
...~•Happy Reading•~...
Saat melewati tempat dimana meja Ayunna dan Liana duduk, mereka melongo karena terkejut melihat Recky secara dekat. Tanpa melakukan apapun, kehadiran Recky membuat mereka tertunduk malu, terutama Liana. Semua yang dilakukan Ayunna dan Liana tidak luput dari perhatian kedua pria di samping mereka, karena mereka tahu hubungan Ayunna dan Liana dengan Recky. Liana adalah mantan istri Recky. Sedangkan Ayunna sudah tergila-gila padanya sejak masih sekolah. Itu yang ada dalam benak Franky, suami Ayunna.
Recky sempat melihat Liana dan Ayunna, karena reaksi mereka menarik perhatiannya. Tetapi saat melihat mereka berdua bersama pria di samping mereka, Recky mengabaikan Liana dan Ayunna dengan senyum cuek menawannya. Dia terus berjalan lewati meja para tamu undangan sambil melihat kakaknya sedang menatapnya.
Carren yang melihatnya dari jauh, langsung berdiri sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya memegang dadanya. Dia sangat terkejut melihat Recky hadir di acara resepsi pernikahannya.
Recky tidak melihat ke arah Carren yang sudah berdiri di pelaminan, karena dia sedang menenangkan hati dan degupan jantungnya. Dia tetap berjalan ke arah panggung dimana kakaknya sedang melihatnya. Tetapi tiba-tiba dia membelok ke arah pelaminan setelah melihat gerakan mata kakaknya, yang meminta dia ke pelaminan menemui Carren yang sedang berdiri sambil memandangnya.
Recky berjalan pelan ke pelaminan tanpa melihat Carren. Dia tahu teman-temannya yang ada di antara para tamu sedang memandangnya. Diantara mereka pasti tahu hubungannya dengan Carren selama ini.
Parry dan Ayunna yang tahu hubungan Aaric, Recky dan Carren menarik nafas tertahan saat melihat Recky berjalan mendekati Carren. Apalagi mereka telah melihat Carren berdiri sambil menutup mulutnya. "Heeiiii ... Jangan melihatku seperti itu. Kita sedang diperhatikan banyak orang. Tenanglah..." Bisik Recky sambil menempel pipinya ke pipi Carren.
"Reckiiii, kemana saja... Apa kabarmu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Carren beruntun dengan mata sudah berembun sambil memegang dadanya. Dia tidak menyangka bisa melihat Recky dalam jarak sedekat ini.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja." Ucap Recky lalu memutar badannya di depan Carren. Dia sengaja melakukannya, karena melihat mata Carren sudah tergenang. Jika bertahan sedikit lagi, pipinya akan banjir air mata.
Recky mencoba tersenyum lalu mengelus lengan Carren untuk menenangkannya. "Selamat berbahagia, ya. Nanti setelah ini, baru kita bicara." Ucap Recky lagi, lalu mengelus pelan lengan Carren untuk menenangkannya.
Carren tidak mendengar yang dikatakan Recky. Dia mengambil tangan Recky lalu memeriksanya. Recky mengerti maksud Carren dia langsung mengepalkan tangannya. "Amaaan... Sekarang aku sudah bisa pukul tembok lagi." Ucap Recky sambil mempraktekan cara memukul. Carren jadi tersenyum tertahan, tapi air matanya mengalir di pipi.
Recky refleks memeluknya dengan sayang dan berkata. "Carren, kau sangat cantik hari ini. Jangan merusak kecantikanmu dengan air mata dan Jangan menangis di hari bahagiamu. Aku datang untuk melihatmu tersenyum bahagia. Bukan air mata seperti ini." Recky mengelus punggungnya pelan untuk meredakan tangisannya. Semua yang dilakukan Carren dan Recky diperhatikan oleh semua yang hadir, termasuk Aaric yang sedang berdiri di panggung.
Aaric hanya bisa berdoa dalam hati, berharap adiknya bijak berbicara dengan Carren, agar tidak membuatnya shock. Recky memegang pundak Carren dan memintanya duduk. "Carren, ada banyak yang ingin aku ceritakan padamu. Tetapi nanti setelah acara ini selesai baru kita berbicara dengan baik. kau duduk dengan tenang di sini. Sekarang aku akan bernyanyi untuk menghiburmu. Jadi jangan bersedih lagi." Ucap Recky dan mendudukan Carren di kursi pengantin lagi sambil memegang kedua pundak Carren.
Carren menengada melihat Recky, lalu mengangguk mengerti sambil memegang dadanya. Hatinya penuh dengan rasa syukur melihat Recky baik-baik saja. Dia senang melihat Recky lebih tenang dan dewasa. Carren mandang punggung Recky yang berjalan tenang meninggalkan tempat pelaminan menuju panggung di mana Aaric sedang melihatnya.
Setelah di panggung, Recky meminta mike dari salah satu penyanyi, lalu memeluk kakaknya yang sudah berjalan mendekatinya. Aaric memeluk adiknya dengan sayang, karena melihat tidak terjadi sesuatu dengan Carren. "Thank u..." Ucap Aaric sambil menepuk punggung Recky pelan.
"Kakak, peluk aku yang lama. Jantungku sedang marathon." Ucap Recky sambil memeluk kakaknya dengan erat. "Perlu waktu berapa lama sampai finish?" Tanya Aaric, becanda karena tahu Recky sedang berusaha menenangkan hatinya, begitu juga dengan dirinya.
__ADS_1
"Mari kita bernyanyi untuk menghibur kita, terutama Carren. Jangan sampai dia shock, mengetahui kita kakak beradik." Ucap Recky, lalu melepaskan pelukannya. Aaric melepaskan pelukan lalu merangkul bahunya.
Recky maju ke tengah panggung bersama Aaric. Tiba-tiba dia mengangkat tangan kanannya sambil menyebut nama Parry. Mendengar namanya dipanggil Recky sambil mengangkat tangannya, Parry secara reflek berdiri dan mengangkat tangannya tanpa mengerti.
Recky tersenyum senang melihat Parry ada hadir dan meresponnya. "Parry, tolong ke pelaminan menemani Carren, ya." Pinta Recky, berharap Parry mau dan bisa mengerti permintaannya.
Walaupun tidak mengerti maksud Recky, tapi Parry mengikuti permintaannya. Dia mendekati Riri, lalu mengajaknya berdiri untuk menemaninya ke pelaminan. Setelah melihat Parry dan Riri telah duduk mengapit Carren, Recky mulai berbicara.
"Selamat malam dan terima kasih untuk semua tamu undangan yang hadir malam ini. Kami akan bernyanyi untuk menghibur anda semua. Terutama kami akan menghibur mempelai wanita. Carren, selamat berbahagia. Permintaanku, tolong bahagiakan kakakku." Ucap Recky serius dengan suara jelas.
Mendengar itu, Carren sontak hendak berdiri. Tetapi Parry dan Riri memegang lengannya dengan kuat. Carren hanya bisa melihat Aaric dan Recky di atas panggung seakan tidak percaya, bahwa mereka adalah kakak beradik. Selama ini, dia memang sering melihat kemiripan Aaric dan Recky. Tetapi dia selalu menghilangkan itu dari hati dan pikirannya. Dia mencintai Aaric bukan karena mirip Recky, tetapi karena pribadi Aaric.
Melihat respon Carren, Parry jadi mengerti mengapa Recky memintanya untuk menemani Carren di pelaminan. Ternyata Carren belum tahu mereka adalah kakak beradik. Parry memberikan isyarat kepada Riri untuk menenangkan Carren. Riri mengelus punggung dan tangan Carren pelan. Parry hanya menahan agar jangan sampai Carren berdiri.
Carren terus melihat Aaric dan Recky di panggung dengan berbagai rasa di hati sambil menekan dadanya dengan tangan. Dia terus menyebut nama Tuhan di dalam hati, agar bisa kuat dan tenang menghadapi apa yang baru diketahuinya. Hatinya berkecamuk, membayangkan Recky akan menjadi adik iparnya.
__ADS_1
Kami akan menyanyikan sebuah lagu yang menjadi kenangan kami. Terutama saya, karena ketika menyanyikan lagu ini, saya jadi tahu istri saya tertarik dan mungkin jatuh cintai pada saya." Aaric berkata demikian, karena sengaja mengalihkan perhatian Carren dari apa yang baru diketahuinya. Carren langsung mengangkat tangan lalu menutup mulutnya, karena mengingat malam itu. Dia melihat Aaric yang sedang memandangnya sambil tersenyum dengan binar di matanya.
...~●○♡○●~...