Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Dunia Terasa Kecil


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Tanpa memberitahukan kedatangannya, Aaric dan Carren naik pesawat komersial pulang ke Swiss. Aaric bersyukur, Recky tidak membeli tiket pp, sehingga tidak ada yang mubazir. Recky tidak memberi tiket pulang, karena dia berpikir, Aaric akan memperpanjang waktu bulan madu atau melanjutkan bulan madu ke tempat lain, sesusi yang direncanakan.


Aaric telah melarang Carren untuk memberitahukan kepulangan mereka kepada siapapun. Aaric hanya menghubungi sopirnya untuk menjemput mereka di bandara. Sedangkan Jekob dam Sapta juga tidak diberitahu. Dia khawatir Recky atau Papanya bertanya dan Mereka akan bingung menjawab atau harus berbohong untuk merahasiakan kepulangan mereka.


Setelah tiba di rumah, Aaric tidak meminta sopirnya untuk menurunkan mereka di pintu utama, tetapi di pintu samping. Dia telah mengatur dengan kepala pelayan untuk membuat mereka semua minum teh di ruang samping, teras rumah dimana dia suka duduk santai di sore hari.


Ketika mereka turun dari mobil dan berjalan masuk, tiba-tiba Carren berteriak melihat Pak Biantra sedang duduk minum bersama Recky, Jekob dan Sapta. "Papaaaa..." Teriak Carren sambil berlari masuk. Pada saat yang sama, Recky pun berteriak. "Kakaaaa..." Teriak Recky, lalu berlari dengan riang keluar menemui Aaric.


"Hahahaha.... Carren, teruskan saja. Tidak usah ditahan, nanti bisulan." Ucap Recky, karena mereka berdua berlari dengan arah yang berlawanan sambil berteriak dan Carren tiba-tiba menutup mulutnya dengan tangan karena menyadari apa yang mereka berdua lakukan. Pak Biantra yang melihat itu langsung berdiri menyambut mantunya. Aaric hanya bisa tersenyum sambil geleng kepala melihat istri dan adiknya.


Dia balas pelukan Recky yang sudah memeluknya. Begitu juga dengan Pak Biantra, balas memeluk Carren dengan sayang. Bu Nancy yang mendengar suara teriakan, langsung keluar melihat apa yang sedang terjadi.


"Astagaaaa... yang satu sudah duda, yang satu sudah jadi istri. Kelakuannya masih seperti bocah." Ucap Bu Nancy sambil geleng kepala. Semua yang ada tertawa mendengar yang dikatakan Bu Nancy.


"Carren, sini aku ajarin. Biar kita jadi bocah manis." Ucap Recky, sambil melepaskan pelukannya. Begitu juga dengan Carren lalu melihat Recky dan berjalan kembali mendekati suaminya dengan wajah memerah mengingat apa yang baru dilakukannya.


Recky mengajak Carren mengikutinya memegang dagu dengan telunjuk dan jempol sambil tersenyum. Carren memukul lengan Recky, tetapi ikuti apa yang dilakukan Recky, karena Recky sudah mendekatkan kepala padanya. "Pak Jekob, tolong foto dua bocah ini." Ucap Recky, makin tersenyum melihat yang dilakukan Carren. Aaric refleks memeluk mereka berdua dari belakang saat Jekob mau foto mereka.

__ADS_1


Semua orang tertawa melihat apa yang dilakukan mereka bertiga. Kemudian Aaric mendekati Jekob untuk melihat hasilnya. "Tolong diemail untukku, ya." Ucap Aaric senang dengan hasil bidikan Jekob. Dia lalu memeluk Papanya yang sudah menunggu. Begitu juga dengan Bu Nancy, Aaric dan Carren bergantian memeluknya.


"Kakak, kenapa pulang sekarang dan tidak bilang-bilang? Padahal aku mau buat surprise." Ucap Recky setelah mereka semua duduk dan minum teh bersama. Dia mengira kakaknya masih lama, sehingga telah meminta Ace untuk menyusulnya ke Swiss sebelum kakaknya pulang.


"Aku sudah tau, surprisemu. Sana, vc untuk memperkenalkannya kepada kami. Ada yang sudah siap acc atau tidak." Ucap Aaric sambil tersenyum, karena mengetahui rencana adiknya yang mau memperkenalkan kekasihnya. Recky tersenyum sambil menggaruk kepalanya, karena kakaknya sudah bisa mengetahui rencananya.


Dia mengambil ponselnya lalu melakukan vc sesuai yang diminta kakaknya. "Hi, Ace. Ssstttt.. ada yang yang mau berkenalan denganmu. Jadi, tunggu, ya." Ucap Recky, saat Ace merespon vc nya. Recky meletakan jari di bibirnya, karena Ace mau mengatakan sesuatu tentang rencananya mau berangkat ke Swiss.


Aaric mendorong pundak Carren untuk berbicara, sambil mengerekan tangan sedang tanda tangan. Carren tidak enak, tetapi menerima telpon dari tangan Recky untuk berkenalan dengan Ace. Setelah melihat Ace di layar ponsel dan berbicara dengannya, Carren bernafas lega. Ace tidak seperti Liana dan cara membicarakan Recky, Carren bisa merasakan Ace tulus mencintai Recky.


Tiba-tiba Papa Ace ikut nimbrung, karena tahu vc bersama Recky. Beliau mau bicara dengan Recky sehubungan rencana Ace ke Swiss. Carren buru-buru memberikan ponselnya kepada Recky. "Recky... Apakah di belakangmu itu, Pak Elimus?" Tanya Daddy Ace, saat melihat Aaric sedang berbicara di belakang Recky. Daddy Ace jadi tidak fokus.


"Pak Elimus, kakak anda?" Tanya Daddy Ace terkejut. "Iya, Pak." Ucap Recky, lalu memberikan kode kepada kakaknya untuk berkenalan dengan Daddy Ace. Aaric mendekat dan menanyakan Recky dengan matanya. Baginya, jika Carren sudah acc, sudah beres semuanya.


Tetapi Aaric sangat terkejut saat melihat layar ponsel Recky. "Hallooo, Pak Robert. Anda mengenal adik saya?" Tanya Aaric yang belum mengerti situasi. Dia mengira Recky telah berbicara dengan orang lain lagi. Ketika Recky memberikan kode, itu adalah camernya, Aaric langsung membwa ponsel Recky ke ruang kerjanya. Dia ingin berbicara serius dengan Daddy Ace.


Tidak lama kemudian Aaric menghubungi Jekob untuk meminta Recky dan Carren datang ke ruang kerjanya. Sekian lama menunggu, baru mereka tiba di ruang kerja Aaric. "Kak, lain kali shareloc ruang kerja kakak. Jangan biarkan buta pimpin tuli, nyasar ke mana-mana." Recky protes sebelum kakaknya memarahi mereka, karena dia dan Carren kelamaan mencari ruang kerja Aaric. Mereka sama-sama baru di rumah Aaric, jadi belum tahu letak setiap ruang dalam rumah tersebut.


"Sudah, duduk. Ada yang mau aku bicarakan dengan kalian berdua." Mereka bertiga duduk di sofa ruang kerja. Carren hanya bisa diam melihat ruang kerja Aaric yang besar lengkap dengan perangkat kerja moderen. "Apa kau serius mau menikah dengan Grace?" Tanya Aaric serius setelah mereka duduk dan Aaric mengembalikan ponsel Recky.

__ADS_1


"Iya, Kak. Aku menunggu Grace selesai ujian tesis, baru bicara dengan Daddynya untuk melamarnya. Aku juga sudah bilang sama Grace dan dia setuju." Recky juga berkata serius.


"Kalau begitu, tidak usah tunggu lama. Kita semua siap-siap ke Aussie untuk melamar Grace. Setelah ini, kau bicara dengan Grace, ikuti saja yang dikatakan Daddynya." Ucap Aaric serius. Dia tidak menyangka, kekasih Recky adalah putri dari rekan bisnisnya di Australia. Dia mengenal Daddy Ace, sehingga memasukan Recky ke rumah sakit milik Pak Robert, Daddy Ace.


"Apa kakak tidak capek?" Tanya Recky, mengingat kakaknya baru saja kembali.


"Capek, iya. Tapi biar capek sekalian. Ini ada kesempatan yang harus diambil, jangan sampai terlewatkan. Nanti selesai acaramu, baru kita semua pergi berlibur." Ucap Aaric serius.


"Arra, istirahat saja dulu. Aku mau bicara dengan Papa dan Recky. Nanti aku menyusul." Ucap Aaric, lalu menghubungi kepala pelayan menjemput Carren untuk di bawa ke kamar pribadinya.


Kemudian dia menghubungi Jekob untuk datang bersama Papanya dengan Sapta. Mereka akan membicarakan tentang perkembangsn baru yang terjadi dan ada perubahan rencana.


Saat mereka berlima telah berada dalam ruang kerja, Aaric menyampaikan apa yang terjadi dengan Mama mereka dan juga perkembangan Biantra group. "Recky, sekarang kau tidak bisa tidak terlibat di Biantra. Sekarang itu telah menjadi milikmu juga. Jadi kau harus pikirkan perkembangan perusahan itu." Ucap Aaric serius, berbicara di depan Papanya.


"Saham Papa, akan dikembalikan untuk Papa. Saham Kakek untuk Recky ditambah dengan saham dari Pak Hutama. Pak Jekob, tolong atur itu, ya. Terakhir, kita semua akan terbang ke Australia untuk melamar calon istri Recky. Nanti setelah tiba di Australia baru kita bicarakan yang lain." Aaric mulai mengatur rencana baru.


"Sebentar lagi asistenku akan tiba di sini dan akan mengatur penerbangan kita. Pak Jekob dan Pak Sapta, tolong siapkan apa yang pernah kita bicarakan untuk Biantra. Kini sudah waktunya untuk dieksekusi." Ucap Aaric serius. Yang lain hanya diam dan mendengar, karena perubahan rencana yang begitu cepat. Jekob dan Sapta mengerti yang dimaksudkan boss nya, karena sebelumnya sudah dibicarakan secara detail.


...~●○♡○●~...

__ADS_1


__ADS_2