Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Kisah di Hari H (6).


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Di sisi yang lain ; Carren terkejut melihat wajah Recky yang sangat berbeda saat keluar dari kamarnya. Dia bukan seperti Recky yang keluar meninggalkan dirinya dan Liana dari kamar persiapan. Sambil meletakan tangan kanannya di perut, dia berjalan dengan wajah yang begitu ceria dan percaya diri.


"Carren, semuanya sudah beres? Ini terakhir kali kau marah-marah pada iblis itu. Jangan membuang energi untuk sesuatu yang kau sendiri sudah tau, tidak ada manfaatnya. Iblis itu tau yang benar, tapi tidak mau melakukannya." Recky berkata sambil berjalan dengan langkah panjangnya. Membuat Carren harus berjalan dengan cepat.


Saat mereka tiba di pintu ballroom, Carren memberitahukan MC dan pemusik bahwa semua sudah siap. Pengantin sudah siap masuk ruangan ke ruang resepsi. Maka MC memberitahukan kepada semua undangan untuk menyambut pengantin dengan memberikan applouse. Tanpa ada kata-kata tambahan lainnya, seperti yang diinginkan Recky.


Recky menyisir rambut dengan tangan kirinya dan berjalan masuk ke ruangan lewati karpet merah tanpa menggandeng pengantin wanita. Mereka berjalan sebelah menyebelah tanpa bersentuhan. Recky tersenyum kepada semua yang hadir sambil meletakan tangan kanannya di perut.


Semua undangan yang hadir terkejut dengan situasi itu. Tetapi segera hilang rasa terkejutnya, saat melihat pesona ketampanan Recky. Semua mata tertuju padanya, membuat orang tua Liana meradang. Mereka makin marah, melihat anaknya diperlakukan demikian oleh Recky.


Liana berjalan dengan wajah yang tersenyum, agar tidak menimbulkan banyak tanya diantara para undangan. Dia mencoba sesuaikan, seakan-akan itu adalah gaya santai pengantin masuk ke ruang resepsi. Perhatian para undangan tetap terfokus pada Recky yang sangat tampan dalam balutan jas hitam legam. Membuat wajahnya makin bersinar dan bagaikan magnit yang menarik semua mata untuk menatapnya.


Setelah pengantin telah duduk di pelaminan, MC mengumumkan kepada para undungan untuk memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Setelah itu mengalun lagu dan instrumentalia yang dimainkan oleh pianis dan juga seorang penyanyi secara bergantian mengiringi para undangan menyampaikan ucapan selamat kepada pengantin.


Carren memberikan tanda kepada karyawannya untuk membuka ruangan di kiri kanan ballroom untuk para tamu VIV. Para pelayan dari catering telah siap melayani tamu-tamu tersebut.


Ayunna yang bersama orang tuanya, berjalan dengan anggun mendekati Liana dan Recky tanpa rasa bersalah. Liana menyalami orang tua Ayunna dan menerima uluran tangan Ayunna dengan hati kesal. "Nikmati kemenanganmu, ular." Bisik Ayunna, saat bercipika cipiki dengan Liana.


"Terima kasih telah mengakui, kalau aku bisa menang darimu." Balas Liana yang sudah semenjak tadi menahan kesalnya kepada Ayunna. Mendengar itu, Ayunna terkejut dan melihat Liana dengan mata membulat, menahan kesal.

__ADS_1


Saat tiba di depan Recky untuk mengucapkan selamat, Recky mengabaikannya dengan mengangguk kepada orang yang berada di samping Ayunna. Hal itu makin membuat Ayunna kesal, sehingga dia berjalan cepat meninggalkan tempat pelaminan.


Setelah para tamu undangan VIV dan orang tua telah berlalu, giliran teman-teman Recky dan Liana yang diundang oleh Liana. Mereka sengaja menunggu giliran paling akhir, agar bisa berlama-lama bicara dengan Recky dan Liana. Terutama berbicara dengan Recky, yang sudah lama tidak bertemu.


Kehadiran mereka di tempat pelaminan menjadikan banyak hal yang mengejutkan. Karena keberadaan teman-temannya, membuat Recky seakan lupa bahwa dia sedang berada di acara respsi pernikahannya.


Saat melihat Sofyan telah ada dalam barisan berikutnya yang akan memberikan selamat, Recky mengamankan tangannya. Recky tidak bersalaman dengan para undangan, dikarenakan kondisi tangan kanannya yang sakit. Dia hanya mengangguk hormat jika para tamu penting atau lebih tua yang memberikan ucapan selamat padanya.


"Kalau tidak melihat tanganmu sakit, aku sudah memukulmu. Teman macam apa, tidak menerima panggilan telpon dan membalas chatku?" Sofyan melancarkan protesnya saat giliran memberikan ucapan selamat kepada Recky.


"Yang penting kau baik-baik saja. Lain kali jangan pergi minum-minum lagi, nanti ngga tau jalan pulang. Kau bisa dilempar ke dalam lumpur rawa-rawa. Sana, jalan. Makan yang banyak, supaya kuat manggul kebo." Ucap Recky, lalu menyenggol bahu Sofyan dengan bahu kirinya.


"Awasss. Kalau ngga terima panggilanku lagi, kau yang akan kulempar ke lumpur resapan." Ancam Sofyan, lalu berjalan meninggalkan Recky yang tersenyum sambil gelengkan kepalanya.


"Setujuuu. Jangan ngucapin, nanti aku lemparin selamatnya keluar ruangan." Ucap Recky sambil tersenyum mendengar apa yang dikatakan Parry.


"Aku ingin memelukmu. Bisakah aku memelukmu?" Tanya Parry, karena dia bisa merasakan apa yang sedang dialami Recky di balik senyum dan tawanya. Segala yang terjadi, sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat Parry.


Recky memiringkan badannya dan memberikan bahu kirinya kepada Parry. "Sorry, tangan kananku sedang bermasalah, jadi kau peluk aku dari samping saja." Ucap Recky, lalu memiringkan badannya dan mengangkat tangan kanannya agar tidak disenggol oleh Parry. Dia tahu arti dari permintaan Parry, karena tergambar jelas di wajahnya.


"Jangan menyerah. Tetaplah seperti Recky yang kukenal." Parry berkata saat memeluk Recky. Sambil mengucapkan TQ, Recky menepuk pundak Parry pelan sebagai tanda terima kasih yang tulus darinya. Melihat ada seorang gadis di samping Parry, Recky tidak meneruskan ucapannya dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Tempelin dia terus, jangan sampai dia lepas darimu. Kau akan sangat menyesal karena kehilangan dia." Ucap Recky, saat Riri mengucapkan selamat kepadanya sambil mengatupkan tangan di dada dengan mata berembun. Riri hanya bisa mengangguk, sedangkan Parry terus mengelus punggung Recky saat Recky berbicara dengan Riri.


Recky yang tadinya mau menitipkan Carren kepada Parry, tidak jadi mengucapkannya karena melihat seorang gadis cantik bersama Parry. Dia tidak mau membebani Parry dengan menitipkan Carren padanya. Dia ingin Parry bisa berbahagia dengan pilihannya.


Ketika giliran rombongan Franky hendak menyalaminya, Recky memiringkan badannya. Dia khawatir ada yang tiba-tiba tanpa sengaja mengambil tangannya, karena mengira tangannya hanya sakit biasa saja.


"Waaah... nanti malam bakalan ada yang belah duren nih." Ucap Franky, sambil tertawa. Begitu juga teman lainnya ikut tertawa mendengar ucapan Franky. Liana hanya bisa terdiam mendengar candaan mereka.


"Sssssttt... Durennya ngga perlu dibelah, sudah terbelah." Balas Recky, sambil tertawa hambar. "Lalu kau sendiri, kapan mau belah duren?" Tanya Recky kepada Franky yang masih tertawa. "Nanti kalau durennya sudah jatuh." Jawab Franky, lalu menautkan kepalan tangannya dengan tangan kiri Recky.


Ayunna yang sedang duduk bersama orang tuanya dan juga dengan orang tua Recky, makin kesal. Dia tidak tahu yang mereka bicarakan, tetapi melihat tawa riang mereka, hatinya makin gerundel.


Bu Biantra dan orang tua Liana melihat Recky dari jauh, merasa heran dengan apa yang dilakukan Recky. Dia sangat santai, tersenyum, bahkan tertawa senang dengan teman-temannya yang sedang mengucapkan selamat.


Recky walaupun bercanda di depan, dia sudah melihat keberadaan orang tuanya, terutama Mamanya. Saat dia sedang mencari keberadaan kakaknya, tiba-tiba semua mata memandang ke arah Aaric yang baru masuk ke dalam ballroom.


Penampilannya yang berkharisma dan rupawan membuat semua mata membulat. Termasuk Bu Biantra yang terkejut melihat kehadiran putra pertamanya. Penampilan Aaric yang sangat berbeda dengan saat meninggalkan rumah, membuatnya tertegun.


Pak Biantra tersenyum dalam hati melihat kehadiran putra pertamanya. Beliau tidak menyangka Aaric akan hadir pada acara resepsi pernikahan Recky, mengingat dia tidak ada saat acara akad nikah.


Ayunna yang sedang berbicara dengan Bu Biantra, terkejut melihat Bu Biantra tertegun sambil melihat ke satu titik. Diapun ikut melihat ke arah pandangan Bu Biantra dan kembali terkejut. Recky tampan, tapi pria yang baru datang juga sangat tampan dan terlihat sangat dewasa dan berkharisma. Kehadirannya mampu menghipnotis para undangan. Terutama para gadis, anak konglomerat yang hadir.

__ADS_1


Melihat Mamanya bicara serius dengan Ayunna sambil menunjuk Aaric dengan wajahnya, Recky turun dari pelaminan. Dia berjalan mendekati kakaknya yang hendak mengambil makanan yang tersedia, tanpa memperdulikan banyak mata yang sedang melihatnya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2