
~•Happy Reading•~
Di sisi yang lain ; Recky yang telah rapih, masuk ke ruang persiapan dengan santai dan cuek. Carren terkejut melihat Recky telah masuk ruangan, dengan tangan digips. Dia memandang Recky dengan wajah khawatir.
Melihat wajah Carren yang cemas, Recky mendekatinya. "Carren, tolong tiup jari-jariku ini. Rasanya sangat tidak nyaman." Recky berkata, tanpa perduli dengan Liana yang sedang melihatnya dengan tertegun.
Carren secara spontan mengangkat tangan kanan Recky dan meniupnya pelan dan berulang kali. "Tangannya taruh begini, jangan ngegantung begitu, nanti makin tidak enak." Ucap Carren, dengan nada yang kesal sambil meletakan tangan yang digips ke perut Recky. Melihat tangan Recky digips, pasti terjadi sesuatu dengan tangannya.
"Aku tidak apa-apa. Hanya operasi kecil saja, karena ada sedikit yang retak. Sekarang sudah berkurang bengkaknya, jadi tenang saja." Bisik Recky pelan, saat Carren meniup tangannya. Liana yang melihat kedekatan Recky dan Carren hanya bisa kesal dalam hati.
"Ayooo, apakah semuanya sudah beres?" Tanya Recky, melihat Carren yang terus melihat waktu.
"Ada masalah sedikit, Recky. Sepertinya akan terlambat sedikit." Jawab Carren ragu-ragu, sambil melihat Recky.
"Ada apa, Carren?" Tanya Recky, saat melihat kecemasan di wajah Carren dan melihat Liana yang mondar-mandir.
"Dia membiarkan orang membawa handbuketnya. Jadi sekarang lagi tunggu orangnya kembalikan." Jawab Carren pelan dan khawatir akan reaksi Recky.
Recky berjalan mendekati Liana dengan emosi yang mulai naik level. "Siapa yang membawanya?" Tanya Recky, emosi. Liana jadi melangkah mundur, menyadari kemarahan Recky.
"Sepertinya Ayunna menyuruh orang datang mengambilnya, aku terlambat mencegahnya." Jawab Liana terbata-bata, karena takut dengan kemarahan Recky. Dia pernah merasakannya saat di kamar hotel di pagi itu.
"Bagus. Sesama iblis sedang tunjukan wujudnya. Makanya gob**k jangan dipelihara, sampai tidak tahu sedang dikerjai. Aku berikan waktu sepuluh menit untuk kau cari sendiri, jalan keluarnya. Carren, biarkan dia selesaikan sendiri, tidak usah dibantu." Recky berkata serius dan kesal.
"Sekarang kau sudah puas menjadi Nyonya Biantra? Ambil surat nikahnya lalu bingkai dan pajang di rumahmu. Mungkin bisa mengurangi gob**kmu. Carren, aku mau istirahatkan tanganku." Recky berkata lalu keluar meninggalkan Liana dan Carren dengan rahang mengeras.
Carren makin panik, saat karyawan sudah mengatakan semua sudah siap di ballroom. Darahnya makin naik, saat melihat Liana hanya mondar mandir tidak menentu arah.
__ADS_1
"Carren, bagaimana ini? Apakah masih lama?" Tanya Liana yang sudah panik. Dia makin panik saat melihat Recky telah berjalan keluar dari ruangan. Dia tahu, walaupun Recky melarang, Carren sedang membantunya. Karena dia mendengar Carren bebicara dengan karyawannya.
"Kenapa kau tanya padaku. Seharusnya kau tanya pada temanmu. Cepat telpon dia, atau kau mau berjalan ke pelaminan pakai handbuket yang aku copot dari dekor dan ikat dengan karet gelang?" Carren pun ikut emosi, melihat hal yang terjadi. Apalagi dia melihat wajah Recky, saat keluar meninggalkan ruangan.
Liana langsung mengambil ponselnya, lalu memghubungi Ayunna, karena dia makin panik melihat situasi yang terjadi.
📱"Ayunna, apa yang kau lakukan? Ini sudah mau mulai acaranya. Sebenarnya kau dendam sama Carren atau aku, sih?" Tanya Liana, saat Ayunna merespon panggilannya.
📱"Mamang apa yang aku lakukan? Kenapa kau tiba-tiba telpon tanya aku dalam suasana begini? Aku ada di ruang resepsimu bersama orang tuaku. Jadi jangan ganggu aku, nikmati saja pesta pernikahanmu yang super mewah dan meriah ini." Ucap Ayunna santai.
Dia tidak mau menjadi pagar Ayu untuk pernikahan Liana dan Recky, saat Liana memintanya. Dia ingin tampil cantik dengan gaun yang telah dibelinya dari salah satu desainer terkenal di Paris. Dia ingin membuat Recky menyesal menolaknya selama ini.
Walaupun mulutnya mengatakan kepada Liana menerima pernikahan Liana dan Recky karena kecelakaan, tetapi hatinya tetap menyimpan dendam untuk mereka bertiga. Baik Carren, Liana dan juga Recky. Sehingga dia telah merencanakannya. Sekali pukul, tiga nyamuk yang telah menggigitnya mati.
Dia ingin mempermalukan Carren dengan pekerjaannya yang tidak profesional dan juga, pesta Recky dan Liana yang berantakan karena tertunda.
📱"Siapa juga sedang bercanda? Tunggu saja sampai pagi, atau masuk ke ruangan resepsi tanpa handbuket. Yang penting kan, bisa gandeng Recky." Ucap Ayunna, langsung mematikan ponselnya dengan wajah tersenyum puas. Dia sedang membayangkan kepanikan yang sedang dirasakan oleh Liana dan Carren serta kemarahan Recky.
📱"Ayunna... Ayunnaaa..." Panggil Liana berkali-kali, karena panik dia tidak menyadari Ayunna telah memutuskan hubungan telpon. Dia menghubungi kembali, tetapi Ayunna telah menonaktifkan ponselnya. Hal itu membuat dia menggerutu tidak berhenti.
"Kalau mau iseng, lihat tempat. Jangan badan saja yang membesar, tetapi isi dalam kepala dibonsai." Carren yang mendengar pembicaraan mereka sejak tadi sudah emosi. Acara seserius ini, dibuat main-main.
"Carren, maafkan aku." Ucap Liana dengan wajah sedih. Dia menyadari, membiarkan Ayunna mengerjai Carren, sama juga mengerjainya.
"Kenapa minta maaf padaku? Minta maaf pada suamimu. Apa kau tidak tau, hari ini acara apa buat kalian? Kenapa membiarkan Ayunna merusak hari yang seharusnya membahagiakanmu?" Carren bertanya dengan level emosi yang meningkat
"Kalau aku tidak lihat Recky, aku akan membiarkan kalian sendiri pergi cari handbuketmu. Kalian punya banyak uang bukan? Bayar orang untuk pergi beli handbuket dan sekalian dengan bodyguard yang menjaganya." Carren benar-benar emosi. Dia tidak bisa menahan diri untuk memarahi Liana.
__ADS_1
Liana tidak bisa berbuat apa-apa, saat tidak bisa menguhungi Ayunna lagi. Dia duduk sedih dengan air mata mulai tergenang. "Hapus air matamu, nanti para undangan berpikir Recky telah berlaku kasar padamu. Padahal kau sendiri yang cari perkara. Apa yang ada dikepalamu ketika mengijinkan Ayunna melakukan semua ini?" Tanya Carren dan juga membentak.
"Bukankah kau yang inginkan pernikahan ini? Kau seperti orang dungu dengan membiarkan dia menghancurkan hari bahagiamu." Carren benar-benar kesal dan marah.
"Kau ini istri seperti apa? Bukan membuat suamimu tenang menjalani acara ini, malah membuatnya makin uring-uringan. Masih bagus dia memberikan waktu untukmu dengan diam menunggu." Carren memarahi Liana seperti sedang memarahi anak kecil.
"Kak, ini handbuketnya." Ucap Rosna yang baru datang dengan nafas ngos-ngosan karena berlari. Dia terkejut melihat bossnya bisa marah dan sangat marah.
"Berikan padanya. Apakah kau tidak patahkan tangan orang yg mencoba merebut handbuketnya darimu?" Tanya Carren yang masih emosi.
"Tidak usah ditanya lagi K. Sekarang mungkin dia lagi ke rumah sakit untuk rongsen atau ke dukun patah tulang." Ucap Rosna, sambil mengangkat jempolnya.
"Jangan isi otak bonsaimu, hanya dengan tipu muslihat. Kalian kerjanya hanya merencanakan hal buruk kepada orang lain, sehingga tidak mengerti mana yang baik?"
"Apa kau tidak mengerti, kalau acara ini terganggu atau gagal, kau telah permalukan suamimu dan keluarganya dan juga keluargamu? Kau tidak tahu siapa yang kau dan keluargamu undang?" Tanya Carren yang masih emosi dan tidak perduli dengan Liana yang diam termangu.
"Kau hanya ingin menikah dengan Recky, tanpa memikirkan manfaatnya. Kau kira ini lagi main rumah-rumahan atau ini pernikahan barbie?" Emosi Carren tidak bisa turun, karena rasa kesal dan marah.
"Kalau sampai karyawanku terluka karena ulah kalian, lihat saja nanti. Aku akan lakukan apa padamu. Aku tidak perduli kau istrinya Recky. Seharusnya kau yang bertanggung jawab, karena ini acaramu dan kau membiarkan orang lain berbuat jahat kepadaku dan karyawanku.
"Kami bekerja secara profesional, karena kau menginginkan kami yang menjadi WO untuk pernikahanmu. Kami tidak pergi mengemis untuk menjadi WO acaramu. Aku sudah menolak berkali-kali, tetapi kau datang memohon agar kami menjadi WO mu. Ternyata dibalik permohonanmu untuk kami menjadi WO mu, kau telah merencanakan hal busuk terhadapku. Kau benar-benar iblis seperti yang dikatakan Recky."
"Kalian pikir bisa merusak pekerjaanku dengan cara murahan kalian ini? Mungkin kalian bisa menggagalkan rencana kuliahku. Tetapi sekarang aku tidak akan diam lagi, karena aku memiliki tanggung jawab untuk karyawanku."
"Nasehat terakhiku, semua kemegahan ini tidak berarti jika kau tidak bisa memberikan sesuatu yang diperlukan Recky. Semua usahamu untuk mendapatkan dia sia-sia, karena kau tidak mencintainya. Kau hanya terobsesi padanya dan bersaing dengan bayangan Ayunna."
"Aku jadi mengerti yang dikatakan Recky, statusmu sebagai nyonya Biantra lebih berarti bagimu daripada seorang Recky Biantra. Semoga masih ada pengampunan bagimu yang telah merusak hidupnya." Carren berjalan keluar ruangan dengan hati sedih, sambil memberikan isyarat kepada Rosna untuk membawa keluar Liana. Carren berjalan ke arah pintu kamar Recky untuk mengetuknya sebagai isyarat.
__ADS_1
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡