahkan mobilku ke bandara." Ucap Jekob, mengangguk hormat.
"Baik, Jekob. Saya percayakan adikku dalam penjagaanmu. Fokus saja, mengurus semua untuk mengamankannya. Biarkan yang di sini, bagianku. Setelah saya tahu kondisi Recky stabil di Aussie, kita kembali ke sini. Kita akan lanjutkan yang sudah beberapa kali tertunda dieksekusi." Aaric berkata tanpa ekspresi.
"Sekarang tidak ada ampun bagi mereka. Termasuk si betina di rumah, kali ini tidak akan lolos. Dibiarkan bukannya bertobat, malah menjadi-jadi." Aaric berkata dengan nada geram.
"Pak, koper tuan kuda dibiarkan saja di sini?" Tanya Jekob, setelah mengenakan baju Recky, lalu menutupi dengan bajunya sendiri dari luar.
"Biarkan saja di sini dengan semua sepatu dan sandalnya. Kalau ada yang bisa mengeluarkan tanpa ada yang curiga, silahkan. Kau kerjakan seperti ini berulang kali untuk mengeluarkan semua pakain tuan muda dari kamar ini. Bilang perlu, kau kembali nanti dengan seorang lagi untuk lakukan hal yang sama sepertimu. Biar semua yang dibawa Recky bisa lekas dibawa keluar. Kalau ada yang curiga denganmu, mungkin itu lebih baik."
__ADS_1
"Setelah itu, kau tunggu tuan muda di sini untuk bertukar pakaian terakhir. Jangan lupa kau pakai topi dan membawa topi cadangan untuk tuan muda. Dari sekarang, kau bersikap seola-ola kau tuan muda Recky. Saya akan ke ballroom untuk melihat dia dan juga para pelanduk di sekelilingnya." Aaric berkata, lalu keluar meninggalkan Jekob sendiri dalam kamar untuk melakukan persiapan.
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡