Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Makin Sayang.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Aaric dan Jekob duduk di ruang tamu, karena Jekob perlu berbicara dengan bossnya tentang beberapa produk Elimus seperti susu, dan makanan bayi mengalami peninggkatan permintaan, tetapi terlambat pengirimannya. Kemudian Aaric masuk ke kamar mengambil perangkat kerjanya. "Bukan terlambat pengiriman dari Belanda, tetapi mungkin tertahan di bea cukai. Besok kita akan cek hambatannya." Ucap Aaric serius, karena dia sudah cek semua produk yang di eksport ke Indonesia dari Belanda saat dia ada di sana.


Jekob menyampaikan laporan perkembangan semua produk Elimus yang dipasarkan di Indonesia dan diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Aaric teringat dengan ucapan Carren tentang hot chocolate yang dibawanya. Dia ingin produk tersebut bisa masuk ke Indonesia. Selama ini produk tersebut hanya untuk kalangan tertentu dan market tertentu di Eropa dan Australia. Itu adalah produk premium yang diproduksi oleh pabriknya di Belanda. Dia ingin agar Jekob mengatur marketnya di Indonesia.


Melihat Aaric dan Jekob sedang serius berbicara, Carren memeriksa bagian rumah yang lain seperti yang dikatakan Aaric. Dia menggulung lengan blouse dan mengikat rambutnya asal lalu mulai membersihkan semua bagian dapur. Dia masuk ke kamar yang ditunjukan Aaric untuk memeriksa dan mulai membersihkan tanpa suara.


Apartemenin Aaric cukup rapi dan bersih, hanya mungkin ditinggal lama  jadi agak berdebuh dan baunya tidak segar. Carren teringat dengam Bibi yang dikatakan Aaric. 'Mungkin Bibi tidak sering datang membersihkan atau membersihkan saat hanya ada Aaric.' Carren membatin lalu mulai membersihkan kamar sambil tersenyum, karena merasa seperti nyonya rumah.


Aaric yang menyadari ketidak beradaan Carren, segera berdiri meninggalkan Jekob di ruang tamu untuk mencari Carren yang tidak ada suaranya. Ketika mencari di ruang makan dan dapur tidak bertemu, dia mengetuk pintu kamar mandi. Tidak ada suara, dia membuka pintu kamar mandi dan tidak menemukan Carren.

__ADS_1


Kemudian dia mencari di kedua kamar tamu yang ada. Saat menemukan Carren ada di salah satu kamar tamu, Aaric terkejut melihat Carren sedang mengepel lantai. "Aara, apa yang kau lakukan? Biarkan saja begitu, nanti besok Bibi yang akan membersihkan semuanya. Aku belum menghubunginya, karena baru tiba tadi malam." Ucap Aaric serius, melihat Carren sedang berkeringat.


"Tanggung, Kak. Ini sudah mau selesai. Ini yang terakhir." Ucap Carren, lalu menyelesaikan pekerjaannya karena khawatir Aaric marah. Aaric hanya bisa menggelengkan kepala, lalu keluar kamar meninggalkan Carren. Dia kembali ke kamar tamu sambil membawa handuk dan kaos di tangannya.


"Ini bersihkan tubuhmu dan sementara pakai kaosku sambil menunggu bajumu kering. Aku tunggu di luar, untuk membicarakan makan siang." Ucap Aaric serius. Carren hanya bisa mengangguk dan membersihkan tangan lalu mengambil handuk dan kaos dari tangan Aaric. Dia sudah terbiasa membantu Mamanya untuk merapikan rumah, jadi secara refleks dia membersihkan kamar tamu tersebut.


Dia tidak mau mengganggu Aaric dengan ikut duduk nimbrung mendengar pembicaraan mereka, jadi dia mencari kesibukan. Tadinya dia berpikir mau bekerja juga di ruang makan, tetapi tas kerjanya ada di ruang tamu. Dia tidak enak mau permisi untuk mengambil tasnya.


Dia tidak mandi, hanya melap tubuhmya yang berkeringat lalu mengenakan kaos Aaric yang kebesaran. Dia memandang dirinya di cermin kamar mandi dengan wajah tersenyum. Karena kaos Aaric yang kedombrongan di tubuhnya. Dia membuka lemari di kamar dan melihat hanya perangkat pengganti tempat tidur. Kemudian dia mengambil gantungan baju untuk menggantung blousenya, agar bisa lekas kering. Keasyikan bekerja, dia tidak menyalakan AC di kamar sehingga membuatnya berkeringat. Dia hanya membuka jendela sedikit, karena jika mau menyalakan AC, dia harus bertanya kepada Aaric. Itu sama saja akan menganggu mereka.


"Mari, duduk di sini." Aaric berkata kepada Carren sambil menunjuk kursi meja makan di depannya. Carren menurunkan tangannya lalu berjalan ke meja makan lalu duduk di kursi yang ditunjuk Aaric. "Arraaa. Tadi aku hanya katakan, kau memeriksa tempat ini, bukan memintamu untuk membersihkannya. Nanti besok akan dibersihkan oleh Bibi." Aaric berkata serius, sambil melihat rambut Carren yang diikat ke belakang dengan asal.

__ADS_1


Penampilan Carren sangat berbeda, kecantikan wajahnya yang bersahaja membuat Aaric menatapnya lama. "Iya, Kak. Tadi refleks bersihkan tempat ini, karena kebiasaan di rumah bantu Mama." Ucap Carren pelan, karena merasa tidak enak telah membuat Aaric emosi. Mendengar itu, Aaric makin menatapnya. 'Dia bekerja di kantor dan masih membantu Mamanya di rumah?' Aaric bertanya dalam hati. Dia makin mengagumi dan menyayanginya.


"Yaaa, anggap saja ini tahapan berikutnya kau belajar mendelegasikan pekerjaan membersihkan rumah kepada Bibi. Nanti berikutnya kalau datang ke sini, biar ada Bibi di sini agar kau bisa mengenalnya." Ucap Aaric dan Carren mengangguk mengiyakan.


"Kau mau makan apa siang ini? Biar Jekob pesan untuk kita makan siang di sini. Aku sedang malas keluar makan di luar, jadi kita makan siang di sini saja." Aaric berkata dan bersikap lebih santai, karena melihat sikap duduk Carren yang tidak tenang. Aaric bersyukur, bisa bersama dengan Carren hari ini. Dengan kejadian yang baru terjadi, dia makin mengenal karakter Carren. Begitupun yang dipikirkan Carren, jadi mengenal Aaric, sehingga lebih memahami sikap Aaric dan harus bagaimana menghadapinya.


"Aku ikut yang kakak mau makan saja." Carren berkata tenang dan mulai santai melihat Aaric sudah lebih rileks. "Kalau di kantor seperti sekarang ini, kau makan apa? Kau keluar kantor atau makan di kantor?" Tanya Aaric ingin tahu, selagi mereka sedang memiliki waktu bersama dan juga untuk mencairkan suasana.


"Kalau lagi banyak kerjaan, kami suka pesan masakan padang saja, biar cepat dan sesuai dengan selerah semua karyawan." Ucap Carren mengingat semua karyawannya di kantor jika mau makan siang bersama.


"Ahaaa... Untung kau bilang itu. Aku sudah sangat lama tidak makan masakan padang. Kalau begitu, siang ini kita makan masakan padang. Nanti Jekob yang akan pesan untuk makan siang kita bertiga." Ucap Aaric senang, sambil memanggil Jekob untuk mendekati mereka. Jekob segera meninggalkan perangkat kerjanya di meja ruang tamu, lalu berjalan ke ruang makan.

__ADS_1


"Jekob, cari restoran padang yang enak. Pesan semua jenis menu masakan padang untuk kita bertiga makan siang di sini. Jangan lupa pesan tambahan kua hitam." Ucap Aaric, saat Jekob telah duduk di sampingnya. Carren terkejut mendengar permintaan Aaric. Dia teringat Recky, saat memintanya pesan masakan padang. Recky meminta tambahan bumbu rendang yang disebutnya dengan kua hitam.


~●○♡○●~


__ADS_2