Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Kisah di Hari H (2).


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Bu Hutama yang telah melihat Parry masuk ballroom dengan seorang gadis cantik, terkejut dan berbicara dengan Pak Ariand Hutama. Mereka tahu, wanita yang selama ini dekat dengan Parry, hanya Carren. Hal itu membuat mereka penasaran, lalu berjalan mendekati Parry.


Riri yang melihat Pak Ariand dan Bu Hutama berjalan mendekati mereka, jadi terkejut. Tangannya kembali dingin walau masih digenggam oleh Parry. Dengan pelan, Parry menepuk tangannya untuk memberikan isyarat untuk tenang.


"Parry, siapa wanita yang kau bawa ini?" Tanya Pak Ariand serius. Dipikirannya, ini berarti pihak keamanan telah lalai. Mereka tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ada wanita selain Carren dekat dengan Parry. Sedangkan Bu Hutama hanya memperhatikan tangan Parry yang sedang menggenggam tangan Riri. Dipikirannya, berarti mereka sudah dekat dan dirinya tidak tahu.


"Ini Alle, Pi." Jawab Parry singkat dan Riri mengangguk hormat kepada Pak Ariand, boss besarnya.


"Alle sekretarismu?" Tanya Pak Ariand seakan tidak percaya. Karena sangat berbeda penampilannya dengan di kantor.


Pak Piltharen dan Bu Linna yang tertegun dengan sebutan Parry kepada Pak Ariand, melihat mereka bergantian. Pak Ariand yang menyadari kehadiran Pak Piltharen, langsung menyapanya.


Tetapi Pak Piltharen membalas sapaan Pak Ariand dengan menanyakan Parry. "Ini putra anda, Pak Hutama?" Tanya Pak Piltharen untuk meyakinkan dirinya. Karena Pak Ariand tidak pernah memperkenalkan Parry sebagai pewaris, tetapi hanya sebagai salah seorang Direktur di Hutama.


"Iya, Pak Piltharen. Saya belum mengumumkannya, karena ada suatu masalah yang belum beres. Jadi kami tetap menyembunyikannya. Saya menyampaikan kepada anda, karena sudah ketahuan di sini." Pak Ariand berbicara pelan.


"Astaga... Ini Riri putri kami yang bekerja di Hutama. Saya tidak menyangka, dia menjadi sekretaris putra anda." Pak Piltharen memperkenalkan Riri, putrinya.


"Astaga... Jadi Alle ini putri anda?" Tanya Pak Ariand tak kalah terkejut. Mendengar percakapan para suami, Bu Linna melihat Parry dengan hati lega. Begitu juga dengan Bu Hutama, karena mereka sudah saling mengenal dalam berbisnis. Bu Linna dan Bu Hutama langsung bercipika cipiki dengan hati lega dan senang. Putra dan putri mereka berada di lingkungan pergaulan yang dikenal dan baik.


"Sanaaa... Kalian pergi kumpul dengan teman-temanmu, jangan dengan kami di sini." Ucap Bu Linna, sambil mendorong mereka dengan tangan, pelan.

__ADS_1


Riri dan Parry merasa lega, melihat suasana yang terjadi di antara kedua orang tua mereka. "Alle, aku tidak suka bertemu mereka. Mari ke tempat lain saja." Ucap Parry, saat melihat Riri berjalan ke arah Ayunna dan yang lainmya.


"Kita ke sana saja, karena aku sangat penasaran yang terjadi dengan Ayunna dan Liana. Pada waktu itu, Liana bilang Recky gebetan Ayunna. Kenapa sekarang, Liana yang menikah dengan Recky?" Riri tidak bisa menutupi rasa penasarannya di depan Parry.


"Baiklah. Aku juga penasaran, karena setauku, Carren gebetannya Recky. Kenapa sekarang jadi acak berantakan begini?" Parry mengikuti langkah Riri mendekati Ayunna. Tanpa mereka sadari, Sainy sudah memperhatikan mereka sejak masuk ke ballroom.


"Apa kabar semua?" Tanya Riri saat mendekati Ayunna. Sebelum Ayunna menjawab, Mommynya Sainy yang sedang ada di dekat Sainy mendekati Riri dan bertanya. "Ini, pacarmu Riri?" Tanya Mommy Sainy tanpa menghiraukan tatapan putrinya yang sedang kesal.


"Selamat malam, Tante. Ini Parry, ..." Riri tidak meneruskan ucapannya, karena sudah dipotong oleh Parry.


"Selamat malam Tante, iya, pacarnya." Parry berkata, sambil mengulurkan tangan kanannya menyalami Mommy Sainy. Sedangkan tangan kirinya tetap menggenggam tangan Riri. Parry tidak menyukai tatapan Sainy kepada dirinya dan Riri, membuat dia mengatakan hal itu.


Mendengar itu, Sainy tertunduk sedih. Suasana pesta jadi tidak menarik lagi untuknya. Padahal dia sudah mengenakan baju yang didesain khusus untuknya. Dia tahu, Parry pasti akan datang ke pesta ini. Semua usaha dan harapannya ambyaar, saat mendengar yang dikatakan Parry.


Mommy Sainy jadi mengerti, ini adalah Parry yang dimaksudkan putrinya. Melihat Parry yang berdiri di depannya, Mommy Sainy sangat menyesal tidak membantu putrinya untuk mendapatkan Parry, malah mendengar teman-temannya. Mommynya makin menyesal, saat melihat orang tua Parry dan Riri yang sedang bercakap-cakap dengan riang dan santai.


Parry tidak mengerti tatapan Mommy Sainy padanya dan dia tidak menyukainya. Untuk mengalihkan perhatian mereka untuknya dan Riri, Parry mendekati Ayunna. "Apa kabarmu, Ayunna? Apa rasanya ditikung?" Tanya Parry tanpa intro, langsung pada intinya. Hal itu membuat Riri tertegun dan memberikan kode pada genggamannya. Tetapi terlambat, Parry sudah mengucapkannya.


"Kau sedang tertawakan aku?" Tanya Ayunna, emosi mendengar pertanyaan Parry.


"Tidak. Apakah kau lihat aku sedang tertawa? Aku penasaran saja, bagaimana dua kutu loncat bisa saling tikung. Kau selama ini, loncat kiri kanan ngincar Carren dan berusaha memakannya. Tidak taunya kau dimakan sama kutu yang menempel padamu." Ucap Parry, tanpa ekspresi dan sinis kepada Ayunna.


Riri tidak bereaksi, karena dia menyadari Carren adalah orang terdekat dengan Parry. Mungkin ada hal buruk yang dilakukan Ayunna dan Liana kepadanya, membuat Parry sangat marah. Dia kembali mengingat pertemuan mereka di Nine Five Restaurant. Parry bersikap dan berucap dengan nada yang sama.

__ADS_1


"Jadi sekarang, kau sudah puas melihat kami saling makan?" Tanya Ayunna dengan kesal, karena sudah emosi.


"Tidak. Aku belum melihat kalian saling makan. Sekarang aku baru lihat kau dimakan. Aku mengenalmu, Ayunan. Jadi aku sedang menunggu bagaimana kau akan memakannya." Parry berkata, sambil mendekati wajahnya kepada Ayunna. Hal itu membuat Ayunna terkejut, karena apa yang sedang direncakannya seakan bisa dibaca oleh Parry.


Ayunna spontan mendorong bahu Parry dan menjauh darinya. "Ituuu, calon Ibu mertua tidak jadi sudah datang. Nempel padanya, mungkin beliau bisa membantumu memakan mantu barunya." Ucap Parry, sambil menunjuk Bu Biantra yang baru datang.


Ayunna benar-benar kesal, tetapi mendekati Bu Biantra dan bercipika-cipiki dengan senyum pahit yang dimanis-manisin. Parry jadi mual melihatnya. "Sudah, Parry. Cukup." Riri menggoyang tangan Parry dalam genggamannya.


"Parry, coba kau perhatikan ruangan ini dan pelaminan itu. Ada yang janggal menurutku." Riri berbicara untuk mengalihkan perhatian Parry dari Ayunna.


"Apanya yang janggal?" Tanya Parry dan mulai ikut memperhatikan ruangan pesta. Menurut Parry, semuanya baik dan sangat mewah. Dia sangat mengaggumi selera dan cara desain Carren. Catering yang ditata dengan mewah dan banyak gubuk di berbagai tempat. Juga dekor bunga segar yang bertebaran membuat pestanya sangat berkelas sesuai dengan dua keluarga konglomerat.


Tempat duduk mereka belum dibuka di sayap ballroom. Melihat banyak meja bulat yang ditata rapi di balik kaca, dia tahu itu untuk orang tua mereka sebagai sesama pebisnis. Atau untuk pejabat yang di undang.


"Parry, kau tidak lihat pelaminan itu? Kursinya hanya dua untuk pengantin. Sedangkan untuk orang tua tidak ada. Juga tidak ada kue pengantin. Apa kau tidak merasa itu janggal?" Tanya Riri, pelan. Parry mulai memperhatikan dari sudut pandang Riri. Karena hal itu tidak terpikirkan olehnya.


"Ooh iya, ya. Pantesan tadi Bu Biantra sudah ada di situ bukan di tempat keluarga pengantin. Apakah telah terjadi sesuatu, membuat mereka menikah? Aku sangat mengenal Recky, dia dari dulu di sekolah sangat tidak mau didekati oleh mereka berdua. Para gadis lain mendekati dia, dari berbagai kalangan, dia akan menanggapi bahkan ajak mereka makan di kantin. Tetapi jika mereka berdua datang mendekatinya, dia akan berdiri tinggalkan makanannya." Parry mulai mengingat yang terjadi dulu dan makin merasakan kejanggalannya.


"Apakah karena bisnis kedua orang tuanya yang memaksakan mereka harus menikah? Tapi untuk Recky, dia tidak akan pusing. Ditembak matipun, dia tidak akan mau." Parry jadi berpikir, setelah melihat semuanya. 'Apakah ini berhubungan dengan Carren?' Tanya Parry dalam hati. Dia sangat mengenal Recky, dia bisa berkata sesuka hatinya kepada wanita-wanita yang mengejarnya. Tetapi untuk Carren, dia hanya mengganggu dengan mendekatinya tiba-tiba, lalu tertawa dan meninggalkan Carren dengan wajah terkejut sambil memegang dadanya.


Parry pernah melihat di samping sekolah, Ayunna hampir dihajar oleh Recky, saat dia mengetahui mereka sengaja menyenggol Carren hingga jatuh ke selokan. Hal itu membuat Parry berkesimpulan di hati. 'Pasti semua ini ada hubungan dengan Carren, apalagi melihat sikap Recky mendekati Carren saat Kak Naina meninggal.'


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2