Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Rumah Kita 3


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Recky melihat catatan Bu Lisye, sedangkan Aaric melihat catatan Pak Tony. "Bu Lisye, nanti tolong dikoreksi lagi. Karena kami tidak tinggal di sini, jadi pekerja di bagian laundry dan chef sementata ini tidak kami butuhkan. Yang diutamakan hanya bagian bersih-bersih untuk menjaga kebersihan rumah dan halaman juga kolam renang. Selanjutnya, seperti yang kakak saya katakan. Catat semua alamat dan nomor telpon mereka, agar bisa dihubungi setelah keadaan lebih baik dan mungkin masih membutuhkan mereka." Ucap Recky lalu memberikan kertasnya kepada kakaknya.


Aaric menerima catatan Bu Lisye dari tangan Recky lalu memeriksanya, dia jadi mengerti maksud adiknya. Sekarang ada banyak pekerja yang tidak dibutuhkan di rumah ini, karena tidak ada keluarga mereka yang tinggal, selain pekerja.


Selain itu, selama ini yang tinggal hanya kedua orang tua mereka. Terlalu banyak pekerja hanya untuk melayani mereka berdua. 'Ternyata wanita itu bukan saja bodoh, tetapi juga sangat boros dengan memperkerjakan pelayan hanya untuk menata pakaiannya, massage, manicue pedicure.' Aaric membatin sambil geleng kepala. 'Kenapa wanita ini tidak memindahkan salon dan butik ke rumah ini?' Tanya Aaric dalam hati.


Recky tersenyum dalam hati melihat kakaknya geleng kepala dengan alis bertaut. Tadi dia juga sudah melihat para pekerja yang ada di catatan Bu Lisye. Dia sudah berpikir, kenapa Mamanya tidak ke salon saja, padahal punya mobil dan sopir pribadi. 'Apakah setiap hari memerlukan para pekerja itu untuk merawatnya?' Tanya Recky dalam hati. Dia mau berkomentar, nanti dibilang Bu Lisye seperti perempuan.


"Baik. Bu Lisye silahkan tulis nomor telpon di kertas ini, nanti setelah kami pergi, Bu Lisye akan  berkomunikasi dengan asisten saya." Ucap Aaric karena Jekob akan menghitung berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membayar gaji para pekerja tersebut.


Kemudian dia mencoret yang tidak dibutuhkan, untuk membantu Bu Lisye menyeleksi para pekerja. "Bu Lisye lihat lagi koreksi saya dan adik saya. Gaji mereka kali ini yang terakhir. Kami sedang menata lagi apa yang diperlukan di rumah ini." Ucap Aaric sambil melihat kembali catatan Bu Lisye yang sudah dikoreksi.


"Ibu catat yang sudah kami koreksi, lalu kembalikan kertasnya kepada adik saya." Ucap Aaric sambil menyodorkan koreksiannya kepada Bu Lisye untuk dicatat. Kemudian dikembalikan kepada Recky.


"Itu mengenai pekerja di rumah ini. Sekarang perhatikan baik-baik, tidak usah tanggapi telpon dari orang lain, termasuk nyonya besar. Katakan saja, untuk memghubungi kami." Ucap Aaric lalu memberikan nomor telpon Jekob (untuk publik) kepada Bu Lisye.

__ADS_1


"Sementara ini, kami tidak tinggal di sini. Jadi Ibu tolong jaga kebersihan dan keteraturan rumah ini. Bekerjalah seperti biasanya dan tutup semua pintu kamar setelah dibersihkan." Ucap Aaric, lalu Recky mengembalikan kunci kamarnya dan kamar utama.


"Pak Tony, mobil Papa ada di garasi atau dibawa oleh nyonya?" Tanya Aaric sambil minum minuman yang sudah disediakan oleh Bu Lisye. Semua pekerja yang lain sedang kumpul di halaman belakang untuk menunggu kepastian kerja mereka.


"Ooh, iya tuan muda. Mohon maaf, saya lupa. Mobil tuan besar ada di garasi. Kunci dan surat-suratnya, tuan besar titip kepada saya saat mau pergi malam itu. Tuan besar katakan untuk diberikan kepada tuan muda Recky, jika kembali ke sini. Saya menyimpannya, karena saat itu nyonya besar mau pakai mobilnya tetapi tidak menemukan kuncinya. Jadi mobil itu tidak pernah saya panaskan. Karena saya khawatir ada pelayan yang melaporkan itu kepada nyonya besar. Saya akan keluar mengambilnya." Ucap Pak Tony, merasa bersalah karena tadi lupa memberitahukan kepada Recky saat datang. Banyak hal yang dipikirkan Pak Tony, sehingga tidak mengingat tentang titipan mobil Pak Biantra.


"Tidak usah, Pak Tony. Nanti kita keluar sama-sama, karena kami mau pergi. Bu Lisye, nanti dengar dari Pak Tony, apa yang harus dilakukan. Kami akan sering berkomunikasi dengan Pak Tony." Ucap Aaric lalu berdiri dan berjalan keluar diikuti Recky dan Pak Tony.


"Pak Tony, tolong ambil kunci mobilnya agar Recky mau periksa mobil Papa." Aaric berkata setelah mereka ada di halaman rumah.Tidak lama kemudian, Pak Tony sudah kembali dengan kunci dan surat mobil Pak Biantra, lalu serahkan kepada Recky yang baru meletakan tasnya di dalam mobil Sapta.


"Keberadaan kedua bapak ini, tidak boleh bapak beritahukan kepada siapapun, termasuk anggota dan para pelayan. Jika ada yang tanya, katakan saja ini karyawan saya." Aaric tetap menyembunyikan Jekob dan Sapta, karena persoalan keluarganya belum selesai.


"Baik, tuan muda. Saya mengerti dan akan mengikuti yang tuan minta." Ucap Pak Tony yang mengerti, sekarang siapa bossnya.


"Apakah tuan besar baik dan sehat-sehat saja, tuan muda?" Tanya Pak Tony, karena sangat lama tidak mengetahui keberadaan Pak Biantra.


"Iya, Pak Tony. Papa baik-baik saja. Sekarang sedang beristirahat, jadi belum bisa balik ke sini. Pak Tony tolong catat plat nomor mobil Pak Sapta. Hanya mobil ini yang bapak ijinkan masuk." Ucap Aaric serius, lalu berjalan bersama Pak Tony dan Sapta ke tempat kontrol cctv. Sedangkan Jekob menemani Recky untuk memeriksa mobil Pak Biantra.

__ADS_1


"Pak Tony, apakah ini semua anggota keamanannya?" Tanya Aaric yang melihat sudah lebih banyak anggota keamanan dari saat mereka datang.


"Iya, tuan muda. Kami ada berenam. Kami bertugas bergantian siang dan malam. Yang baru datang itu, baru selesai jaga malam." Pak Tony menjelaskan.


"Baik. Pak Tony tolong seleksi juga anggota keamanannya. Jika ada yang ditempatlan oleh nyonya besar, tolong di phk atau diminta kembali ke mansion. Setelah itu, Pak Tony tidak usah memambah anggota keamanan baru. Pak Sapta akan membawa anggota keamanan sebagai gantinya." Ucap Aaric serius. Pak Tony mengangguk mengerti.


Setelah semua yang dilakukan selesai dan merasa sudah cukup, Aaric pamit kepada Pak Tony dan anggota keamanannya. Sedangkan Jekob dan Sapta sudah kembali ke mobil.


"Bapak-bapak, kami titip rumah ini. Tolong dengarkan Pak Tony dan mendukungnya." Ucap Aaric lalu menyalami semua anggota keamanan yang sudah dipanggil oleh Pak Tony untuk berkumpul di pos security.


Kemudian Recky mendekati kakaknya setelah selesai memeriksa mobil Pak Biantra. "Pak Tony, saya titip kunci mobilnya agar bapak bisa merawatnya." Ucap Recky lalu menyerahkan kunci mobil kepada Pak Tony dan pamit kepada semua anggota keamanan.


"Mari, Pak Tony ikut kami." Ucap Aaric sambil berjalan ke mobil Sapta. Kemudian Aaric memberikan kode untuk Jekob. Lalu Jekob mengeluarkan amplop coklat dari tas kerjanya dan berikan kepada Pak Tony.


"Pak Tony, itu untuk kopi dan rokok anggota keamanan sebelum gajian." Ucap Aaric, saat Jekob menyerahkan amplopnya. Aaric dan Recky sudah memberitahukan Jekob setelah mereka berbicara tadi malam, agar menyiapkan uang tunai untuk diberikan kepada anggota keamanan.


...~●○♡○●~...

__ADS_1


__ADS_2